
Mobil masih menempuh perjalanan menuju ke tempat Tujuan,
Ayana masih tidak tahu, tempat tujuan manakah yang akan di kunjungi oleh suaminya ini.
Ia sedang menahan rasa mual di perutnya, Semenjak kehamilan yang kedua ini, ia merasa gejala ngidamnya begitu luar biasa, tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Naik mobil pun rasanya tidak karuan, apalagi sambil makan di dalam mobil itu sepertinya hanya angan-angan,dan tidak mungkin ia berani lakukan untuk makan di dalam mobil.
Mata sayu dan bibir yang terlihat pucat ia tunjukkan kepada suaminya,
"Suamiku..., bisakah kita berhenti sebentar!,aku mohon,aku merasa sangat enek...!"
Jemari tangan kanan Ayana yang sudah memegang erat tangan kiri Rey.
"Ayana kau kenapa?...kau tidak papa kan?... Danu hentikan mobilnya sekarang!"Tuan Muda, sudah panik terlebih dahulu.
Danu segera mencari tempat parkir yang aman di pinggiran jalan.
Ayana terdiam sambil memejamkan matanya menyeder di bangku mobil sambil menenangkan nafasnya.
"Kau tidak papa sayang?,apa kau sakit?"
Rey tidak bisa berpaling dari Ayana ia begitu khawatir melihat keadaan Istrinya sekarang ini.
"Aku...aku hanya merasa sangat enek Rey!"
Tangan Ayana masih terkait dengan tangan Rey, ia begitu menggenggam erat tangan suaminya menahan apa yang ia rasakan.
"Kau pengin muntah?"Rey sambil mengelus keningnya yang berkeringat.
"Iyah...tapi aku tidak ingin muntah,aku tidak ingin muntah Rey...."bicara dengan nafas tak beraturan.
Ayana mencoba menenangkan dirinya kembali,Rey begitu khawatir dengan keadaan Ayana.
Beginikah wanita yang sedang mengandung?,aku tidak menyangka jika sangat seperti ini... kasihan Ayana,aku tidak tega melihatnya begini...
"Apa kita ke rumah sakit saja?"Rey semakin khawatir melihat Ayana yang terlalu pucat.
"Tidak... tidak mau Rey,aku tidak suka bau rumah sakit!"Menatap Rey dengan mata sayu-nya.
"iya iya.. iya sudah baiklah!"
Perut Ayana semakin tidak terkontrol lagi,ia semakin merasa enek sampai ke area tenggorokan,
Ia langsung saja menyelinap masuk ke Jaz suaminya dan memeluknya disitu, lagi-lagi ia membekap kan wajahnya ke dada suaminya.
Bau wangi suaminya benar-benar langsung mengontrol apa yang sedang ia rasakan sekarang,
__ADS_1
Yang jelas Rey sedang terbelalak melihat tingkah Ayana yang tiba-tiba saja memeluknya.
"Aku hanya ingin memelukmu sebentar.., sebentar saja..., sampai aku benar-benar merasa tidak enek...!"Rengekan Ayana di bekapan suaminya pelan.
Danu yang melihat tingkah Ayana langsung tersenyum,masa tingkah konyol seperti ini adalah bagian dari rasa ngidam Nona Ayana, kan menggemaskan.
Menggemaskan sekali Nona,jika setiap kali mual...dan obatnya adalah pelukan Tuan Muda,kan menang banyak tuh Tuan Muda...
Menggelengkan kepalanya sendiri sambil fokus ke arah ponsel,Danu membiarkan kenyamanan untuk kedua orang tercintanya ini.
"Kau tidak papa Ayana?,apa kau mau muntah sekarang?"
Menggelengkan kepalanya dan semakin mempererat pelukannya, membuat Rey yang panik menjadi tersenyum sendiri melihat tingkah istrinya ini.
Kenapa tingkahnya aneh sekali si..., sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?.., kenapa imut sekali sampai menyelinap masuk ke dalam jazku segala..
Pikiranya di penuhi dengan pertanyaan,tapi Rey tidak perduli itu,ia langsung membelai kepala Ayana yang ada di bekapannya ini.
Kenapa jika aku ingin muntah terus memeluk Rey...aku merasa mendingan...., bahkan aku tidak jadi muntah?..
Masa iya aku harus mencium bau tubuhnya yang wangi setiap kali aku mau muntah agar tidak jadi muntah begitu..
Memalukan sekali...
Sepertinya bayi yang ada di kandungannya begitu Cinta kepada Bapaknya, sehingga ia ingin terus tuh ibunya menempel dengan bapaknya.
"Aku hanya ingin memeluk Sebentar saja... sebentar saja Rey..."
Mengelus punggung Ayana dengan lembut,Rasa cintanya semakin membara melihat tingkah Ayana yang merengek.
