
"Cklekk..."
Suara pintu kamar mandi terbuka,
"Hah... Rey!'
Ayana sudah selesai mandi dan kaget mendapati wajah suaminya yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.
Syukurlah dia tidur, bukankah sudah aku bilang suruh tunggu di luar tadi...,
"apa dia tidur?, Tapi ini baru jam berapa?.."
Ayana langsung menghadap ke arah jam yang ada di didinding.
"Jam Tujuh saja masih kurang,apa dia benar-benar tidur?.."
Bertanya-tanya sendiri,ia merasa penasaran menghampiri Reyhano.
Langkahnya mengendap-endap tidak ingin menimbulkan suara dan membuatnya bangun.
Karena kebetulan penampilannya hanya memakai handuk yang melingkar di tubuhnya.
Aku harap dia beneran tidur, jangan sampai ia terbangun Ayana....
Ia menunduk, memandang suaminya yang terpejam di atas ranjang,ia mencoba melambai-lambai kan tanganya ke wajah suaminya untuk memastikan tidurnya itu.
Tidak ada respon dari suaminya,
Apa beginikah orang tampan?... tidur saja terlihat sangat tampan...
dengan gaya tidur apapun,tidak akan mengurangi ketampanannya...
Menatap wajah suaminya lama.
"Terimakasih sayang... kau telah membuatku merasa senang kali ini!..."
Suara lembutnya keluar dari mulut Ayana, membuat Rey begitu menggetarkan hati suaminya.
Sayang...dia berbicara selembut ini kepadaku..
Sambil tersenyum di dalam hatinya mendengar ucapan Ayana.
"Terimakasih doang, Ciumnya mana sayang, lembut sekali kau berterimakasih....kau ?"
jawab Rey sambil tersenyum membuka matanya dan kaget melihat penampilan Ayana yang tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Iya hanya memakai handuk yang melingkar di tubuhnya, badannya yang mulus putih terpancar kemana-mana.
"Ihh... dasar menyebalkan!"
Ayana merasa malu sendiri dengan perkataanya tadi, seolah-olah ia merasa menyesal karena telah mengatakannya di depan suaminya.
"Kau...,bagaimana penampilan mu seperti ini di hadapanku sayang,apa kau sedang menggodaku...?"
Melihat Ayana yang hanya memakai handuk menutupi area tubuhnya yang tertentu saja, membuat Rey mencibirkan bibirnya.
oh iya,gila yah .. aku kan hanya memakai handuk doang..
"Apaan, aku kira kau tidak ada di kamar tadi,aku juga hanya akan mengambil baju..!,aku tidak bermaksud menggoda mu, lagian memang aku tahu kau ada di sini..!"dengan muka sinisnya.
__ADS_1
hemm..kau begitu harum Ayana..
ih...kau benar-benar menggodaku sekarang..
melihat pemandangan seperti ini membuat Rey menelan ludahnya sendiri,
terlebih melihat badan Ayana yang begitu mulus dan mengkilap, membuatnya semakin menelan ludahnya dan membasahi tenggorokannya yang kering.
Terpaan angin AC dengan sayup-sayup kecilnya menyorot ke arah Ayana dan menimbulkan bau wangi tubuh Ayana tersebar kemana-mana,
pastinya wangi tubuhnya terhirup dan rasakan oleh hidup Tuan Muda, jaraknya sangat dekat pastinya tercium.
"Benarkah?,Coba kamu berterimakasih dengan lembut kaya tadi?,aku tidak dengar!..."Pinta Rey berdiri dari tidurnya menatap Ayana lekat.
"Ih... Apaan si!"Merasa malu,ia akan pergi meninggalkan suaminya.
Tangan Rey secepat kilat sudah menyambar tangan Ayana,ia menghentikan langkah istrinya yang akan pergi meninggalkannya.
"Apaan sih Rey...a..aku..aku mau ambil baju!"
merasa merinding sendiri.
"Katakan dulu!, ulangi ucapan terimakasih mu itu, tadi aku tidak dengar!"
"Modus!, lepaskan...!"
Rey semakin menarik tangan Ayana hingga sampailah ia duduk di pangkuannya.
Ayana memegang handuknya kuat-kuat mencoba menjaga diri.
"Kenapa kau tidak pake baju di kamar mandi saja,kau sengaja yah?"Rey sudah memeluk pinggangnya
"Ih... tidak Rey, lihat di kamar mandi tidak ada gantungan baju,jadi aku sengaja memakai baju di luar!"
