
Rey dan Ayana sedang duduk di gazebo kecil, menikmati pemandangan taman yang tampak asri dan hijau.
"kenapa kau mengajakku kemari?, katanya kita mau pulang?"
"ini juga pulang kan Ayana,kau tidak senang pulang ke rumah mu sendiri?"
Rey merasa heran dengan pertanyaan istrinya.
"Bukan begitu,aku begitu rindu dengan rumah ini,kau mengajakku ke mari setelah sekian lama, jika kita pulang hari ini aku merasa...!"
"Kita akan pulang besok!,aku ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal di sini bersama mu..!"
Rey sudah tahu isi pemikiran Ayana.
"Benarkah?,kita akan menginap di sini semalam?"
"Iya tentu saja, kita akan menginap di sini dan menciptakan Kenangan Indah nanti malam!"
"Plakkk..."Tamparan keras mendarat di pundak Rey, setelah Ayana mendengar perkataan Kenangan Indah nanti malam.
"Aww...sakit!"
"Rasakan...!"
"Kenapa si sayang?, kamu itu sensi banget belakang ini,apa kau malu atau mau?"
"Ih.... Reyhano..... hentikan pikiranmu yang kotor itu...!"
"bugh...bugh.. bugh..."Ayana begitu kesal memukul mukul dada bidang Reyhano.
"Ah... iya ..iya maaf, maafkan aku...aku hanya bercanda, Maaf.. maaf.. sayang!"
Menahan kedua tangannya yang terus memukulinya itu.
"Sikapmu itu menggemaskan Ayana membuatku ingin.." Rey mendekatkan bibirnya.
Ayana langsung menghindar dan berdiri dari duduknya.
"Wah disini terasa panas..., rasanya aku ingin sekali menghirup udara segar...!"
Cih sial dia menghindari ku terus kali ini...
Entah keseruan apa saja yang sudah di lakukan Keduanya di taman yang indah ini, yang jelas hari ini,hari yang sangat indah bagi Ayana.
Hari sudah semakin sore, Ayana sudah menghabiskan waktunya di area taman bersama Tuan Muda duduk di gazebo kecil yang ada di taman.
Terdapat dua pelayan yang bertugas khusus untuk merawat rumah ini, mereka tinggal di rumah samping, rumah yang di bikin atas perintah Tuan Muda sendiri, dengan uangnya dan tentunya perintah atas dirinya.
Rumah ini tampak sangat hidup, dengan kehadiran dua pelayan, dua satpam dan ada pula tukang kebun yang mengurus taman berserta satu supir yang di tugaskan di sini.
Tersedia juga dua mobil yang terparkir di lingkungan rumah, dimana anak buahnya bebas untuk memakainya jika memiliki keperluan.
"Mobil itu mobilmu Juga?"tanya Ayana sambil menunjuk ke arah dua mobil.
"Itu hanya mobil biasa untuk orang-orang disini,jika mereka butuh keperluan untuk berpergian,maka tinggal pake!, kan gampang!"
__ADS_1
Anda ini terlalu kaya ya Tuan Muda, Mobil Alphard di bilang biasa,lalu mobil yang luar biasa itu yang seperti apa?..
sedangkan mobil seperti ini saja sudah miliaran harganya...
Rasanya Ayana geregetan si, melihat tingkat suaminya yang menggemaskan ini.
"Kenapa?, apa kau mau mobil juga?,akan aku belikan!,pilih saja mobil apa yang kau mau?"Rey sambil mengelus rambut Ayana.
Apaan sih dia ini... apa-apa mau beli.. apa-apa mau beli,di kira beli cabe kali yah gampang sekali kalau berbicara...
"Tidak usah!,aku tidak mau"
mobil mu kan sudah puluhan... aku saja pusing melihatnya.
"Loh kenapa?,katakan!,mobil apa yang kau mau?, jangan bilang kau tidak bisa menyetir?"
"Aku bisa menyetir Rey, tapi mobil kelas biasa, aku tidak terbiasa dengan mobil-mobil mu yang kelas mahal itu, aku pasti akan kaku memakainya..!"
"Cih...alasan apa itu Ayana?, tidak masuk akal, katakan!, kamu mau mobil yang seperti apa?"
"Aku tidak mau Rey, mobilmu sudah banyak!, buat apa kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli yang tidak perlu di beli, masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan di luaran sana...,Kau mengerti sayang...!"
Kalimat sayang yang ia tunjukkan sedikit tidak ikhlas.
