
Hari-hari berlalu begitu cepat,kini kondisi sudah seperti biasanya kembali ke rumah Tuan Muda.
Kenapa dia selalu tidur di kamarku,apa kamarnya sudah menjadi gudang sekarang?, bukankah itu adalah kamar utama di rumah ini..
kamar yang paling besar dan paling berbeda kan
Menatap kancing baju kemeja Rey sambil memaikannya.
Memikirkan sesuatu yang terus terngiang-ngiang di pikirannya.
Ia masih tiduran di bekapan dada Rey,ia juga tidak sadar kalau suaminya sudah bangun dan sedang memperhatikannya sejak tadi.
"Kenapa aku senang sekali menghirup bau badannya, padahal jelas-jelas pewanginya tampak sama... tapi kenapa rasanya tetap berbeda..."Ayana mencoba mendengus mencium bau baju Reyhano.
Rey bergerak dan langsung memeluknya erat, membuat wajah terbenam di dadanya.,
"Apa yang sedang kau lakukan Ayana?,kau ini menggemaskan sekali si?,kau suka bau badanku hah?,uuh aku baru tahu, menyenangkan sekali......"Rey tertawa lirih sambil memeluk erat Ayana.
"Ih...jail banget sih..!"
Ayana mencoba melepaskan pelukannya.
"Selamat pagi sayang... bagaimana kandungan mu?, baik-baik saja kan?"
Mengelus perut Ayana yang tampak membesar.
"Kau hanya bertanya tentang kandungan ku saja?,dan tidak peduli dengan orang yang mengandung?..."Ayana dengan raut wajah kesalnya.
"Memang kau kenapa Ayana?,kau sakit?,kau demam?,kau merasa enek?, atau mau muntah sekarang?...kau tidak papa kan?,kau benar-benar baik-baik saja kan? bagaimana kalau kau peluk aku saja biar tidak jadi enek nantinya...!"
Rey pura-pura panik dan merentangkan tangannya lebar-lebar agar Ayana dapat memeluknya sekarang.
Namun Ayana hanya terdiam memandang Rey yang bersikap seperti ini,ia tampak kusut dan tidak ada senyumannya sama sekali.
"Kau kenapa Ayana?.. apa aku melakukan kesalahan?"
Tanya Rey lembut yang sudah kehilangan cahaya cerah yang bersinar di pagi hari setelah melihat wajah Ayana yang tampak kusut.
Ayana menggelengkan kepalanya dan tersenyum sedikit menjawab perkataan suaminya.
"Apa hari ini kau mau ke kantor?"Tanya Ayana pelan.
"Iyah sayang,karena aku ada meeting penting dengan klien!...,ada apa?,kau menginginkan sesuatu?"
Tanya Rey begitu penasaran, melihat wajah istrinya yang lesu membuatnya tidak bisa tenang.
"Tidak,aku baik-baik saja!, Tenanglah!"
Ayana terseyum tipis menghadap ke suaminya, membuat Rey semakin merasa tidak enak sendiri dan gelisah.
"Ayana... katakan apa yang kau inginkan!"
__ADS_1
memeluk pinggangnya dan menatap Ayana lekat untuk memastikan jawabannya itu.
"Katakan saja!, jangan membuatku sedih dengan sikapmu yang seperti ini...!"mengusap bibir Ayana yang tampak lesu itu.
"Aku tidak menginginkan apapun!,aku hanya bosan di rumah,jika kau pergi ke kantor, aku merasa sangat bosan di rumah ini...!"
"Lalu bagaimana?.. kau mau ikut ke kantor?"Tanya Rey mengelus pipi Ayana lembut.
Ayana menggelengkan kepalanya, karena ia tidak ingin naik mobil,ia merasa pusing dan mual setiap kali naik mobil.
"Tidak Rey... aku tidak mau,kau pergilah ke kantor aku tidak papa...!"
mengelus pipi suaminya lembut dan terseyum tipis.
"Apa yang kau inginkan?, katakanlah!,aku tidak bisa melihatmu bersikap seperti ini... Ayana.. muach.. katakan saja!" mencium bibirnya sesekali.
"Tidak Rey... tenanglah,aku hanya merasa bosan...maafkan aku!"
"Tidak!,Katakan kepadaku!,aku ingin melihatmu tersenyum pagi ini!"
Ayana terseyum semanis dan selebar mungkin di hadapan suaminya.
Tetap saja Rey tidak bisa melihat kecerahan hari ini dengan senyumannya yang palsu,ia hanya melihat kesedihan yang ada di matanya itu.
"Tidak,aku memang melihat senyuman seperti biasanya di bibirmu,tapi... tidak dengan mantanmu Ayana..,kau terlihat menyembunyikan sesuatu..?"
Rey tidak bisa tenang untuk kali ini, biasanya setiap pagi ia selalu melihat senyuman Ayana yang cerah, sejak awal ia membukanya matanya itu, Ayana pun sudah terseyum di hadapannya.
