
Semua orang terdiam duduk di meja makan, hanya tersisa Ayana yang belum juga datang,
lama sekali dia, kemana dia sebenarnya?,
Ayana yang masih berada di dalam kamarnya, melihati sebuah kalung emas, yang di belikan suaminya itu..
Dia menyuruhku memakai kalung ini hah, cantik sekali kalung ini, andai saja Arga yang membelikannya untukku, pasti aku akan memakainya dengan ikhlas,
baiklah akan aku pakai!, dari pada aku kena masalah nanti,ini itu semua terpaksa..., demi hutang yang harus aku lunasi kepadanya..
Rey yang sejak tadi menunggu ke hadiran Ayana di meja makan, sambil memainkan sendok yang sedang ia pegang...
Seketika Ayana muncul dengan memakai dress baru yang di belikan tuan mudanya kemaren.
Dress yang terlihat sangat indah berwarna biru tua, melekat di tubuh Ayana hingga membuatnya terlihat mempesona, badannya yang ideal pun terlihat semakin menawan,
Tuan muda yang melihatnya tidak berkedip, dengan rambut panjang Ayana yang biasanya ia kriting-kan,kini berubah menjadi lurus dan terurai...
kerena waktu yang sudah sangat siang membuatnya terburu-buru dan tidak sempat mengkriting-kan rambutnya.
cih sial, cantik juga dia,..
Tuan muda yang tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya.
Ayana langsung duduk di samping ibu mertuanya seperti biasanya.
Felly yang merasa dirinya paling cantik, tidak merespon penampilan Ayana sama sekali,ia terlihat biasa saja, karena penampilannya sendiri justru lebih elegan di banding Ayana...
"Selamat pagi Mah" Ayana yang tersenyum sambil menundukkan kepalanya.
"Pagi Ayana..".
Felly yang melihat kedekatan antar keduanya tidak memperdulikannya sama sekali...,
Semua orang langsung memulai makan, Felly segera menyiapkan makanan untuk suaminya,
"Tunggu Mah,biar aku saja yang mengambilnya!" Ayana yang ikut melayani ibu mertuanya
"Baiklah, terimakasih Ayana" Ibu langsung tersenyum dengan kebaikan Ayana yang di berikan untuknya itu.
Ayana hanya mengambil sepotong roti tawar dan selai yang di taruh di piringnya.
Dari berbagai menu makanan,ia tidak berselera untuk menyantapnya,apa lagi kehadiran dua orang di depannya saja,sudah membuat nafsu makannya semakin menghilang.
Akhir-akhir ini ia selalu merasa tidak berselera makan, bahkan jika ia sarapan pagi ia selalu merasa enek di perutnya.
"Ayana kenapa kamu cuma ambil roti doang?"
"Gak papa Mah, Ayana sudah kenyang..".
Ayana tersenyum manis memandang wajah mertuanya.
Kenapa dia selalu berulah?,mau sampai kapan dia akan bersikap seperti ini?, selalu bilang kenyang padahal belum makan....
Kenapa selera makan ku selalu hilang setiap pagi,apa karena kehadiran dua orang ini...
Ayana terus mengunyah perlahan makanya.
__ADS_1
Ternyata Tuan Muda diam-diam terus memperhatikan Ayana yang sedang memakan Roti,Tanpa sengaja keempat mata itu bertemu, dengan cepat Reyhano langsung mengalihkan pandangannya, menghindari tatapanya.
Apa yang sedang di pikirkan tuan muda?, kenapa dia menatapku seperti itu..
Ayana yang sedikit merasa Aneh melihat tatapan suaminya itu.
"Rey makanlah sop-nya!Mamah sudah memasaknya untukmu!..."
"hm.."Jawaban Rey dengan raut wajah biasanya.
"Tidak Mah, suamiku sudah cukup makan seporsi segini,jadi tidak perlu di tambahkan lagi!"
Walaupun Felly menolak tawaran ibunya, Reyhano sama sekali terdiam, bahkan ia tidak memperdulikan dengan perasaan ibunya sekarang.
"Mah biar Ayana saja yang memakannya, kebetulan Ayana suka sekali dengan sop"
Ayana yang merasa tidak tega dengan seorang ibu yang di sikapi oleh manusia gila seperti mereka berdua ini,ia merasa sangat kesal melihat sikap keduanya, sehingga memberanikan dirinya untuk melawan keduanya, ya walaupun secara lembut dan halus namun ia tetap berusaha untuk melawannya.
"benarkah, kalau begitu makanlah yang banyak Ayana, Mamah tinggal dulu yah" ibu sambil membelai lembut kepala Ayana dan langsung pergi meninggalkan meja makan.
Aku bersyukur ,semenjak kehadiran Ayana menantuku, aku tidak terlalu merasakan kehidupan yang sangat sesak ini..
"iya Mah..."
kasihan sekali ibu, kenapa mereka berdua bersikap seperti ini kepadanya?,dan manusia yang satu ini, benar-benar tidak punya hati, bagaimana ia bisa bersikap tidak menghargainya sama sekali..
Ayana langsung saja mengambil sop dan menaruhnya di mangkok,lalu ia langsung memakannya tanpa memperdulikan kedua orang yang sedang memperhatikannya itu.
Cih drama...
"Sayang aku ke kamar mandi dulu yah"
waw masakan ibu enak sekali, ternyata aku tidak rugi bersikap seperti ini...
Ayana terus saja menikmati makanannya, bahkan ia tidak melirik tuan mudanya yang masih menatapnya itu,
kenapa cara memakannya seperti itu,apa rasanya sangat enak, sebenarnya aku sangat rindu dengan masakan mamah..,
Tapi tidak Rey...,kau harus tetap bersikap seperti ini,Mamah harus merasakan apa yang aku rasakan sekarang..
