Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Nada-pun Setuju


__ADS_3

Alasan belum jelas!,Nada masih menatap Kinar penuh dengan tanda tanya karena kehadiran Kinar ke kantor yang menyeretnya pulang sebelum waktu kerja itu habis.


Mereka berdua masih berjalan kaki menuju ke halte busway.


"Aku kira kau kenapa-napa tadi!,kau tidak membalas pesanku dan lama sekali kamu balik ke kantor?"


Nada penasaran bercampur gregetan,ia bahkan masih belum tahu Kinar mengajaknya pulang ini untuk apa.


"Iyah aku kan habis ke kost-an nganterin kue buat Ayana dulu, lalu habis itu baru ke kantor lagi...!, hehehe.."


Kinar sambil tersenyum gak jelas.


"Kamu kenapa si kayaknya seneng banget,lalu kenapa nih kau menyuruhku pulang sekarang?".


"Hehe..,Kita di pecat!"


"Apah?,kit...kita di pecat?,dan kau malah tertawa senang?, Tuan Muda benar-benar gila apa dia tidak punya ha..."


Nada merasa kesal tanpa menunggu penjelasan dari Kinar terlebih dahulu.


"Diam dulu!, dengerin aku dulu!,mulai hari ini kita di pecat dari kantor ini dan bekerja di rumah bersama Nona, Tugas kita hanya menjaga Nona dengan baik dan merawatnya!"


"Enak sekali Tuan Muda main suruh-suruh gitu!,lalu dia dimana coba sekarang hah?,mana tanggung jawabnya!,main suruh-suruh kita begini!, dimana dia kenapa tidak mencari Ayana?....."


Nada yang sudah amat kesal, Kepada Tuan Reyhano,ia belum bisa memaafkan lelaki gila yang telah merebut kehidupan Ayana itu.


"Tunggu dulu Nada!, dengarkan penjelasan ku dulu!, Tuan Muda itu tidak seburuk apa yang kita bayangkan,kau tahu Tuan Muda benar-benar sakit keras karena di tinggal Nona Ayana, ia tidak mau makan ataupun minum obat sebelum ia bertemu dengan Nona Ayana,ia juga sempat kritis kemaren, hanya karena di tinggal Ayana pergi!"


"Hah... benarkah?,jadi Tuan Muda benar-benar sakit?,kau tidak berbohong kan?".


Keduanya masih terus berjalan, sambil mengobrol, sampai akhirnya keduanya duduk di halte busway untuk istirahat terlebih dahulu.


"Iyah mana ada aku berbohong kepada sahabatku sendiri!,aku juga tidak percaya awalnya!...,tapi aku melihat sendiri ia sedang di rawat!, tubuhnya pun di penuhi dengan alat medis dan cairan infus"


"Ia terlihat begitu pucat dan lemas!, saat ia ingin pergi berjalan menemui Ayana pun ia sudah jatuh terlebih dahulu!, pokoknya Tuan Muda benar-benar terlihat sangat buruk kondisinya!"


"Ini semua pelajaran bagi orang sepertinya, lagian siapa suruh dia jahat si sama Ayana!"


"Tapi aku kasian lihat Tuan Muda begitu!, lagian Tuan Muda itu sangat mencintai Nona Ayana tahu!"

__ADS_1


"Cih,aku tidak percaya?,dari mana kau tahu, kalau dia benar-benar mencintai Nona Ayana?"


"Kau tidak mendengarkan ucapan Ayana kemaren hah?"


"Iya sih dengar!,tapi kan lihat apa yang dilakukan Tuan Muda kepadanya, Ayana saja tidak percaya kalau suaminya itu mencintainya,ya siapa coba yang akan percaya setelah di bohongi setelah sekian lama, hidup Nona Ayana kan jadi hancur!"


Kadang kala mulut Nada dan Kinar sudah terbiasa jika memanggil temannya ini Nona, rasanya begitu mudah ketika di ucapkan, mungkin ini semua juga karena kebiasaan.


"Iya sih aku tahu Nad,tapi aku benar-benar kasian sama Tuan Muda!, lagian kamu jangan gitu dong!,ini kan juga bukan sepenuhnya kesalahan Tuan Muda!, Tuan Muda kan juga korban kebohongan dari istri pertama yang tidak punya hati itu!"


"Jika Tuan Muda tidak di bohongi, ia juga tidak akan melakukan hal ini kan?,,Coba deh kamu pikirin, lagian siapa si yang tidak ingin mempunyai anak di dalam rumah tangga?,iya kan?, semuanya kepengin Nad,cuma wanita iblis itu aja yang tidak ingin mempunyai anak dan Tega membohongi Tuan Muda!"


