
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Ayana yang sudah duduk menunggu kepulangan suaminya di ruang utama sambil memainkan ponselnya sejak tadi.
Tak lama kemudian mobil mewah tuan muda pun memasuki gerbang rumahnya,
Ayana yang melihatnya langsung berdiri menghampiri mobilnya, ia berdiri tepat di samping pintu seperti biasanya untuk membawakan barang-barangnya ke kamar.
Tuan muda yang baru saja turun dari mobil langsung memberikan jasnya yang sudah ia pakai Kepada Ayana,tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia langsung saja masuk ke dalam rumahnya.
Ayana yang sudah melihatnya masuk ke dalam rumah, langsung segera mengambil barang-barangnya yang masih berada di dalam mobil.
"Jangan Nona,biar aku saja yang membawanya" Danu yang melihatnya langsung menghentikannya karena ini perintah dari tuan mudanya.
"Kenapa Danu?, bukankah ini tugasku?, lagian ini tidak berat kok,biar aku saja yang membawanya!"
Ayana yang terbiasa melakukan tugas ini, dia hanya tersenyum tidak memperdulikan perkataan Danu.
"Tapi Nona,biar saya saja yang membawanya, ini perintah Tuan Muda!"Danu yang masih bersikeras menghentikannya untuk tidak membawa barang-barang tuan mudanya.
"Danu,ini adalah pekerjaanku,ini juga perintah Tuan Muda kepadaku, jadi biar aku saja yang membawanya"Ayana berbicara sambil tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah membawa barang-barang suaminya.
Yah,aku pasti akan kena masalah jika nona Ayana tetap membawa barang-barangnya, tapi aku sungguh heran dengan nona baru, kenapa dia selalu tersenyum manis walaupun yang ia jalani ini adalah kepahitan...
Danu langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi, dan bersiap-siap menerima ocehan dari tuan mudanya nanti..
Ayana yang sudah naik ke atas, langsung masuk ke dalam kamar suaminya,..
"Siapa yang menyuruhmu untuk membawakan semua barang-barang ku?" Reyhano yang sedang duduk di sofa melihatnya yang membawa barang-barangnya masuk ke dalam kamar.
"Tapi maaf tuan muda!,bukankah ini pekerjaanku, jadi aku yang membawanya!" Ayana yang bingung dengan perkataannya.
"Apa Danu tidak melarangmu tadi?" Tanya tuan muda dengan muka datarnya seperti biasanya sambil menatapnya.
"E'.. sudah Tuan muda, tapi aku yang memintanya, maafkan aku!,aku yang salah atas ini!"
Ayana menundukkan wajahnya karena melihat suaminya yang pastinya akan marah-marah nanti.
"Lain kali jangan membawakan barang ku!, sebelum aku yang menyuruhnya,kau mengerti!" Taun muda yang berbicara sinis Kepada Ayana tapi dengan nada rendahnya.
"iya, baiklah tuan muda"
Ayana menaruh barang-barangnya di tempat,dan kembali menghampiri Tuan Muda untuk melakukan tugasnya seperti biasa,
Duduk tertunduk dan langsung mencopot sepasang sepatu dan kaos kaki yang masih ia pakai,
melakukan dengan diam menunduk tanpa melihatnya, itu yang sudah ia lakukan di setiap harinya,
berusaha melayaninya dengan baik itulah kata kunci yang ia pegang, walaupun kekesalan dan kebencian selalu menghampiri di saat bersamanya, namun Ayana tetap berusaha sebisa mungkin untuk bersikap baik kepadanya.
Menaruh sepatunya di dalam rak, mencopot seluruh kancing baju kemejanya yang masih ia pakai agar segera mandi,
Tuan muda hanya duduk terdiam di sofa menatap Ayana yang sedang mencopot kancing bajunya.
Kenapa dia selalu menatapku seperti ini,apa yang ada di pikirannya si?..
Ayana yang merasa risih, melihat tuan muda yang selalu menatapnya seperti itu perasaannya selalu tidak enak bila melihat tatapanya,...