Reyhano yang nampak kesal sendiri langsung pergi meninggalkan Ayana yang masih duduk di ruang makan menikmati sayur sop
Manusia Aneh, dunia ini terasa aneh,ada saja manusia menyebalkan sepertinya di dunia ini, bagaimana aku bisa bertahan hidup di lubang buaya seperti ini, selama dua tahun coba..
sedangkan sifatnya Kepada ibunya saja terlihat mengerikan...
Ayana yang nampak kesal menatap punggung suaminya yang pergi meninggalkannya itu, menggerutu sendiri mengeluarkan rasa kesalnya.
sebenarnya jika aku sendirian di ruang makan seperti ini,terasa lebih segar..., tidak ada yang membebani perasaanku sekarang...
dari pada aku harus duduk bersama mereka berdua maka duniaku benar- benar terasa sesak...
melanjutkan suapannya lagi ke mulutnya,..
Tapi bagaimana dengan keadaan mamah sekarang?,mamah pasti merasa sangat sedih sekarang,aku harus menemuinya sekarang...
Mamah yang terdiam,duduk di bangku sofa yang ada di depan teras rumahnya, Mamah yang sedang menghilangkan rasa keluh kesahnya sambil melihat jalanan sekitar,
__ADS_1
Terlihat wajahnya yang kusut memandanginya jalanan, terdiam entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Mamah bolehkah aku menemani mamah?"
Ayana yang mendekat ke arah mertuanya
"Ayana justru Mamah sangat senang duduklah!"
Ayana langsung duduk, menemani ibu mertuanya yang sedang kesepian, terlihat ibu mertuanya yang langsung tersenyum senang menatap Ayana.
"Ada apa Mah?,apa ada yang salah dengan penampilanku?, penampilanku ini terlalu berlebihan ya mah?"
Ayana yang merasa tidak pernah percaya diri dengan penampilannya, karena tipe Ayana sendiri adalah orang yang sederhana tidak suka terlalu mencolok ataupun mewah dalam hal penampilan.
Mertuanya semakin tersenyum menatapnya, memegang tangan Ayana dan mulai berbicara menguarkan isi hatinya.
"Ayana kau tahu?, semenjak kehadiranmu kemari, mamah merasa sangat lega dalam bernafas,jujur saja... mamah sudah merasa lelah dan letih dengan semua ini, sudah bertahun-tahun mamah menantikan putra Mamah yang dulu, dimana dia selalu ceria dan memeluk mamah dengan senang hati.."
"huh..."Mamah menghela nafas.
"jadi Ayana teruslah di sisi Mamah!, jangan pergi kemana-mana!,temani mamah di sini!, dan aku akan menganggapmu sebagai Putri Mamah satu-satunya,dan Mamah harap kau yang akan mengubah sifat Rey yang dingin itu menjadi seperti dulu lagi..."
Mertuanya yang mulai menundukkan kepalanya dan berderai air mata, bahkan ia tidak mampu melanjutkan kata-katanya lagi.
Ayana yang bingung mendengar perkataannya, karena dia sendiri tidak tahu apa topik permasalahan, yang membuat hubungan keduanya renggang,ia harus berbicara apa,dan harus bagaimana menghadapi sikap mertuanya yang tiba-tiba menangis di hadapannya itu.
"Mah..mamah, mamah jangan menangis!,aku mohon!" Ayana yang benar-benar bingung dan juga tidak tega, jika ia harus melihat seorang ibu yang menangis, apalagi menangis di hadapannya sekarang.
"Mah...sebenarnya Ayana bingung, dan Ayana juga tidak tahu,apa yang menyebabkan hubungan Mamah dan Tuan Muda itu renggang,jika Ayana boleh mengetahuinya?,maka ceritakan saja kepada Ayana mah!, jika Ayana bisa membantu, maka Ayana akan berusaha untuk membantu Mamah!, tapi jika Mamah memang bersedia untuk menceritakannya?"
Ayana yang menatap wajah Mamah mertuanya dengan penuh rasa sedih terbawa suasana.
"Ayana Sebenarnya ini semua berawal dari...."
"Maaf Nyonya,Nona Ayana!, Anda di cariin Tuan Muda, katanya anda di suruh berangkat ke kantor sekarang juga" Pelayan yang tiba-tiba datang dan langsung berbicara.
"Tapi Bi, aku sedang.."
"Sekarang Nona, tidak ada kata tapi bagi Tuan Muda!"
perintah Pelayan dengan tegas sesuai perintah Tuan mudanya,
"Baiklah" Ayana langsung berdiri dari duduknya
"Mah, maafkan Ayana,Ayana harus pergi sekarang, karena Tuan Muda menyuruhku untuk...."
"Tidak papa Ayana pergilah!, hati-hati di jalan!, jaga dirimu baik-baik" Mamah mertuanya yang langsung saja memotong pembicaraannya, karena ia sudah tahu akan posisi Ayana sekarang sambil membelai kepalanya kembali.
Sial, padahal sebentar lagi aku akan mengetahui rahasia lelaki gila itu,aku semakin penasaran, kenapa suasananya jadi tidak pas begini si..
****
Ayana langsung Masuk ke dalam mobil mewahnya milik suaminya itu,...
Ia duduk di depan seperti biasanya di samping Danu, sopir sekaligus orang kepercayaan Tuan Muda,
tapi posisi duduk beginilah yang membuatnya merasa nyaman dan betah di dalam mobil, karena ia bebas tidak berdekatan dengan manusia gila yang ia maksud suaminya itu.
__ADS_1
Aku benar-benar penasaran, sebenarnya apa yang terjadi antara keduanya..
Ayana yang tetap memikirkan hal itu di sepanjang jalan menuju ke kantor suaminya.