"Sebenarnya aku... aku hanya tidak ingin sendiri di rumah, tidak ada teman untuk berbicara di saat kau pergi ke kantor, untuk itu Rey apa aku boleh meminta sesuatu hal darimu?..."
"Katakanlah apa itu!,aku akan memenuhinya!"
"Aku rindu mamah!,aku sangat merindukanmu mamah,apa kau bisa menyuruhnya pulang!,aku ingin bertemu dengan mamah,aku sangat merindukannya!..."Ayana sudah berkaca-kaca menatap Reyhano dengan penuh harap.
Mamah..?.
Rey terdiam sejenak mendengar permintaan Ayana,ia terlihat memikirkan sesuatu di mata Ayana.
"Apa kau belum memaafkan mamah juga Rey?"
Rey kembali teringat dengan kenangan pahit di saat ibu dan saudara kembarnya pergi meninggalkan mereka berdua begitu juga saat itu.
"Belum..., hatiku masih terasa sakit Ayana!"
"Katakan!, katakan kepadaku tentang masalah yang sebenarnya, siapa tahu dapat mengurangi rasa sakit mu Rey... aku ini istrimu,aku berhak tahu bagaimana perasaan mu kali ini!"
Ayana mencoba meyakinkan suaminya, agar Rey dapat menceritakan semua permasalahannya kepadanya, tanganya sudah menyentuh dada Rey memohon agar dirinya menceritakan yang sebenarnya.
"Ceritanya panjang Ayana, dulu waktu aku......bala...bla..bal....!"
Rey menceritakan semua kenangan tentang masa lalunya dengan pelan kepada Ayana.
__ADS_1
Rey tampak berbinar matanya, ia mulai berkaca-kaca menceritakan tentang kenangan di masa kelamnya.
"Aku tahu perasaanmu Rey..."mengusap air mata suaminya yang sudah jatuh di pipinya.
"Aku merasakan bagaimana posisi mu waktu itu,kau pasti sangat tertekan Rey, jangan menangis,aku tidak suka melihatmu menangis suami ku...."
Menatap suaminya lekat mengelus pipinya perlahan.
"Tapi Rey,apa kamu sendiri sudah mendengarkan penjelasan dari mamah waktu itu?"
"Tidak!,aku merasa begitu kesal kepada mamah,aku tidak percaya lagi dengan ucapan mamah, dengan teganya dia meninggalkan anaknya hanya karena pertengkaran sama papah....!"
"Tatap mataku Sayang....!"berbicara lembut mengelus kedua pipi suaminya,Rey pun menatap Ayana lekat.
"Aku tahu kau sedang terbakar karena api amarah...,aku juga tahu kau sangat sedih kehilangan seorang Ayah yan sangat kau cintai,...aku bisa merasakannya Rey karena aku aku juga merasakan bagaimana rasanya kehilangan semua keluarga ku ....."
*Seharusnya kau mendengar semua penjelasan ibumu terlebih dahulu Rey...
apa alasannya ia meninggalkanmu,
apa yang terjadi dan karena masalah apa semua itu terjadi,
aku tahu kau sangat marah,tapi setidaknya kau mendengarkan penjelasannya walaupun hanya sekali...
Mungkin semua memang butuh waktu, kau pasti akan segera membuka hati mu untuk ibu mu sendiri...aku percaya itu*.
"Ayana kenapa kau terdiam?"Rey menyadarkan Ayana yang melamun sambil mengelus-elus pipinya.
"e' tidak Rey, aku tidak akan memaksamu untuk menyuruh mamah kembali kemari, aku juga tahu perasaan mu sekarang...,!"
"Tidak,demi dirimu aku akan menyuruh mamah untuk pulang!...,kau pasti tidak akan kesepian lagi,dan untuk hari ini!,aku akan menyuruh Nada dan Kinar untuk menemani mu di rumah,kau mau?..."
"Benarkah mereka boleh kemari?"Ayana tampak tersenyum riang gembira.
"Tentu saja sayang,aku akan menyuruh mereka berdua untuk kemari hari ini,menemani mu,biar kau tidak merasa bosan, karena aku harus rapat hari ini...!"
"Iya aku tahu..., Terimakasih sayang.. muach!"
Ayana mencium pipi Rey seketika, membuat Rey begitu merasa senang.
Tentunya Rey membalas ciuman Ayana dengan lembut di keningnya dan bibirnya!.
hal itu berlangsung lama.
"Jaga si kecil!, hati-hati di rumah!,aku mau mandi dulu...habis itu berangkat ke kantor yah!"
Mengelus perutnya yang terlihat semakin membesar dengan lembut.
"Iyah sayang... baiklah, hati-hati yah, semangat, Sehat selalu,dan selalu ada di lindungan Tuhan yang maha kuasa!"
"Iyah pastinya,aku juga yah sayang.. muach!"Ciuman kening selalu mendarat yah Rey.
__ADS_1