
Sebenarnya tak rela meninggalkan istrinya dengan kondisinya yang seperti ini, Namun apa dayanya sekarang, waktunya ia pulang dan Istirahat,
Sebenarnya ia merasa sangat berat hati, namun karena keadaan ia harus pulang apapun itu yang ia rasakan entah sedih, sakit, ataupun enggan,ia harus pulang sekarang juga.
"Aku titip istriku!, jaga dia dengan baik Nada Kinar!,aku percaya pada kalian!"
Rey yang terlihat tidak rela pergi itu.
"Baiklah Tuan Muda, kami berdua akan berusaha menjaga Nona Ayana dengan baik dan menjaganya semampu Kita!"
Kinar dan Nada tampak tersenyum dengan senang hati menjawab perintah Tuan mudanya ini.
Tuan muda terlihat sedih sekali...,aku benar-benar tidak tega melihatnya..
Danu yang langsung mengalihkan pandangan tidak ingin memandang majikannya lagi.
Kinar langsung membukakkan pintu untuk mereka berdua.
"Kinar ikutlah ke bawah ada barang untuk Nona!"
Danu yang berjalan di belakang Tuan Muda, berbicara kepada Kinar untuk segera mengikuti langkahnya.
Nada yang mendengarnya juga langsung menyuruh Kinar untuk segera mengikuti langkah pa Danu.
****
Hari berganti, Tak terasa mentari sudah bersinar cerah,
Nada sedang sibuk memasak sementara Kinar juga sedang sibuk memotong bumbu dapur dan membantu Nada memasak hari ini.
"Tengok Nona!,apa dia sudah bangun apa belum?"
perintah Nada sambil mengambil potongan bumbu untuk memasak itu.
"Iyah iyah, tidak ada yang kurang kan bumbunya?"
Kinar memastikan semua bumbu yang sudah ia siapkan itu.
"Aku rasa tidak!, tenanglah... jika kurang aku yang akan memotong sendiri nanti!"
"Oke baiklah!'
Kinar langsung segera menuju ke kamar Ayana.
Tampak Ayana yang sudah duduk bersandar di situ,
"Ayana kau sudah bangun?,aku kira belum?"
Menghampiri Ayana ke ranjang.
"Bagaimana keadaanmu?,kau sudah membaik kan?"
Tanya Kinar mengecek keningnya kembali.
"Sudah...aku sudah mendingan"Ayana sambil tersenyum kecil.
"Syukurlah aku senang mendengarnya, sehat-sehat yah Ayana,aku benar-benar sangat khawatir melihatmu begini...aku benar-benar merasa bingung harus bagaimana kemaren!"
Kinar menuju ke arah tirai jendela dan membukanya untuk mendapatkan hawa pagi yang cerah ini.
__ADS_1
"Maafkan aku...aku selalu merepotkan mu!"Jawab Ayana pelan
"Ayana jangan begitu!,aku sangat senang jika kau ada di sini,...aku mohon jangan bilang kalau kau ini merepotkan!,kau adalah segalanya bagiku...!"
Kinar langsung terseyum memeluk Ayana.
"Terimakasih Kinar..!"Ayana langsung tersenyum mendengarnya.
Lalu Ayana terlihat terdiam sejenak, membuat Kinar bertanya-tanya apa yang sedang ia pikirkan.
"Kau kenapa Ayana?,apa kau masih pusing?"
Tanya Kinar penasaran.
Ayana hanya menggelengkan kepalanya,dan terdiam kembali,
"Kau sungguh baik-baik saja kan?, jangan begini!,kau benar-benar membuatku cemas!"
"Tidak Kinar,aku tidak papa,aku hanya sedang memikirkan mimpiku semalam,aku bermimpi Suamiku menemaniku tidur,ini terasa aneh, kenapa tiba-tiba aku ingin sekali bertemu dengannya!..."
"Hah...,kau mimpi Tuan Muda?"
Kinar pura-pura kaget,
Ayana mengira itu mimpi?.., padahal jelas-jelas Tuan Muda memang menemaninya tidur semalam, ya... walaupun sebentar..
"Apa kau merindukannya?".
"Entahlah aku tidak tahu...ya jelas aku tidak ingin bertemu dengannya sekarang..!"
Tapi hatimu ingin Ayana..
Pinta Ayana pelan.
Ayana masih memikirkan tentang dirinya yang belum beli baju, rasanya menumpang tanpa membawa barang-barang sendiri itu tidak enak.
"kemana Ayana?"
"Beli baju!"
"Iya ampun Ayana kamu baru sembuh..!,aku melarangmu keluar!, soalnya aku ada sesuatu buat kamu!, Tunggu sebentar!'
