Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Danu dan Kinar


__ADS_3

Ibu sudah duduk bergabung dengan mereka semua yang berada di ruangan keluarga.


Ray pun mulai berbicara untuk mengungkapkan segalanya yang ia rencanakan dan susun sejak lama.


"Mah perkenalkan!,dia ini Audia Tanysfha calon tunangan Ray!,yang sering Ray ceritakan ke Mamah!"


"Benarkah?,dia cantik sekali.., Audia kau terlihat sangat cantik Sayang!"


Ibu Ray yang sudah terseyum menatapnya dan menyapanya dengan lembut.


"Terima kasih Tante!, Tante juga terlihat cantik sekali,"


menjawab Pujiannya sambil tersenyum kembali menghadap ke arahnya.


Apa hubungan Danu dengan keluarga ini,


kemana dia pergi,


kenapa dia tadi ada disini,


Pikirannya masih kemana-mana, melihat Danu yang pergi membuatnya penasaran dan ingin tahu.


"Ayana... kau tampak lebih cantik dari yang aku lihat selama ini!"menatap ke Ayana, sekian lama mereka berdua tidak saling menanyakan kabar


"Justru kakak yang terlihat lebih cantik dari yang biasanya aku lihat di video call!"


Mereka berdua saling bertukar menukar pujian.


Sementara Tuan Reyhano segera berdiri dari duduknya untuk segera mengurus urusan mereka dengan Bayu dan Siska.


"Sayang aku harus mengurus urusan kantor terlebih dahulu!,aku tinggal yah, muach..."Tak lupa dengan ciuman keningnya ia pergi bersama Bayu dan Siska menuju ke ruangan kerjanya.


"Duduklah!"menyuruh Keduanya untuk duduk.


"Ini berkas yang harus anda tanda tangani Tuan Muda!,dan ini Dokumen yang perlu anda cek dan revisi!, mungkin pendapatan kali ini meningkat lebih pesat dari bulan lalu!, untuk kendala pemasaran properti ada beberapa!, tapi semuanya sudah di tangani dan di lalui dengan baik!"memberikan dokumen dan berkas-berkas yang ia bawa.


"Kerjamu sangat bagus Bayu!,aku tahu kau melakukan ini dengan penuh rasa semangat dan bertanggung jawab!, sungguh aku tidak menyesal menyerahkan semua tanggung jawab ini kepadamu!,aku tahu kau pasti sangat lelah!, untuk itu.. ambilah cuti untuk berlibur dan istirahat!,bila perlu luangkan waktumu untuk berkencan dengan seseorang!, biar kau tidak sendiri terus seperti ini!,aku bosan melihatnya!"


"Cih kenapa jadi mengurus hidupku"menggerutu.


"Apa kau bilang?"


"Tidak Tuan Muda!, Anda itu sedang memberi saran atau sindiran si sebenarnya!"


"lebih tepatnya menyuruh sih!"


"Cih, menyebalkan sekali!"


Membuat Siska terseyum mendengarnya, namun melihat Bayu yang sudah menatapnya tajam membuatnya menyembunyikan senyumannya.


Aneh sekali,orang setampan dia tidak memiliki kekasih,apa beginikah orang kantoran yang terlalu sibuk dengan pekerjaan,


Mereka bertiga masih tetap di ruangan menunggu Tuan mudanya mengecek seluruh data.


*****

__ADS_1


Masih duduk berdua di bangku panjang yang ada di taman kota ini.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?,apa penampilanku sangat jelek,apa yang terlihat aneh?"


Tanya Kinar spontan, melihat Danu yang menatapnya lekat sambil menaikkan alisnya.


"Lumayan?, memang aneh si sedikit!"


"Lumayan apa?"suaranya yang sudah terdengar kesal.


"Yang kau pertanyakan tadi apa?"


"Apa aku sangat jelek?"


"Iyah sudah!, berarti lumayan!"


"Kau bilang aku jelek!,kau pikir Anda tampan?"


"Sepertinya begitu!" Terseyum sambil meninggalkan Kinar yang masih duduk di bangku.


Cih sombong sekali dia ini, mentang-mentang banyak yang suka begitu,


Eh... kenapa dia meninggalkanku


Kinar mencoba mengikutinya dari belakang, karena kebetulan ia tidak memiliki pekerjaan hari ini.


lagian bertamu dengan Danu adalah keinginannya.


"Kenapa kau malah mengikutiku?"


Berhenti dan menengok ke arah belakang,menatap Kinar yang sedang mengikutinya dan pura-pura berhenti menghadap ke jalanan sekitar.


sambil menengok kesana kemari,ia pura-pura tidak mengikuti langkah Danu yang pergi meninggalkannya itu.


Apa dia akan bertemu dengan kekasihnya di taman?,


kenapa dia pergi ke taman,


tumben-tumbenan.


Berpikir sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain menghindari Danu yang sedang menatapnya.


Namun setelah itu ia benar-benar tidak melihat keberadaan Danu,ia menghilang begitu saja membuat Kinar bingung dan mencari-cari menengok ke sana kemari.


