
"Yah ponselnya gak mau nyala lagi...aku harus bagaimana donk"
Ayana yang sudah berusaha untuk mengaktifkan ponselnya, Namun ponselnya tetap tidak mau menyala.
"Aysh... kenapa ponsel dan orangnya sama-sama menyebalkan!"
"Thok...Thok...Thok.."Suara ketukan pintu terdengar lagi di pintu kamarnya, membuat Ayana langsung bergegas memposisikan diri.
"Hah.. siapa lagi si?, Tidak mungkin pelayan lagi,dia juga baru keluar tadi!"Ayana langsung memyimpan ponselnya dan berpura-pura sedang menonton film.
"Permisi Nona,Apa nona membutuhkan sesuatu?"Tanya Danu yang sudah berada di hotel.
Danu, sejak kapan dia di sini..
kebetulan setelah ia mengadakan pertemuan dengan aparat keamanan anak buahnya, posisinya tidak jauh dari lokasi hotel,jadi setelah Tuan muda memberinya pesan tentang kegelisahannya kepada Ayana,ia langsung menuju ke hotel dengan segera.
"Tidak, aku tidak membutuhkan apapun"
"Benarkah Nona?,Anda tidak membutuhkan apapun?"
Ayana yang terlihat begitu serius menatap layar Televisi.
sepertinya Nona sedang santai,Ia juga tidak terlihat kalau ia sedang mempunyai masalah..
"Tidak!,aku akan memanggilmu jika aku membutuhkan sesuatu!"
"baiklah Nona,saya permisi!"
"Iyah silahkan!"
Danu keluar ruangan sambil mengetik layar ponselnya.
"Nona baik-baik saja Tuan Muda,Nona juga sedang menonton film!"
Pesan Danu kepada Tuan mudanya dan sedikit membuat hatinya tenang.
"Untung saja yang datang itu Danu,aku kira manusia itu yang datang"
Ayana menenangkan dirinya kembali dan mengambil ponselnya.
Aku ingin sekali keluar dari sini untuk mencari udara segar sebentar saja..
pasti Sangat menyenangkan..
Ayana teringin ia keluar untuk menghirup udara bebas,..
"Apa kamar ini masih terus di jaga para pengawal itu?"
Pikirnya sambil berjalan mendekati pintu dan mencoba untuk mengeceknya, Bahkan ada tiga orang yang berjaga di luar sana.
Aku benar-benar seperti tahanan...
****
Mobil terparkir di parkiran rumah, keduanya langsung Turun memasuki ruangan,
menuju ke lift dan segera naik ke lantai atas,
Terdapat Ray yang sedang duduk di sofa ruangan keluarga fokus ke layar leptop.
Aku rasa Adiku pulang,
lucu sekali dia ini....,dimana dia menyembunyikan Ayana.
Semoga saja Ayana menjadi penolong keluarga ku kali ini...
__ADS_1
Hanya dia harapanku sekarang...
Lift berbunyi pertanda Ia telah sampai di lantai atas, Ray tetap fokus ke layar leptop, menunggu saatnya waktu yang tepat untuk dia berbicara.
"Sayang kau tidak istirahat dulu sebentar?"Tanya Felly melepas rangkulan tanganya.
"Tidak,aku harus kembali ke kantor!"sambil melirik kembarannya yang tidak bergeming sama sekali,ia terlalu fokus ke layar leptop.
"Iya sudah baiklah,hati-hati sayang"
Felly yang akan menuju ke kamarnya.
"Kakak..!"Sapa Felly sambil menundukkan kepalanya menghadap ke kakaknya menuju ke kamarnya
"Tunggu sebentar!,aku akan berbicara denganmu!"
Ray menghentikan langkah Rey yang sudah memutarkan badan menuju ke arah lift.
"Apa ada hal penting?, bicaralah!,aku tidak punya banyak waktu!"
Rey berbicara membelakangi Ray dan masih menghadap ke arah lift.
"Jika kau mencintainya Ayana maka pertahanankan-lah!,berikan cinta dan kasih sayang untuknya, bukan malah menyembunyikannya dan mengurungnya di dalam sangkar!"
Ray menepuk bahu adiknya dan pergi meninggalkannya begitu saja sambil tersenyum penuh harap.
Rey hanya mendengarkannya, matanya hanya melirik kakaknya yang pergi meninggalkan lalu memasuki Lift menuju mobil.
Terdiam sambil memegang setir mobilnya, iya fokus menatap jalan dengan mata yang begitu tajam memikirkan sesuatu,
mengambil ponselnya kembali, mencoba menghubungi nomor ponsel Ayana untuk memastikan kabarnya kembali, namun tetap saja nomor itu tidak aktif.
Apa yang dia lakukan,apa dia marah kepadaku..
Membanting ponselnya ke bangku sebelah dan menginjak gas mobilnya untuk mempercepat laju kendaraannya.
