
Sudah ada tiga orang di dalam meja makan,Ada Tuan Muda, Ayana dan Danu disitu.
pelayan rumah datang meracik makan di atas meja,
"Bi..."Panggilan Ayana yang melihat keduanya pergi meninggalkan meja.
Sementara Tuan Muda dan Danu memperhatikan sikap Ayana ini.
"Iya Nona"Jawab bibi pelayan menghampiri meja kembali.
"Apa kalian berdua sudah makan malam?"Tanya Ayana yang peduli pada mereka,berkat mereka rumahnya menjadi sangat nyaman dan bersih.
"E'... belum Nona!"jawab bibi yang sebenarnya mereka tidak enak jika ia harus berkata jujur menjawab belum makan.
"Kalau begitu kalian berdua duduklah!, makanlah disini bersamaku,temani aku makan yah!"
"Tapi Nona,Maaf saya..!"
"Bolehkah suamiku?"menghadap suaminya dengan mata berbinar sambil mengelus perutnya.
Apa ini termasuk ngidamnya juga.. Aneh...
"Iya.. iya tentu saja!, duduklah Bi!"Rey dengan terseyum mengatakannya.
Baru pertama kalinya Tuan Muda bersikap begini, hanya karena melihat tatapan Nona muda...
Sungguh luar biasa Nona... sungguh luar biasa, Tuan Muda begitu luluh sekarang,aku juga tidak bisa membayangkan seorang Tuan Muda makan semeja bersama pelayan.... Mendali emas untukmu Nona..
Danu begitu takjub dengan perubahan sikap Tuan Muda yang sangat banyak dan jauh lebih baik saat ini.
Kedua pelayan itu dengan ragu-ragu duduk di kursi yang sudah tersedia di situ,
Jika Tuan Muda tidak mengiyakan perkataan Nona muda, pastinya para pelayan tidak akan berani lancang,apa lagi makan malam bersama semeja dengan Tuan Muda.
Makan malam berjalan dengan lancar, Semua sudah mengisi perutnya masing-masing, Ayana mempunyai nafsu makan malam ini, kebetulan bibi Pelayan memasak sayur SOP untuknya, dimana Nona Ayana meminta tolong agar di buatkan Sayur Sop.
Ponsel berdering,
milik Reyhano, dimana ia mendapatkan Panggilan dari Bayu.
"Iya halo..."Langsung meninggalkan tempat dan berbicara di sudut ruangan.
"Tuan Muda, berkas dan laporan untuk pengembangan hasil laporan bulan lalu telah aku kirim!,anda tinggal mengecek data-datanya saja,dan untuk proposal minggu ini sudah saya selesaikan!"
"Baiklah Kerja yang bagus Bayu!, keadaan kantor baik-baik saja kan?,aku tahu kau adalah kepercayaan ku...!"
"Alhamdulillah baik-baik saja Tuan Muda, semuanya berjalan lancar,tapi untuk hari besok akan ada pertemuan dengan Direktur utama dari perusahaan Jaya Wijaya Tuan Muda, jadi Tuan Muda harus datang ke kantor untuk memberikan tanda tangan!"
Perusahaan Jaya Wijaya adalah perusahaan yang sedang bergandengan tangan dengan perusahaan milik Tuan Muda.
"Iya sudah baiklah,Aku akan mengadakan rapat dengan orang-orang Jaya Wijaya
besok siang!"
"Baiklah Tuan Muda!,aku mengerti akan maksud anda...!"
"Jangan lupa Istirahat Bayu!ini sudah malam!, kau pasti sangatlah lelah melakukan semua pekerjaanku saat ini!"
__ADS_1
"Sudah menjadi kewajiban saya Tuan Muda, selamat malam!"
keduanya menutup panggilan,
Bayu adalah orang yang super sibuk sekarang ini, setiap kali Tuan Muda sibuk dengan urusan rumah tangganya,ia yang selalu menggantikan posisinya di kantor, tidak ada lagi orang kepercayaan Tuan Muda selain Bayu dan Danu.
Ayana sedang menyisir rambut panjangnya di depan cermin.
Rey mencari kesana kemari dan tak lama ia masuk ke dalam kamar, melihat Ayana yang sedang menyisir rambut.
"Aku mencari mu sayang..."memeluknya dari belakang.
"Rey...kau tidak melihatku lagi apa sekarang?"
"Menyisir rambut...!"
"lalu kenapa kau memelukku?.. lepaskan!"
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu!"
