
Tampak dua orang yang sedang duduk berbicara serius di ruangan tertentu yang ada di rumah mereka.
"Apa yang terjadi pada Ayana Danu?,apa iya baik-baik saja?, kenapa Rey memanggil Dokter tanpa sepengetahuanku?"
Ibu Rey yang sebenarnya ingin sekali bertanya langsung kepada putranya, namun ia merasa tidak berani.
"Nona Ayana keguguran Nyonya!,jadi Tuan Muda memanggil Dokter kemari!"
"ke.. keguguran?, Ayana sedang Hamil?"Ibu yang ikut tidak percaya juga.
"Iya Nyonya kami semua juga baru mengetahuinya!"
"Bukankah ini adalah impian Rey selama ini!,Dia pasti sangat Terpukul sekarang!, seharusnya Rey bersikap adil dan juga menjaga Ayana sepenuhnya."
Keduanya masih berlanjut membicarakan tentang hal penting yang ingin di bicarakan mereka.
Apa yang dia lakukan kepadaku!, kenapa dia terus memainkan rambutku...
Tapi kenapa aku merasa nyaman dengan pelukan ini, kenapa tubuhnya sangat harum, hangat dan wangi...
Ayana terbengong di pelukan suaminya, Entah kenapa kenyamanan ini menggetarkan jiwanya,Ia merasa sentuhan kasih sayang sedang di berikan suaminya kepadanya.
Sementara Reyhano masih terus membelai dan memainkan rambutnya, sambil melamun entah apa yang sedang ia pikirkan...
Kenapa aku merasa nyaman memeluknya begini,aku benar-benar tidak jatuh cinta kepadanya kan...
bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta kepadanya..
apa yang harus aku lakukan kedepannya,jika semakin lama aku semakin nyaman, pasti aku sendiri akan merasa sulit untuk mengendalikan perasaanku ini...
Sementara Ayana juga ikut terdiam menatap dada bidang suaminya itu.
pasti Nona Felly merasa sangat bahagia dengan kasih sayang Tuan Muda setiap hari,
Apa lagi setiap malam pasti dia merasa sangat nyaman dan tidur nyenyak setiap kali merasakan belaiannya kan, andai saja aku..
Ih apa yang aku pikirkan si...,aku tidak sedang merasa iri kan,aku pasti sudah gila jika aku merasa Iri...
"Oh tidak.. tidak..!"Ayana tanpa sadar bersuara dan menggelengkan kepalanya karena melamun.
Tentu saja keadaan kamar yang sunyi membuat suara pelannya terdengar keras.
Tuan Muda pun merasa kaget mendapati dirinya yang belum juga tidur,dia kira Ayana sudah tertidur sejak tadi..
"Kau belum tidur juga?,".
bagaimana aku bisa tidur jika kau terus memperlakukanku aneh secara tiba-tiba seperti ini...
Ayana menggelengkan kepalanya karena merasa tidak bisa tidur.
Tentunya Ayana merasa terus berdebar saat tidur bareng Rey untuk pertama kalinya,
Sikap Rey yang benar-benar lembut memperlakukannya malam ini membuatnya semakin tegang dan grogi.
"Tidurlah!, jangan memikirkan yang aneh-aneh!,apa perutmu masih sakit?"
Ayana menggelengkan kepalanya lagi..
"Iya sudah Tidurlah!, karena besok kita harus bangun pagi ke dokter untuk memeriksa keadaan mu, Tidurlah!"Mengusap punggung istrinya sesekali membekapnya dan mengajaknya tidur.
Ada apa dengannya, kenapa dia bersikap seperti ini kepadaku, bukankah seharusnya ia marah-marah karena aku keguguran
***
Sepertinya dua orang itu tertidur pulas semalaman, mungkin keduanya merasa nyaman karena saling berpelukan...
__ADS_1
Hingga pagi datang dan menjemput,
"Aaa...."
