
Danu sudah berada di lingkungan Apartemen Tuan Muda, ia membawa kotak obat yang berisi resep dari Kevin sesuai di kertas yang ia amati itu.
Nada sudah terbaring pulas di kamarnya, karena urusan kuliahnya sudah selesai lebih dulu.
Sementara Kinar masih menyelesaikan tugasnya di ruang utama, namun entah kenapa ia sampai tertidur di atas meja dengan keadaan leptop yang masih menyala itu.
Danu sudah berdiri tepat di depan pintu Apartemen,ia langsung masuk saja ke Apartemen, karena kebetulan ia sedang memegang kunci serep Apartemen saat ini.
Walaupun kedaanya sudah semakin malam, tapi lampu masih terpancar terang menyinari seisi ruangan Apartemen.
Tampak ruangan itu begitu sepi, Danu langsung berjalan menuju ke arah sofa dan menaruh Jaz-nya, tentunya ia mendapati Kinar yang sedang tertidur pulas dan menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Dia tidur disini?, bagaimana bisa dia itu tidur sangat pulas seperti ini?"
bertanya sendiri lalu mengeceknya dengan melambaikan tangannya di depan mukanya berkali-kali.
Tidak ada respon dari Kinar,
Sepertinya dia itu ketiduran,lucu juga dia kalau ia sedang tidur....
Danu, sedikit memperhatikannya lalu segera pergi meninggalkan Kinar dan membiarkannya tertidur di ruangan,ia langsung masuk ke dalam kamar Tuan Muda untuk segera memberikan obat kepada Nona Ayana.
Waktu sangat pas sekali, Tuan Muda sudah menghabiskan makanannya, Danu datang dan masuk ke dalam kamar.
"Malam Tuan Muda,Nona!"
Ayana menganggukkan kepalanya seperti biasanya lalu mengambil obatnya dari tangan Danu.
"Tinggal saja Danu!,ini sudah malam, sebaiknya kau Istirahat!"
"Baiklah Nona.... permisi!"Menundukkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Ayana langsung membaca instruksi yang ada di dalam bungkusan obat itu,..
Sementara Tuan Muda tidak berkedip memperhatikan kebaikan istrinya ini.
Selain baik dia itu sangat manis,..
"Minumlah obat ini lebih dulu"
Ayana yang sudah membukakkan obat itu memberikannya kepada Rey,dan segera mengambil air putih untuk membantunya meminum obat.
Urusan obat sudah selesai,
"Istirahatlah!,aku mau keluar sebentar!"
"iya baiklah!"
Ayana mengambil mangkuk bekas bubur itu dan membawa keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Melihat Kinar yang tertidur di ruang utama membuatnya mendekat.
"Iya ampun Kinar, kasian sekali kamu, pasti dia sangat lelah hari ini!"
Ayana sudah berusaha membangunkannya tapi tidak ada respon darinya,lalu ia pergi menuju dapur dan membiarkan Kinar tertidur dengan tenang di ruangan.
Mengambil beberapa potong roti yang ada di meja dapur dan menikmatinya bersama susu kehamilan yang sudah ia sedu.
Makan nasi di malam hari terasa kurang berselera baginya, jadi Ayana memilih makan roti.
Tampak Danu yang keluar dari kamar sebelah sambil memegang handuk kecil yang ada di tangannya, Ayana yang melihatnya langsung berbicara.
"Kau sudah makan malam Danu?'
"Eh...Nona, maaf saya tidak melihat Anda!"
Jawab Danu sedikit kaget karena tidak melihat kehadiran Nona Ayana yang sedang duduk di meja makan.
"Sudah Nona,saya sudah makan malam"
Danu menuju ke arah lemari pendingin untuk mengambil minuman kelapa.
"Baiklah,saya akan kembali ke kamar, Tolong matikan lampu dapur Danu...!,jika kau sudah selesai dengan urusan mu...!"
"Iyah baiklah Nona...."
"Nona istirahat saja!, Urusan Kinar biar saya yang mengurusnya nanti!"
"Iya sudah baiklah!"Ayana lalu masuk ke dalam kamarnya.
Baru di tinggal sebentar, hanya di tinggal minum susu dan makan roti saja Tuan Muda sudah tertidur pulas di atas ranjang,
Ayana menghampirinya perlahan dan membenarkan posisi tidurnya yang tak beraturan itu,lalu menyelimutinya dengan selimut yang ada di atas ranjang.
