Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Permintaan Maaf Suami


__ADS_3

"Sudah... sudah.. cukup!, kenapa kalian malah memojokanku seperti ini, berikan waktu aku untuk menenangkan diri,aku mohon... hiks..hiks..."


tangisnya Ayana bahkan sudah berubah menjadi isak-kan.


"Ayana...!"Panggilan tak asing lagi yang ia dengar dari arah pintu masuk Apartemennya.


Ayana berhenti seketika dari tangisnya, mendengar suara itu membuatnya terdiam dan tidak berani menoleh.


kenapa dia datang, kenapa dia malah datang kemari...


Ayana tidak menoleh mendengar panggilan dari suara itu, panggilan yang ia kenal dari mulut suaminya itu tidak di perduli-kan olehnya,


bahkan ia mencoba pergi meninggalkan ruangan itu untuk menghindarinya.


"Ayana?.. maafkan aku!"Tangannya yang sudah mencegatnya lebih dulu.


"Lepaskan aku!"Perintah Ayana ketus.


"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau memaafkan ku!"


"Iya sudah aku memaafkanmu, lepaskan!"Ayana yang mencoba melepaskan tangannya bahkan posisinya masih membelakangi Rey tidak berani menatapnya.


"Tidak, aku tahu kau belum memaafkan ku!,aku juga tidak akan melepaskan mu sebelum kau mau ikut pulang ke rumah!"


Semua orang langsung menyadari dan pergi dari dalam ruangan Apartemen mengikuti langkah Danu.


Dan lihat....setelah bersekongkol dengannya, kalian malah pergi meninggalkan ku begitu...tega sekali si...


Ayana,sudah mengalihkan pandangannya Menatap Rey dengan penuh kemarahan, tangan kanannya pun sudah mengangkat untuk menampar suaminya itu,


Reyhano yang melihatnya hanya terdiam ia sudah sangat siap menerima tamparannya, bahkan tangan Reyhano tidak mau melepaskan tangan kiri Ayana dari genggamannya.


"Ayo temparlah Ayana...!, temparlah sesuka hatimu!, jika hal ini yang membuat kemarahan mu mereda kepadaku...!"


Reyhano sudah sangat siap menanti tamparan dari istrinya itu.


Karena melihat wajah suaminya membuat Ayana berhenti dari langkahnya untuk menampar suaminya itu, entah kenapa melihat wajahnya perasaannya menjadi Aneh tak terkira.


Tangannya kembali turun dengan sendirinya dan membuatnya mengalihkan pandangannya kembali menghindari tatapanya.


"Tamparlah aku Ayana... Ayo tampar!,kau berhak melakukannya sepuas mu untuk menghukum ku...,!"


"Cukup!... pergi dari hadapan ku sekarang! pergi...aku mohon pergi!"


Ayana yang mencoba melepaskan tangan kirinya dari genggamannya sambil bersuara kesal, bahkan area mata dan pipinya terlihat masih basah karena menangis.


"Sudah aku bilang Aku tidak akan melepaskan mu!, atupun pergi dari dirimu Ayana, aku tidak bisa!, jangan menyuruhku untuk pergi!"


Jawab Rey dengan penuh keseriusan dan menatap Ayana lekat.


"Sudah cukup Tuan Muda!, kebohongan mu selama ini benar-benar keterlaluan, Pergi!..aku tidak ingin melihatmu!"


Lebih keterlaluan mana Tuan Muda dengan Felly Ayana?...

__ADS_1


Mengingat perkataan Kinar membuat


hatinya tiba-tiba berbicara sendiri membela lelaki yang ada di depannya ini.


Tidak!, bagaimana aku bisa berpikiran seperti itu,dia itu jahat...dia jahat..dia itu jahat.


"Aku tahu aku sangat keterlaluan!...,aku mohon maafkan aku Ayana!, maafkan aku!,..tapi jangan hukum aku begini!,..."


"Lepaskan!"suara Ayana yang berat dan membelakanginya kembali, tampak matanya yang berkaca-kaca karena ingin sekali menangis.


"Tidak akan Ayana!... Tidak akan!"Mata Tuan Muda pun ikut berbinar menatap istrinya dari belakang, ingin sekali Rey memeluk istrinya ini.


"Sudah Cukup!,aku tidak ingin di permainkan mu lagi!"


Satu persatu butiran air matanya sudah menetes begitu saja.


"Ayana...."


Panggilan pelan Rey yang langsung memeluk Ayana dari belakang,


Ayana mencoba menolak namun ia tidak memiliki Tenaga untuk melepaskan pelukannya yang erat itu,


Entah kenapa rasanya sangat nyaman saat di peluk Rey seperti ini, membuatnya semakin mengis dan terisak.


"Sudah cukup..!, lepaskan aku!, lepaskan aku Tuan Muda..., jangan terus mempermainkan perasaanku begini!...apa kau tidak punya hati hah..apa kau tidak punya hati hiks.. hiks... Lepaskan...hiks.. hiks..!"


"Maafkan Ayana!,aku mohon maafkan aku... jangan tinggalkan aku begini!,aku benar-benar tidak bisa...!


Apa yang ia lakukan..