"Kenapa dia menghilang?,apa dia lari?,apa dia benar-benar tidak ingin di ikuti oleh ku!, apa aku terlalu jelek jika berada di sampingnya!, mungkin saja begitu...!,aku memang terlalu jelek untuknya!, jadi dia tidak ingin di ikuti olehku!, jadi Kinar jangan bermimpi,apa yang kau pikirkan, kenapa kau berpikir begitu jauh si...!"


Merasa begitu kesal dengan dirinya sendiri, entah kenapa ia menjadi insecure sendiri dan langsung berjongkok menutupi wajahnya yang begitu bodohnya bermimpi untuk mendekati Danu.


"Apa aku sudah gila menyukainya, jelas-jelas ia bilang terang-terangan kalau aku ini jelek!, kenapa dengan bodohnya aku ingin mengikutinya, sadarlah Kinar kau ini siapa?, kenapa jadi seperti ini si....!"


menggerutu sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya sambil berjongkok,


"Apa kau sudah selesai berbicara?"Suara seseorang yang tiba-tiba menyadarkannya dan membuatnya terbelalak.


"Apa yang kau lakukan disini?, kenapa kau berjongkok seperti ini?,kau seperti orang gila tahu gak!, menghalangi jalan orang-orang yang akan berjalan!"

__ADS_1


kenapa dia muncul lagi!, bukanya tadi menghilang,apa dia mendengar semua perkataanku...apa dia benar-benar mendengarnya,


Dan sekarang dengan gampangnya dia bilang aku gila,


Kinar malah terdiam,ia jadi merasa gelisah dengan segala ucapan yang ia keluarkan tadi, apakah Danu mendengarkannya atau tidak,ia sedang memikirkan ini, jika iya Danu mendengar semua perkataanya maka ini pasti akan merasa malu sekali.


Bahkan Kinar tidak mampu untuk menatapnya kembali,ia merasa begitu malu dengan semua perkataanya sendiri.


"Kau tidak mau berdiri?"Tapi Danu tampak biasa saja menatapnya, bahkan ia sudah mengulurkan tangannya untuk menyuruhnya berdiri, suaranya juga datar seperti biasanya.


Apa dia sungguh tidak mendengar perkataanku tadi...


Menggapai tangan Danu dan mencoba untuk berdiri,ia menggigit bibirnya sendiri merasa gelisah tidak berani menatap Danu.


"Kau mau jalan-jalan!,ayo ikutlah denganku!"


Menarik tangan Kinar begitu saja dan membawanya ke parkiran mobil.


"Kita mau kemana pak?"Kinar merasa grogi dan deg-degan ketika Danu menggandeng tangannya mendekat ke arah mobil.


"Ke hotel!"mencibirkan bibirnya dan membuat Kinar merinding lalu menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam mobil.


"Rasakan!, ini akibatnya karena kau telah berani mengikutiku!... Jebrett!"menutup pintu mobil dan langsung menuju ke setiran, Kinar tampak tegang menatap Danu yang begitu serius berbicara.


"Anda mau membawa aku ke mana pak?"Masih bertanya menatap wajah Danu yang terlihat diam, menyalakan mesin mobil,ia merasa begitu tegang dan deg-degan.


Dengan diam tanpa menjawab pertanyaan Kinar,Danu segera melajukan mobilnya pergi ke suatu tempat,ia benar-benar terdiam tanpa menatap Kinar yang sedang tegang itu.


Namun Kinar mencoba untuk menenangkan diri dan bertanya.


"Aku tidak pernah melihat Anda terdiam seperti ini?, lagian tumben anda menganggur, bukannya anda tidak pernah seperti ini sebelumnya?"


Tanya Kinar yang masih begitu penasaran dengan sikap Danu yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Kenapa kau bawel sekali?,kau pikir aku ini robot untuk terus bekerja?"menjawab dengan datar fokus menyetir.


"Maaf!, aku hanya bertanya saja!"menunduk dan terdiam, bahkan ia tidak berani bertanya kembali.


Mobil terparkir di parkiran restoran,


"Ayo Turunlah!"menyuruh Kinar yang terdiam itu untuk turun dari mobil.


"Kenapa kita ke sini?, bukannya Anda bilang tadi anda mau....!"


"membawamu ke hotel?, kau benar-benar ingin aku membawamu ke hotel hah..?"Terseyum sambil menggelengkan kepalanya,ia tidak percaya dengan pertanyaan Kinar yang sangat polos ini.


"Bukan begitu!, anda membuatku merasa takut tadi!, kenapa si anda suka sekali membuatku tegang!"


"hehe... maaf!, aku hanya bercanda!"


Keduanya langsung masuk ke dalam restoran dan memesan makanan.


"Kinar!,apa kau mau membantuku?"Danu yang tiba-tiba berbicara dengan mimik wajah seriusnya.


"membantu apa?"Kinar menjadi bingung.

__ADS_1


"Apa kau sudah memiliki pacar?"Tanyanya kembali, membuat Kinar terbelalak dan semakin deg-degan.


Untuk apa dia bertanya seperti ini kepadaku..


__ADS_2