Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ciuman Paksa.


__ADS_3

"Aku benar-benar tidak yakin jika Ayana mencintai Rey!,Buktinya... dia saja sampai salah menunjuk suaminya, seharusnya jika dia mencintainya dia tahu mana yang Rey dan mana yang aku.."


Ray menggerutu di dalam mobil berbicara dengan tangan kanannya, Karena di dalam ruangan rawat tadi,Ayana benar-benar salah menunjuk suaminya.


Ia mengira kalau Ray adalah suaminya,hal ini membuat Rey begitu marah dan mengusir semuanya.


"Tapi mungkin karena Nona Ayana sendiri baru bertemu dengan Anda dan Tuan Rey, bisa jadi Nona kesulitan untuk mengenali suaminya Tuan Muda!".


"Tapi kan...ikatan cinta itu selalu ada kan,jika mereka benar-benar saling mencintai!, saya Rasa Ayana tetap akan mengenali suaminya."


"kalau soal itu saya tidak tahu Tuan Muda,Namun...yah betul juga si apa kata Anda!"


*****


Sedangkan di dalam ruangan rawat terdapat satu orang laki-laki yang sedang amat kesal manatap istrinya.


"Keluarlah!"


Sementara semua orang yang berada di ruangan tadi di usir olehnya termasuk Danu.


Ayana terdiam, menggigit bibirnya sendiri,ia tahu kalau ia telah melakukan kesalahan, bagaimana bisa seorang istri salah menunjuk suaminya dan membuat malu suaminya di hadapan semua orang tadi.


lebih baik aku diam... biarkan dia berbicara apa!... akan aku dengar dengan senang hati...


aku benar-benar tidak tahu,apa yang bisa aku bedakan dari keduanya jika mereka sangat mirip begini, butuh waktu lama kan...agar bisa membedakan keduanya... bagaimana bisa hidupku semakin rumit begini si...


Apa kau akan terus bersikap lemah seperti ini Ayana..?..


mau sampai kapan?... seharusnya kau bangkit dari keterpurukan mu mulai sekarang...


Ayana,yang sedang gemetaran ketika bertemu pandangan dengan tatapan suaminya yang tajam itu.


Namun ia berusaha menguasai dirinya sekarang.


"Kau tidak mengenaliku?" Tanya sinis Rey menatap Ayana


Ayana terdiam sambil menundukkan kepalanya,

__ADS_1


"kau tidak mengenali suamimu sendiri?, bukankah aku sudah bilang sebelumnya, tatap aku dan perhatikan aku baik-baik!,kau harus bisa memperhatikan mana aku mana yang bukan!, bukankah sudah aku peringatkan kemaren!"


Rey dengan Nada marahnya menatap Ayana.


"Maaf, maafkan aku Tuan Muda,Tapi Anda berdua benar-benar sama,aku tidak bisa membedakannya!"


"perhatikan aku baik-baik,aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi"


Rey sudah mendekatkan wajahnya, agar dirinya di tatap Ayana sepenuhnya, agar Ayana benar-benar memperhatikannya,mata Ayana masih menatap ke arah lain, membuat Rey semakin gregetan


"Ayana perhatikan Aku!, mulai sekarang kau harus mengenali diriku!,dimana aku tidak ingin kau berbuat kesalahan lagi!"


"Tuan Muda menyalahkan ku sekarang?" Ayana yang sudah lelah bersikap baik kepadanya kali ini.


"Dan kau beraninya kau memanggilku Tuan Muda!"


"Jangan menyuruhku memanggilmu sayang!, karena aku tidak menyayangi mu!"


Ayana yang berbalik menatapnya tajam dan memberikan gertakan hati suaminya yang keras itu.


"Jika anda menyalahkan ku,lalu seberapa susahnya Tuan Muda bilang kalau Tuan Muda memiliki kembaran!,Apa kah harus dengan cara seperti ini, memperkenalkan kembaran Anda Kepadaku?"


"Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu kepadaku!,kau mulai berani sekarang!,kau malah menyalahkan ku?"


"Aku sudah lelah Tuan Muda!,Anda pikir... Anda selalu benar?,Selama ini aku selalu bersikap nurut kepada anda...,tapi bukan berarti aku lemah!"


Ayana berbicara dengan mata berkaca-kaca namun tetap berusaha untuk memberanikan diri.


