
Ayana belum juga di temukan, Reyhano sudah mencari kemana-mana namun hasilnya tetap nihil, bahkan keduanya belum mendapatkan kabar dari para anak buahnya.
Ia memutuskan untuk tetap pulang ke hotel, karena ia tidak ingin pulang ke rumah bertemu Felly.
"Sebaiknya kita pulang ke hotel Danu!"
"Baiklah Tuan Muda!"
keduanya langsung menuju ke hotel tanpa halangan dan kendala.
Sesampainya di hotel Tuan Muda langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Sementara kamar Danu ada disebelahnya tentunya ini tidak jauh dari Tuan Mudanya.
Kedua pengawal senantiasa menjaga di depan pintu kamar,Danu juga berpesan kepada anak buahnya itu,jika terjadi sesuatu langsung kabari saja dan jangan menunda.
"Kamu kemana Ayana?,...aku tahu kamu pasti sangat membenciku kan?... maafkan aku!... maafkan aku Ayana... maafkan aku...!"
Rey duduk di meja kerjanya sambil memandang foto istrinya yang ada di ponselnya itu.
Entahlah,malam ini ia bisa istirahat atau tidak, yang jelas pikirannya tidak tenang terus memikirkan Ayana,
hatinya pun terasa sangat panas karena di bohongi oleh istri pertamanya selama ini.
"Dia tidur dimana?... dia sudah makan apa belum?...kau baik-baik saja kan Ayana?"
Rey merasa sangat cemas dan gelisah, ia juga tidak berhenti memandangi foto istrinya sambil mengelusnya pelan.
Malam sudah berakhir,tak terasa pagi sudah datang menjemput begitu cepat,Rey masih tertidur di atas kursi kerjanya, sepertinya ia sangat kecapean dan tidak tidur semalaman,
Danu sudah lama menunggunya sejak tadi,ia langsung saja masuk ke dalam kamar memastikan kabar majikannya itu, kenapa sudah hampir menjelang siang Tuan Muda belum juga memangilnya.
Membuatnya penasaran dan mendapati Tuan Muda yang masih memakai baju semalam sedang tertidur di meja kerja membuatnya merasa resah.
Iya ampun Tuan Muda kenapa dia sampai ketiduran di sini, pasti dia tidak bisa tidur semalam...
Ponsel berdering, pesan dari Bayu kepada Danu,
"Kenapa kau belum berangkat?, dimana Tuan Muda?,apa Nona Ayana sudah di temukan?"
"Belum,Nona Ayana belum di temukan, Tuan Muda sepertinya baru tidur,aku yakin dia tidak bisa tidur semalam karena memikirkan Nona Ayana,jadi sebaiknya kau gantikan posisi Tuan Muda lebih dulu!"
"Iya sudah baiklah!"
Mendengar suara samar-samar seseorang yang sedang berbicara membuat Rey terbangun dari tidurnya,
Danu yang melihatnya langsung bergegas menghampirinya,
"Ayana.."Rey yang masih membuka tutup matanya bahkan masih sedikit terpejam,Ia terus saja kepikiran Ayana dan tidak bisa tidur.
Tuan muda pasti sangat merindukanmu Nona Ayana,aku jadi tidak tega melihatnya begini,aku yang datang di kira Nona Ayana...
"Tuan Muda..."
"Danu..,jam berapa ini?bagaimana Ayana?... apa anak buah ku sudah memberi kabar?"
"Belum Tuan Muda, mereka belum memberi kabar"
__ADS_1
Reyhano hanya terdiam mendengar jawaban Danu, matanya pun terlihat sayu, ia langsung berdiri dari duduknya,
"Brakkk"
"Tuan Muda" spontan Danu merasa kaget dan panik.
Rey tiba-tiba merasa sangat lemas dan berjalan menabrak barang-barang yang ada di meja kerjanya, bahkan bibirnya pun terlihat sangat pucat.
"Apa anda tidak papa Tuan Muda?,apa anda sakit?"Tanya Danu yang memegangi tangannya kuat-kuat,
keringat dingin mulai bercucuran, Suhu badan Tuan Muda terasa panas sekali.
"Aku tidak papa..."
Jawab Rey sangat pelan sambil menyanggahkan kedua tanganya ke atas meja,ia tampak terdiam dan mencoba berjalan kembali, namun kakinya begitu lemas malah jatuh tertunduk.
"Tuan Muda hati-hati,Suhu tubuh anda sangatlah tinggi!, apa dari kemaren pagi hingga pagi lagi anda tidak makan apapun?".
"Aku akan makan jika Ayana pulang!"
Ini tidak boleh di biarkan, bagaimana pun caranya aku harus menemukan Nona Ayana,jika tidak...aku tidak bisa melihat Tuan Muda sakit begini...
"Baiklah Tuan Muda, sebaiknya anda istirahat di ranjang,saya akan panggilkan Dokter kemari,suhu badan Anda sangat tinggi!, sebaiknya anda istirahat!"
"Dimana Ayana?,dia tinggal di mana?,apa dia sudah makan?, kenapa dia tidak membawa apapun..lalu bagaimana ia makan?"
Melihat Tuan muda yang tidak memperdulikan dirinya lagi,bahkan lebih memperdulikan orang lain membuat Danu semakin merasa tidak tega,
Terlebih dengan barang-barang Ayana yang ia tinggalkan, bahkan ia tidak membawa satu kartu pun yang di berikan suaminya itu, membuat Rey tidak bisa tidur semalam karena tidak tenang.
