
"Gimana Dok, kondisinya?"
Rey yang melihat dokter masih mengecek keadaan Ayana yang terbaring di ranjang rumah sakit.
Berbagai peralatan medis sudah ia keluarkan dan ia periksa ke tubuh Ayana,
Penanganan yang di lakukan Dokter untuk Nona Ayana benar-benar khusus dan VIP, Karena semua ini adalah perintah Tuan Muda sendiri.
"Nona... baik-baik saja Tuan Muda,Ini Vitamin yang harus Nona Ayana minum setelah makan agar energi dan kinerja tubuhnya dapat memberikan kepulihan yang maksimal!"
"Iya Dok!, baiklah!"Tuan Muda menerima vitamin yang di berikan sang Dokter kepadanya..
Aku memang tidak menginginkan anak ini,tapi bukan berarti aku membencinya,Ini juga Anakku,aku juga tidak ingin keguguran, Namun yang aku benci itu adalah Ayahnya...
Aku tidak ingin mengandung Anak darinya...
Ayana mengelus perutnya sendiri, Menatap suaminya dari kejauhan yang tampak berbicara serius dengan Dokter.
Setelah urusan Dokter telah usai, keduanya langsung balik ke rumah...
"Kau mau istirahat di kamarku atau kamarmu?"
Rey berbicara datar sambil menatap jam tangan yang ada di tangannya, sepertinya ia tampak terburu-buru.
lihat orang Aneh yang selalu melupakan kata-katanya, kemaren dia bilang aku tidak memiliki kamar...
"Maaf Tuan Muda..., kamar saya yang mana yah?, sepertinya saya tidak memiliki kamar di sini?...." Ayana dengan senyuman kebohongan yang tampak manis menghadap suaminya yang galak itu.
Aku hanya bercanda semalam, kenapa dia selalu menganggap ku serius...
"e'... iya tentu saja kau tidak punya kamar, mumpung aku sedang baik hati kali ini,akan ku berikan satu kamar untukmu,jadi pilihlah kau mau istirahat di mana sekarang?"
"Kamarku..!"
"Iya sudah masuklah!, jangan melakukan apapun, istirahat dan istirahat,aku melarangmu untuk melakukan apapun kali ini!"
"Iya baiklah!"Ayana segera masuk ke kamar dan langsung menutup pintunya, tanpa memandang wajah suaminya lagi.
Sial, aku belum selesai bicara dia sudah menutup pintunya..
Ah.. sudahlah!, sebaiknya aku pergi sekarang...
Sementara Ayana masih mematung di baik pintu,
Dia menyuruhku istirahat hari ini,ohh... brarti aku akan bebas seharian tanpa bersanding dengannya kan...
Ayana yang merasa senang dengan kepergian suaminya itu,ia bahkan merasa bebas hari ini, berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan memberhentikan langkahnya seketika saat memegangi perutnya...
"Aku keguguran..?,aku tidak percaya kalau aku mengalami keguguran,aku benar-benar merasa bersalah sekarang,itu artinya aku tidak bisa menjaga Anakku sendiri, Tapi aku harus apa ini..? semua sudah terjadi..,aku harus bersikap hati-hati kedepannya......" Ayana berbicara pelan di depan pintu kamar mandi dan mengelus perutnya sesekali karena merasa bersalah.
****
"Lepaskan Danu apa-apa si?, sakit tahu!"Nadin mengibaskan tangan Danu yang terus saja menariknya masuk ke ruangan kerja Tuan Muda.
"Tuan Muda akan segera sampai, jadi diamlah!,dan Tunggulah di sini!"
__ADS_1
" Cih...Apa Majikanmu itu benar-benar merindukan ku?"Tanya Nadin dengan senyuman sinisnya Menatap Danu.
"he'h Wanita gila..!"Jawab Danu mencibirkan bibirnya sambil pergi meninggalkan Nadin.
"Beraninya kau mengataiku gila!, Danu!..Danu.. mau pergi kemana kau..?"
Tanpa mendengarkan kata Nadin,Danu langsung keluar begitu saja.
"Masuk!, jaga dia!,jangan sampai kabur!, kalau tidak habis kalian..!"Perintah Danu sebagai Atasannya kepada beberapa pengawal yang sedang berjaga di depan ruangan.
"Baik pa!"Salah satu pengawal yang mewakili pengawal yang lain.
"Hey ada apa ini?... kenapa kalian masuk?"Nadin yang merasa bingung dengan para pengawal yang masuk ke ruangan dan berjaga.
Sedangkan para pengawal hanya menjawab dengan tatapan mematikan.
Cih Sial...kenapa mereka semua menyeramkan sekali..
Tak lama kemudian Tuan Muda Reyhano datang dengan muka sinisnya yang ia tampakkan.. sambil memasuki ruangan kerjanya.
Nadin yang melihat Tuan Muda menghampirinya langsung tersenyum manis dan menggendeng tanganya.
"Rey...ada apa, kenapa kau memanggilku kemari?"
"Lepaskan!, beraninya kau menyentuhku!"Rey mengibaskan tangannya hingga membuatnya menyingkirkan jauh dari jarak tubuhnya, bahkan Nada bicaranya pun sudah meninggi dan terlihat sangat marah.
"Rey... kenapa kau tiba-tiba marah kepadaku!"
"He'h tiba-tiba marah kepadamu hah?, seharusnya aku marah kepadamu sejak kemarin dan bukan saat ini!,kau mengerti!"Tuan Muda melotot tajam menatap Nadin.
"Lepaskan!, bukankah sudah aku katakan jangan berani-berani menyentuhku..!,kau gila yah?.... bukankah aku ini sudah menjadi suami sahabatmu!, Lepaskan!"Rey yang kali ini benar-benar terlihat marah.