Ayana terbangun dari tidurnya Mendapati suaminya yang sudah bertelanjang dada mebuatnya berteriak karena kaget,..
Teriaknya yang memenuhi seisi kamar jelas langsung membangunkan suaminya yang tertidur pulas itu.
"Ada..apa?,hah..?,ada apa?"Tuan Muda yang menjadi kaget dan beranjak terbangun.
"Aa... anda...anda kenapa tidak memakai baju?"Ayana yang langsung menutupi dirinya dengan selimut sambil menyengkrut.
bagaimana bisa aku tertidur pulas sambil mencium aroma tubuhnya semalam..
"ays....kau benar-benar mengganggu tidurku!,kau pikir aku melakukan apa kepadamu hah!,aku merasa panas semalam makanya aku mencopot bajuku..!, bukanya bajumu masih lengkap?"
Ayana langsung melihat keadaan dirinya di balik selimut.
iya sih... masih lengkap..
"Hey!,sini..sini..!"Tuan Muda yang langsung mengangkat tangannya dan menyuruh Ayana mendekat.
Ayana dengan bodohnya mendekat!
"Hilangkan pikiranmu yang jorok itu,ini baru semalam saja kau sudah merindukan sentuhan dariku hah, seenak itukah sentuhan ku hah......?"Mencibir sambil mengetuk-ngetuk dahi Ayana perlahan dengan jari telunjuknya.
cih siapa juga yang merindukan sentuhan darimu... yang ada aku yang merasa jijik tahu gak...
Ayana yang mendengarnya merasa geli sendiri dan memerah pipinya.
"Dan sepertinya kau tertidur pulas semalam, sampai tidak berasa apa yang aku lakukan...!"Tuan Muda sambil menatap tajam istrinya kemudian meninggalkannya di atas ranjang sendirian.
berasa apa?, apa yang ia lakukan kepadaku..?
Cih...kenapa dia terlihat manis ketika sendang kebingungan...
Tuan Muda yang langsung tersenyum entah apa yang terjadi semalam, ia terlihat begitu ceria menuju ke kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya memakai celana pendek yang ia pakai itu...
haha... bagaimana aku bisa se-senang ini di pagi hari.... padahal jelas-jelas dia mengganggu tidurku tadi...
"Apa?,..apa yang ia lakukan kepadaku?,apa dia melakukan sesuatu?.."Ayana yang terdiam berusaha mengingat-ingat tentang semalam.
Semalam aku bermimpi aku berciuman bibir denganya, bahkan aku melayaninya dengan baik, dia melakukannya dengan sangat lembut Kepadaku,..
Bagaimana bisa di dalam mimpi tersebut aku merasa nyaman, he'h gila,kau pasti sudah gila Ayana, bagaimana bisa kau menikmatinya
Mungkin bagi Ayana ini adalah mimpi tapi apa yang terjadi semalam adalah kenyataan,
karena Ayana benar-benar melayaninya sambil memejamkan mata, Mungkin efek terlalu ngantuk dan lelah, hingga ia tidak menyadari dan menganggap ini semua adalah mimpi...
Semalaman Rey benar-benar tidak bisa tidur,ia terus kepikiran orang yang jelas-jelas sudah ada di pelukannya ini..
Wajah Ayana yang sudah tertidur cantik dengan pulas membuatnya puas memandangnya semalam...,
bukan hanya itu saja, ia terus memainkan bibirnya semalam, Melihat Ayana yang melayaninya sambil memejamkan matanya, benar-benar membuatnya bahagia dan tertawa, entah kenapa rasanya begitu bersemangat dan senang pagi ini..
Dari menyentuhnya perlahan dengan jari,hingga mencium dan ********** perlahan, seolah-olah ia merasakan kalau Ayana benar-benar melayaninya dengan baik semalam,
Entah bagaimana bisa Ayana masih tertidur pulas, sepertinya ia merasa sedang bermimpi atau merasakan sedikit kenyamanan dalam tidurnya..
hahaha...bagaimana bisa dia melakukannya dengan baik saat tidur..
