
Ayana masih berdiri mematung memandang suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi..
Hadiah?... Nonton film berdua?..
Apa aku tidak salah dengar...apa dia salah minum obat..
kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini kepadaku...
Memandang bajunya kembali yang di berikan Rey tadi.
Lelaki itu benar-benar menyebalkan, gila apah..aku harus memakai baju seseksi dan se-mini ini...aku pasti sudah tidak waras..
Apa boleh buat, semua atas dasar perjanjian yang tertera di dalam lembar kertas sialan itu, membuat Ayana lagi-lagi harus menuruti perkataannya.
Memakai baju tidur seksi mini yang di berikan manusia gila itu mebuatnya menjadi malu dan gila sendiri,
Ayana langsung berlari menaiki ranjang tempat tidurnya untuk menutupi dirinya dengan selimut.
Tak lama kemudian Rey keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, seperti biasanya masih memakai handuk yang melingkar di tubuh itu menampakkan bentuk dadanya yang bidang.
Ayana yang melihatnya langsung mengalihkan pandangan menghindari tatapanya.
Cih aku penasaran bagaimana penampilannya, kenapa dia menutupi dirinya seperti itu...
"Hey kau sudah mengganti pakaianmu?"
Rey mendekat dengan penampilan dada bidangnya yang ia umbar kemana-mana.
Ayana yang melihatnya mendekat langsung beringsut menghindarinya dan semakin memeluk erat selimutnya.
"u.. u..udah.. udah!"
Menganggukan kepalanya sambil menghindari Rey yang sudah naik ke atas ranjang.
"keringkan rambutku!"
Rey melempar handuk kecil ke kepala Ayana dan langsung tiduran di atas tumpuan kaki Ayana yang di lapisi dengan selimut, tentunya membuat Ayana tidak bisa bergerak.
ya ampun apa dia akan selalu memamerkan dadanya yang cool itu...
dan liat ini, mengeringkan rambut saja harus diriku bukanya banyak hair dryer...
Mengeringkan rambutnya dengan satu tangan yang Ayana gosokkan ke kepalanya, Sedangkan satu tangan lainnya berjaga dengan selimut itu untuk menutupi tubuhnya.
"Kenapa kau lemas sekali?, apa kau belum makan!, gunakan ke-dua tanganmu untuk mengeringkan rambut ku!,agar cepat kering?, sekarang!".
"iy..iya iya Tuan Muda!"
Setelah merasakan sudah cukup baginya mengeringkan rambut,Rey beranjak berdiri dan memakai celana pendeknya di hadapan Ayana.
dia itu yah, benar-benar gak ada malu-malu nya sedikit apa,main ganti-ganti di hadapanku
Reyhano hanya memakai celana pendeknya saja, dadanya masih ia telanjang-kan dan langsung naik ke atas ranjang.
__ADS_1
eh... kenapa dia naik ke atas ranjang, kenapa dia tidak kembali ke kamarnya....
pikiran Ayana yang sudah traveling kemana-mana.
"Berikan selimutnya kepadaku?,kau tidak lihat aku tidak memakai baju dan kedinginan!"
siapa suruh kau tidak memakai baju, bukannya bajumu banyak...dia benar-benar mempermainkanku sekarang...
kenapa dia terus di kamar ini si, bagaimana aku mengusirnya... jelas-jelas ini rumahnya, yang ada aku yang akan di usir nantinya...
"Tidak!, tidak mau, kenapa Anda sendiri tidak memakai baju Tuan Muda"
Ayana semakin erat memeluk selimutnya.
"Aku tidak punya baju disini,kau saja tidak mengambilnya untukku!, jadi...berikan selimutnya!"
eh...iyah... kau gila ya Ayana!.... bagaimana kau lupa tidak mengambil bajunya... bukankah kau tahu seluruh baju Tuan Muda ada di kamar atas....
bodoh!, bodoh sekali si...aku ini..
"Ma... maaf Tuan Muda!, Tapi aku akan mengambilnya untukmu sekarang juga!"
Ayana yang berdiri dari duduknya dan terdiam kembali, memikirkan sesuatu.
bagaimana aku bisa keluar kamar dengan keadaan bajuku yang seperti ini...
Tuan Muda yang melihat tingkahnya semakin tersenyum senang di belakang Ayana.
