Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Melahirkan


__ADS_3

Mereka semua berada di dalam ruangan rawat VIP khusus ruangan milik Tuan Muda.


Ayana menunduk mencoba menguasai dirinya yang sedang mules perutnya.


Rey merasa sangat khawatir,


ia terus menemani Ayana dan menjaganya dengan berbagai tumpuan yang ia lakukan.


Baik menahan tangannya yang sedang mencengkeram erat bahunya, maupun menahan tubuhnya yang terlihat lemas kesakitan.


"Bertahanlah sayang!, bertahanlah...!, kau pasti kuat,...kau pasti kuat... muach!"


Reyhano merasa begitu khawatir, matanya berkaca-kaca menatap istrinya, melihatnya begini sungguh membuatnya tidak tega.


Dokter segera datang memasuki ruangan, dan memeriksa Ayana yang sedang merasa mules.


"Bertahanlah Nona!,kami akan segera menyiapkan peralatan persalinan Anda!"


Para suster berdatangan mengikuti langkah dokter yang baru saja datang ini.


Ayana mencoba untuk menenangkan dirinya, walupun ia merasa takut namun ia tetap berusaha untuk menenangkan diri.


Menggenggam tangan suaminya erat-erat, mengontrol emosi dirinya sambil menatap suaminya lekat.


"Kau akan baik-baik saja?, percayalah...aku ada di sisimu, aku akan menemanimu... Muach...! mencium kening Ayana dengan hangat.


Ayana hanya membalas dengan senyuman, menatap wajah suaminya yang tampak gelisah itu.


Dokter dan suster dengan cepat menyiapkan peralatan persalinan,


Kedua tangan Ayana masih berpegang kuat di bahu suaminya yang menunduk mengelus-elus perutnya itu.


Cengkraman kuat ia berikan kepada Reyhano, Reyhano senantiasa membiarkan tingkah istrinya ini dengan lapang dada,dan membiarkan Ayana untuk menguras emosinya dan lampiaskan semuanya kepadanya.


"Duduklah!, sayang!"


Menyuruh istrinya untuk duduk di pangkuannya.


Tidak ada yang bisa Reyhano lakukan kecuali memijat pinggangnya dan mengelus-elus tangan Ayana pelan-pelan.


"Aku mau berdiri sayang, perutku tidak karuan!"Berdiri dari pangkuannya dan menundukkan dirinya untuk menenangkan diri.


Lalu memeluk istrinya dengan penuh rasa sayang...,


"Sini sayang!, bersandar lah jika kau tidak kuat berdiri...!"


Ayana memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahunya.


Aku tidak pernah menyangka,Rey begitu menyayangi ku seperti ini...


"Kau akan baik-baik saja sayang!,aku disini... aku akan disini menemanimu!..."


Mengelus-elus istrinya terus menerus dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Aku bersamamu sayang,...!"mengelus punggung istrinya kembali.


"Terimakasih sayang,aku mencintaimu...!"


"Aku mencintaimu juga..!"


Para suster dan dokter sudah siap,


Suster langsung menghampiri keduanya.


"Mari Tuan Muda, proses persalinan akan segera berlangsung!"


"Baik sus!"Menganggukan kepalanya dan menatap penuh istrinya.


"Kau siap...?"


menatap istrinya penuh dengan rasa khawatir, matanya berkaca-kaca seolah-olah Reyhano ingin menangis.


"Tentu saja sayang...!"Menjawab pelan dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian Reyhano langsung menggendong Ayana ke atas ranjang, membelai rambutnya kembali dan memberi kecupan kasih sayang.


"Percayalah kamu pasti kuat,kamu akan baik-baik saja sayang, kamu pasti bisa....!"


memberi semangat kepada istrinya, menggenggam erat tangan istrinya dan terus membelai kepalanya, menemaninya untuk bersalin.


Aku yang akan bersalin tapi kau yang terlihat sangat tegang Rey...,


terimakasih sayang...aku tahu itu rasa cintamu yang begitu besar...


"Tenangkan diri anda dulu Nona!, tarik nafas panjang lalu keluarkan dengan pelan-pelan!"


Dokter sudah memposisikan kaki Ayana yang akan melahirkan itu.


