
Beberapa pengawal Tuan Muda pun ikut Turun tangan untuk mencari Nona mudanya kemana pun ia pergi,
semua orang berpencar mencari kesana kemari,ada yang naik mobil,bahkan ada yang sengaja berjalan kaki untuk menelusuri gang kecil komplek mencari Nona Ayana.
kurang lebih Ia menyuruh 20 anak buahnya untuk mencari keberadaan Nona Ayana, selebihnya semua anak buah berkerja seperti biasanya.
Tuan Rey sendiri juga sudah muter-muter dari tadi mengemudi mobilnya,ia juga sudah berusaha kesana kemari mencari keberadaan Ayana.
Namun, belum ia temukan juga.
Danu Menghela nafasnya,ia berhenti di sebuah parkiran Apartemen mengikuti mobil taksi tersebut,
Seorang perempuan yang salah ia tangkap sejak tadi, yang jelas ini bukan Ayana, rambutnya memang sama namun pakaiannya terlihat berbeda.
Iya... salah orang lagi,aku harus cari kemana?..
Danu langsung bergegas membalikkan setirnya ke arah pintu keluar, entah ia harus mencari kemana lagi yang jelas ini adalah tugas besar baginya.
Ponsel berdering!
Panggilan masuk dari Reyhano, tentunya Danu yang melihat langsung segera mengangkatnya.
"Kau ada di mana Danu?, kenapa sejak tadi kau susah sekali untuk di hubungi?"Tuan Muda yang tampak kesal kali ini.
"Maaf Tuan Muda!,tadi saya terburu-buru mengikuti sebuah taksi yang aku kira itu taksi Nona dari hotel,jadi saya tidak sempat mengangkat telfon anda!"
"lalu bagaimana?, dimana dia sekarang?"tanya Rey penasaran sekaligus merasa sangat khawatir.
"Ternyata saya salah orang Tuan Muda,itu perempuan lain,bukan Nona Ayana!"
Reyhano benar-benar lemas kali ini, ia sangat bingung harus mencari Ayana kemana, sedangkan berulang-ulang Reyhano mencoba menelfon istrinya namun sayang ponselnya tidak aktif.
"Iya sudah Danu!,kau cari di kontrakannya waktu dulu apa dia ada di sana atau tidak!,aku akan menunggu kabar darimu!. Panggilan berakhir begitu saja.
"iya baiklah.... jika aku harus mencari kesana!,tapi aku tidak menyangka Tuan Muda terdengar sangat lemas dan sangat menyesal seperti ini,aku yakin dia sangat sedih kali ini..."
Danu pun mengikuti perkataan Tuan Mudanya yang menyuruhnya untuk mencarinya di kontrakan lamanya!,
Pesan masuk kembali dari Tuan mudanya,
"jika di kontrakan tidak ada!, maka jemput aku setelah itu, aku ingin ke rumah lamanya siapa tahu dia kesana!"
Rumah lama...
bukanya rumah itu sudah di sita!, mana mungkin Nona Ayana kesana...
ya sudah lah!, terserah dia saja,aku hanya bisa menuruti perkataannya....
__ADS_1
"kamu kemana Ayana?... kenapa kau meninggalkanku?"
Tuan muda yang merasa cemas menanti dan berharap ada kabar dari Ayana ke ponselnya.
"Maafkan aku Ayana.. maafkan aku... seharusnya aku tidak melakukan ini, tapi waktu itu aku sangat frustasi,aku harus melakukan apa, Felly terus-terusan menyuruhku untuk menikah lagi, sedangkan aku tidak bisa mengerti mana wanita yang tulus dan tidak, yang aku tahu kau sangat manis dan polos waktu itu, jadi aku melakukan ini hanya demi keinginanku!... maafkan aku karena seorang anak aku begitu serakah..."
"Ayana kamu kemana?..,Ayana...aku mohon jangan pergi tinggalkan aku,aku benar-benar tidak bisa...!"
Tuan Muda merasa sangat bersalah dan sedih kali ini,ia benar-benar lemas setelah mengetahui semua ini, penyemangat dan penenang hatinya pun telah pergi.
Tiba-tiba ia merasa seperti hidup tanpa tulang,ia menjadi lelaki yang tak berdaya dari yang biasanya,
sampai-sampai Rey membentur-benturkan kepalanya ke setir mobilnya berulang-ulang menyalahkan dirinya sendiri.
Sudah hampir satu jam Tuan Muda menunggu kabar entah dari Danu ataupun istrinya namun sayang,ada kabar dari Danu namun hasilnya tetap nihil, Ayana tidak kembali ke kontrakan lamanya, bahkan kontrakan itu pun sudah di huni oleh orang lain.
Danu memutuskan untuk menemui Tuan mudanya sesuai keputusannya.
Tuan Rey merasa sangat terpukul sampai-sampai ia tidak bisa menyetir sendiri,ia begitu lemas tak bersemangat.
"Kita beneran ke sana Tuan Muda?"Danu yang merasa tidak yakin bahwa Nona Ayana ada disana! kali ini.
"Iyah!,apa kau tidak dengar juga!"suara pelan namun berarti tajam.
"Baiklah Tuan Muda!"
Terparkir di sebuah rumah yang sedikit berbeda, dengan hiasan serba baru,cat dinding pun terlihat baru memerangi indahnya rumah ini,namun warna tetap sama hanya lapisannya saja yang terlihat berbeda dan lebih bersinar.