"Rey.. lepaskan!,aku.. aku mau pakai baju!"
"Tak usah memakai baju, tidak memakai baju pun kau terlihat sangat cantik!"menyenderkan kepalanya di bahu Ayana sambil mengelus perutnya pelan, membuat Ayana menyengkrut merasa geli.
Ih...bukan aku yang cantik
tapi kau yang senang melihatku begini kan..
"Rey... jaga ucapanmu!"Ayana yang sudah merasa kesal.
"Aku sudah menjaga ucapanku,aku berkata jujur, memang aku salah?"
"Ih... bukan begitu aku mau pakai baju, lepaskan aku...!"
"Aku tidak ingin melepaskan mu.. muach...!"Mencium pipinya sesekali, membuat Ayana terbelalak.
"Kau sangat harum Ayana!"Bisik Rey yang menempelkan bibirnya di telinga Ayana.
"Rey...!"Ayana mencoba terus untuk meloloskan diri dari cengkeramannya, namun kekuatan lelaki memang tidak ada tandingannya dengan perempuan.
Rey tidak berkutik sama sekali, kepalanya terus menyandar di bahu Ayana,ia terlihat sangat nyaman kali ini.
Mengelus perut istrinya yang terlapisi oleh kain handuknya itu.
"Sehat-sehat sayang, papa sangat mengharapkan kehadiran mu..,bujuk mamah yah,dia terus ngambek terus kepada papah...,aku tidak tahu bagaimana lagi harus menghiburnya...!"
__ADS_1
Berbicara lembut di telinga Ayana,namun tertuju kepada baby yang ada di perutnya, tentu saja membuat perasaan Ayana goyah, karena Rey terus mengelus-elus perutnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Dia terlihat sekali, sangat sayang kepada kandunganku...
Aku pasti akan menjaga kandungan ini dengan baik Rey, hanya untuk mu...
"Muach...."
kecupan Ayana mendarat di pipi Rey seketika membuatnya terbelalak karena kaget,dan tentunya ini adalah peluang besar bagi Ayana untuk kabur melihat suaminya yang terbelalak.
"Hey...kau sudah berani menciumku dan sekarang kau mau kabur begitu saja...tidak bisa!"
Rey dengan senyuman senang,berdiri menyergap tubuh Ayana kembali.
"Rey...aku..aku mau pake baju,ih...!"Ayana merasa gregetan, sekaligus berdebar kencang.
"Kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi?...."
Ayana terduduk di pangkuan Rey kembali, dengan posisi yang sama Rey melingkarkan tangannya ke pinggangnya.
Ayana sudah manyun dan merasa kesal terhadap suaminya ini.
"lihatlah ke arah kaca!"
Perintah Rey menyenderkan kepalanya di bahunya kembali dan menyuruh Ayana yang manyun itu menghadap ke arah kaca.
"Lihatlah dirimu!...kau terlihat sangat cantik bukan..."
Ayana menatap dirinya di dalam cermin, pelukan hangat suaminya terlihat di situ.
Keduanya bertatapan di dalam cermin, pangkuan Rey sangatlah nyaman bagi Ayana, walupun tangannya masih tetap terjaga melindungi handuknya yang melingkar itu,ia tetap fokus ke wajah suaminya.
Rey terseyum di dalam kaca,menatap balik tatapan istrinya,
aku benar-benar merasa sangat nyaman,kau bersikap seperti ini Rey...
sikapmu yang sekarang benar-benar membuatku jatuh cinta
"Muach..."Mencium leher Ayana dengan sangat lembut,
"Rey...!"Panggilan Ayana lembut
"Hem..."jawab Rey juga lembut dan tetap bersandar di bahu istrinya.
"Kau tidak mau membersihkan badan mu...?, bersihkan badanmu dulu!"
"Kenapa?,apa aku bau asam?"tanya Rey masih mengelus-elus perutnya yang sedang hamil itu.
"Tentu saja, Mandilah dulu!, habis itu kita makan malam, setelah itu baru beraktifitas malam...!"
beraktifitas malam?..
Reyhano membuka matanya bulat-bulat mendengar kata di ujung kalimat Ayana yang memberi sinyal untuknya.
"Maksudmu?..."
"Jika kau tidak maksud ya sudah jangan di bahas!,aku mau pakai baju!"
"Tidak sayang!,aku mengerti apa maksudmu,aku akan mandi sekarang...Muach..!"mencium istrinya kembali.
__ADS_1
Reyhano begitu merasa senang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Ayana hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang sedang Bucin ini.