"aku menuruti Anda selama ini!,karena aku terikat perjanjian akan anda!,dan aku mencoba bertanggung jawab atas kesalahan yang telah aku lakukan karena telah merugikan Anda!, Tapi apa!.. Anda tidak pernah menghargai ku walaupun sekecil apapun kebaikanku yang telah aku berikan Kepada Anda!.., setidaknya hargai aku sebagai manusia, bukan sebagai istri Anda".


Ayana, yang merasa sangat kesal dan emosional, Entah kenapa dirinya begitu kesal dan emosi menatap suaminya, mungkin tanda-tanda pendekatan jadwal datang bulannya akan segera datang, makanya ia tidak bisa mengontrol emosinya.


Rasanya ia ingin sekali pergi menjauh darinya, dan meninggalkan suaminya yang hidupnya selalu di isi dengan kemarahan itu.


"Kau mau kemana?,aku belum selesai bicara denganmu!"


"Lepaskan!, jangan menahan ku!,aku sudah lelah bersama Anda!...,aku juga sudah siap di penjara jika aku memang melanggar aturan yang tertera di surat perjanjian itu!...,aku kira hidup bersama anda akan lebih baik dari pada di sangkar penjara,ternyata tidak!, Mungkin sekarang... sangkar penjara itu lebih baik untuk kehidupanku dari pada bersama Anda!"

__ADS_1


Ayana mencoba melepaskan genggaman tangannya, dan mencoba turun dari ranjang rumah sakit karena sudah sangat kesal dan malas menjalani hidup dengannya.


"Ayana!,Sejak kapan kau mulai berani kepadaku?"


Rey, terus menggenggam tangannya kencang dan terus menahan Ayana yang akan turun dari ranjang.


"Lepaskan aku Tuan Muda!...,dan siapkan saja ruangan penjara untukku!, bukankah aku sudah melampaui batasan!,aku sudah siap menerimanya...dari pada aku harus hidup terus-terusan bersama Anda, lepaskan!"


Tuan Muda terdiam, Ayana bersikap sangat serius kali ini, perasaannya menjadi berantakan mendengar kata penjara,


Ia merasa sudah tidak rela jika harus kehilangan Ayana, apalagi nanti jika kontak pernikahan mereka telah usai selama dua tahun, apakah Tuan muda bisa gila..?


"Lepaskan!,apa anda tidak dengar?, Lepaskan aku... lepaskan aku Tuan Muda... Lepaskan!"


Ayana yang sudah memberontak dan mencoba melepaskan genggaman tangannya karena ingin sekali pergi meninggalkannya.


Rasa sakit di kakinya sudah terlupakan bahkan tidak berasa lagi, semuanya sudah berubah menjadi emosi dan emosi.


"Cukup!.cukup Ayana jangan membuatku gila!,kau mau pergi kemana?"


"ke ruangan yang seharusnya menjadi tempatku,aku akan ke penjara,anda puas!, penjarakan aku sekarang juga!.. lepaskan... lepaskan Tuan Muda!"


"Ayana...!"


Tuan Muda langsung menarik tubuh Ayana secara kasar dan membuatnya terbaring di atas ranjang lalu membungkam mulutnya yang sejak tadi mengoceh gak jelas secara paksa dengan mulutnya.


******* bibirnya dengan kasar dan paksa, seperti orang yang sedang kehausan akan cinta,


Ayana sangat kaget dengan tingkah Tuan mudanya yang justru malah mencium bibirnya dan mendesaknya begitu saja di atas ranjang,


lelaki bajingan.. dia selalu melakukan apapun semaunya,dia tidak pernah memikirkan perasaanku...


Ayana menolak keras perilakunya, Ia terus berusaha melepaskan desakannya.


Tuan Muda melepaskan ciumannya sejenak, memberikan waktu Ayana untuk bernafas karena nafasnya sudah tak beraturan,


keduanya saling terengah-engah.

__ADS_1


"Apa Anda sudah gila!, kenapa anda selalu melakukan hal seperti ini kepadaku?,apa anda sudah gila?"


Mendengar ucapan Ayana justru membuat Rey semakin menggila,Ia langsung merangkul leher Ayana dan mencium bibirnya kembali dengan rakus tanpa ampun.


__ADS_2