"Tidak perlu!,aku sudah tidak berselera memakai baju lagi!....,aku hanya ingin selimut itu!, maka berikan kepadaku!"Raut wajah yang sudah ia siniskan kembali.
"Tapi...!"Ayana yang mencoba menahan selimutnya kerena Rey sudah berusaha menariknya.
"Ini kesalahan siapa coba?"Tuan Muda yang sudah menetap sinis Ayana kembali.
Membuat Ayana perlahan melepaskan selimutnya dari genggamannya.
Penampilan gilanya mulai terlihat membuatnya menutupi dirinya sebisa mungkin dan justru membuat Rey tertawa semakin senang.
" haha....Penampilan apa ini?,kau terlihat seperti orang-orangan sawah!.
Orang-orangan sawah yang paling cantik di dunia,
gila bahkan hatiku berani memujinya sekarang.
Rey yang langsung menyesali apa kata hatinya.
Terserah aku tidak peduli kau mau mengataiku apa sekarang...
Ayana yang semakin kesal mendengar perkataan Rey yang benar-benar mengejeknya,Namun ia tetap berusaha menutupi Area dadanya yang sedikit terlihat menonjol di bagian depan.
Sedangkan Rey langsung menarik selimutnya dan menutupi dirinya dengan selimut.
"kemarilah!"
__ADS_1
Rey menepuk ruang sebelahnya agar Ayana segera duduk di sampingnya.
Tidak...aku tidak mau... manusia gila ini benar-benar keterlaluan,mau apa dia menyuruhku mendekat coba...
Ayana yang justru bermuka masam dan semakin menjauh darinya...
"Hey kau tidak mendengar ku hah?, kemarilah! duduk! atau aku akan..!"
"Iyah.. Iyah baiklah".
Ayana langsung mendekat dan masih terus menutupi dirinya.
"percuma kau menutupi dirimu!, bukankah aku sudah melihat semuanya!"
Rey menatap Ayana sambil mencibir dan memeluk pinggangnya erat agar segera bergeser mendekat ke arahnya.
Apa yang akan ia lakukan kepadaku.. kenapa dia menyeramkan sekali si..
Ayana yang semakin gemetar karena tangan Rey yang sudah melingkar di pinggangnya erat dan langsung menempel bersentuhan dengan kulit perutnya, karena pakainya yang super mini itu membuat perutnya sedikit terlihat.
"Tenang saja...aku hanya akan menepati janjiku!, kita akan menghabiskan waktu menonton film malam ini!"
Rey yang sudah mencibirkan bibirnya penuh dengan senyuman tanda tanya dan sambil memencet-mencet tombol remote dan fokus ke layar televisi, sedangkan Ayana merasa kaku menatap suaminya yang begitu dekat dengannya.
"jangan terus menatapku!, Nanti semakin jatuh cinta!, Fokus ke layar Tv,apa film kesukaanmu?"
Tanya datar namun dengan wajah yang benar-benar tidak berkutik dari muka seriusnya
Jatuh cinta...kau pikir aku sudah gila yah...jatuh cinta kepadamu...
"Tidak aku tidak mau menonton film!"
Ayana yang tidak ingin menonton film denganya.
"Benarkah!,aku kira tadi kamu berdoa agar aku tidak cepat pulang dan kamu dapat menonton film dengan puas ya kan?"
itukan kata-kata yang ada di dalam hatiku dan belum sempat aku keluarkan bagaimana dia bisa tahu..
"Kau belum menjawab pertanyaan ku?,kau mau nonton film apa?, Romantis?"
Bagaimana bisa kau menawarkan film romantis Sedangkan aku bersanding dengan serigala sepertimu...
"Tidak!"..
Ayana menggelengkan kepalanya karena bingung ia harus menjawab seperti apa kepadanya.
"kau tidak suka film romantis?"
"Sepertinya kau lebih suka horor yah?"
Horor.. jangan sampai dia benar-benar mengada-ada menyetel kan ku untuk menonton film horor..., bisa-bisa aku tidak bisa tidur karenanya...
Ayana yang sudah terbelalak mendengar ucapannya..
__ADS_1
Tuan Muda yang terus mencari-cari poster Film dan entah mana yang akan ia Tonton, bahkan satu tanganya masih memeluk erat pinggang istrinya.