Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Kenangan Buruk


__ADS_3

Baru kali ini Tuan Muda terlihat sangat pucat dan terbaring pingsan di atas ranjang kamarnya.


Ayana dengan penuh kelembutan mengompres kepala suaminya,


Keringat dingin bercampur panas mulai bercucuran di kening, pelipis dan lehernya.


Ayana terdiam menatap suaminya lama, entah apa yang sedang ia pikirkan,


"Danu!,sebenarnya Tuan Muda kenapa?..kenapa dia seperti ini?"


Ayana, yang penasaran sejak tadi sembari mendekati Danu yang sedang duduk di sofa.


"Sebenarnya Tuan Muda itu takut Hujan Nona!"


"Hah?"


Ayana merasa kaget sekaligus aneh mendengarnya.


"Maksudku.. begini Nona,Ada Kejadian buruk yang menimpa kehidupan Tuan Muda di masa lalu,Dan ini bukan hanya kejadian besar tapi kejadian terburuk yang pernah di rasakan dan di lihat oleh Tuan Muda...., dimana ia harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri melihat kecelakaan yang di alami oleh Tuan besar saat bersamanya".


"Maksudnya?"Ayana yang belum menangkap Perkataan Danu sepenuhnya.


Akhirnya Danu memutuskan untuk menjelaskan semuanya,


"15 tahun yang lalu.., Nyonya dan Tuan Ray pergi meninggalkan Tuan besar dan Tuan Rey, karena kesalahan pahaman yang membuat Anggota keluarga ini renggang di karenakan Kehadiran orang ketiga, Sehingga Nyonya dan Tuan besar sedang berada di ambang perceraian,"


"Waktu itu Nyonya menggandeng Ray


menaiki Taksi umum pergi meninggalkan keduanya, dan Tuan besar sendiri menggandeng Rey putra kesayangannya,Tapi karena Tuan besar masih sangat mencintai Nyonya sehingga ia berusaha menyusul kepergian Nyonya yang marah pergi meninggalkannya itu"


"Pada saat itu juga Tuan Rey merasa sangat haus karena terus berjalan mengikuti langkah Tuan Besar....,lalu Ia meminta untuk di belikan minuman oleh Tuan besar,namun... ketika Tuan Rey sedang menunggu di halte jalan menunggu Tuan besar membeli minuman untuknya, Hujan besar datang begitu saja dengan deras"


"Ketika Tuan besar sudah mendapatkan minum yang di inginkan putranya ini,ia terburu-buru untuk kembali dan menghampiri Tuan Mudanya yang sedang menunggu di halte...., namun pada saat itu juga kecelakaan terjadi!, Sebuah Mobil sedan yang melaju kencang tergelincir dan menabrak Tuan besar yang sedang memegang minum itu, bahkan Tuan Besar terlempar jauh dari jalan, membuatnya tewas dan tak terselamatkan"


Ayana begitu tercengang mendengarnya, mungkin ia juga merasakan apa yang di rasakan suaminya saat mendengar kabar kecelakaan yang terjadi pada keluarganya,namun kali ini berbeda sedangkan Tuan Rey harus menyaksikannya sendiri dengan mata kepalanya sendiri mungkin ini terasa lebih sakit dan menyeramkan.


"sejak saat itu juga, Tuan Muda benar-benar mengalami syok berat di tinggal oleh seorang Ayah yang sangat menyayanginya, di tambah lagi ibu dan kembarannya juga pergi meninggalkannya begitu saja waktu itu"

__ADS_1


"Untuk itu Non.... hujan adalah kenangan terburuk yang di alami oleh Tuan Muda, dimana ia menyaksikan dan melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang di alami oleh Tuan besar"


"Setiap Hujan pun Tuan Muda akan selalu mengingat hal itu dan membuat tubuhnya menjadi tak berdaya dan gemetaran sendiri, mungkin Tuan Muda mengalami Trauma berat saat menghadapi Hujan di mana ia selalu mengingat hal itu dan kejadian itu yang terus menghantui pikiran Tuan Muda dan selalu membuatnya panas dingin di saat menghadapi hujan".


