Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ke kost-an


__ADS_3

"Hiks... hiks.. hiks.."


Tiba-tiba tangisan keras terdengar saat Nada dan Kinar memeluk erat Ayana,


Tentunya membuat keduanya segera melepaskan pelukannya dan merasa khawatir.


"Kamu kenapa Nangis Ayana?,apa kau terluka?, apa kau baik-baik saja?, dimana Tuan Muda kenapa tidak bersamamu?"Tanya Nada penuh dengan kepanikan.


"Iya Ayana apa kau pergi dari rumah?"Sahut Kinar.


Sesaat sebelum Ayana menjawab Dokter sudah muncul dari arah pintu, membuat Ayana tidak jadi buka suara.


"Dok!, sudah selesai?"Tanya Nada yang melihat kehadiran-nya.


Dokter menganggukan kepalanya sopan dan menghampiri mereka.


"Wah...Nona Ayana sudah sadar?, apa suaminya belum juga datang?" tanya dokter tiba-tiba.


"Suami?... iya suaminya belum datang Dok!"


Jawab Nada pintar.


"Baiklah untuk Nona Ayana, jangan terlalu memikirkan banyak hal atau sesuatu hal yang membuat anda semakin banyak pikiran dan stress!, karena ini akan mempengaruhi kondisi kandungan anda!"


"ka.. kandungan?,Ayana sedang hamil Dok?"Nada dan Kinar terbelalak mendengarnya.


"Iyah untuk itu tolong jaga Nona muda dengan baik, karena ia butuh istirahat untuk pemulihan tubuhnya,dan ingat satu lagi ya kakak kakak!, Nona Ayana sedang Hamil muda jadi tolong jaga kandungannya jangan sampai ia kecapean!"


"Baik Dok!, terimakasih atas pemberitahuannya dan sarannya!"


"baiklah kalau begitu saya tinggal dulu karena ada urusan mendadak, dan ini ada resep buat Nona muda agar semakin pulih dan sehat bersama kandungannya!"


"Baik Dok terimakasih!"


Dokter memberikan kertas itu kepada Nada dan segera pergi meninggalkan ruangan.


"Ayana kau sedang hamil?"


Ayana menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Nada dengan muka lesu yang sedang ia tunjukkan itu.


kenapa dia terlihat sedih sekali hari ini?...


apa dia sedang ada masalah dengan Tuan Muda..?


"katakan Ayana!,apa kau sedang ada masalah dengan Tuan Muda?,dimana Tuan muda?, kenapa dia tidak bersamamu di saat kau sedang hamil begini,dan kenapa kau malah berjalan sendirian gak jelas tadi?" Nada yang menjadi kesal.

__ADS_1


"Apa yang aku tabrak itu kamu?"Tanya balik Ayana.


"Iya Ayana, untung saja kamu bertemu dengan diriku! dimana Tuan Muda?"


"Aku sengaja pergi meninggalkannya!,aku tidak ingin ingin bertemu dengannya,dia itu jahat..dia sangat jahat.."Ayana yang mulai berlinang.


"Jahat?, jahat gimana maksudnya Ayana?"


"Apa dia berbuat kasar kepadamu?"


Nada dan Kinar menjadi semakin penasaran dan di penuhi dengan tanda tanya, melihat Ayana menangis membuat keduanya tidak tega.


"Intinya dia itu jahat,dengan teganya dia berbohong kepadaku...hiks...hiks..aku di permainkannya... kenapa dia itu jahat sekali.. hiks..hiks..."


"Di permainkan bagaimana maksudnya Ayana?,dan bagaimana kau bisa menikah dengannya secara tiba-tiba dan tanpa kabar dan sepengetahuan kita berdua?"


pertanyaan ini yang menjadi tanda tanya sejak dulu antara Nada dan Kinar.


"Iyah kenapa kau tidak bilang-bilang kepada kita berdua,aku kan jadi bingung apa yang terjadi denganmu waktu itu?"Kinar ikut menimpali pertanyaan Nada.


"Iya itu dia, dengan teganya Tuan muda membohongi agar aku menikah dengannya,aku memang melakukan kesalahan....bla...bla...bla..."


Panjang lebar Ayana menjelaskan kepada Nada dan Kinar dengan Isak tangisan,


Mendengar penjelasannya ini membuat Kedua temannya ini geram mendengarnya.


"Tapi menurutku ini sangat aneh, Tuan Muda bukan sembarang orang yang mau kenal ataupun berbaur dengan perempuan, kita tahu sendiri kan orangnya kaya apa,apa jangan-jangan dia memang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ayana sejak awal?, jadi dia melakukan ini ya kan?"


Benarkah?,Tapi benar juga si kata Kinar, bukankah Tuan Muda itu terkenal sensitif sekali dengan namanya perempuan.


