
Pemeriksaan kandungan Ayana berjalan dengan lancar kali ini,
Imun di tubuh Ayana dan kesehatannya sangat Normal, keadaan janin pun berkembang dan sehat.
Baik Tensi darah,detak jantung dan apapun itu semuanya sudah di periksa oleh Dokter dan hasilnya sangat memuaskan,
Dokter hanya memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk Ayana, sudah hanya itu saja tidak ada keluhan atau apapun yang dapat di khawatirkan lagi,
yang jelas Ayana hanya perlu menjaga kandungannya dengan baik dan menjaga kesehatan.
Tinggal menunggu hasil USG.
Waktu sudah menjelang malam,kini saatnya mereka bertiga makan malam di meja makan.
Reyhano masih terdiam duduk di kursi makanya, menatap makan malam yang penuh dengan masakan kesukaannya,
Tentunya siapa lagi yang memasak jika bukan tangan ibunya sendiri khusus untuk Rey.
Siapa si yang tidak tergoda dengan masakan kesukaannya,tentu saja lidah ini ingin menari-nari mengunyahnya.
Kenapa Mamah tidak pernah lelah untuk terus berusaha memasak makanan kesukaan ku...
bukankah aku selalu tidak pernah menyentuhnya, kenapa mamah tidak menyerah juga....
Rey terdiam dan berpikir sambil menatap makanan itu.
Ayana sedang menyaksikan pandangan ini, pandangan yang tidak berubah saat di meja makan sejak dulu sampai sekarang,
Ia selalu melihat Rey terdiam tanpa bersuara sepatah katapun ataupun menatap mamahnya walau hanya sebentar.
Bagiamana caranya untuk mempersatukan keluarga ini...
"Makanlah Rey!,Ayana!,mamah sengaja memasak semua ini untuk kalian berdua!"
"Wah benarkah mah?..heem... harum sekali masakan mamah,ini pasti sangat enak...., dari aroma saja Ayana sudah sangat suka..!"
Ayana,selalu saja menciptakan suasana keharuman di meja makan.
"Makanlah yang kenyang Ayana..., orang hamil harus makan yang banyak!"
"hehe... iya mah!"
"Sayang kamu mau makan yang mana?"
Tanya Ayana sambil memegang piring makan milik Reyhano.
"Aku yang akan mengambil sendiri!"
Mengambil piring dan sendok itu dari tangan Ayana.
"Oh... baiklah!"
Ayana membiarkan tingkah Rey kali ini,tapi ia tetap memperhatikannya.
__ADS_1
Ibu pun segera mengambil piring makanya begitu juga Ayana sudah mempersiapkan piringnya sendiri.
Tentunya ibu tidak berani memperhatikan putranya yang sedang mengambil Nasi,ia juga sangat tahu kalau putranya ini tidak akan menyentuh makanannya,
ya.. walaupun masakannya seenak apapun itu yang ia sajikan-nya, baik makanan kesukaannya maupun bukan, yang jelas Rey tidak pernah menyentuh-nya selama 15 tahun terakhir ini kecuali tidak sengaja ataupun tidak tahu.
Ia sudah mengambil nasi,kini tinggal lauknya.
Apakah Rey akan mengambil masakan ibunya atau masakan delivery dari restoran?
Iya tentu saja,Rey sudah mengambil lauknya dan tentunya masakan dari restoran yang ia ambil bukan masakan ibunya.
Namun Ayana sudah memegang tangan kirinya di bawah meja berbicara lewat matanya yang berkaca-kaca itu.
Setidaknya makanlah masakan mamah Rey,
hargai dia yang sudah repot-repot memasak untukmu...
Untukku kali ini saja...
Rey mengerti apa maksud Ayana yang terlihat memohon itu,
ia bahkan tidak berani menolak permintaan Ayana kali ini.
Dimana dia meminta untuk makan bersama dan jika mamah yang memasak ia juga memohon agar Reyhano memakannya.
"Rey...apa kau mencintaiku sepenuhnya?"
"Iya tentunya, apapun akan aku lakukan untuk membuktikannya kepada mu Ayana..."Jawab Rey serius.
"Kalau gitu aku meminta satu permintaan darimu!"
"Apah?, Katakan"
"Kehadiran mamah adalah hal yang paling besar di dalam hidupku,aku seperti memiliki ibu kembali Rey...,jadi aku mohon ciptakan makan malam nanti yang hangat untukku, ambil-lah salah satu makanan yang ia masak khusus untukmu nanti, walaupun hanya satu menu demi aku Rey,apa kau bisa melakukannya..aku mohon"
Ayana berbicara membelakangi Rey yang sedang memeluknya dari belakang di atas ranjang.