"Dan satu lagi Nona,hal ini juga yang membuat hubungan antara Nyonya dan Tuan Rey renggang sesuai apa yang di ketahui Nona sendiri kan,".


Ayana baru paham dan mengerti tentang apa yang di jelaskan Danu panjang lebar sejak tadi,


"Iya..iyah... aku mengerti apa yang kau katakan Danu...ini memang terasa menyakitkan"


Ayana memegang dadanya sendiri kerena merasa sesak mendengar cerita ini,ia menjadi teringat akan kepergian semua anggota keluarganya yang telah pergi meninggalkannya itu.


Ternyata bukan hanya aku yang mengalami kejadian pahit seperti ini, tapi Tuan Muda juga Iyah...


" Untuk itu ....Tuan Muda hanya butuh penenangan Nona,dan jangan meninggalkannya sendirian ketika ia sedang seperti ini!"


"Saya permisi Nona!"


Danu yang sudah berdiri meminta pamit keluar dari kamar Tuan Mudanya.


Ayana terus terdiam,Ia mencoba mendekati Tuan mudanya yang masih memejamkan mata itu.


Dan kenapa kata-kata itu tidak bisa menghilang dari pikiranku...


Dia mencintaiku...dia menginginkanku.... he'h jika aku memercayainya pasti aku sudah gila...


Ayana mencoba membaringkan tubuhnya di sebelahnya,ia mencoba untuk tidur dan menemaninya.


Menatap wajah suaminya yang terdiam itu dengan lama,kali ini Ayana sedang berusaha memperhatikan wajah suaminya secara detail agar ia tidak salah lagi mengenalnya dengan kembarannya.


Namun matanya yang begitu ngantuk membuatnya tertidur di samping Tuan mudanya,


****


Tengah malam tiba, dimana Rey terbangun dari tidurnya, merasakan risih di bagian kepalanya dan segera mengalihkan kompressan itu.


Sepertinya tubuhnya sudah kembali Normal setelah sekian jam,

__ADS_1


Apalagi ia terbangun dengan posisi yang begitu mengejutkan,


wajahnya begitu dekat dengan wajah Ayana, bahkan hampir menempel satu sama lain.


Tuan Muda mulai mengatur nafasnya yang masih memburu itu,


mencoba memandang wajah Ayana yang begitu dekat dengannya, hatinya langsung bergetar dan jantungnya berdegup semakin kencang.


Namun ia merasa sangat tenang dan senang malam ini, Ia bisa tidur sedekat ini dengan istrinya.


"Ayana... sedang tidur pun kau terlihat sangatlah cantik!"


Rey memandang wajah istrinya lekat dan mencium kening istrinya sesekali, mengelus rambut panjangnya dan membelainya dengan penuh kasih sayang.


Setelah itu Ia langsung fokus ke layar ponselnya, untuk memberikan tugas kepada seseorang.


"Jemput Felly jam tujuh besok pagi!"


Pesan singkat yang ia berikan Tuan Rey kepada Danu.


Kepalanya yang sedikit terasa pusing membuatnya mencoba tidur kembali sambil memeluk Ayana di atas ranjang.


Seharusnya dari kemaren Felly sudah pulang kerumah lebih awal, namun karena alasan tertentu yang hanya di ketahui oleh Tuan Mudanya itu membuatnya Izin beberapa hari lagi belum bisa pulang,


Namun kita tidak tahu apa alasannya.


****


Pesta Sejuta Buku juga sudah di persiapkan baik-baik oleh Ray.


Ia pulang ke rumah secara tiba-tiba karena akan mengadakan acara ini untuk acara Nasional.


Acara besar-besaran dimana ia sudah sukses dan terkenal di mana-mana dan bahkan acara ini akan di siarkan langsung di Tv.


Ia adalah penulis di mana karya-karyanya sudah berada di tingkat teratas dan terkenal di mana-mana.


Semua orang sedang bertanya-tanya dan penasaran bagaimana sosok dan jati dirinya yang mengumpat di balik nama.

__ADS_1


Nama yang ia gunakan bahkan nama Asing bukan nama aslinya.


Namun para fans tidak bosan untuk menanti kedatangannya dan meminta tanda tangan sang penulis.


__ADS_2