****
Menarik selimutnya sambil berguling-guling di atas ranjang,Ia benar-benar seperti manusia yang hampa tidak memiliki dunia dan kehidupan,
"Apa kau sakit?".
Suara yang melintas di telinganya Ia sedang bersembunyi di balik selimut karena merasa resah dengan ponselnya yang rusak itu.
Siapa itu, Tuan Muda...dia benar-benar kemari?..
Ayana masih terdiam di balik selimut ia sedang mencoba mendengarnya lagi,apa dia tidak salah dengar dengan suara itu.
"Ayana...apa kau sakit?"
Rey bertanya kembali sambil menghadap ke arah selimut yang sedang menutupi wajahnya.
Benar..dia yang datang,aku harus bagaimana ini...?, ponselnya?.... bagaimana dengan ponselnya.
Ayana mencoba membuka selimutnya pelan-pelan,
"Tuan...e.. Suamiku, sejak kapan Anda ada di sini?"
Ayana dengan ekspresi wajah seadanya yang ia langsung tunjukkan ke suaminya, namun tetap saja Ia berusaha untuk menghindari tatapan suaminya.
"Apa kau sakit?"
Rey langsung mengecek suhu tubuh Ayana baik di dahi dan lehernya.
Apaan sih ini orang...
__ADS_1
"Apa kau sakit?,apa yang kau rasakan? katakan apa kamu baik-baik saja?, katakan Ayana...apa kau sakit?"
Rey tampak panik dan gelisah bahkan ia berulang-ulang untuk mengecek keadaan suhu tubuhnya.
kenapa dia terlihat khawatir begitu,aku tidak pernah melihatnya bersikap begini..
"Tidak.. tidak... aku tidak papa,aku hanya merasa bosan"
Ayana masih terus tiduran di atas ranjang dengan selimutnya,ia juga sedang menutupi tubuhnya yang memakai pakaian terlalu ketat itu.
"Iya sudah... bagaimana kalau kita jalan-jalan!"
"Jalan-jalan?"
dia mengajakku jalan-jalan,apa aku tidak salah dengar...
"Apa anda sedang bercanda?"
"Apa aku terlihat bercanda?"
"Tapi... aku...."Ayana yang tidak merasa nyaman dengan pakaiannya itu, bahkan ia masih menutupi tubuhnya dengan selimut
"Apah?" Rey yang penasaran dengan jawabannya.
"Bajuku...aku tidak ingin pakai baju ini,ini terlalu pendek,aku tidak mau jalan-jalan"
"Iya sudah Ayo kita beli yang baru!..."Rey menyuruhnya agar segera berdiri dari ranjang.
"Kenapa beli yang baru, kenapa tidak ambil baju yang ada di rumah...?"Ayana yang enggan untuk berdiri
"Iya sudah berdirilah,aku akan mencarikan solusinya!"
Ayana langsung berdiri dengan wajah menunduk Karena dengan pakaiannya yang terlalu pas dan melekat di tubuhnya itu ia merasa malu.
kau tampak cantik Ayana,imut juga...
Rey yang tersenyum di dalam hatinya melihat penampilan istrinya yang menggemaskan itu.
"Iyah sudah pakai ini dulu, nanti kita beli baju di luar yah!"
Rey mencopot Jaz-nya dan melingkarkan di pinggang istrinya,ia tampak begitu lembut saat memakaikan Jaz-nya itu.
Ayana terdiam, melihat suaminya yang bersikap seperti membuatnya sedikit tergoyah untuk melihatnya sampai kapan ia bersikap seperti ini terhadapnya.
"Aku juga ingin tahu, kenapa ponselmu tidak aktif,dan kenapa kau menghubungiku 2 kali dan lalu kenapa tidak aktif kembali?"
mampus aku harus gimana nih...
Ayana terdiam,ia belum juga menjawab pertanyaan suaminya.
"E...aku tahu mungkin kau kesal makanya kau mematikan ponselnya, maafkan aku.."
"E.. ponselnya....aku...aku tidak sengaja melakukannya!"
Ayana yang mengalihkan pandangannya sambil memberikan ponselnya yang rusak itu, ia sedang bersiap siap untuk mendengarkan ocehanya dan kemarahannya nanti.
Aku tahu...dia pasti merasa kesal denganku tadi, Karena aku tidak mengangkat telfonnya.
"Iya sudah kita beli yang baru!"
Rey mengambil kartunya dan melempar ponselnya ke tong sampah,ia terlihat begitu tenang dan tidak mempersalahkan-nya.
"Hah..?"Ayana yang merasa kaget dengan sikap suaminya yang sangat tenang ini.
"Ayo kita jalan-jalan" Rey menarik tangan Ayana yang terlihat terbelalak menatapnya karena begitu heran dengan sikapnya yang sekarang.
__ADS_1
Aku lupa.. kalau dia seorang sultan, tentu saja ponsel ibarat permen baginya...ia bisa beli apa saja yang ia mau...
Ayana mengikuti langkah Rey untuk keluar jalan-jalan.