
"Aku rasa... cahayanya terlalu terang,apa tidak ada model yang cocok untuk menjadi foto model ku...?"
Ray yang sedang fokus membenarkan lensa kamera sambil berusaha memotret karya-karyanya kembali.
"Kenapa anda tidak menyewa model terkenal untuk melakukan pemotretan Tuan Muda?"
"Aku tidak butuh model terkenal Ramz,aku hanya menginginkan model yang belum terkenal, namun...akan aku jadikan ia terkenal,tapi jika ia benar-benar bertalenta!"
"Maksudnya Tuan Muda?"
"Begini Ramz,jika model udah terkenal itu artinya sudah sukses!,aku ingin yang belum sukses dan belum terkenal,akan aku bikin ia sukses!,Tapi jika Tuhan benar-benar berkehendak aku juga tidak menjamin untuk kesuksesannya, hanya Tuhan yang maha Tahu!, maksudku aku akan membantunya jika ia ingin sukses!"
Tuan Ray memang tidak pernah berubah yah.... sejak dulu Ia selalu peduli dengan orang-orang kecil...
Ramz yang sedang berjaga di sampingnya tersenyum mendengar ucapan Tuan Mudanya., Ia senantiasa menemani Tuan Muda di manapun ia berada.
Ramz orang sepesial yang selalu berdiri tegap di samping Tuan Ray,bisa di bilang ia tangan kanannya Tuan Ray, sedangkan Danu tangan kanan Tuan Rey.
"Tapi saya sangat yakin Tuan Muda, orang-orang yang berkerja dengan Anda seperti Model yang sedang di rencanakan anda nantinya,Saya yakin akan sukses!, sedangkan karya Anda sudah ke tingkat Nasional dan bahkan sebentar lagi akan mendunia kan!"
"He'h.. kamu bisa aja Ramz!"
Tuan Muda yang masih sibuk memotret.
"Waktunya makan Tuan Muda!,Saya sarankan berhentilah bekerja dan Istirahat!"
"Oke baiklah!"
*****
Ayana yang merasa haus langsung saja pergi meninggalkan meja makan,..
Tuan muda yang fokus ke layar ponsel tidak memperhatikan Istrinya yang pergi meninggalkan meja makan.
Mengambil minuman teh botol yang ia temui di dalam kulkas,
Lalu Berjalan kembali ke meja makan sambil mencari-cari ikat rambutnya yang terlepas,
kenapa ikat rambutku selalu lepas begitu saja.. dimana si?... tadi perasaan aku sudah mengikat rambutku tadi..
"brakk..."Ayana menabrak tubuh seseorang dan tanpa sengaja menumpahkan minuman teh-nya itu ke baju putihnya.
"Oops... Maaf..maafkan aku Tuan Muda!"
Ayana mencoba mengusap-usap baju putih yang ketumpahan minum itu tanpa melihat wajah Tuan mudanya.
Tunggu siapa ini..? bukanya Tuan Muda pake baju merah tadi,apa ini kakaknya..
"hah... Cetarr..."
Ayana kaget, menjatuhkan botol tehnya begitu saja setelah Ia melihat dua orang yang sama, memakai baju yang berbeda di depannya.
"Tu..Tuan Muda?..Tu.. Tuan Muda ada dua?"
Ayana terbelalak sambil mengundurkan dirinya menjauhi keduanya karena takut dan begitu kaget melihat bolak-balik keduanya yang terlihat sangat mirip dan persis.
Tuan Rey, yang masih makan di meja makan langsung menengok ke arah Ayana yang menjatuhkan botol kaca itu dan membuatnya kaget
"Ayana,Ray..!"Rey yang mencoba mendekati keduanya.
"An..anda...anda...anda... berdua... kenapa ada dua?", Ayana terus mengundurkan dirinya menjauhi keduanya.
__ADS_1
"Aww.. aahh..."Ayana terdiam kesakitan karena menginjak pecahan beling botol yang ia jatuhkan tadi.
"Ayana.."
"Ayana.."
Kedua-nya memanggil bersamaan melihat Ayana yang sudah terlihat pucat akan pingsan karena mengeluarkan banyak darah.
Semakin di tahan rasa kakinya semakin sakit yang di rasakan Ayana,Rey langsung berlari menghampiri Ayana
"Ayana.. Ayana...kau tidak papa?, Ayana..."Tuan Rey yang sudah panik memangku Ayana dan menepuk-nepuk pipinya berulang-ulang.
"Danu!"
"Siap Tuan Muda!"
Danu yang langsung berlari menyiapkan mobil tanpa menunggu penjelasan dari Tuan mudanya.
*****
"Ini semua salahmu.. kenapa kau pulang ke rumah tanpa sepengetahuanku, Ayana terbaring di rumah sakit semua juga gara-gara dirimu!" Rey yang merasa begitu kesal dengan saudara kembarnya.
"Ini bukan salahku!... tapi salahmu!, siapa suruh kau tidak memberitahunya tentang diriku!, seharusnya sejak awal kau memberitahunya kalau kau memiliki kembaran!..
"Cih apa pentingnya memperkenalkan dirimu!, lagian kau juga jarang pulang ke rumah kan,lalu kenapa kau pulang kerumah secara tiba-tiba?"
"Kau lupa?, bukankah akan ada pesta Sejuta Buku besok lusa!,tentu saja aku akan merayakannya dan mengundang beberapa tamu penting seperti dirimu untuk mendatangi pestaku!"
"Aku tidak akan datang!,dan aku juga tidak mau datang!"Tuan Rey dengan singkat dan kejamnya.