Ia terus membelai dan memberikan kehangatan untuk Ayana.
Dua puluh menit telah berlalu Ayana terdiam di bekapan Reyhano.
Rey langsung menghentikan jemari tangannya yang bekerja membelai dan mengelus tubuh Ayana,
Apa dia tertidur...
Melihat wajah istrinya dan menyelipkan rambutnya ke telinganya yang menutupi area wajah.
eh.. beneran tidur, iya syukurlah dari pada dia mau muntah terus mendingan dia tidur...
"Danu kita jalan sekarang!,kau setirnya pelan-pelan saja!.., Istriku sedang tidur!"
"iya baik Tuan Muda!"
Rey masih tersenyum sendiri memandang wajah istrinya yang tidur di bekapannya,ia merasa begitu bahagia dengan tingkah ngidam Ayana ini, Selain membuatnya senang, ini juga membuatnya lebih nyaman dan tentram hatinya.
__ADS_1
kamu manis sekali si....aku mencintaimu..
"Muach..."memberi kecupan lembut di keningnya.
Rey menjaga tidur Ayana dengan baik penuh kelembutan dan rasa hangat,ia tidak berhenti membelai dan mengelus-elus kepalanya, tentunya membuat Ayana semakin pulas kali ini.
Setengah jam berlalu mobil sudah ada di area gerbang kecil rumah itu, kemudian satpam membukakkan pintunya dengan amat sangat menghormati keadatangan Tuan Muda.
Mobil langsung terparkir di halaman rumah,Rey berusaha untuk membangunkan Ayana.
"Ayana...Ayana... bangunlah!,kita sudah sampai sayang...."membisikkan kata-kata ke telinga Ayana, dan menepuk bahunya pelan-pelan.
"Hem'..."Ayana,sudah terbangun dan menatap suaminya dengan bingung karena ia masih merasa ngantuk.
"Kau masik ngantuk...?"Tanya Rey pelan mengelus bahu Ayana.
"Sudah tidak..."
Mencoba melepas pelukannya dan melihat sekeliling rumah yang terlihat tidak asing baginya, namun ada sedikit perbedaan di sini, membuatnya bertanya-tanya dimana kah ia berada.
"Kita sudah sampai, dimana ini?"
Tanya Ayana bingung menatap suaminya.
"Kau tidak tahu ini dimana?...,Ayo kita Turun kau terlihat masih ngantuk makanya bingung!"
Rey mengajaknya turun dari mobil, begitu takjubnya Ayana melihat rumahnya yang dulu sangatlah bersih dan indah terhias dan tertata rapi.
tampak tukang kebun yang sedang menyapu halaman rumah,
"Ini...ini rumah siapa Rey?, kenapa mirip sekali dengan rumahku?"
Ayana langsung melihat sekeliling halaman, halaman yang terlihat sama seperti dulu,namun memang ada sedikit perbedaan di dalamnya, sudah ada taman hijau di sebelah rumah, bahkan ada air mancur di taman ini yang mewujudkan kesempurnaan lingkungan rumah.
"Ini memang rumah mu Ayana..., Happy birthday sayang, selamat untuk hari lahir mu di hari ini...,aku sangat bersyukur atas kehadiran mu ke dunia ini!"
"Ru... rumahku..?,kau yang merencanakan semua ini?,kau yang merubah rumahku menjadi seindah ini....?"Ayana, sudah meneteskan air mata menatap wajah suaminya.
"Iya,aku yang telah merubahnya Lima bulan yang Lalu,di mana kita sudah menikah selama dua Minggu, maafkan aku Ayana...aku merasa sangat bersalah waktu itu, seharusnya di hari-harimu yang penuh duka dulu aku menjadi orang yang ada di sampingmu sepenuhnya, namun tidak, justru aku malah membuat mu tersiksa waktu itu,maafkan aku!...."
"Bukankah sikapmu dulu itu seenaknya sendiri,tapi kenapa kau melakukan hal ini?,, dan dari mana kau tahu hari ini hari lahirku...?"
mencoba mengusap air mata harunya,
"Bukankah aku pernah bilang Ayana,aku memang menyukai mu sejak Awal, tapi aku tidak berani melakukannya,hanya karena kebohongan semua ini,jadi mulai sejak saat itu... aku datang kemari dan mencari para pekerja untuk merawat rumah ini, sebagai kenang-kenangan mu nanti!"
Aku kira rumahku ini sudah di jual ke orang lain,...
__ADS_1
bahkan aku kira rumahku ini sudah berlumut di penuhi dengan debu dan kotoran yang tidak bisa di bayangkan....
Namun ternyata rumahku seindah ini sekarang,aku benar-benar tidak menyangka...