"Panggil yang baik dong, Sayang.... begitu!"Mencontohkan kalimat manis terhadap Ayana.
"Terserah!"tidak mendengarkan Kalimat suaminya.
Rey terseyum menatap Ayana, baru kali ini ia merasakan sikap seorang istri yang begitu lembut dan baik hati, yang begitu peduli dengan yang lain,
Bagiamana bisa aku tidak jatuh cinta kepada Ayana, itu tidak mungkin...
Dia terlihat sangat berbeda... berbeda sekali dari Felly,dia lebih pendiam dan sederhana,dia selalu merendah dan tidak pernah meminta apapun dariku... walaupun aku sudah menawarkannya berkali-kali...
"Aku sangat mengerti Ayana,aku sangat mengerti dirimu!...kau benar-benar mutiara di dalam hidupku..."
Tidak tahu apa yang ada di pikiran Rey, sampai-sampai ia mengeluarkan jawaban seperti itu.
Ayana langsung berdiri dari duduk dan pergi meninggalkan suaminya ini.
"Hey... lagi-lagi kau pergi meninggalkan ku,kamu mau kemana Ayana?"
Cih...
apa melakukan apapun itu harus izin kepadanya?...
"Mau mandi Rey....!"Jawab Ayana pelan nan panjang.
"Mau mandi?"
"Iyah kenapa?...kau mau ikut?"
"ohh... tentu mau...jika kau mengizinkannya!"dengan senyuman kesenangan memeluk erat istrinya.
"Diam!, tunggu di sini!, tak usah mengikuti terus!"
__ADS_1
melepaskan pelukannya, dan berjalan cepat meninggalkan suaminya masuk ke rumah.
"Wah...apa kau sedang bersiap-siap untuk nanti malam?, baiklah silahkan mandi Nona, yang bersih dan yang wangi yah...maka aku akan..!"
"Diam!, tak usah berbicara yang tidak mungkin,aku masih ngambek kepadamu!.., kau mengerti,jadi jangan harap!...,tunggulah di sini!"
Ayana dengan tatapan sinis menatap Reyhano.
Ngambek mulu perasaan...
Ngambek bilang-bilang lagi
"Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu kali ini,...."
Melihat sekeliling lingkungan rumah ini yang tampak sepi dan semakin gelap, membuatnya tersadar atas apa yang ia katakan.
"Tega sekali Ayana menyuruhku menunggu di luar magrib-magrib begini...!"
Merinding sendiri dan ikut masuk ke dalam rumah.
Ayana sedang mandi di kamar mandi, sementara Rey menunggunya sambil tiduran di atas ranjang.
kenapa mandinya lama sekali...
apa dia sedang membersihkan badan,
atau memang dia sedang bersiap-siap untuk nanti malam,
Rey gila sendiri dengan pikirannya,ia tiduran sambil menghadap ke arah pintu kamar mandi.
Melihat isi barang-barang yang ada di kamarnya karena penasaran,
mendapati sebuah foto kecil di mana Ayana masih kecil dan bersanding dengan Ayana yang sudah menjadi gadis.
"Kecilnya imut sekali..., cantik sekali dia, natural dia terlihat imut bukan!"
Mengelus foto istrinya dan menaruhnya kembali di atas meja kamar.
"Dia pasti sangat sedih meninggalkan rumah yang isinya penuh dengan kenangan, bahkan barang-barangnya saja masih disini semua, pantas saja waktu itu Ayana terlihat sangat sedih, maafkan aku Ayana... maafkan aku..!"
Rey merasa bersalah sendiri dengan sikap dirinya dulu.
Berbaring lagi di atas ranjang menghilangkan rasa lelahnya,
Rumah ini sangat nyaman,ada aroma kenyamanan istriku di dalam kamar ini...
Memejamkan matanya menikmati keindahan di ruangan ini.
Ayana sedang menangis di dalam kamar mandi,ia begitu merasa terharu sejak tadi,menatap seluruh isi kamar mandi yang sangat ia rindukan,dimana kamar mandi ini adalah kamar mandi yang selalu ia gunakan setiap harinya.
Sejak tadi bersama suaminya ia sedang berusaha menahan rasa sedihnya itu.
Keberadaan dirinya di sini juga benar-benar membuatnya rindu akan keluarganya, namun ia juga merasa senang rumah kenangan ini menjadi miliknya kembali.
Namun untuk rasa rindu, tidak ada obatnya sekarang ia butuh penenangan, hingga saatnya ia lelah dan membersihkan diri.
__ADS_1