Sepertinya ia memang kurang tidur, mungkin juga efek rasa kantuk dari obat itu, makanannya ia terlihat sangat pulas kali ini...
Ayana juga merasa sangat ngantuk kali ini, ia segera membaringkan tubuhnya di samping Rey, menarik selimutnya sambil menatap suaminya yang terpejam tidur itu.
*Pada awalnya d**ia memang seperti serigala, namun setelah aku mengenalnya lebih lama...dia sangat jauh dari kata serigala...,
hanya aku saja yang kurang menyadari...semua sikap buruknya bukanlah atas kemauannya sendiri namun atas ulah dan kemauan orang lain....,
ia hanyalah peran yang memainkan semua drama ini,
namun pada kenyataannya hatinya Rey tidak seburuk itu, sebenarnya dia sangat baik...aku bisa melihatnya dari sisi yang lain*..
Cepatlah sembuh...
mencoba memejamkan matanya di samping suaminya itu, dan tak lama setelah itu ia tertidur pulas.
__ADS_1
Setelah meminum minuman air kelapa Danu merasa sangat lega,rasa haus sudah hilang begitu saja,
Mematikan lampu Dapur dan berjalan kembali dengan handuk kecil yang masih melingkar di pundaknya itu.
Aku sudah mencoba berbuat berisik tadi,tapi dia tidak bangun-bangun juga ya ampun.... apa ia se-ngantuk itu hah?...
Masa ia si...aku harus menggendongnya ke dalam kamar?..
cih... apa kata dunia cicak nanti,
Danu pergi meninggalkannya ke dalam kamar, Namun ia merasa tidak tega melihat perempuan yang tertidur sendirian di ruang utama,pada akhirnya ia memutuskan untuk mengambil selimut dan ikut tidur di luar.
Menyelimuti Kinar dengan selimutnya dan langsung membaringkan tubuhnya di sofa,ia benar-benar menemani Kinar tidur di ruang utama kali ini.
Hari sudah hampir menjelang pagi,Rey terbangun dari tidurnya,ia merasa sangat pegal di bagian lehernya, hingga membuatnya mencoba merubah posisi tidurnya dan kebetulan ia langsung mendapati wajah Ayana yang indah itu.
Ayana... dia tidur bersamaku....aku kira dia akan tidur di kamar lain....
Aku merasa begitu senang Ayana,kau tidur bersamaku makan ini...
Rey menatap istrinya sambil tersenyum tanpa berkedip.
Ayana juga memiliki perasaan kali Rey,masa suaminya lagi sakit di tinggal begitu saja, sedangkan kau makan sendiri saja masih gemetaran.
Masih memandang istrinya yang tertidur di sampingnya itu, parasnya yang cantik dan manis benar-benar membuatnya rindu setiap hari,tapi untuk kali ini, hari yang penuh bermakna bagi Reyhano.
setelah berhari-hari jauh dari istrinya, akhirnya malam ini terkabulkan do'anya,
Ia dapat bertemu kembali dengan Ayana yang sangat membuatnya senang sekali.
Bahkan lebih senangnya lagi,karena Rey tidur lagi bersama istri kesayangannya ini.
"Kau sangat cantik sayang!,aku benar-benar mencintaimu, jangan pergi dari diriku!, tetaplah bersamaku,aku mencintaimu...aku sangat mencintaimu Ayana...."
Mengelus rambut istrinya dengan penuh kelembutan,lalu mencium keningnya sesekali dengan kecupan hangatnya suasana malam ini.
Mengelus pipi Ayana yang tampak putih dan halus, memandangnya lekat berulang-ulang, lalu mencium keningnya lagi.
"Sehat selalu sayang!,aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukku...., dan aku juga berjanji akan merebut hatimu sepenuhnya untukku!, aku tidak akan melepaskanmu sampai nafas terakhirku Ayana..!,aku janji,aku mencintaimu... selamat tidur sayang!... selamat malam!."
Mengelus perutnya halus dan mencoba tidur kembali memejamkan matanya menghadap ke istrinya.
Ayana terbangun mendengar seluruh ucapnya,ia juga merasakan akan sentuhan Rey yang begitu halus ke perutnya dan kepalanya tadi.
Tidur malam ini terasa begitu hangat baginya.
Aku menjadi semakin yakin, kalau Rey benar-benar mencintaiku dan menyayangiku dengan tulus
Ayana merasa semakin Luluh hatinya setelah mendengarkan perkataan Rey malam ini
__ADS_1