Ada kedua suster yang membantu dokter menangani persalinan Ayana.


Kedua genggaman tangan itu saling berpegangan erat, memberikan sinyal cinta yang begitu besar dan saling menyemangati.


Reyhano kemudian berdo'a sambil memejamkan matanya, Mencium kening istrinya dan terus berdo'a untuk keselamatan Ayana.


Karena ia sendiri merasa takut dan gemetaran,namun ia harus tetap di sini menemani istrinya untuk melahirkan anak mereka yang pertama kali ke dunia ini.


Ayana sedang mengeluarkan seluruh energinya dengan sekuat tenaga untuk mencoba melahirkan bayi yang ada di dalam kandungannya itu ke dunia ini.


"Terus Nona... kepalanya sudah terlihat!"Dokter begitu Antusias mendorong Ayana agar tetap bersemangat dan terus memberikan instruksi persalinan.


Ayana terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk memberikan dorongan pada si baby,


Rey hanya mampu menyaksikan, mendengar dan melihat semua suasana yang menegangkan ini dengan wajah yang begitu piasnya menatap Ayana yang sedang berjuang.

__ADS_1


Selamatkan Anak dan istri saya ya Tuhan, berikan kesehatan untuk keduanya,aku benar-benar mencintai mereka...


Baru pertama kali ia lihat orang yang sedang melahirkan membuatnya terus memejamkan matanya karena merasa gemetaran.


"Terus Nona... lebih kuat lagi!


"Jangan di tahan, keluarkan!"


Dokter yang terus memberikan instruksi kepada Nona mudanya.


Rasanya Rey ingin menangis melihat semua ini, terlebih melihat istrinya yang sedang kesakitan dan berkeringat bercucuran untuk berjuang.


"Rey....!"Panggilan Ayana pelan menatap suaminya.


"Iyah.."Rey merasa begitu tegang menatap istrinya.


"Jangan berhenti Nona, bertahanlah!,anda pasti bisa,Ayo kita coba sekali lagi Nona!,Nona harus semangat dan keluarkan seluruh kekuatan Anda...!"


"Bertahanlah sayang!,kau baik-baik saja kan?,kau pasti bisa!, kau pasti bisa..!"


Semakin menggenggam erat tangan Istrinya dan tak berhenti mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Wajah Ayana sudah terlihat sangat pucat sejak tadi, ia sudah tidak tahan lagi, semua emosinya ia kuras dan seluruh tenaganya ia keluarkan demi melahirkan anak yang ada di kandungannya.


Ia mencoba menenangkan dirinya kembali dan langsung mengeluarkan seluruh energinya dengan penuh rasa semangat dan harapan yang tinggi dan,


"Ooee..ooee..."Lahirnya anak itu.


Rey begitu senang mendengarnya, bahkan langsung membuka matanya lebar-lebar menghadap ke arah para dokter dan suster.


"Alhamdulillah, akhirnya anakku lahir juga...!"


"Ayana... anak kita,anak kita telah lahir!"menitikkan air matanya menatap istrinya yang terbaring pucat.


Ayana hanya tersenyum dan mengantur nafasnya yang terengah-engah.


"Alhamdulillah Tuan Muda, anak pertama anda laki-laki!"


"Laki-laki?"Reyhano begitu bahagia dan terseyum lebar sambil menitikkan air mata.


Pandangan Ayana semakin buram,ja terlihat lebih pucat dari sebelumnya,..


"Rey..."panggilnya pelan dan terlihat sangat lemas sambil memejamkan matanya berulang-ulang.


"Ayana...,Ayana...kau tidak papa?"Menatap istrinya lekat dan begitu gelisah melihat Ayana yang semakin terdiam lemas.


"Dok... Dok..Dok..Sus... Istriku, ada apa dengan istriku?"begitu panik.


"Sayang...kau tidak papa?,kau tidak papa kan?, bertahanlah...aku mohon bertahanlah!,Cepat tangani istriku... sekarang!"


"Tunggu sebentar Tuan Muda,saya akan segera memeriksa Nona, tenanglah!"


"Sus!, siapkan semua peralatan medisnya sekarang!"


Keadaan Ayana memburuk secara tiba-tiba, bahkan ia sudah terdiam memejamkan matanya di atas ranjangnya.