Kinar langsung berjalan ke arah lemari mengambil baju yang di berikan Tuan Muda semalam, baju yang sangat bagus-bagus, bermerek dan mahal tentunya,
Tuan Muda baik juga kok...dia tak seburuk yang aku bayangkan,tapi Ayana pasti juga sangat terluka di bohongi selama ini..
"Ini lihatlah!, baju-baju baru kamu bagus kan?"
"Ba... baju-baju aku? dari mana?"
"Dari aku!,kamu pakailah ini!"
maksudku dari suami mu Ayana,dari aku gak mungkin lah....baju-baju mahal seperti ini, Tuan Muda hanya meminjam atas nama ku doang..
"Berapa semuanya?... akan aku ganti!, sepertinya ini terlihat sangat mahal ya Kinar?"
Ayana sudah mengeluarkan kartu Debit-nya sendiri dan menyodorkannya ke Kinar
"Ayana tidak usah!, ini itu aku yang belikan untuk sahabatku tercinta dengan rasa tulus dan kasih sayang!,jadi simpan kartumu itu!"
__ADS_1
Beginikah rasanya jadi pura-pura kaya hah...
mau sampai kapan aku akan pura-pura kaya seperti ini coba?..
"Tidak aku tidak mau!,kau sungguh membuatku merasa tidak enak Kinar,ini pasti uangmu habis banyak kan?"
Tentu saja tidak!... uangku menambah karena perkejaan yang rumit ini Ayana....
"Iyah ampun Ayana...aku mohon Terimalah!,aku tulus ini... jangan membuatku kecewa,aku udah jauh-jauh belanja loh!,demi kamu!, masa terus kamu menolak pemberianku gitu aja.."Kinar mencoba merayu Ayana terus
"Tapi aku kan hanya..."
"Sudah diam!, terimalah ini!....,aku akan menunggu di luar!,dan pakailah bajunya ya Ayana,jika tidak!, aku akan marah besar!,kau mengerti!'
Kinar yang pergi menjauh dari ranjang dan menatap Ayana dengan wajah seriusnya lalu pergi meninggalkan kamar dengan tersenyum senang.
Ya Tuhan... engkau yang maha baik,aku sungguh beruntung memiliki kedua teman yang seperti malaikat ini...
Ayana merasa sangat senang,ia tersenyum sambil memandangi baju-bajunya itu.
Melihat baju baru,Ia kembali teringat dengan Tuan Muda yang selalu membelikan baju banyak untuknya, bahkan jika Tuan Muda yang membeli itu tidak terkira,ia selalu memborong sesukanya tidak peduli berapa pun harganya, yang jelas jika ia beli baju,itu... seperti membeli kantong plastik saja.
kira-kira dia sedang mencariku atau tidak?,
Apakah dia sedang mencariku?,..
ataukah dia sudah tidak perduli lagi padaku..?
seharusnya jika dia benar-benar mencintaiku setidaknya dia sedang sibuk mencariku saat ini kan?..
Ayana mencoba mencari ponselnya, ponsel yang belum ia sentuh selama beberapa hari ini,ia juga sedikit penasaran dengan ponselnya.
Ponselku mati lagi...
Ayana langsung mengeces ponselnya di colokan listrik yang ada di deket TV,
kemudian ia pergi menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Sekitar 15 menit berlalu Ayana kembali ke kamarnya dan menuju ke arah meja dimana ponsel itu di cas.
Menghidupkan ponselnya kembali dan mencoba melihat pesan.
Terdapat ratusan pesan yang belum terbaca di situ, tentunya pesan dari Tuan muda dan Danu.
Di situ juga terdapat log panggilan tak terjawab dari suaminya beberapa waktu lalu hingga mencapai 889 kali Panggilan.
Ayana mencoba membaca pesan tersebut, terdapat banyak bertanya berulang-ulang di situ,
Tuan muda bertanya di mana keberadaan sekarang,pesan minta maaf juga bolak balik di kirimkan oleh suaminya.
Apa dia benar-benar merasa bersalah?,apa dia benar-benar mencintaiku?,
ataukah ini hanya permainannya lagi... Karena aku sedang mengandung..
tapi ia juga belum tahu Kan kalau aku ini sedang menhgandung?, lantas bagaimana ia mau mempermainkan ku...
Ia masih mengingat mimpinya semalam, rasanya begitu berasa, sentuhan lembut yang ada di perutnya, bisikan kecil Tuan Muda di telinga membuatnya terdiam dan mengingat-ingat mimpi itu.
Rasa apakah ini?,Rasa rindu?.. ataukah rasa cinta yang sudah terlanjur melekat di dalam hatinya,
__ADS_1
Entahlah yang jelas Ayana yang sedang merasakannya kali ini.