Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Jalan-jalan 3.


__ADS_3

"Kenapa anda membawaku ke tempat seperti ini?"


Ayana yang begitu senang namun penasaran bagaimana bisa Tuan Muda mengajaknya ke tempat seperti ini.


"Kenapa..?,kau tidak suka hah..?"Tuan Muda yang menjadi bingung dengan sikapnya.


"Tidak...aku hanya penasaran,Anda itu orang kaya raya, tapi kenapa membawaku ke tempat seperti ini, bukankah ini tempat rakyat biasa!"


"Apa maksud perkataanmu?, dan apa arti rakyat biasa?, kau pikir aku tidak boleh kemari begitu?"


"E... boleh cuma... aku...aku hanya merasa.."


"Diam tak usah banyak bicara!" Rey menarik tengan Ayana dan langsung masuk ke tempat taman bermain Itu.


Aku buru lihat,ada seseorang CEO yang mau main di tempat Pasar Malem untuk orang kecil seperti ini...


Begitu banyak wahana permainan disana, banyak masyarakat yang berbondong-bondong datang ke tempat ini, begitu pula anak kecil yang sangat banyak berteriak-teriak kesana kemari merasa gembira dengan tempat ini.


Ayana tidak bisa membohongi rasa senang dan gembiranya saat ini, melihat keadaan taman bermain yang begitu menarik mebuatnya terseyum lebar tak berhenti memandangi sekitaran tempat itu.


Rey yang memperhatikannya,ikut tersenyum, karena ia dapat melihat senyuman kebahagiaan istrinya yang pertama kalinya.


"Kau senang?"Tanya Rey penasaran sambil membenarkan Jaz-nya.


Mendengar perkataan suaminya membuat senyumannya hilang Kembali, karena ia juga baru sadar bahwa ia datang kemari bersama suaminya yang menyebalkan itu.


"E.. biasa aja"


"Benarkah..?"


menyebalkan sekali jawabannya


"Tapi...aku bisa membaca dari mata mu, sepertinya kau terlihat sangat senang".


Aku akan lakukan apapun demi mendapatkan hatimu Ayana


Rey langsung membawa Ayana ke salah satu tempat bermain yang tersedia di tempat tersebut.


kenapa dia itu gak gengsi datang ke tempat seperti ini ya.... aneh...


Bukankah orang kaya itu mainya di tempat besar seperti mall, Tempat wisata ternama gitu, Caffe-Caffe, atau paling wahana bermain yang besar yang ada di TV-TV gitu...tapi kenapa dia mau main ke tempat seperti ini yah...


Tempat seperti mall itu sudah membuat Tuan Muda bosan Ayana, tempat seperti ini ibarat pergi ke warung baginya, boleh lah sekali-kali seorang CEO datang dan bermain di tempat seperti rakyat biasa.


Dimana tempat yang di gelar di tengah lapang yang ada di tengah-tengah kota, bahkan pagelaran permainannya memenuhi ke-luasan alun-alun itu dan banyak pula pedagang-pedagang kali Lima yang berjualan di sana.


Dengan Gerobak-gerobak para pedagang tentunya menjadi hiasan yang membentuk kesempurnaan tempat bermain ini.


Lagian biarkan Tuan Muda mencoba untuk mencicipi kehidupan rakyat biasa, supaya dia merasakan bahwa kehidupan rakyat biasa juga menarik untuk di nikmati.

__ADS_1


Sebenarnya aku tidak pernah datang ke tempat-tempat seperti ini sebelumnya, apalagi tempat-tempat yang di gelar di lapangan terbuka seperti ini...


aku harus bisa menyesuaikan diri di sini,aku harus terlihat biasa saja...


Mengeluarkan selembar uang yang ada di sakunya, mencoba mencari wahana permainan yang menurutnya seru dan menyenangkan.


"Mintalah apa yang kau inginkan, akan aku ambilkan hadiah dari permainan-permainan seperti yang ada di sini"


Benarkah..?, memang dia bisa cara memainkannya di tempat permainan seperti ini...


"Benarkah?,anda mau bermain di tempat permainan seperti ini untukku suamiku?"


Ayana yang sudah mencibirkan bibirnya Karena tidak yakin dengan apa yang di katakan suaminya.


Tapi Rey yang mendengar perkataan Suamiku tentunya membuatnya bersemangat.


"Iya tentu saja,aku akan bermain di sini dan memberikan banyak hadiah untukmu!"


Rey dengan PD-nya meyakinkan Ayana untuk membuktikan ia bisa bermain di tempat seperti ini.


"Baiklah!, aku ingin anda mengambilkan aku boneka kelinci itu,apa anda bisa mengambilnya!"


Ayana yang mencoba melihat tingkah suaminya nanti,dia begitu penasaran apa dia benar-benar bisa bermain atau tidak.


Sebuah kotak besar yang berisi begitu banyak boneka yang di lapisi oleh kaca besar, permainan ini tentunya harus menggunakan koin dan mengambilnya dengan Capitan robot yang tersedia di situ,


Agar bisa mengambil boneka itu, pemain harus berusaha mencapitkan sebutan boneka dengan Capitan yang di kontrol oleh alat pengontrol itu.