"baiklah,aku akan melakukannya tapi demi dirimu, bukan mamah..."
Rey langsung mengambil dua menu lauk makanan yang di masak ibunya itu, walaupun dengan muka datar tanpa senyuman setidaknya ia sudah menuruti apa kata Ayana.
Ibu Rey yang melihatnya langsung tersenyum, ya walaupun dengan senyuman air mata, namun ia tetap berusaha untuk menahan air matanya yang seakan-akan akan tumpah dari kelopak matanya.
Kau tahu Rey hal ini benar-benar membuat hati ibumu tersentuh.
Baru kali ini,Rey mau memakan masakan mamah, bahkan ia mengambil sendiri dari tangannya
Ya Tuhan Terimakasih!,aku yakin cepat atau lambat kehadiran Ayana akan merubah dirinya yang seperti dulu lagi..
"Wah Ayana benar-benar tidak sabar mencicipinya...!"
Memecahkan keheningan dan mengalihkan perhatian ibu mertuanya yang terlihat berkaca-kaca itu
__ADS_1
"Mau mamah ambilkan Ayana?"tanya ibu pelan, karena ia sedang menahan rasa harunya.
"Iya boleh mah, tapi dikit-dikit saja,Ayana selalu enek jika makan banyak-banyak!"
"Iya sudah baiklah!"
Mamah mengambil satu porsi makanan sedikit untuk Ayana.
Ayana merasa sangat senang, saking senangnya ia makan sambil memainkan tangan suaminya dan mengelus-elus di bawah meja makan,
Apa yang dia lakukan?,
kenapa dia menggemaskan sekali si...
lihat...dia ini pandai merayu yah, sehingga aku tidak berkuasa menolak permintaannya.
Rey terseyum sambil memakan makanan yang di buat oleh ibunya itu, kehadiran Ayana seperti air yang sedang berusaha meredupkan hati Reyhano yang sedang terkobar oleh api kemarahan masa lalu.
Tempat makan sudah berlalu,kini kembali ke kamar dan istirahat.
Ayana sedang berganti pakaian di ruangan ganti,lalu ia keluar dari ruangan ganti setelah ia selesai mengganti pakaiannya.
Reyhano terlihat terdiam anteng di atas ranjang, membuat Ayana penasaran dan menghampirinya.
Kenapa dia anteng sekali.
Mendekat ke arah ranjang dan melihatnya yang terlihat tertidur pulas.
"Iya ampun...,dia pasti sangat ngantuk karena beberapa hari ini kurang tidur!"
Ikut membaringkan tubuhnya tepat di samping dan berhadapan dengannya.
"Aku akui kau begitu tampan, sangat tampan..., bahkan sedang tidur pun kau terlihat sangat tampan...!"
Mengelus rambut suaminya yang terlihat mengkilap itu dan sesekali memainkan hidungnya yang mancung.
"Terimakasih sayang, aku pasti sudah sangat jahat memaksa mu untuk memakan makanan masakan mamah tadi, maafkan aku...,aku hanya ingin kau menghargai usahanya,ia yang sudah capek-capek membuatkan makanan hanya untukmu, itu tidak mudah...,aku benar-benar tidak tega Rey melihat mamah sedih begitu,aku harap kau mengerti...!"
Masih mengelus-elus rambutnya dan berbicara sendiri memandang wajahnya,gaya tidur Reyhano sangatlah imut baginya, semakin di pandang suaminya memanglah semakin tampan membuatnya ingin berlama-lama memandangnya.
Ia ingin sekali berbicara dan berusaha untuk menjelaskan tentang semuanya, namun Ayana tidak berani berbicara langsung kepada suaminya itu, terlebih hal ini adalah masalah besar keluarganya.
"Bagiamana aku menjelaskan semuanya kepadamu Rey.., tantang ke-salahpaham ini..., seharusnya kau mendengar penjelasan mamah walaupun hanya sebentar saja, tapi kau menolak berbicara dengannya, berbicara sepatah kata pun kau tidak mau..., Seandainya kau tahu tentang rasa sakit ibumu waktu itu Rey, dimana ia mengetahui adanya orang ketiga,...!"
"mamah juga sangat menyesal karena telah meninggalkan papah, setelah ia mengetahui yang sebenarnya, karena papah mu di jebak waktu itu!,ia terbawa emosi dan pergi meninggalkan mu dan papah begitu saja..."
Apa, maksud perkataannya?,..
Rey segera membuka matanya setengah mendengar perkataan Ayana tadi.
"Rey!, kau belum tidur?"
Ayana kaget setengah mati setelah menggerutu di hadapannya tadi,ia kira suaminya sudah tidur.
__ADS_1