Tuan muda yang melihat tangan Ayana gemetaran saat mencopot kancing bajunya langsung berulah kembali, Mencopot tali rambutnya secara tiba-tiba dan melemparnya langsung ke lantai.
lihat kan,dia mulai berulah lagi..
Tuan muda sangat senang bila menatap rambut Ayana yang bebas terurai jatuh ke dadanya.
__ADS_1
Ayana tidak berani berkomentar,ia hanya terdiam dan kaget menatapnya sejenak dan melanjutkan kembali untuk mencopot semua kancing bajunya sambil menundukkan kepalanya.
he'h.. apa dia sangat takut kepadaku hah?, kenapa dia tidak berani menatapku sama sekali... menyenangkan...
lelaki sialan,mau sampai kapan dia akan mempermainkan ku seperti ini
Tuan muda langsung berdiri begitu saja, membuat Ayana kaget dan akan terjatuh, namun dengan cepatnya Rey langsung memeluk tubuhnya yang akan terjatuh kebelakang itu...
Keduanya langsung bertatap mata,
"belajarlah berdiri dengan benar, sebelum kau berdiri di hadapanku,kau mengerti"
Suara lantang tuan muda yang langsung menyambar begitu saja, melepaskan pelukannya dan pergi menuju ke kamar mandi sambil menyengir senang.
Manusia gila,dia yang selalu berulah...tapi dia juga yang selalu menyuruhku untuk membenarkan diri,
Ayana menatap kepergiannya dengan kesal sambil mengambil ikat rambut yang masih berada di lantai.
Kenapa dia suka sekali mencopot ikat rambutku dan melemparkannya ke lantai..
"rasanya aku benar-benar ingin menimpuk-nya dengan bantal..."
Ayana yang bergumam,merasa kesal sambil menatapnya dari belakang.
"Apa yang kau katakan hah?,aku mendengarnya?.."Sahut Tuan Muda yang sedikit mendengar gumaman,namun sebenarnya ia tidak mendengar apa yang sedang di bicarakan Ayana.
"Oh.. Tidak Tuan Muda,aku tidak mengatakan apapun!".
bahkan pendengarnya saja sangatlah tajam, sungguh menyeramkan sekali dia ini...
*******
Felly yang masih membahas tentang sosialita-nya dengan teman-temannya sebayanya di dalam kafe.
Mengobrol panjang sampai lupa akan waktu,..
Teman-teman Felly yang melihat kebebasan dan kesenangan Felly akhir-akhir ini membuat mereka semua bertanya-tanya dan penasaran kepadanya.
"Felly, ngomong-ngomong waktu lungangmu sangat longgar yah sejak ada dia?,aku perhatikan kau sering berpergian dan pulang malam? Salah satu temannya.
"Iyah beginilah hidupku yang sekarang, suamiku sudah ada yang melayaninya di rumah,jadi aku tidak perlu lagi terlalu pusing untuk berpergian sesuka hati kemanapun aku pergi!, iya... mau pulang cepat maupun pulang malam, intinya aku sudah tenang kan?"Felly yang benar-benar gila akan kehidupannya yang sekarang.
"Tapi Felly,apa kau tidak takut jika Rey akan tertarik padanya nantinya, sedangkan dia yang selalu melayaninya kan?"
salah satu teman Felly yang memberinya pengertian agar Felly segera mengakhiri permainannya ini
"he'h.. Reyhano hanya mencintaiku,tenang saja dia tidak akan berpaling dariku,dia juga hanya menikahinya selama dua tahun, jadi buat aku harus mengawatirkan soal itu, Reyhano hanyalah tergila-gila kepadaku, kalian mengerti kan?"
Fellycia yang terlihat sombongnya berbicara kepada teman-temannya dengan santai.
"oke baiklah, aku hanya mengingatkan mu saja Felly,aku tidak ingin kau menyesalinya nanti" Teman-teman Felly yang terus mengingatkannya kembali.
******
Setelah selesai mandi, Rey langsung menuju ke ruangan kerjanya kembali untuk mengecek urusan kantornya.
Ayana sedang sibuk membereskan barang-barang tuan muda yang terlihat berantakan di dalam kamarnya.