Kinar yang menjadi sangat benci untuk menyebut nama Felly di mulutnya,


Sedangkan Nada masih terdiam memikirkan ucapan Kinar, Karena semuanya yang di ucapkan-nya juga ada benarnya.


"Dan kamu tahu Nad?,baru kali ini aku melihat Tuan muda meneteskan air mata!"


"Hah...?, Tuan Muda meneteskan air mata?,apa kau tidak waras?, seorang Tuan Muda menangis?, orang yang terlihat galak dan angkuh itu saat berjalan menangis hanya karena perempuan?"


Nada begitu kaget mendengarnya namun ia juga sedikit tidak percaya mendengarnya.


"Benarkah?,kau yakin kan Tuan Muda sangat mencintai Nona Ayana?"


"Yakin Nad!, Yakin!, mempunyai anak adalah impiannya sejak lama,kita juga harus pindah ke Apartemen besok!, Tuan Muda menyuruh kita tinggal di apartemennya, karena ia tidak rela jika Nona Ayana harus tinggal di kost-an sempit punya kita, kita harus tinggal di sana dan menjaga Nona Ayana disana sekaligus bekerja!"


"Apartemen?, kita tinggal di Apartemen?, Tuan Muda menyuruh kita untuk pindah ke Apartemen besok?"


lagi-lagi Nada sendiri tidak percaya.


"Iyah Nad, pekerjaan kita sekarang bukan di kantor Tuan Muda sebagai cleaning servis, tapi berubah menjadi perawat dan penjaga Nona Ayana, Tuan Muda juga menjanjikan akan menggaji kita 5 kali lipat dari biasanya!"


"Li...lima kali lipat?"Nada tambah terbelalak mendengar semua ini.


"Iya... sebenarnya gaji itu tidak penting, yang penting kita itu kecukupan setiap harinya!,dan merawat Nona muda pun aku juga merasa senang dengan sepenuh hati!"


"Sama Kinar, aku juga begitu..., jadi baiklah jika ini keputusan yang tepat,tapi bagaimana kita beralasan Kepada Nona Ayana nanti?"


lagi-lagi pertanyaan ini yang muncul di benak Nada.

__ADS_1


"Iya Tenang saja!,aku sudah merencanakan alasan yang tepat untuk itu,kita akan bicarakan nanti,tuh liat ada busway datang!"


Saking seriusnya keduanya mengobrol, sampai lupa akan mereka berdua yang menunggu busway.


Sesampainya di kost-an, keduanya langsung masuk ke dalam kamar Nada, Keduanya ingin sekalian melihat Nona Ayana, sedang apa Ia di dalam kamarnya?.


Tampak Ayana yang sedang tertidur di atas ranjang, kontak roti pun hanya di makan separuh olehnya,


Mungkin Nona Ayana sangat bosan dan kesepian,hingga membuatnya Tertidur,


Tampak butiran keringat yang bermunculan di kening dan pelipisnya.


"Tuh kan kasian Nona Ayana,ia pasti merasa sangat kesepian dan kepanasan di sini!, Lihat dia sampai keringetan begitu!"


Bisik Kinar pelan ke telinga Nada.


"Baiklah sebaiknya Aku ke kamarmu terlebih dahulu, Kasian jika kita berdua terus di sini!, akan terasa pengap dan semakin panas ini ruangan, biarkan saja Nona untuk istirahat dulu!, sebaiknya kita kembali ke kamarmu".


Nada dan Kinar pun menutup pintunya kembali lalu pergi ke kamar sebelah untuk beristirahat di kamar Kinar.


"Aku mandi terlebih dahulu yah!,aku merasa sangat risih dan gerah!"


Kinar, sudah mempersiapkan peralatan mandinya dan segera masuk ke kamar mandi.


"Baiklah, setelah itu giliran ku!,dan setelah kita berdua mandi, sebaiknya kita membereskan barang-barang mu dulu!, agar Besok tidak terlalu sibuk membereskan barang-barang!".


"baiklah siap bos!"


Kinar langsung menutup pintu kamar mandi dan membersihkan dirinya, entah kenapa hari ini Kinar begitu terlihat ceria.


Wah aku tidak menyangka...


seorang Kinar mendapatkan nomor Pa Danu yang super cool dan ganteng itu...


Iya aku tahu si,ini hanya bertujuan untuk mengabari bagaimana Keseharian Nona Ayana nanti kepada Danu,


tapi entah kenapa aku merasa sangat senang..!


Kinar terseyum sendiri di dalam kamar mandi sambil mencuci mukanya di depan cermin.

__ADS_1


__ADS_2