Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Mual


__ADS_3

Ayana masih terus menyantap makanannya, ia benar-benar lupa akan suaminya yang masih terdiam mematung di sebelahnya.


Tak lama kemudian ia pun menyadari bahwa ada yang memperhatikannya sejak tadi.


"Anda benar-benar tidak mau makan?, hanya untukku saja,demi diriku!"


Ayana Heran, bahkan ia belum melihat sentuhan sendok yang masih bersih di atas mangkuk.


Mendengar perkataan istrinya membuatnya tergiur untuk membuktikan bahwa ia akan melakukan apa saja untuk merebut hatinya ini.


"Iyah tentu saja,aku akan memakannya sekarang..!"Rey langsung memegang gagang sendok dan menatap makannya kembali.


Makanan yang enak itu tak selalu di restoran Tuan Muda,coba cicip deh..anda pasti ketagihan..


Sementara Ayana masih terus menatap suaminya yang sudah mengangkat gagang sendok-nya dan mengarahkan ke arah mangkuk itu.


"Ayo makanlah suamiku...ini enak kok!"


Ayana,melanjutkan suapannya kembali sambil memandang suaminya itu.


Aku harap tidak terjadi apa-apa pada diriku,ini makanan tidak ada racunnya kan..


Rey segera mengarahkan satu sendok makan itu ke mulutnya,


Mencoba merasakan perlahan dan mengunyahnya pelan-pelan, sedikit demi sedikit rasa makanan itu mulai menusuk ke lidahnya,lama kelamaan bukanya semakin enek tapi malah semakin enak.


Eh...enak juga ternyata,...


Ternyata rasanya tidak kalah enak dari yang ada di restoran-restoran besar...


Aku kira rasanya tidak seenak ini..


Masih terus mengunyah dan menelannya perlahan, karena ia melihat Ayana yang masih terus memperhatikannya dan menunggu respon darinya.


"Bagaimana enakan suamiku..?"


"Biasa saja..."


Rey yang belum juga menurunkan gengsinya.


Terserah kau mau bilang apa,yang penting melihatmu makan,ini membuatku sangat senang...


Menikmati Batagor sudah!,kini giliran mencari jajanan yang lainnya...


Terdapat banyak makanan yang membuat Ayana tertarik dan tergiur untuk mencicipinya,

__ADS_1


"Suamiku,..aku ingin makan itu" Masih memeluk boneka kelinci yang ia dapatkan tadi, sambil menunjuk ke sebuah pedagang yang berjualan cimol.


"Yang itu?"Nampak wajah Rey yang kembali mengerutkan keningnya karena merasa ragu dengan permintaan istrinya.


"Iyah aku mau,..." Ayana sambil merangkul tangan suaminya,Tentunya membuat Rey tidak bisa menolaknya.


"Boleh yah, boleh..!"Tampak Ayana yang memohon.


Entah kenapa lidahnya sedang menari-nari menginginkan apapun yang terlihat dan menarik di matanya kali ini, biasanya ia bisa menahannya, tapi kali ini tidak,ia benar-benar ingin sekali memakannya walaupun hanya satu biji.


"Iyah... iya belilah"


Tentunya Ayana langsung membelinya tanpa pikir panjang.


Beruang-ulang hal ini terjadi, sudah berapa jajanan yang Ayana cicipi dan masuk ke dalam mulutnya,


Hari ini benar-benar menyenangkan baginya.


Rey sangatlah membuatnya puas hari ini,ia membuat hari Ayana begitu cerah dan bersinar terang malam ini.


Tanpa sadar, hari pun sudah semakin malam, mungkin keduanya lupa waktu karena sibuk berjalan-jalan.


"Suamiku..!"Panggilan Ayana pelan menghadap ke arah satu gerobak makanan lagi.


"Apa lagi?,aku tidak ingin kau makan makanan sembarangan terlalu banyak di tempat ini!!"


"Aku ingin itu..!, Terakhir yah...kali ini saja..!"Ayana menunjuk ke salah satu gerobak penjual Ice cream.


"Aku mohon..!"


"Iya sudah baiklah!,Tapi beneran ini yang terakhir!, habis itu aku tidak akan mengijinkanmu untuk membeli makanan yang lainnya lagi,mau seberapa makanan yang akan kau telan di tempat ini!..."