Melihat tingkah Tuan Muda yang begitu, membuat Ayana tidak bisa melakukan apa-apa,jika melihat ia harus bersikap seperti ini di hadapannya membuatnya merasa tidak nyaman sama sekali.


"Maafkan aku Istriku...aku mohon maafkan aku,aku hanya terlalu memikirkan ambisi ku,aku sudah merebut hidupmu...,aku bahkan sudah merebut kebahagiaan mu...aku benar-benar lelaki yang paling brengsek yang kau temui selama ini..., Maafkan aku Ayana... maafkan aku Ayana..aku benar-benar keterlaluan kepada mu..."


"Sudah cukup!,Apa yang kau lakukan?"


aku benar-benar tidak bisa melihatnya seperti ini, Kenapa dia sampai bersikap seperti ini si...


"Tuan Muda apa yang kau lakukan?, berdirilah! jangan seperti ini..., aku mohon berdirilah!"


Ayana yang merasa sangat tidak memiliki moral jika suaminya sampai bertekuk lutut seperti ini kepada istrinya sendiri!, entah kenapa ia juga tidak rela melihat sikap Rey yang berlebihan seperti ini kepadanya.


Apa lagi harus bertekuk lutut dan memohon ini sangatlah anti bagi Ayana.


"Aku tidak akan berdiri sebelum kau memaafkan aku...!,aku tidak bisa jauh darimu Ayana!, aku tidak bisa, aku tidur pun tidak bisa jika aku terus jauh darimu.. maafkan aku..., maafkan aku Ayana... maafkan aku!"


"Tuan Muda apa yang kau lakukan!,tak seharusnya kau bersikap seperti ini di hadapanku!... kenapa kau malah bersikap seperti ini?"


Ayana yang ikut menunduk menyadarkan suaminya yang terus bertekuk lutut itu,


sebenarnya ia sendiri merasa sangat kesal, namun harus bagaimana lagi mau tidak mau ia harus menyuruhnya berdiri.


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


Wajah Tuan Muda masih menunduk, Ayana mencoba menegakkan kepalanya untuk menyuruhnya berdiri.


Tapi pemandangan asing yang ia tangkap saat ini terlihat lain,Tuan Muda begitu sangat pucat,ia meneteskan butiran air matanya saat memandang matanya dan pingsan di bekapan Ayana.


"Tuan Muda... Tuan Muda...Kau kenapa... Tuan Muda?!"


Tampak jelas Ayana yang begitu khawatir melihatnya pingsan.


"Danu..!, Danu...!"Teriakan Ayana yang memanggil Danu agar segera datang.


"Tuan Muda bangun...anda kenapa?, Tuan Muda?..".


Sudah jelas kekhawatiran di wajah Ayana sudah tertera ia sangat gelisah dan tentunya ia juga sangat mencintai suaminya itu.


Danu yang berada di depan pintu Apartemen tentunya mendengar teriakkan Nona mudanya yang terdengar panik.


Nona?,


apa yang terjadi dengannya?, kenapa dia berteriak seperti itu....?


Tanpa pikir panjang Danu langsung berlari masuk ke dalam ruangan, sedangkan Nada dan Kinar yang melihat Danu masuk terburu-buru ke ruangan langsung mengikutinya dari belakang.


"Ya ampun Tuan Muda!,apa yang terjadi Nona?... bagaimana Tuan Muda bisa pingsan?"


"A...aku tidak tahu Danu,aku benar-benar tidak tahu, Tuan Muda pingsan begitu saja!"


Danu yang ikut panik dan memindahkan Tuan Muda ke atas ranjang Apartemen,lalu ia menelfon seseorang dengan cepat tanpa bertala tele.


"Cepat datang kemari!, Tuan Muda pingsan, ia sangat pucat!,aku mohon tinggalkan perkerjaan mu itu terlebih dahulu!, Tuan Muda lebih penting sekarang!"


Danu segera menelfon Kevin yang sedang berada di rumah sakit itu, untung Kevin sendiri tidak sedang menangani pasien jadi ia bisa leluasa untuk menemui Tuan Muda.


Apa yang terjadi dengannya?..


dia baik-baik saja kan?, kenapa dia seperti ini?


Ayana berwajah pias menatap suaminya yang terbaring di atas ranjang,ia merasa begitu khawatir saat ini.


"Ada apa Ayana?, kenapa Tuan Muda pingsang?"


"Tuan Muda terlihat pucat sekali?"


Nada,Kinar sudah berdiri di samping Ayana dan bertanya.


"A...aku tidak tahu,aku hanya sedang berbicara dengannya dan Tuan Muda langsung pingsan,


tadi,aku juga tahu Nada Kinar,dia baik-baik saja kan?"


Ayana yang tidak menyadari pertanyaan terakhirnya itu.


Nona terlihat sangat khawatir,aku tahu Nona kau sangat mencintai Tuan Muda juga kan...


Pikiran Kinar dan Nada tentunya sama,ia sedang tersenyum menatap kepanikan Nona Ayana terhadap Rey,namun hatinya juga ikut sedih melihat Tuan muda yang pingsan dan terbaring di ranjang.

__ADS_1


__ADS_2