Dengan keahlian yang di arahkan dan di lakukan oleh sang pemain, itu bisa mendapatkan beberapa boneka yang seharusnya ia miliki, Namun kita tidak tahu seberapa ahlinya Tuan Muda dalam mempermainkan permainan ini.


"Boneka kelinci itu?,kau mau berapa akan aku ambilkan!"


mengarahkan selembar uang itu kepada orang yang punya permainan ini.


Apa dia benar-benar bisa bermain...


"kau kemarilah!,berapa kali aku dapat bermain di sini?"


"Anda dapat bermain 10 pak!"kata orang yang punya permainan tersebut sambil memberikan 10 koin yang setara dengan jumlah uang yang Rey berikan.


Baiklah aku yakin aku bisa mendapatkan banyak boneka untukmu Ayana...


Pertama kali Tuan muda mengarahkan alat pengontrol itu dan mencoba untuk mengambil salah satu boneka kelinci itu, namun ia gagal karena ia tidak bisa mengambilnya.


Aku kira dia sangat pintar tadi


Ayana menggarukan kepalanya melihat Tuan mudanya yang tidak ahli dalam bermain.


Sial, memalukan sekali permainan kecil seperti ini....seharusnya aku bisa mengambilkan boneka kelinci itu untuk Ayana kan..

__ADS_1


"Aku pasti bisa mengambilnya untukmu!, percobaan pertama ini memang gagal karena ini adalah pemanasan" mencoba menutupi dirinya yang sedikit malu karena tidak bisa bermain.


Percobaan kedua tetap gagal, namun Tuan Muda masih berbicara bahwa ini adalah awal dari sebuah pemanasan.


Percobaan ke-tiga, ke-empat, ke-lima tetap sama ,membuat Rey kehilangan alasan dan kesabaran untuk melakukan permainan ini.


"Hey kau.. permainan apa ini?,apa kau masih menggunakan alat rusak untuk di gunakan untuk bermain, seharusnya aku bisa memainkan permainan alay ini bukan" Tuan Muda yang sudah sangat kesal dan tidak bisa menutupi kesabarannya lagi.


Tentunya hal ini membuat Ayana ingin sekali tertawa melihat tingkah suaminya yang sok bisa itu.


"kenapa pak?" Tanya pemilik permainan itu.


"Tidak pergilah!, aku akan mencoba lagi aku pasti bisa mendapatkan boneka itu"


Tuan Muda yang terlihat lebih serius dan fokus kali ini.


percobaan ke-enam, ke-tujuh, ke-delapan masih tetap sama, Tuan Muda belum bisa mengambil satupun dari boneka tersebut


"Ini tidak bisa di biarkan,anda pasti masih menggunakan alat rusak untukku, buktinya aku belum dapat-dapat juga bonekanya... iya kan?" Rey berbicara dengan nada tingginya menghadap ke arah yang punya permainan itu.


"Maksudnya pak, perasaan alat ini tidak rusak memang modelnya yang seperti itu pak, jika tidak seperti itu maka namanya bukan permainan...." orang itu yang mulai bingung dengan kemarahan Tuan Muda.


Sedangkan Tuan Muda hanya memiliki dua kesempatan lagi untuk mendapatkan boneka itu.


Kali ini Ayana benar-benar terseyum lebar melihat tingkah suaminya yang marah-marah merasa kesal saat ini.


"Tidak pak.. tidak.. suamiku hanya bercanda...."Ayana yang mencoba menutupi tawanya


"Coba... kita lakukan bersama suamiku!, kita pasti bisa mengambilnya!"


Ayana yang mencoba mendekat ke arah Tuan Muda dan mencoba bermain di sana.


Kedua tangan itu saling berpegangan ke alat pengontrol Capitan robot itu.


Ayana mencoba mengarahkan tangan Tuan Muda dengan sangat hati-hati dan penuh perasaan, namun masih tetap gagal.


Namun Ayana tetap tenang dan mencoba melakukannya kembali,tapi pandangan Tuan Muda justru menghadap ke arah Ayana yang melakukannya dengan penuh kesabaran ini.


Ia kembali berusaha untuk mengikuti arahan istrinya yang sedang bermain ini, dengan penuh kesabaran dan perjuangan akhirnya Ayana dan Tuan Muda mendapatkan boneka kelinci itu di tahap terakhir.


"Yes... akhirnya kita dapat juga.."Sorak Ayana yang begitu gembira.


Namun terdapat raut wajah Rey yang tidak sesuai kali ini,ia justru terlihat masam dan kusam.


Ini bukan aku yang mendapatkannya.. tapi dia sendiri... seharusnya aku yang memberikan hadiah Boneka kelinci itu untuknya kan..


dasar memalukan...aku kira gampang bermain di tempat seperti ini...


Merasa kesal sambil memandangi istrinya yang terlihat tersenyum senang.

__ADS_1


__ADS_2