Membuat Nadin sedikit mengundurkan diri.
"Iya Iyah aku sudah tahu itu!,aku juga sudah sadar!"
"Kau sadar apa yang sudah kau lakukan hah?...,Apa yang kau lakukan kepada Ayana?"
Ayana kenapa dia membahas Ayana...apa dia berbicara yang tidak-tidak dengan Rey, sehingga dia sangat marah begini kepadaku..
"Ayana..?"
"Iyah Ayana Istriku!,kau berani sekali meracuninya?"Rey dengan tampang mematikan menatap Nadin yang sudah gemetaran.
"Apa yang kau katakan Rey, kenapa Ayana berani memfitnahku!"
"Memfitnah mu?, bukankah kau yang sudah meracuni Ayana dengan minum keras malam kemarin?,ya kan?.. katakan kalau kau yang melakukannya!... katakan kepadaku kalau kau yang melakukannya!.. Katakan!"
Tuan Muda yang begitu emosi melampiaskan kemarahannya kepada Nadin seorang.
"Iya.. iya aku yang melakukannya,Tapi aku hanya bermain-main Rey..!"
"Bermain-main kau bilang?,Kau pikir ini permainan!,kau bukan hanya menyakiti Istriku!, tapi kau juga membunuh anakku!..kau membunuh Anakku Nadin!..kau membunuh anakku!, karena kau!.. Ayana keguguran!...kau puas?...kau puas? telah melakukan ini padaku hah... puas?"
Tuan muda yang sudah memegang dagu Nadin karena merasa sangat marah dan kehilangan,
__ADS_1
Apah,Ayana keguguran..
Nadin yang kaget dan semakin menyengkrutkan dirinya,
Ada apa dengan Tuan Muda yah?, kenapa dia semarah itu, bukankah tadi malam ia bisa mengontrol emosinya saat bersama Ayana..
"Ta.ta..tapi,a...a.. aku tidak tahu kalau Ay..Ayana, sedang hamil Rey!"
Nadin sambil gemetaran menatap Reyhano.
"Oh..berarti Jika Ayana tidak hamil pun..kau akan tetap melakukannya begitu?"
"Bu...bu..kan begitu Rey, semua yang aku lakukan kan karena...."
"Karena apah?, karena kau masih mencintaiku hah?, wanita bodoh... dasar wanita bodoh!... Argh... brakk... cetarr...!"Rey yang langsung menghempaskan barang-barang yang ada di atas meja ruangnya.
"Jangan harap Nadin!, jangan harap kau mendapatkan citaku kembali!,.. seharusnya kau bercermin!, dengan kelakuan mu yang seperti ini...kau masih mengharapkan cintaku hah?..dasar wanita bodoh!".
"Iya betul Rey,aku memang wanita Bodoh!..,aku memang wanita bodoh yang selalu mencintaimu...Tapi kenapa Rey?.. kenapa?, Kenapa kau lebih menyukai Felly di bandingkan dengan ku!,..."
"Tak usah bertanya, Tanyakan dengan dirimu sendiri!,dan aku bukan sedang membahas Felly aku sedang membahas Ayana, bagaimana kau berani melakukan ini kepada Ayana hah?"
"Kenapa?.. kenapa lagi dengan Ayana?,kau juga lebih mencintainya dari pada diriku.."
"Wanita gila yah?, memang apa arti dirimu di kehidupanku!..Jika aku mencintai Ayana kenapa?,.. bukankah dia itu Istriku..! dan siapa kau?"
"Rey..., secepat itukah kau melupakanku?" Nadin yang menjadi merengek mendekati Reyhano dengan mata berkaca-kacanya.
"Melupakanmu!,kau pikir aku pernah berhubungan denganmu?, minggir!..menjauh dariku sekarang!"
"Rey!,sejak dulu aku yang selalu berusaha dan mempertahankan hubungan kita!, tapi semenjak kau mengenal sahabatku Felly... justru dengan teganya kau malah jatuh cinta padanya..!"
"He'h..mempertahankan hubungan kita?,Tega kau bilang!, bukankah kau yang berkhianat di belakangku!, bukankah kau yang berkhianat menduakan ku dengan lelaki lain,kau pikir aku tidak tahu,kau pikir aku bodoh hah? dan siapa yang tega!, siapa yang tega melakukan hal ini kepadaku?..siapa?.."
dari mana dia tahu kalau aku menghiyanatinya...
"Tapi Rey aku bisa jelasin!,aku bisa jelasin kepadamu!"
"Penjelasan!, aku tidak butuh penjelasan mu!, Tidak ada artinya kau di dalam kehidupanku!,jadi kau tidak perlu bersusah payah menjelaskannya! kau mengerti!"
"Pengawal bawa wanita ini pergi dari sini!"Dengan tegasnya Rey berbicara kepada pengawal yang masih terdiam sejenak tadi.
"lepaskan!,apa yang kalian lakukan?, lepaskan!"
Nadin yang mencoba melepaskan diri dari genggaman kedua pengawal itu.
"Rey!,Rey!, aku bisa menjelaskannya kepada mu!"
"Cukup!, pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku!, Karena kau telah membunuh Anakku..!, pergi!, pengawal singkirkan wanita ini dari hadapanku sekarang juga!, sekarang!" Suara Rey yang semakin menghantam keras terdengar dan memenuhi seisi ruangan kerjanya.
"lepaskan!,Rey... Rey..!, lepaskan!"
Teriak Nadin yang meronta-ronta, mencoba meloloskan diri dari genggaman pengawal itu.
Sebenarnya bagaimana hubungan antara Reyhano dengan Nadin di kala dulu apa keduanya memiliki hubungan spesial..?..
__ADS_1