Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Suasana Pagi.


__ADS_3

Hari baru, masalah sakit Tuan Muda telah usai, ia sudah sembuh total dan beraktivitas seperti biasanya.


Kini Waktunya pulang ke rumah, rumah yang biasa ia gunakan untuk kehidupannya sehari-hari.


Rumah yang di penuhi dengan berbagai kenangan, dari kebahagiaan sampai konflik yang berbeda-beda,hal itu tentunya sudah biasa...,semua orang pasti punya masalah di rumah mereka masing-masing.


"Ayana kita pulang ke rumah hari ini!,kamu mau kan?"


"tentu saja itu terserah anda Tuan Muda,e' suamiku....!"


"Bisakah kau tidak memanggilku Tuan Muda?,aku merasa geli mendengarnya!"


Tangan Rey yang sudah melingkar di pinggangnya dan mengelus-elus perutnya.


"e'... maaf!,mungkin panggilan ini terlalu mudah karena sudah terbiasa Rey...!"


"Terserah kau mau memanggilku apa!, kadang Rey, kadang suamiku, yang lebih sering lagi kata Tuan Muda,lalu... kapan kau akan memanggil ku Sayang sepenuh hatimu?"


"Kau mau aku memanggilmu sayang?, kenapa?, apa itu menyenangkan?"sambil berusaha mengalihkan tanganya dari perutnya yang terus bergerak kesana-kemari itu.


"Iya tentu saja,aku akan merasa sangat bahagia mendengarnya..."Semakin mengaitkan pelukannya sampai Ayana tidak bisa menghindar, kekuatan yang di miliki Rey tentunya tidak ada tandingannya dengan kekuatan mu Ayana.


Menyenderkan wajahnya ke bahu Ayana mebuatnya beringsut karena geli,..


"Kau tidak mau memanggilku sayang?,apa kau belum mencintaiku juga hem?...Muach..."mencium pipi sebelah kiri Ayana.


Apaan si ini dia?... pagi-pagi sudah begini...,


Tumben Juga biasanya pagi-pagi aku merasa mual,tapi kenapa belakangan ini tidak yah...


apa karena kehadirannya?, tidak mungkin...


"Liatin tuh...di tanya malah ngelamun!,apa yang sedang kau pikirkan?...,apa kau menginginkan sesuatu?, aku sedang bertanya kepadamu Ayana,apa kau tidak mau berbicara?..."


mengelus bibirnya dengan lembut agar istrinya berbicara.


"iy...iya Rey...aku tidak memikirkan apapun!"


"Kau belum mencintaiku juga?...mau sampai kapan?...aku benar-benar tidak sabar menunggu mu mencintai ku Ayana?..."


Rey mulai menelusuri rambut Ayana dan menciumnya dengan lembut,


"e'... entahlah Rey,aku tidak tahu,yah.. aku tidak tahu..."Masih mencoba menghindar karena merasa geli,tingkah Rey membuat Ayana semakin tegang saja.


"Bagaimana bisa begitu?..., memang kau tidak merasa berdebar saat bersamaku?, apa lagi saat aku melakukan ini..."


Lidahnya menari-nari di setiap lekuk leher Ayana,Ayana menjadi semakin tegang dengan ulah Rey dan mencengkram seprei ranjang.


"Apa yang kau lakukan Rey...,kau membuatku merasa geli..!" Ayana berusaha menghentikan ulahnya itu


"Hanya itu?... kau tidak merasakan apapun?,kau tidak mempunyai perasaan terhadap ku?...apa aku kurang tampan?..."


Rey,sudah menatap lekat Ayana di atas ranjang, begitu juga sebaliknya.


Kau tampan, bahkan sangat tampan

__ADS_1


Kau tahu Rey... jantungku berdegup sangat kencang setiap kali aku menatap mu balik..., hentikan ulahmu ini sekarang juga...


"Kau sangat cantik..."dengan senyuman manisnya yang terlukis indah di wajahnya, sambil mengelus setiap lekuk wajah Ayana.


"Aku mencintaimu...,aku mencintaimu Ayana..., dan aku juga tidak akan berhenti mencintaimu sampai kau mencintaiku kembali..!"


Rey sudah menempel bibirnya ke bibir Ayana, namun ia kembali terdiam menatap Ayana yang memejamkan matanya.


"Aku tidak akan memaksamu kali ini...!"


Rey langsung berdiri dari ranjangnya setelah mengingat kemarahan Ayana yang lalu membuatnya tidak ingin memaksa kan apapun keinginannya,ia hanya mengelus kening Ayana dan tidak jadi mencium bibirnya.


Di lihat dari segi manapun wajah Rey terlihat datar dengan penuh senyuman kebohongan yang jelas-jelas ia merasa sedikit sedih.


Rey menuju ke kamar mandi, Ayana langsung terduduk dari tidurnya menatap punggung Tuan Muda yang berjalan ke kamar mandi.


Kenapa aku yang jadi merasa kecewa si...apa karena dia tidak jadi menciumku tadi hah?


aku pasti sudah gila...


Sambil mengusap bibirnya yang sudah bersentuhan dengan bibir Rey.


Kau terlalu muna untuk mengungkapkannya Ayana,Rey sangat mencintaimu,ia sangat mengharapkan rasa cinta balik darimu.


