
"Jorok apaan si?..,ini ranjang susun kan?, bawahnya bisa di pakai kan?,aku sedang berbicara itu kok..!"
Rey berusaha membenarkan diri.
"Oh...atau jangan-jangan... kau sedang berpikiran lain kan?,atau kau ingin ini..!"
"Re..Rey..!"Ayana beringsut, Rey sudah mengganti posisinya di atas,Ayana terbaring di bawahnya.
Ayana semakin tegang menatap suaminya, sedangkan Rey terseyum menatap wajah Ayana yang cantik dan menggemaskan itu.
Menyelipkan tiap-tiap rambut yang menghalangi pandangannya, mengelus pipi Ayana dengan lembut,menyentuh bibir Ayana yang tampak merona dengan jemari tangannya.
Mendekatkan bibirnya kembali ke bibir Ayana, Ayana dengan sepontan menghadap ke arah samping, membuat bibir Tuan Muda meleset mencium pipinya.
Senang sekali dia menghindari ku yah...
Rey mencoba mendekatkan bibirnya kembali, namun Ayana tetap berusaha beralih pandang dan kedua kalinya ciuman bibir itu meleset ke pipi,
Rey langsung beralih ke arah leher Ayana yang mulus itu, menelusuri dengan lembut menggunakan bibirnya.
Ayana merasa geli dengan semua ini, namun tubuhnya terkunci oleh bekapan Reyhano.
Beberapa kecupan lembut membekas di situ, Kecupan cinta dan kasih sayang Reyhano,mulai menyadarkan Ayana dari lamunannya.
"Kau... berjanjilah padaku, tidak pernah menyakitiku lagi kan Rey?"
Rey berhenti dari pergerakannya,
Memandang wajah istrinya yang tampak berkaca-kaca menatapnya.
"Tidak akan Ayana,aku tidak akan menyakitimu, aku berjanji..,aku akan mencintaimu untuk selamanya,dan aku akan berusaha untuk menjagamu sepenuhnya,aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi,aku mencintaimu sampai akhir hayat hidupku dan aku juga tidak akan berhenti untuk mencintaimu Ayana..., percayalah....aku sungguh mencintaimu Sayang....!"
berbicara serius dan mengelus dahi Ayana dengan sangat lembut.
"Aku mencintaimu juga Rey..."jawab Ayana tulus sambil menitikkan air mata.
Rey langsung saja memacu bibir Ayana yang berbicara manis itu,Ayana melayaninya dengan baik kali ini.
kedua bibir itu saling *******, saling membalas ciuman satu sama lain.
Mereka lama bermain-main di situ, ke-dua tangan itu saling bertemu dan bersatu menjadi satu, menggenggam ikatan cinta akan keduanya yang baru saja tumbuh ini. Genggaman tangan yang semakin erat, kecupan bibir yang semakin memanas penuh dengan gairah rasa cinta.
Menelusuri kembali leher Ayana yang begitu mulus dan halus,menciumi di setiap lekuknya, keharuman tubuh Ayana yang sangat wangi membuat Reyhano benar-benar tergoda dan tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
keduanya saling berpacu dalam ciuman hangat, Rey mengangkat tubuh Ayana dan menikmati ciuman mesra Keduanya, memeluk dan mengikat tubuh Ayana dan mengelusnya dengan jemari-jemari tanganya.
Tangannya mulai beralih melepaskan ikatan pinggang yang melekat di piyama tidur Ayana, kemudian menelusuri kembali di bagian bahu Ayana untuk mencoba melepaskan baju yang melekat di tubuhnya itu.
bibirnya terus berulah,mengecup setia bagian yang di inginkan-nya.
Menelusuri terus hingga sampailah ia mendapati sebuah tali yang masih menjadi penghalang kesenangannya itu, melepaskan dengan lembut menggunakan bibirnya,
Ayana hanya bisa terdiam merasakan kegelian yang di lakukan oleh suaminya ini,
Ia juga melayani suaminya dengan baik.
Tangan Rey mulai menelusuri punggungnya dengan lembut, mencari sebuah pengait yang masih menghalangi kegiatannya, melepaskannya dengan lembut dan pelan-pelan,lalu membuangnya begitu saja.
Sudah nampak pemandangan indah yang ada di depan matanya, Ayana masih melayani ciumannya,
Tangan itu beralih ke depan, merenggut bagian sensitif Ayana yang sudah menjadi memiliknya itu, memijatnya dengan halus dan perasaan.
