
"Dina sebaiknya kau merevisi dokumen ini sekarang!,aku akan pergi untuk menemui Direktur utama!, jadi bekerjalah di ruangan ku!, tapi sebelum itu kau panggilkan sekertaris yang kemaren!"
Dina sekretaris andalan Bayu,ia yang selalu bekerja di samping Bayu, karena ia termasuk senior di kantor ini.
Sekertaris kemaren?, bukankah disini banyak sekertaris..., lagian sekertaris kan banyak yang ia temui kemaren.
"Maafkan saya pak Bayu!,Tapi yang anda maksud itu sekretaris yang mana?"
"Yang salah membawakan dokumen dan membuatku kesal!, karena dia harus mendapatkan hukuman, panggilkan dia!"
Hukuman, sejak kapan pak Bayu menjadi menyeramkan seperti ini,dia kan juga sekertaris baru, wajar saja jika dia melakukan kesalahan...
Tanpa pikir panjang Dina langsung keluar dari ruangan itu untuk mencari Sekretaris yang kemaren.
"Semoga saja hari ini menyenangkan, tidak ada kesalahan dan tidak ada kendala, aamiin...!"
Mulai memegang mouse-nya dan bekerja, mungkin setelah berdoa harinya akan semakin baik dan bersinar.
"Thok.. Thok..Thok.."
Seseorang langsung masuk ke dalam ruangan dan membuat langkahnya yang akan mulai bekerja terhenti.
Baru mau mulai...
"Maaf mengganggu,kau yang berurusan dengan pak Bayu kemaren kan?"
"Iya..."
Ada apa lagi si...
bukanya urusannya sudah kelar kemaren... bahkan aku saja sudah menangis segala,masa belum di maafkan juga..
"Kalau gitu...kau di panggil ke ruangannya sekarang!"
"Oh..oke baiklah, terimakasih atas informasinya!"
"Baiklah, sama-sama!"Dina keluar dari ruangan duluan.
Kakak!, aku benar-benar tidak siap bekerja di kantor ini,
seharusnya aku bekerja di tempat lain dan tidak menggantikan posisimu di kantor yang sangat ribet ini..
Menghela nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan dirinya,ia segera bersiap-siap dan menuju ke ruangan Bayu.
"Anda memanggil saya pak?"
"Bawa dokumen ini dan ikutlah denganku!"Tanpa bertele-tele dan langsung narik tangan wanita itu untuk bekerja mengikutinya.
"Pak ...pak.. kita mau kemana pak?,Anda mau bawa saya kemana?"
"Bekerja!,kau sekertaris Baru bukan?, seharusnya kau berlatih bekerja denganku!,biar kau tidak bekerja seenaknya di kantor ini!"
"Ta.. tapi pak!''
Tidak... tidak..
jika aku ikut denganya sepertinya aku akan kerja Rodi, bukannya dia terlihat sangat angkuh...mana galak lagi..
"Jangan berpikiran apapun, kau seorang sekretaris bukan?,kalau begitu aku membawa karena kau pasti bisa menulis dan menyalin data-data meeting yang akan aku bahas nanti!, sambil belajar dan kau juga tidak bekerja seenaknya di sini!,apa lagi sampai menangis, itu benar-benar membuatku sakit mata!,kau mengerti!"
"Iya.. iya saya mengerti pak!"
lagian aku menangis kan supaya Anda memaafkan ku..
Keduanya menuju ke parkiran dan pergi meninggalkan gedung kantor.
"Biasakan pakai seal belt!,apa harus aku yang pakaikan?"
Perintahnya tanpa berpaling dari hadapannya yang fokus ke depan.
Oh... bahkan aku sampai lupa karena takut padamu..
"Baik pak maafkan saya!"
Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang menuju ke tempat tujuan.
Entah kenapa Bayu membawa laju mobil ini menuju ke arah sebuah Caffe, mungkin meeting-nya akan ia lakukan di tempat ini.
"Turunlah!"
Menyuruh perempuan di sampingnya untuk turun mengikutinya.