Tapi Rey sudah semakin lembut sekarang,ia tidak akan melakukannya secara paksa jika kau tidak mau melayaninya.


Rey keluar dari pintu kamar mandi dengan menggunakan handuknya saja, sementara Ayana masih terdiam di atas ranjang.


"Tunggu sebentar biar aku yang mengambilkan baju untuk mu!"


Rey menghentikan langkah Ayana yang akan mengambilkannya baju.


"Tapi jangan terburu-buru sayang, karena jadwal berangkatnya sesuai dengan waktu selesainya siap-siap mu nanti!.."


hah... bagaimana bisa begitu?.. jika kau akan menemui Klien mu yang penting apa kau tidak akan telat nantinya....


"Iya Rey baiklah!"


"Hati-hati jalanmu jangan sampai kau tersandung dan terluka!"


Ayana berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Tampak Kinar yang sedang duduk lesu mantap layar leptopnya, begitu juga Nada mereka semua tampak cemberut hari ini, sedangkan Danu sedang sibuk mainkan ponselnya di sudut ruangan Apartemen.


"Apa kita akan berpisah dengan Nona hari ini?,Pa Danu bilang Nona akan pulang hari ini kan?"Kinar yang tampak lesu sekali.


"Iyah...apa kau merasa sedih juga?"Nada yang ikut berwajah lesu.


"Aku merasa sangat senang,tapi aku juga merasa sedih jika harus berpisah dengan Ayana,dan untuk itu setelah Nona bersama dengan Tuan Muda,kita pasti tidak akan tahu kapan lagi kita akan bertemu dengan Nona Ayana ya kan?"


Ungkapan Kinar sedikit mengguncangkan telinga Danu yang mendengarnya, mebuatnya berhenti mengetik layar ponsel.


"Iya aku juga berpikiran begitu, setelah Nona Ayana bersatu dengan Tuan Muda,kita pasti akan jarang bertemu dengan Ayana, bahkan mungkin....entahlah kapan kita bisa bertemu Nona,...!'

__ADS_1


Mereka pasti sangat sayang kepada Nona Ayana,


Tuan Muda pasti akan sangat berterimakasih kepada mereka berdua karena telah merawat Nona dengan baik dan melindunginya selama ini...,


Danu langsung mengirimkan pesan kepada Rey untuk memberitahu tentang perasaan kedua sahabat dekat Nona Ayana ini.


Tuan Muda langsung merespon dengan cepat, kebetulan ia sendiri sedang memegang ponsel.


"Tanyakan apa yang mereka berdua inginkan,apa pun itu akan saya berikan!,aku berhutang Budi dengan kebaikan mereka berdua!"


Jawaban Tuan Muda yang sangat menyakinkan Danu agar bisa membuat semangat mereka tumbuh lagi,


"Baiklah Tuan Muda, saya yang akan menanyakan kepada mereka semua, apa saja yang mereka inginkanya!"


Danu segera menghampiri mereka berdua,..


"Ehem.."berdehem menyadarkan mereka berdua dari lamunan.


"Apa aku boleh duduk?"


"Eh...pa Danu silahkan!"Jawab Nada dengan lembut, sedangkan Kinar menatap Danu sinis.


"Sepertinya raut wajah kalian tampak kusut,apa yang kalian inginkan?, katakanlah!"


Danu yang sudah duduk di sofa ruangan.


Tidak ada yang menjawab semuanya terlihat lesu terdiam.


"Kalian mau minta hadiah apa dari Tuan Muda?, karena kebaikan kalian yang sudah merawat Nona dengan baik selama ini, membuatnya berhutang Budi pada kalian!, jadi mintalah apa yang kalian inginkan dan membuat kalian senang?"


"Kami tidak menginginkan apapun Pa Danu, kami hanya belum siap berpisah dengan Nona...!"


"Iyah aku juga...!"Jawab Kinar sama seperti Nada yang tampak lesu.


"Tapi Nona harus kembali kan bersama Tuan Muda!,masa harus bersama kalian terus?"


"Bukan begitu pa Danu,Jika Nona sudah kembali bersama Tuan Muda, pasti kita tidak tahu kapan akan bertemu Nona Ayana lagi!"


"Iya sudah kalian tenanglah!, sekarang apa yang kalian inginkan?''


"Nona...!,aku tidak ingin berpisah dari Nona dah itu saja!"


"Iyah aku juga!"


Lagi-lagi jawaban keduanya sama membuat Danu menggarukan kepalanya.


Apa semua orang sudah gila yah, bukan hanya Tuan muda yang tergila-gila sama Nona,tapi kedua gadis ini juga...


"Baiklah!,kalau begitu datanglah ke rumah jika kalian ingin bertemu dengan Nona muda,aku akan berbicara dengan Tuan Muda jika kalian ingin datang dan bertemu!".


"Benarkah kita boleh datang ke rumah Tuan Muda pa Danu?"Nada dengan mata berkaca-kaca.


"Iya pa Danu apa kita boleh?,anda yakin?"Tanya Kinar yang ikut memandang Danu dengan mata berkaca-kaca,


"Iya...iya boleh!"

__ADS_1


Danu langsung berdiri sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Dua gadis yang aneh,... begitu kah arti sahabat...


__ADS_2