"Bagaimana kabar mereka?, kenapa lama sekali Ray?"


ibu yang terlihat gelisah menunggu kabar dari Keduanya yang masih berada di dalam ruangan persalinan itu.


"Tenanglah mah, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar!"mengelus bahu ibunya yang tampak khawatir menunggu.


"Dok tidak terjadi apa-apa dengan istriku kan Dok?, Ayana baik-baik saja kan Dok?"Rey begitu panik melihat istrinya yang terdiam memejamkan matanya membuatnya menangis.


"Tenanglah Tuan Muda!,Nona Ayana mengeluarkan banyak darah jadi tubuhnya begitu lemas, sekarang mungkin dia pingsan!"


"Pingsan?, tidak terjadi apa-apa dengan istriku kan Dok?, tidak terjadi apa-apa padanya kan?"


Begitu khawatir mencium kening Ayana dan menangis di sampingnya sambil membelai.


"Ayana kau baik-baik saja kan?,.. Ayana bangunlah, bangunlah Ayana....?"


"Tenang saja Tuan Muda,kami akan memberikan yang terbaik untuk kesehatan Nona!"


Para Dokter keluar ruangan,Ibu dan Ray yang menunggu di luar langsung menghampirinya.


"Dok bagaimana proses persalinannya Dok?"Ibu.


"Alhamdulillah proses persalinan berjalan dengan lancar,cucu pertama Nyonya telah lahir dengan sehat yaitu laki-laki, namun ada sedikit kendala untuk semua ini,kami harus segera menangani Nona muda karena kondisi begitu melemah dan ia pingsan!"


"Iya ampun Ayana!"Keduanya buru-buru memasuki ruangan itu.


"Bagaimana keadaan Ayana Rey?"


"Ayana masih pingsan mah,dia terlihat sangat lemas aku takut dia kenapa-napa!"Rey merasa begitu khawatir.


"Tenanglah sayang!, Dokter akan menangani dengan segera!".


Ibu langsung berjalan menghampiri suster yang sedang merawat bayi yang baru lahir itu.


"Permisi!"


"Nyonya, silahkan!"


"Aku ingin melihat cucuku!, dia sehat kan?"


"Alhamdulillah dia sangat sehat Nyonya!"


Dokter kembali datang dan segera menangani Ayana dengan peralatan medisnya,


"Tenanglah!, Ayana akan baik-baik saja!"Ray mengelus bahu Reyhano yang tampak menitikkan air mata.


Reyhano tidak bisa berkata apapun, bahkan perasaanya menjadi sangat gelisah melihat para suster dan Dokter yang sedang menangani istrinya.

__ADS_1


******


Berjam-jam berlalu,


"Syukurlah!,Detak jantung Nona kembali Normal, nafasnya juga sudah teratur!, Nona Ayana baik-baik saja Tuan Muda!"


"Syukurlah Dok!,aku benar-benar senang mendengarnya!"menghampiri istrinya dan menatapnya penuh permohonan untuknya agar segera sadar.


"Kau baik-baik saja kan sayang?,... Muach..aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu Ayana!"Membelai kepala Ayana dengan lembut


"Ooee..ooee.. ooee.."Anak itu menangis kencang, membuat Rey yang mendengar melangkah menghampirinya.


"Dia menangis terus sejak tadi Rey!, coba kau gendong!"pinta mamah.


"Sayang..., selamat datang ke dunia, papah sangat senang dengan kehadiranmu...!"


Mendengar suara Rey, Bayi itu terdiam mendengarkan suara papahnya,namun beberapa saat kemudian menangis kembali.


"Sepertinya ia sangat lapar Rey!, dekatkan dia pada Ayana, mungkin getaran batin mereka berdua akan saling menyatu nantinya!"


"Baiklah mah!"


Bayi itu masih menangis, kemudian Reyhano membawanya ke pelukan ibunya yang telah melahirkannya itu.


"Ooee...ooee..."Suaranya lebih rendah dari yang sebelumnya,


Ayana tiba-tiba merasa getaran itu, getaran batin seorang ibu yang mendengar suara anaknya menangis membuatnya merasa hangat dan mulai membuka matanya pelan-pelan,


ia tampak terdiam di pelukan ibunya,...