"Itu terserah mu!,Aku tetap akan memberikan undangan dan seminar besar atas namamu di pesta nanti!,dan satu lagi!, Felly akan pulang besok kan?,aku sudah berbicara dengannya dan ia juga menyanggupi untuk datang bersamamu ke pesta besok lusa.!"
"oh.. iya...aku juga akan mengundang Ayana untuk menghadiri pestaku besok Lusa!"
aku tahu Rey,kau pasti tidak bisa terlepas dari Felly di pesta nanti, untuk itu kau melarang Ayana untuk datang kan....
karena kau sendiri akan sibuk dengan Felly dan tidak bisa memantau Ayana dengan baik,untuk itu kau melarang Ayana untuk datang kan...
"he'h benarkah?, kalau begitu bagaimana jika istrimu jadi foto model ku, sepertinya dia sangat cocok!"
"Hentikan omong kosong mu Ray!"
"Aku tidak suka omong kosong,jika kau benar-benar tidak mau datang ke acara ku...oke baiklah!,Tapi aku memiliki syarat dan jika kau benar-benar gentleman maka kau akan mau menerima syarat ku ini!"
"Tak usah bertele-tele!, katakan!,apa yang kau mau?"
"Setelah adik ipar siuman aku hanya ingin bertanya-tanya sedikit denganya,apa kau keberatan!"
"Hal apa yang akan kau tanyakan?" Rey yang sudah menatap tajam kembarannya.
"cih...kenapa kau menatapku seperti itu Rey,aku hanya ingin bertanya selayaknya seorang kakak dan adik ipar,Dan bukan aku juga yang akan bertanya melaikan Ramz yang akan mewakili ku!,Aku hanya penasaran....seberapa besar cinta istrimu kepadamu!"
Ray yang tersenyum sinis menatap Rey yang sedang menyengkrut terdiam.
sial...!, sebenarnya apa maunya,dia benar-benar mengetes seberapa besar Ayana mencintaiku begitu....
dia belum percaya juga dengan ucapanku kemarin kalau dia memang mencintaiku...
Danu dan Ramz yang hanya terdiam mendengarkan ocehan keduanya,namun tidak berani menolak perintahnya.
*****
__ADS_1
Setelah lama terbaring di ranjang rumah sakit, akhirnya Ayana terbangun juga dari pingsannya, mungkin debat antara Rey dan Ray membuatnya terganggu dan sadar.
"Tuan Muda...Nona!,Nona sudah bangun!"
"Ayana"
Rey langsung berjalan menghampiri Ayana, begitu juga Ray ikut mendekati keduanya.
"Ka.. ka...kalian berdua, kenapa bisa sama?,di...dimana Tuan Muda... dimana Tuan Muda...?"
Ayana ketakutan sambil menutupi wajahnya, karena Ia tidak sanggup melihat keduanya yang begitu mirip dengan bantal kecil yang ada di atas ranjangnya.
Ray langsung tersenyum setelah mendengar perkataan Ayana yang mencari suaminya dan memanggilnya Tuan Muda.
dia pasti sedang menertawakan ku karena mendengar Ayana yang memanggilku Tuan Muda,...aku tahu itu, senang sekali dia mengejekku.... bukankah aku sudah menyuruh Ayana untuk memanggilku sayang!...
kesempatan ini membuat Ray semakin berulah.
"Ayana kau baik-baik saja?"Rey
"Kau baik-baik saja Ayana?"Ray.
Kenapa dia senang sekali mengikutiku,dia benar-benar akan mencoba mengetes Ayana..
Rey yang merasa geram sendiri.
Membuat Ayana semakin bingung, menanggapi
keduanya.
Ayana menganggukkan kepalanya perlahan-lahan, sambil mencoba melihat kedua orang yang sama yang sedang berdiri di samping ranjang sebelah kanan dan sebelah kirinya.
"Nona aku harap Nona sudah mengerti semua ini, Tuan Rey itu memiliki kembaran!"Danu yang berbicara terlebih dahulu.
kembaran,lalu bagaimana bisa aku membedakan mereka berdua, sedangkan mereka berdua terlihat sangat mirip begini..
Ayana yang terlihat sangat bingung melihat kedua orang kembar itu, bertemu satu serigala saja sudah membuatnya kewalahan apalagi jika ia harus bersanding dengan Dua serigala sekaligus kali ini.
"Ramz...!"Isyarat Ray menyuruh dirinya untuk bertanya sesuai syarat yang di setujui Rey tadi.
"Nona... apakah Anda mencintai Tuan Rey?"
pertanyaan apa ini..
Jika Ayana menggelengkan kepalanya itu tidak mungkin,sama saja ia sedang memasukkan dirinya ke kadang serigala.
Ayana terdiam,
Aku harap dia tidak akan melakukan kesalahan...
gerutu Rey di dalam hatinya.
"Katakan saja Nona!, Anda mencintai Tuan Muda atau tidak!" Ramz.
"iya.. Iyah aku mencintainya!" Dengan gemetaran Ayana mengatakannya, karena ini kebohongan darinya untuk menyelamatkan diri.
"Oke baiklah,kalau begitu, suami anda yang mana Nona?"
Mampus.. jika ujung-ujungnya begini, kenapa aku tidak bilang saja kalau aku tidak mencintai Tuan Muda...
Apa si maksud mereka ini... mereka semua sedang mempermainkanku, dengan kedua orang yang sama ini....
__ADS_1
Dari ujung kaki hingga rambut, sandangan yang di pakai kedua kembaran itu benar-benar sama,Ray sengaja memilih persyaratan ini karena ia ingin sekali mengetahui seberapa besar cinta Ayana Kepada Rey.