Ada juga sebuah taman hijau nan indah di sebelah rumah itu, begitu juga air mancur y ada di situ tampak indah.
Terdapat juga satu pos satpam di depan gerbang rumah itu dan sepertinya ia lah yang berjaga di tempat ini.
Tuan Muda juga mempunyai dua asisten rumah tangga yang bekerja di situ untuk membersihkan rumah Ayana setiap hari.
"Selamat datang Tuan Muda!"
Sapa satpam itu membuat Danu mengerutkan dahinya sementara Rey menganggukan kepalanya dengan datar.
"Wah kenapa rumah ini jadi indah sekali apa sudah ada yang membelinya?.."
Gerutu Danu sembari memandang sekeliling rumah ini.
"Kenapa?,apa ini terlihat lebih bagus?"Tanya Rey datar sambil menatap rumah tersebut.
"Bagus sekali Tuan Muda,tapi aku tidak yakin Nona Ayana tidak ada di sini!"
"Ayana memang tidak ada di sini!,aku juga tidak tahu dia itu ada di mana?,"Sahut Tuan Muda pelan.
__ADS_1
"Loh, lalu kenapa kita ke sini Tuan Muda?"
Danu yang menjadi semakin bingung dan penasaran.
"Aku ingin melihat renovasi rumah ini,apa sudah selesai atau belum!"Jawab Rey santai.
Hah...apa dia ini semakin tidak waras, istrinya menghilang bukanya di cari malah sempat-sempatnya melihat renovasi rumah,.
"Kau Tahu Danu?, rumah ini siapa yang membeli?"
Keduanya berbicara sambil memasuki lingkungan rumah itu.
"Tidak!, memang siapa Tuan Muda?"
"Aku,aku yang sudah membelikannya untuk Ayana...,aku ingin Ayana mempunyai kenangan indah dengan keluarganya di sini!,aku tahu aku sudah membuatnya sangat tertekan waktu itu, untuk itu.. waktu aku melihatnya bermimpi memanggil ibunya aku ingin sekali memeluknya, tapi keadaan tidak menyakinkan!, jadi aku berencana membeli rumah ini dan merawatnya,aku juga ingin lihat bagaimana wajah-wajah mertuaku dan adik ipar,aku ingin meminta maaf kepada Ayana dan semoga saja Ayana menyukainya pada hari ulang tahunnya nanti,tapi sayang...dia malah pergi meninggalkan ku sekarang..!"
Rey yang merasa sangat sedih dan kecewa, bahkan baru kali ini juga matanya berkaca-kaca dan di lihat oleh Danu yang terus menatap Tuan mudanya ini.
Aku tidak menyangka Tuan Muda sebaik ini sebenarnya,...
Aku juga tidak pernah melihat Tuan muda sesedih ini sebelumnya,aku juga dapat melihat rasa cintanya kepada Ayana itu terpancar terang dari genangan matanya itu...
Tapi bagaimana bisa aku tidak mengetahui semua ini,apa Tuan Muda sudah memiliki orang lain yang ia percayai?, kenapa dia tidak menyuruhku untuk melakukan ini...
"Kau sedang berpikir apa Danu?,aku sedang berbicara kepadamu!, pasti kau sedang berpikiran kenapa kau tidak menyerahkan tugas ini kepadamu kan?"
Rey yang sangat jenius dan mampu mengerti apa yang ada di pikiran Danu, walaupun ia terlihat datar dan lesu mengatakannya.
"Iyah.. begitu Tuan Muda!"
"Tenang saja Danu!,kau adalah yang terbaik bagiku, tidak ada orang yang aku percaya selain dirimu dan Bayu tenanglah!,aku tahu kau sangat sibuk, jadi aku tidak ingin kau terbebani dengan masalah seperti ini!,aku juga tahu kau itu banyak kerajaan!"
Rey langsung duduk di sebuah bangku yang ada di depan rumah Ayana!"
"Iya aku paham Tuan Muda, tapi aku yakin Nona Ayana akan terharu melihat ini!"
"Kalau begitu buktikan!, Temukan dia!,Bantu aku menemukan Ayana agar dia mau kembali kepadaku!,aku benar-benar tidak bisa kehilangannya Danu!,aku sangat mencintai Ayana, aku tidak ingin kehilangannya".
Rey yang terlihat semakin tidak bersemangat dan menyenderkan kepalanya di kursi duduknya.
"Aku janji akan membantumu Tuan Muda!,kita pasti akan menemukan Nona Ayana,aku yakin itu!"
Danu senantiasa memberi semangat kepada majikannya ini yang sedang cemas,galau dan risau, yang jelas Tuan Rey memang baik di matanya.
"Jika susah, bikin saja sayembara di kantor!, ataupun di media sosial!, barang siapa yang menemukan istriku dan membawanya ke pada diriku aku akan berikan ia rumah baru, ataupun uang satu miliar terserah kau apa hadiahnya yang penting Ayana di temukan dan kembali ke padaku Danu,aku tidak perduli seberapa besar hadiahnya yang jelas aku menginginkan Ayana kembali!"
Tuan muda yang tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mencari Ayana, yang terpikirkan di pikirannya bukan lah hal lain, melainkan Ayana yang sedang pergi meninggalkannya dan benar-benar membuatnya tak berdaya.
__ADS_1
Danu pun mengiyakan perkataan Tuan Mudanya dan mencoba berpikir tenang untuk membantu menemukan Nona mudanya.