"Iya.. iya..aku janji!" Ayana langsung tersenyum senang mendengar jawaban suaminya.


Cuma hal kecil seperti ini... itu saja sudah membuatnya terlihat sangat senang hah...


Rey yang merasa Ayana itu berbeda sekali dengan Felly, hal-hal kecil saja dapat membuatnya senang,Tapi menyenangkan Felly butuh biaya yang besar seperti jalan-jalan ke luar negeri.


Jalan-jalan sudah cukup kali ini, sudah banyak makanan yang masuk ke dalam perutnya, Ayana begitu merasa senang dan puas, terlebih saat melihat suaminya mau menikmati makanan jalanan tentunya ini adalah hiburan terbesar baginya.


Mereka berdua langsung menuju ke dalam mobil, hari yang sudah semakin malam membuatnya keduanya harus kembali ke rumah dan Istirahat.


Rey menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraannya.


setengah perjalanan telah di tempuh oleh kecepatan laju mobilnya.

__ADS_1


Aduh kenapa perutku terasa enek sekali,..


Ayana masih mencoba terdiam dan menahannya, mungkin ini hanya efek terlalu banyak makan saja baginya.


Semakin di tahan,rasa mual di perutnya semakin berasa, seolah-olah makanan yang ada di perutnya mau naik ke atas dan mau keluar dari dalam mulutnya.


"Huek..."


melihat istrinya yang sudah menutupi mulutnya dengan tangan membuat Rey panik.


"Ayana...kau...kau..kenapa?" Tanya Rey yang masih sibuk menyetir.


"Tiba-tiba aku ingin muntah...Pe.. perutku... perutku enek sekali...Huek.."Ayana kembali menutupi mulutnya dengan tangan bahkan sekarang dengan kedua tangannya.


"Ayana... Tunggu sebentar!"Rey langsung memarkirkan mobilnya di pinggir jalan agar Ayana dapat menguasai dirinya.


Ayana tidak bisa menahannya lagi ia langsung buru-buru keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya.


"Huek...Huek.." Ayana yang masih mencoba memuntahkan isi perutnya karena merasa sangat enek.


"Ayana kau muntah?,kau yakin kau tidak papa..ada apa dengan dirimu?,kau tidak keracunan kan?.." Rey yang begitu panik.


"Aku takut hal ini terjadi, makan-nya aku melarangmu untuk makan makanan di jalanan,...!"Rey memijat leher istrinya perlahan membatu Ayana untuk muntah.


"Huek.. huek.."Ayana yang terus merasa mual dan ingin sekali muntah lagi.


"Ini pasti gara-gara makanan jalanan itu, bukankah aku sudah bilang Ayana... aku malarang mu untuk makan makanan di sana, kenapa kamu jadi seperti ini si...kau tidak papah..Ayo kita ke dokter!, kita kedokteran sekarang..."


Rey semakin panik melihat Ayana yang terus muntah-muntah.


"Perutku enek sekali..? Huek..huek..!"Ayana masih mencoba untuk muntah, lalu mencoba berdiri untuk menenangkan diri.


Tapi pusing tiba-tiba datang di kepalanya, membuat Ayana meremas kemeja suaminya karena merasa tidak karuan,


"Ayana.. Ayana kau kenapa,kau tidak papa..?"Rey semakin panik sambil memegangi kedua pipinya.


"kepalaku.. kepalaku..terasa pusing"


"Brakkk.."Ayana langsung pingsan di bekapan suaminya.


"Ayana...Ayana...Ayana... Ayana bangun"Mencoba menyadarkan istrinya yang sudah menutup kedua matanya itu, membuat Rey semakin panik dan bingung.


"Ini tidak boleh di biarkan... jangan-jangan Ayana kenapa-napa karena makanan jalanan itu...,Ayana kau tidak keracunan kan... tidak mungkin... ini tidak boleh terjadi..."


Rey begitu panik ia langsung mengangkat tubuh Ayana yang pingsan di bekapannya dan segera membawanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"bertahanlah Ayana, aku akan segera membawamu ke Dokter,aku harap tidak terjadi apa-apa kepadamu... bagaimana bisa seperti ini sih....".


Rey langsung buru-buru mengendari mobilnya ke rumah sakit,ia benar-benar berharap bahwa istrinya baik-baik saja.


__ADS_2