Tak perlu lama lagi, hasrat dan keinginan sudah semakin melunjak, Ayana yang melayaninya dengan baik benar-benar membuatnya lupa akan daratan dan lautan.
Intinya malam ini adalah miliknya sekarang,rasa cinta dan gairah yang amat besar berpadu menjadi satu.
Rey langsung saja mencopot pakaian yang melekat di tubuhnya.
Keduanya saling terbakar oleh api gairah cinta yang panas,
memainkan setiap bagian sensitif yang ia temukan dengan lembut dan penuh perasaan, membuat Ayana beringsut merasa getaran cinta yang di berikan Reyhano kepadanya.
Tubuh Ayana semakin bergetar, Reyhano yang sudah beralih kemana-mana, dan melepaskan seluruh pakaian yang di kenakan Ayana, kemudian melepaskan seluruh pakaian sendiri juga.
"Rey..Tapi aku...!"
Melihat Rey yang sudah bersiap diri, sedangkan Ayana masih merasa takut dengan semua ini.
"Aku akan berhati-hati dan melakukannya dengan pelan-pelan Ayana, karena aku juga sedang menjaga si kecil...!"
Bicara Rey lembut menyakinkan istrinya dengan penuh kasih sayang.
Keduanya sudah bersiap dan.......,
"Ahh..."Rey menutup mulut Ayana dengan bibirnya kembali,
membuat Ayana terdiam dan hanya mengerutkan dahinya sambil memejamkan matanya merasakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
Setelah Ayana melepaskan bibirnya ia mulai menjaga mulutnya sendiri agar tidak bersuara.
"Aku mencintaimu sayang...aku sangat mencintaimu Ayana ... muach... muach... muach...!"
memberikan Kecupan-Kecupan kecil di area lehernya
mereka berdua tampak menjaga si kecil yang ada di perut Ayana.
Kedua tubuh itu sudah saling bersatu sama lain, menyalurkan getaran cinta yang penuh bergairah panas malam ini.
Mengusap pelipis Ayana yang tampak berkeringat dengan lembut, menciumi kembali bagian sensitif Ayana dengan lembut sambil memainkan lidahnya di sebuah satu titik ternama disitu.
Tangannya juga bermain-main di situ, memainkan semua yang ada dengan penuh kelembutan dan setiap rusuk yang ia temui dengan penuh cinta yang bergairah.
Entah berapa lama merasa saling mengeluarkan api gairah cintainya,dan berpacu satu sama lain.
Yang jelas malam ini adalah malam yang sangat indah layaknya seorang pengantin baru baru yang sedang melakukan malam pertama.
Keduanya lelah akan aktifitas mereka, mereka saling terbaring satu sama lain tak lupa dengan pandangan mata yang saling memandang menyalurkan kehangatan.
Rey mendekatkan tubuhnya kembali, memeluk tubuh Ayana yang tampak lemas terbaring
"Aku mencintaimu Ayana...,aku sangat mencintaimu... Muach..."mencium kening Ayana lalu mengusap keringat dingin yang muncul di pelipis istrinya itu.
"Terimakasih telah hadir di dalam hidupku..."
Ayana terpejam merasakan sentuhan Rey yang sedang mencium pipinya kali ini.
"Rey...aku mencintaimu juga...,aku mohon jangan pernah membuatku kecewa lagi...!"Ayana berbicara dengan nafas yang masih sedikit terengah-engah.
"Aku janji sayang!, Istirahatlah!...,kau pasti sangat lelah!"Memeluk erat tubuh istrinya dan membekapnya di dadanya.
Lalu mengelus dan membelai kepalanya agar Ayana tertidur dengan nyaman
Sikap Rey benar-benar sangat lembut,Rasa sayang Rey begitu besar terhadap Ayana,ia tidak ingin kehilangannya lagi untuk yang kedua kalinya.
Kesempatan tidak datang dua kali,Kali ini Rey tidak akan menyia-nyiakan Ayana lagi,ia akan berusaha menjaga dan menyayangi Ayana sepenuhnya.
Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi Ayana... seumur hidupku...
bahkan jika nyawaku taruhannya aku akan menghadapinya... aku menyayangimu....aku sangat menyayangimu Ayana...
"Muach..."mencium keningnya dengan hangat.
__ADS_1
"Selamat malam sayang!, tidurlah dengan nyenyak..."
Mematikan lampu, menyelimuti diri dan istrinya dengan selimut untuk beristirahat.