Danu menuntun Tuan mudanya menuju ke atas ranjang untuk beristirahat.
Danu langsung keluar dari kamar itu dan menelfon Bayu kembali.
"Bayu lakukan sesuatu!, Tuan Muda sakit!,dia terlihat sangat lemas dan panas tinggi,dia bahkan tidak mau makan dari kemaren pagi,ia hanya ingin makan setelah Ayana pulang!".
Danu merasa sangat gelisah dengan majikan kesayangannya itu.
"Apah?, Tuan Muda sakit?,Aku tahu Danu Tuan Muda melakukan ini karena ia menyesali perbuatannya itu,tapi setidaknya Jangan menyiksa diri sendiri untuk tidak maka dari kemaren pagi!"
"Iya aku tahu itu Bayu!,tapi kau sendiri kanTuan Muda itu tidak pernah bermain-main dengan ucapnya kan!"
"lalu apa yang harus kita lakukan?"
"pencarian Nona Ayana harus di percepat!, dan kita juga butuh bantuan banyak orang, untuk itu....kita harus mengadakan sayembara!,di kantor maupun di media sosial!"
"Apa hadiahnya?"
"Terserah kau saja,Tapi Tuan Muda juga menawarkan uang 1 Miliar ataupun rumah baru bagi yang bisa membawa Ayana kembali ke pangkuan Tuan Muda!"
"Oke baiklah, aku yang akan mengurusnya!, sebaiknya kau urus kesehatan Tuan Muda terlebih dahulu!"
"Baiklah aku juga harus menghubungi Dokter agar segera kemari!"
*****
"kau belum berangkat ke kantor?, bukanya ini sudah siang nanti kamu telat!"
__ADS_1
Ayana melihat Nada yang masih berpakaian biasanya membuatnya heran
"Tenanglah Ayana telat dikit kali-kali boleh lah!,ini aku masakin buat kamu!,kamu harus sarapan yah!"
"iya ampun Nada gak usah repot-repot lagian kan aku bisa masak sendiri!,kan kamu sibuk kan mau kerja?,kamu sengaja telat yah cuma mau bikinin makanan buat aku?"
Ayana yang menjadi tidak enak diri melihat kebaikan teman dekatnya ini.
"Tidak kok Ayana,aku hanya ingin telat saja!"
"Bagaimana bisa begitu?,kau kan ketua anggota cleaning servis seharusnya memberi contoh dan teladan yang baik bagi yang lain!"
"Hust....Diam!,Nona Hamil tidak boleh banyak bicara, sebaiknya Nona segera sarapan dan minumlah Vitamin Jangan lupa!"
"Aku jadi merasa kalau aku merepotkan mu disini!"
"Ayana aku mohon jangan bilang begitu,aku tidak suka Ayana?,Ayo kita sarapan!"
"Iyah...iya,Dimana Kinar apa dia sudah berangkat ke kantor?"
"Sudah!, aku mengusirnya lebih dulu untuk berangkat dan menggantikan ku terlebih dahulu!"
Ayana dan Nada langsung sarapan di meja dapur yang di sediakan oleh orang kost,
Masakan Nada yang begitu wangi membuat Ayana tergiur untuk mencicipinya.
"Huek... Huek.." Ayana merasa mual.
"Ay... Ay...Ayana...kau tidak papa?,...apa masakan ku tidak enak?"
Nada menjadi panik sendiri,
"Aku yakin in..ini sangat enak,ta..tapi di mulutku terasa enek sekali Huek...Huek...."Ayana langsung berlari ke kamar mandi.
Nada langsung mencicipi masakannya itu, terasa enak baginya, tidak ada yang kurang sama sekali.
ya ampun... kenapa aku bodoh sekali, aku lupa dia itu orang hamil, pasti susah makan karena dia kan lagi ngidam Nada....
Nada langsung berlari menghampiri Ayana.
"Huek..Huek..."Ayana yang terus mual-mual di dalam kamar mandi.
"Maafkan aku Ayana!...,ayo muntah kan!, seharusnya aku bertanya kepadamu apa makanan yang membuatmu berselera hari ini, tapi aku lupa,!"
"Tidak,ini bukan salahmu,tapi salahku!'
"Sudahlah jangan menyalahkan diri kita masing-masing,kamu bilang saja kamu mau makan apa? nanti akan aku belikan,apa yang kamu pengin bilang yah Ayana!,karena kamu sedang hamil muda jadi perutmu harus di isi!"
Semoga aku bisa menjaga Ayana dengan baik nanti, walaupun aku belum pernah mempunyai pengalaman sebagai orang hamil.
"Aku juga tidak tahu, perasaan waktu aku hamil dulu aku biasa saja,tapi kenapa sekarang begini banget yah, dikit-dikit mual!"Ayana merasa heran sendiri.
"Apah?, hamil dulu?,kau sudah pernah hamil sebelumnya?"Nada sangat kaget.
"iya tapi aku keguguran!"
"Bagaimana bisa terjadi Ayana?"
__ADS_1
"Sudahlah ceritanya panjang!, sebaiknya kau sarapan saja dulu!"
Nada hanya bisa menggarukan kepalanya mendengar tentang kehidupan Ayana ini.