"Ayana...!"Panggilan bahagia Rey melihat istrinya yang tersadar dari pingsannya.


"Rey,"jawab Ayana dengan mata pucat-nya.


"Ayana syukurlah kau sadar!,... muach, lihatlah anak kita,dia merasa tenang saat berada di pelukanmu,dan dia telah lahir laki-laki..!"


Ayana langsung tersenyum, menatap putra pertamanya yang sedang terbaring di dada sang ibu.


"Sayang..."Panggilan Ayana pelan mengelus anaknya itu dengan lembut di bekapannya.


"Selamat datang sayang, Mamah sangat mencintaimu...!"


Mereka semua terharu, sementara Rey terus menitikkan air matanya merasa sangat khawatir takut kehilangan Ayana tadi.


"Kau kenapa menangis sayang?"Tanya Ayana yang menatap lekat.


"Aku..aku hanya takut,aku takut sekali kehilanganmu Ayana...!"mengusap air matanya.


"Kemarilah!"Ayana mengulurkan satu tanganya dan satu tangan itu masih memeluk erat anak pertama di bekapannya.


Reyhano dengan diam menghampiri Ayana dan mendekatkan dirinya.


Ayana mengusap air mata suaminya yang terus mengalir itu


"Muach...aku sangat mencintaimu sayang!,aku tidak akan pernah bisa pergi meninggalkanmu!, Tenanglah!, aku akan selalu bersamamu disini, mengurus dan membesarkan anak-anak kita nanti..!"


"Terimakasih!,...hiks.. hiks.. terimakasih sayang...!"Semakin menangis tersedu-sedu.


"Kenapa kau malah semakin menangis Rey?"Tanya Ayana heran kepada Rey begitu sedih kali ini.


Meninggalkan istrinya lalu menghampiri Ibu kandungnya yang terdiam berdiri dan ikut menitikkan air mata karena terharu.


"Mamah"Dengan lemas menghampirinya.


"mamah... maafkan Rey mah, maafkan segala sikap Rey selama ini,Rey tidak pernah menghargai mamah... hiks.. hiks..,Rey selalu membuat sakit hati mamah, maafkan sikap Rey selama ini... sikap Rey yang telah melukai hati mamah selama ini, bahkan Rey tidak pernah memikirkan perasaan Mamah... maafkan Rey mah!, maafkan Rey...hiks...hiks..,aku mohon maafkan Rey mah..."


Reyhano langsung bertekuk lutut, melihat perjuangan seorang ibu yang melahirkan mebuatnya merasa iba dan sedih.


"Sayang... sayang...apa yang kau lakukan?, berdirilah!,"


"dengarkan mamah!,kau adalah anak mamah yang paling pengertian, kau adalah anak Mamah yang paling baik, kalian berdua adalah anak-anak mamah yang paling baik bagi mamah!,tak ada yang bersalah disini selama ini sikapmu ke Mamah,Mamah mengerti Rey,kau yang paling merasa sakit disini!, maafkan Mamah sayang... !"


Memeluk kedua putranya berbarengan Ayana yang melihatnya menjadi terharu sendiri dan ikut menangis.


"Sudahlah!,ini hari kebahagiaan kita, kalian membuat menantuku bersedih!"Menghampiri Ayana dan memeluknya penuh kasih sayang juga.


"Terimakasih sayang, Terimakasih atas segalanya...!"memeluk erat Ayana.


Hari ini adalah hari paling bahagia dimana sudah bertahun-tahun ibu Reyhano menantikan tentang semua ini.


Tamat.


Terimakasih Semua!,😊


Atas kebersamaannya selama ini, terimakasih yang telah mendukung karyaku, memberi Like, dan mendukung terus karyaku ini sampai saat ini sungguh Terimakasih,


Serta untuk para komentator tentunya,


Thanks you very much for everything,😘🤗🤗🤗😘


Semoga kalian Terhibur,


Jangan lupa mampir ke karyaku yang baru judulnya,(My Marriage Because Of Scandal)


Sudah itu saja,


Sekian,


Semoga untuk para Readers sehat selalu yah!, selalu ada di dalam lindungan Allah SWT.


Aamiin,


Salam sayang,

__ADS_1


Sagita Chn.


__ADS_2