"Lalu bagaimana aku menyisir rambut?"
"Begini..!"Rey mengambil sisir itu dari tangan Ayana dan melemparkannya ke lantai.
"Brakkk!"
"Rey... kenapa malah di buang!"
"Tanganku yang akan menyisir rambut mu!"membelai rambut Ayana yang panjang itu dengan lembut menggunakan tanganya perlahan.
Sentuhan Rey sangat lembut dan halus yang di rasakan Ayana.
Menata rambut Ayana dengan rapi di punggungnya.
"Kau sangatlah cantik Ayana... rambutmu begitu indah.."Terseyum menatap isterinya lekat.
Ayana ingin terseyum namun ia tetap menyembunyikan senyumannya yang bahagia itu.
Rey sudah mendekatkan bibirnya ke bibir Ayana, Ayana mencoba menghindar dan menjauhi suaminya.
"Ti...tidurlah!,ini...ini sudah malam Rey!"
lihat dia pura-pura lupa...?
Ayana tampak gugup naik ke atas ranjang dan langsung tiduran memeluk bantal guling-nya,ia mencoba menghindari tatapan suaminya.
Oke... baiklah,sepertinya dia memang sengaja menghindari ku sekarang....
"Kau tidak sabar,dan segera memulainya langsung di atas ranjang apah?..."Rey mendekat, dengan senyuman yang kurang bisa diartikan itu.
memulai... memulai apa coba...
"Apa yang kau katakan Rey?"
memeluk bantal guling-nya semakin erat, sebenarnya Ayana mengerti sekali akan perkataan suaminya ini.
Rey membaringkan tubuhnya di ranjang, membuat Ayana menggeserkan tubuhnya sedikit.
__ADS_1
Ranjang di kamar Ayana tidak seluas ranjang di kamar-kamar Tuan Muda di rumah,..
"Jangan mencoba menghindari ku!,nanti jatuh loh!, lihat di pinggir mu...!"
Rey sudah memeluk pinggang Ayana yang terhalangi oleh bantal guling,posisi Ayana sudah berada di tepi ranjang.
"Ranjang ini sangat sempit, sebaiknya jangan menggunakan bantal guling!,...bugh...!"
lagi-lagi Rey membuang barang yang sedang di pakai Ayana.
"Rey...kau ini..!"
Hobi sekali kamu Rey kalau membuang barang orang...
Ayana tidak bergeser sama sekali, posisinya masih tetap di pinggir ranjang.
"Kau mau guling?, lihat posisimu!,geser tubuhmu!.."
Karena mendapatkan ruangan celah dari bantal guling itu,Rey menyuruh Ayana untuk bergeser mendekatinya.
"Tidak,aku tidak akan bergeser, dan aku tidak akan guling juga...!"
"Cih... benarkah?, baiklah!"Rey justru menggeser tubuhnya sendiri mendekati Ayana.
"Kau yakin kau tidak akan guling?..."mencoba menggeser tubuhnya terus menerus, membuat Ayana terpojok dan semakin di ambang pinggir ranjang.
"Rey..., geser dong!"Ayana merasa greget
"baiklah!"
Semakin menggeser tubuhnya dan semakin menempel dengan tubuh istrinya.
Dia ini benar-benar ingin membuatku jatuh ke lantai apah..?
"Rey geser!,.."Ayana merasa takut sendiri jika ia jatuh dari ranjangnya yang tinggi.
"Iyah aku sudah bergeser ini!"
Semakin menggeser lagi dan lagi...sampai tubuh Ayana....
"Rey...!"Teriak Ayana yang akan jatuh dari ranjang dan memejamkan matanya.
Rey secepat kilat mengaitkan pelukannya dan memindah tubuh Ayana di atas tubuhnya.
"Kau takut?,.. kau bilang kau tidak akan jatuh tadi...!"berbicara dengan Ayana yang masih memejamkan matanya itu, dengan terseyum puas melihat ketakutan istrinya kali ini.
"Rey.. apa yang kamu lakukan ih... menyebalkan... menyebalkan... !,menyebalkan sekali kamu ini!....bugh..bugh..bugh..."
Ayana merasa kesal sambil memukuli dada bidangnya.
"Turunkan aku... turunkan aku .. turunkan aku..!"Ayana yang sudah merasa kesal.
"Turun kemana?,kami minta di bawah aja gak mau di atas?"
"Rey ih.. jorok kamu lagi bilang apa si?"
Ayana semakin merasa kesal.
__ADS_1