Dengan diam wanita itu mengikuti langkah Bayu dari belakang, sambil membawa dokumen, iPad dan peralatan kerja lainnya untuk meeting.
__ADS_1
Tapi caffe itu tampak sepi, tidak ada tanda-tanda pekerja kantoran yang berdatangan melakukan pertemuan disitu,
yang jelas para pengunjung adalah orang biasa, seperti anak-anak kuliahan yang sedang santai duduk dan nongkrong disitu.
Apa dia mau meeting dengan Klien dekatnya, kenapa harus di caffe...
Bayu segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk bersantai sebentar.
"Duduklah!"menyuruh wanita itu untuk duduk, dengan diam wanita ini pun duduk menuruti perkataannya.
Kemudian Bayu memanggil pelayan dan memesan minuman Kopi,
"Kau mau apa?"
Wanita itu terdiam menggelengkan kepalanya
"Baiklah, kalau begitu saya pesan minuman ini dua yah!"
Langsung saja memesan dua minuman kepada pelayan itu tanpa bertanya lagi,membuang waktu saja baginya jika bertanya kepada perempuan ini,ia langsung saja memesan minuman yang sama untuknya juga.
Tak lama minuman itu cepat tersaji di atas meja.
"Minumlah!"
Bayu sambil menikmati minuman kopinya dan fokus ke arah ponsel.
"Iyah pak"Jawab wanita ini begitu canggung.
Kenapa lama sekali, kenapa tidak ada yang datang untuk memulai rapat denganya..
Tapi kenapa ia terlihat santai sekali menikmati kopinya,
Bayu yang masih fokus ke arah ponsel,ia sesekali melirik wanita yang masih terdiam menengok kesana kemari.
"Kau sedang menunggu seseorang?"Tanya Bayu.
"Tidak Pak!"
"Kau tidak meminum minuman mu?"Tanya bayi yang sudah berwajah datar.
"Oh... iya pak!,saya akan segera meminumnya!"
menyentuh minuman itu dan meminumnya sedikit.
"Klien apa?"Tanya Bayu balik yang semakin membuatnya bingung.
"Bukannya bapak akan meeting dengan Klien?, kenapa orangnya tidak datang-datang juga?"
"Siapa juga yang akan meeting di caffe!, lagian seperti tidak ada tempat lain saja!,aku hanya ingin mengopi di sini!"
Jawabnya yang begitu santai tanpa Dosa.
"Apa?,jadi Bapak mengajakku ke sini hanya untuk ngopi?"
"Tidak juga, setelah ini juga bekerja kan!"
Cih orang ini benar-benar menyebalkan,
aku sudah terburu-buru dan meninggalkan pekerjaan ku...
tapi dia malah mengajakku santai dan mengopi....
dia pikir pekerjaan ku tidak menumpuk apa..
Merasa begitu kesal sambil menikmati kopinya menatap Bayu yang sibuk memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian Bayu langsung berdiri dari duduknya.
"Cepatlah!,kita harus bertemu Dirut!"
Dirut?,dia benar-benar akan mengajakku bertemu dengan Bos besar,
wah menegangkan sekali..
Keduanya langsung pergi meninggalkan tempat Caffe dan melajukan mobilnya ke tempat tujuan inti.
Lima belas menit lamanya, akhirnya mobil sampai juga di depan rumah besar yang megah seperti istana itu.
Satpam langsung membuka gerbang pintu dengan senang hati dan mobil itupun langsung masuk ke dalam lingkungan rumah.
"Apa ini rumah Anda?"Tanya polos wanita ini.
"Bukankah aku sudah bilang kita akan bertemu Dirut!, jadi ini adalah rumah Tuan Muda,e'... maksudku rumah Dirut!, Turunlah!"
__ADS_1
Pantas saja rumahnya begitu megah dan besar, kantornya saja sangat besar,ini benar-benar orang kaya,
Wanita itu berjalan mengikuti langkah Bayu yang menuju ke lantai dua.
Terdapat Danu yang sedang duduk di sofa memainkan leptopnya.
"Hay,kau sudah selesai dengan urusanmu?"Tanya Bayu sambil menghampirinya.
