
"Duarr... Cetarr"
lagi-lagi barang-barang yang di banting Tuan Muda dari dalam ruangan menyadarkan Ayana dari lamunan.
"Tuan Muda...apa yang anda lakukan?, Tuan Muda..."Ayana masih mencoba membuka pintu ruangan itu.
mau sampai kapan dia akan memanggilku Tuan Muda?..,apa dia tidak pernah menganggapku sedikit saja sebagai suaminya..
mau sampai kapan?...mau sampai kapan?...
"Suamiku.... Hentikan!"
Ayana menghentikan langkah suaminya yang akan membanting Vas bunga yang sudah berada di genggamannya, untung saja ia segera menemukan kunci pintunya dan segera menghentikan langkah suaminya yang sedang mengamuk itu.
Tuan Muda terdiam seketika, bahkan ia terbelalak mendengar ucapan Ayana yang memanggilnya Suamiku,emosi yang sedang bergejolak berangsur-angsur padam.
Ayana mencoba mendekatinya, dengan posisi ruangan yang sudah berantakan tidak karuan,entah barang-barang apa saja yang sudah ia banting untuk melampiaskan kemarahannya.
Yang terlintas di pikiran Ayana adalah kenapa Tuan Muda tidak langsung melampiaskan semuanya kepada Ayana, bukankah biasanya dia selalu marah-marah terhadap Ayana,
Ataukah Tuan Muda sendiri takut jika Ayana akan semakin menjauh darinya, bahkan bisa jadi Ayana akan meminta untuk tetap di penjara dari pada bersanding bersamanya.
"Bagaimana kau bisa masuk?"
"Tak penting bagaimana aku bisa masuk,apa yang anda lakukan?, kenapa anda melakukan ini?"
Tanya Ayana sambil menurunkan tangannya dan mengambil Vas bunga itu dari genggamannya.
"Biarkan aku melakukan ini!,ini yang membuatku senang!, keluar lah!, jangan di sini dari pada kau terluka!"
belakangan ini suaranya memang sudah terdengar pelan, mungkin berkat cintanya ia bisa mengontrol emosinya sendiri jika di hadapan Ayana.
"Aku tidak mau keluar!"
"Apa mau mu?"
"Aku tidak menginginkan apapun, seharusnya aku yang bertanya, apa yang anda inginkan?"
"Aku hanya menginginkanmu, Tapi pergilah jika kau ingin bersama yang lain!"
Rey, akan mengambil Vas bunga itu kembali, namun di cegat oleh tangan Ayana.
"Bagaimana anda menyuruhku pergi, setelah membawa ku kemari?, hentikan ini!,aku tidak ingin melihatnya!, jangan membuatku takut setelah anda berani membawaku kemari!"
Menggandeng tangan suaminya dan menyuruhnya keluar dari ruangan itu,
__ADS_1
Dengan cara seperti apa aku harus meluluhkan hati serigala ini untuk membantu kakak...
aku tidak pernah tahu,apa aku bisa merubah sifatnya kembali seperti dulu atau tidak,ini semua demi mamah,jika tidak aku tidak mungkin melakukan ini...
Ayana sangatlah merindukan kehadiran sosok seorang mamah, dimana ia selalu tenang saat bersama mamah mertuanya,
Ia begitu merindukan sosok seorang ibu yang hadir di kehidupannya,jika ia tidak melakukan ini bagaimana ia bisa merasakan kembali adanya kehadiran sosok seorang ibu di dalam hidupnya.
"kenapa anda melukai diri anda sendiri?" Tanya Ayana, melihat tangan suaminya yang sudah berdarah karena mungkin tergores oleh pecahan beling yang ia banting itu.
mencari kotak obat untuk membersihkan dan mengobati lukanya,
*****
Entah kenapa Ayana selalu mengingat tentang Tuan Muda yang selalu menyuruhnya makan saat Ayana tidak mau makan dan ia juga bersikeras untuk tetap memaksanya makan,
"kenapa kau tidak makan?, makanlah!... jangan menyiksa dirimu sendiri!"
lalu ia juga mengingat kembali saat suaminya menyuruhnya untuk mengambilkan makanan untuk dirinya.., padahal ia menyuruhnya agar Ayana makan malam dan di temani olehnya.