Rey, yang masih tersenyum di kamar mandi.
*****
__ADS_1
Keduanya sudah selesai membersihkan badan dan rapi dengan pakaian indahnya masing-masing.
langsung bersiap-siap menuju ke meja makan untuk sarapan bersama seperti biasanya.
Ayana langsung menyimpang dari arah Tuan Muda untuk duduk bersebelahan dengan mamah mertuanya seperti biasa.
Mau kemana dia..apa dia akan menyuruhku untuk duduk dan makan sendirian hah..
"Kau lupa dengan tugasmu?"sambil tersenyum sinis
"layani aku sepenuhnya selama tidak ada Felly..!"Tuan Muda yang menarik tangannya dan berbisik di telinganya, agar segera duduk di sampingnya.
Aku harap Nona Felly segera pulang, agar manusia ini tidak sepenuhnya aku layani...
Sesaat setelah keduanya duduk di kursinya masing-masing,Ibu Tuan muda langsung beranjak berdiri meninggalkan meja makan untuk menerima panggilan masuk di ponselnya.
"Rey,Ayana, Makanlah dulu mamah tinggal dulu yah!"
Mah...mah mah.... jangan pergi, jangan pergi meninggalkanku sendiri bersama manusia serigala ini...
"Iya mah, baiklah..!"Jawab Ayana sementara Rey hanya terdiam memandang Ibunya sebentar.
Apa dia tidak punya mulut, sehingga perkataan ibunya tidak ia Jawab sama sekali..., bagaimana kehidupanya bisa seperti ini dalam satu rumah...sungguh mengerikan..
"Kenapa kau terdiam,apa perutmu masih sakit?"
Rey yang memperhatikan terdiam dan terus menyengkrut kan alisnya sejak tadi,Ia juga masih merasa khawatir dengan keadaannya.
eh... kenapa dia bertanya seperti ini..apa dia benar-benar memperhatikanku sekarang..
"Jangan GR dan berpikiran macam-macam!,aku hanya peduli dengan perutmu... bukan dirimu!dan satu lagi, semua kebaikanku baik semalam maupun yang akan datang itu tidak gratis..!, kau mengerti!"
*Apa-apaan maksudnya tidak gratis, berarti suatu saat aku harus membalasnya begitu,aku harus membalas dengan apa coba... lagian aku tidak meminta kebaikan darimu kan..
kau pikir aku senang menerima kebaikanmu semalam, he'h tidak!, tidak sama sekali*...
Sentuhan tangan tiba-tiba terasa di bibirnya, membuatnya tersadar dari lamunannya, ternyata benar Tuan Muda sedang mengetuk-ngetuk bibirnya dengan telunjuknya..
"Mau sampai kapan kau akan melamun hah?,Apa si yang sedang kau pikirkan?..., Cepat makan atau aku akan...!"
Mencium mu....
"iya..Iyah baik Tuan Muda"
Kenapa harus menyadarkan ku dengan bibir coba,dia pikir bibirku ini rebana apah..
Ayana yang langsung bergegas menyiapkan makanan untuknya dan Tuan Muda.
cih aku belum selesai berbicara berani sekali dia memotong ku, untung saja aku sedang senang hari ini jika tidak habis dia.....
kenapa bibirnya selalu terlihat mengkilat di pagi hari si..
Rey yang menelan ludah sendiri karena terlalu lama menatap bibir istrinya.
Memang semalam masih kurang ya Tuan Muda?..
*****
Pesan masuk,...
"Maaf Tuan Muda,Nadin tidak ada di rumahnya pagi ini...!"Pesan Danu singkat.
Sepagi ini dia pun sudah pergi hah,pergi kemana dia,..
"Aku tidak mau tahu!, setelah aku mengantar Ayana ke dokter,dan kembali ke kantor siang nanti....,kau harus sudah membawa wanita itu di hadapanku tanpa terkecuali!,jika tidak habis kau...!"
__ADS_1