"Tentu saja!"Danu langsung menghadap ke arah Bayu
"Wah,kau membawa siapa?,aku baru melihatnya,apa dia sekretaris barumu?"
"Bukan!,dia memang sekretaris Baru,tapi di bagian staff administrasi perkantoran, jadi aku rasa dia perlu pengajaran untuk bekerja!"
"Baguslah kalau begitu!, Tapi aku kira dia kekasihmu...!"Bisik Danu yang membuat Bayu melotot menatapnya.
"Duduklah!"perintah Bayu kepada wanita yang ia bawa, wanita itu terdiam duduk, hanya bisa menikmati suasana canggung yang sedang ia rasakan.
"Bagiamana dengan keadaan Nona Ayana,dia baik-baik saja kan?,oh iya siapa nama Tuan kecil?, aku kan belum tahu!''
"Namanya Reyfan, lengkapnya Reyfano Febri Cho!"
"Wah...gila..gila sama seperti bapaknya!,aku sangat setuju!"
Wanita ini hanya bisa mendengarkan ocehan keduanya, entah apa yang sedang mereka bicarakan itu yang jelas hanya terdiam mendengarkan sambil memegangi iPad-nya.
Febri Cho.., bukankah ini juga termasuk nama perusahaan...,
mungkin marga ini adalah nama Turun-temurun yang begitu berarti bagi keluarga ini...
Hanya bisa membatin sambil mendengarkan keduanya yang sedang berbicara.
Tak lama kemudian Reyhano berjalan dari arah Lift yang terlihat berbunyi, sepertinya ia terlihat dari lantai tiga .
Wah ada lift-nya segala...
Wanita ini hanya bisa terpukau melihat rumah orang yang begitu kaya dengan diam.
"Hay Bayu!,kau sudah lama?"
"Tidak Tuan Muda!, saya juga baru sampai!"
"Baiklah Istirahatlah dulu!"Rey berjalan menuju ke kamar Ayana.
"Tuan Muda, bolehkah aku melihat Tuan kecil sebentar!"
Bayu yang belum melihat secara langsung putra pertama Tuan Muda kesayangannya itu.
"Baiklah aku akan menggendongnya keluar!"sambil tersenyum memasuki kamarnya.
"siapkan dokumen yang aku berikan kepadamu jika Tuan Muda sudah duduk nanti!"
"Baik pak!"
"Tuan Muda terlihat sangat bahagia belakang ini, aku benar-benar merasa senang melihatnya!"
"Iya,akhirnya impian yang kita nantikan sejak dulu terkabulkan juga, sekarang Tuan Muda sudah terlihat tersenyum kembali...!"
Tak lama Reyhano datang juga sambil menggendong putra kecilnya yang terlihat sangat lucu itu, bahkan matanya masih membuka tutup menatap sang Ayah yang sedang menggendongnya.
Mata itu terlihat begitu imut saat berkedip-kedip di pandang,Iyah begitulah baby sangat menggemaskan intinya
"Dia sangat tampan Tuan Muda!"Bayu yang merasa gemas sendiri.
"Tentu saja,sama sepertiku!"berkata sambil tersenyum lebar.
"oh.. pantas!"Jawab Bayu singkat membuat semuanya tertawa.
"Sayang ada apa si rame benar?"Ayana yang sudah muncul dari balik kamar.
Wanita ini terbelalak melihat kemunculan Nona mudanya, setelah keduanya bertemu pandangan keduanya sangat kaget dan terdiam bertatapan.
"Siska!"
"Ayana!"Siska sudah berdiri dari duduknya, melihat sahabat lamanya yang baru saja bertemu setelah sekian lama membuatnya begitu merasa senang.
Keduanya saling memanggil,
Membuatnya semuanya terdiam dan merasa bingung.
"Siska aku merindukanmu!"Ayana yang begitu senang, langsung menghampirinya dan memeluknya erat.
"Aku juga Ayana!,kau kemana?, kenapa kau hilang kontak?"Tanyanya sambil terharu berderai air mata.
__ADS_1