"Kau belum menyentuh makanannya juga? Makanlah!,aku tidak akan membiarkanmu kembali ke kamar sebelum kau makan malam!"
Mungkin ini hanya perhatian kecil,tapi bagi Ayana ini adalah perhatian yang belum pernah Ayana dapatkan sebelumnya,
mungkin perasaanya tergoyah saat itu,namun kebencian selalu datang setiap kali melihat tingkah angkuh suaminya itu.
*****
Nafas Tuan Muda juga masih terdengar terengah-engah,
"kenapa kau melakukan ini?"
menghentikan langkah Ayana yang akan menaruh kotak obat.
"Karena anda juga sering melakukan hal ini kepadaku!"
jawaban singkat Ayana tanpa menatap wajah suaminya sambil menaruh kotak obat itu ke tempatnya
karena Ayana juga merasakan, sikapnya yang seperti serigala itu memiliki banyak perhatian yang telah ia berikan kepadanya selama ini.
Tuan muda langsung menarik tangan Ayana yang masih membelakanginya itu, lalu memeluk tubuh Ayana dengan erat dengan penuh perasaan.
"Jangan melakukan hal ini, selama kau menjadi istriku!, karena aku tidak bisa menahannya!, kenapa kau sangat cantik... kenapa kau sangat cantik sekali....Ayana"
Suara pelan Tuan Muda yang menyenderkan kepalanya di bahu Ayana dia terlihat begitu lemas saat ini.
__ADS_1
Jantungnya berdegup kencang, mendengar perkataan lembut suaminya membuat perasaannya goyah.
Ada apa dengannya?. kenapa dia bersikap terpuruk seperti ini....
"Apa yang anda katakan?"
Rey langsung melepaskan pelukannya, menatap Ayana lekat dengan mata sayu yang memerah itu.
"kenapa kau tega melukaiku Ayana?, kenapa kau berselingkuh di depan ku... dengan saudara ku sendiri...apa kau sudah menerima cintanya...lalu bagaimana denganku... apa kau sudah menerima cintanya?"
"Apa yang anda katakan Tuan Muda?"Ayana semakin merasa bingung dengan sikapnya ini.
"Jangan memanggilku Tuan Muda,aku tidak suka mendengarnya...aku tidak suka Ayana...aku tidak suka... jangan memanggilku Tuan Muda..."
Apa dia mabuk,dia tidak pernah seperti ini sebelumnya....
Ayana mencoba mendengus ke arah mulut suaminya,ia ingin memastikan bau mulutnya.
"Kenapa?.... kau mau menciumku?"
Tuan Muda mengatakannya sambil tersenyum melihat Ayana yang mendekat dan mencium hidupnya sesekali.
Dia benar-benar sedang mabuk,apa semarah inikah dia sampai mabuk seperti ini...
"kenapa anda sampai minum?"
"bukankah aku sudah bilang!, aku tidak bisa menahannya...aku tidak bisa menahan perasaanku Ayana..kau sangat cantik....kau sangatlah cantik...kau sangatlah cantik hari ini..."
Tuan muda terseyum memandang Ayana dengan mata sayu-nya,
Ia terlihat begitu tidak waras kali ini.
Apa yang harus aku lakukan.... jika ia malah mabuk begini
Mungkin giliran kau yang menenangkannya Ayana, waktu kau mabuk berat, juga dia yang mencoba menenangkan mu sekuat tenaga, karena kau hampir bunuh diri dan membuat dirinya terluka.
"Kau mau pergi kemana?, kau mau pergi meninggalkan ku..?"
matanya yang memerah itu berkaca-kaca berbicara menatap Ayana yang akan pergi meninggalkannya
"Aku hanya ingin mengambil air minum!, tunggu sebentar,aku mau mengambil air minum sebentar!"
"Jangan Tinggalkan aku..aku tidak ingin minum!, jangan tinggalkan aku Ayana.. tetaplah disisi..."
Tuan muda langsung menarik tangan Istrinya kembali dan membuatnya duduk kembali di pinggiran ranjang.
__ADS_1
bagaimana caranya aku menghadapinya dengan keadaannya yang seperti ini..
"Apa kau mencintaiku...?"Tanya Rey sambil memegangi tangan Ayana dan menatapnya penuh harap, walaupun Ia berada di fase-fase tidak waras namun yang ada di benaknya adalah nasib cintanya yang sekarang.