Dia tidak akan meninggalkan kamar tuan muda sebelum tuan muda sendiri yang menyuruhnya pergi.
Beberapa saat kemudian tuan muda kembali ke kamarnya dan langsung menyuruhnya untuk mengambil makan malam..
__ADS_1
"Ambilkan makan malam untukku aku lapar!"Tuan muda yang langsung duduk di atas sofa
"iya... tunggu sebentar Tuan muda!" Ayana yang langsung mengambilkan makan malam yang sudah tertata rapi di meja.
kenapa dia makan duluan, bukankah nona Felly belum pulang..
Ayana yang langsung saja mengambilkan makanan untuknya tanpa berpikir panjang,dan membawanya kembali ke kamar.
"Ini tuan muda" Ayana yang masih berdiri menyodorkan nampannya yang berisi makanan.
Tuan muda hanya terdiam, ia hanya menepuk sofa yang ada di sebelahnya entah dia menyuruh makanannya yang di taruh di sebelahnya atau menyuruh Ayana untuk duduk di sampingnya, dia menjadi bingung dan langsung menaruh makanannya di sampingnya begitu saja.
Tuan muda yang melihatnya langsung meliriknya tajam,..
"Apa kau menyuruhku untuk makan sendiri hah?, kau duduklah di sini!"
Suara kesal tuan muda yang melihat Ayana akan pergi meninggalkan ruangan kamar.
Ayana langsung memberhentikan langkahnya dan kembali mendekatinya, langsung duduk di sofa yang ada di sampingnya sambil memangku nampan yang berisi makanan itu.
"Makanlah!"
Ayana semakin bingung mendengar perkataannya,
ia terbelalak memandangnya sambil terdiam, Ayana juga semakin bingung sebenarnya siapa yang akan makan makanan ini..
"Apa kau tidak mendengar perkataanku!,aku menyuruhmu untuk makan,maka makanlah!" Tuan muda dengan muka datarnya menghadap ke layar ponselnya.
"Tapi.. katanya anda yang..?"
"jangan sampai aku harus mengulangi perkataanku,kau mengerti!"
jika dia menyuruhku makan kenapa harus disini segala..??
Ayana yang ragu-ragu jika harus ia yang memakan makanannya, di tambah lagi posisinya yang sedang duduk di samping suaminya menjadi nafsu dan selera makanannya menghilang.
"Kau belum menyentuh makanannya juga?, makanlah!, aku tidak akan membiarkanmu kembali ke kamar sebelum kau makan malam,kau mengerti!" Rey yang semakin kesal, menatapnya serius.
"Iyah..iya..baiklah tuan muda"
Ayana yang langsung terdiam ber-do'a di dalam hatinya, dan langsung mengambil sesuap nasi yang akan ia makan..
apa-apaan sih dia, memaksa orang untuk makan seenaknya...
Tuan muda benar-benar terdiam memandang ponsel,ia hanya berniat menemani Ayana makan malam, jika tidak di perlakukan seperti ini,maka istri keduanya tidak akan mau mengambil makan malam saat bersamaan di meja makan.
Ayana terdiam fokus menghadap ke satu arah sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya pelan-pelan,
Sebenarnya ia merasa tidak nyaman dan tidak berselera saat makan dan berada di sampingnya, karena perasaan gemetar dan ketegangan selalu menyelimutinya.
Tuan muda memperhatikannya sebentar melihatnya yang sedang mengunyah pelan, membuatnya terdiam dan ingin terus memperhatikan,
kunyahan lembut di mulutnya membuatnya terlihat cantik dan begitu menawan,di tambah lagi dengan kedipan pelan bulu matanya yang panjang terlihat lentik saat mengunyahnya
Apa yang aku lakukan?, kenapa aku jadi memperhatikannya saat makan..
Tuan muda yang langsung mengalihkan pandangannya dan fokus kembali ke layar ponselnya.
"Makanlah sampai habis!, setelah itu kau boleh kembali ke kamar dan Istirahat!"
Sikap aneh tuan muda mebuatnya terdiam dan kaku saat menghadapinya,..
__ADS_1