Nada malah terdiam dan berfikir sejenak.


"Cih....tapi aku tetap tidak percaya,aku yakin alasannya hanya karena ingin mempunyai anak dari Ayana!"


"Tapi kau tahu sendiri bahwa Tuan Muda sudah mengatakan cintainya kepada Ayana belakangan ini, siapa tahu dia benar-benar mencintaimu Ayana!"Kinar yang mencoba positif thinking.


"Tapi bisa juga si kalau Tuan Muda memang jatuh cinta kepadamu beneran,ah.. yang jelas aku tidak suka!, mendengar rencananya sejak awal saja membuatku benar-benar marah!"Nada semakin kesal


"iya juga sih yah, lalu bagaimana Ayana kau mau kemana?,apa Tuan Muda tidak sedang mencari mu?, apalagi kau sedang hamil begini kan?"


"Dia tidak tahu kalau aku sedang hamil!"Jawab Ayana singkat sambil mengusap air matanya yang berderaian di pipinya.


"Apah?"Keduanya tentu kaget.


"Jadi artinya kau menyembunyikan kehamilan mu?"

__ADS_1


"Iyah!, Untuk itu bantu aku cari tempat tinggal aku mohon!" pinta Ayana memohon.


"Tempat tinggal seperti apa Ayana?, maksudmu seperti Apartemen begitu?"


"Kalian ini kenapa si?, aku bukan orang kaya,aku ini orang biasa!,carikan aku tempat tinggal biasa seperti kalian!"Ayana semakin serius.


"Iya.. yang aku tahu kamu kan biasa tinggal di tempat mewah sekarang ini!"Kinar.


"Sudahlah aku tidak ingin mendengarnya lagi!"


"Aku dan Kinar tinggal di kost-an Ayana,kita berdua bersebelahan,apa kamu mau tinggal bersama kita berdua?"


Nada yang ikut sedih atas apa yang di rasakan Ayana saat ini.


"Apa disana ada satu kamar kosong?, kalau begitu aku ingin tinggal bersama kalian,aku juga ingin menyewanya, tapi aku tidak ingin jauh-jauh dari kalian,aku ingin kamar kita berdekatan!"


"Maaf Ayana tidak ada kamar yang kosong semuanya penuh,tapi kamarku ada dua ranjang,jika kau mau tinggallah bersamaku sementara waktu, itu pun Sabtu dan Minggu kita berdua pergi Kuliah ke kampus!"


"Tapi aku takut merepotkan kalian!"


"Tidak Ayana jangan berpikiran seperti itu,aku seneng kok jika kita tinggal bersama!, lagian...kamu kan sedang hamil,aku harus menjagamu sampai hubunganmu benar-benar jelas bersama Tuan Muda!"


"Tapi aku juga yakin Ayana, Tuan Muda sangat menginginkan punya Anak,dia pasti juga sangat terpukul sekarang!,dia melakukan ini juga karena istrinya!,aku yakin jika Tuan Muda mengetahuimu hamil begini,dia pasti akan sangat mencintaimu dan menyayangimu sepenuhnya.!"


"Aku mohon Kinar jangan bicara lagi soal Tuan Muda,aku tidak ingin mendengarnya!"


Ayana yang menjadi teringat akan suaminya itu.


"Kinar... sudah!,jaga ucapanmu!, jangan membuat Ayana stress!,apa kau tidak dengar penjelasan Dokter tadi!"


Sahut Nada yang ikut merasa kesal mendengar kata Tuan Muda.


Kenapa Kinar tiba-tiba merasa berpihak kepada Tuan Muda, ini juga bukan sepenuhnya salahnya,namun karena keadaan yang membuatnya begini, terlebih seorang suami yang sudah di bohongi oleh istrinya dengan surat keterangan palsu itu.


Jika ia menginginkan seorang anak itu wajar baginya,tapi Kinar juga yakin Tuan Muda pasti benar-benar mengharapkan ini.


Aku yakin Tuan Muda benar-benar mencintai Ayana, walaupun caranya salah...tapi aku yakin anak yang ada di dalam perut Ayana adalah anak impiannya yang di impikan selama ini...


Tapi aku juga kesel si jika di gini in, aku kan perempuan,aku juga punya perasaan dan rasa sakit...


Tak lama kemudian Alan datang ke ruangan sambil membawa kantong makanan.


Mendapati Nona muda yang sudah sadar langsung berkenalan dan keduanya berbicara sedikit sebagai perkenalan.


Di lanjutkan dengan makan siang bersama di situ,tapi tidak dengan Ayana, keadaanya yang sedang hamil dan kesal membuat nafsu makannya menghilang.

__ADS_1


Setelah urusan Rumah sakit selesai baru mereka semua ke kost-an untuk mengantar Ayana istirahat.


__ADS_2