
Ayana sudah di bolehkan pulang atas izin dokter.
Keadaanya juga semakin membaik, dengan raut wajah penuh kebahagiaan menatap sang suami yang sedang menggendong bayi.
"Kau yakin kau akan pulang hari ini sayang?, keadaan mu sudah semakin sehat kan?, muach.."
Tanya Reyhano penuh dengan kasih mencium keningnya.
"Aku tidak ingin lama-lama disini Rey, aku ingin pulang!,"jawab Ayana yang memohon.
"Baiklah, kita akan pulang hari ini!,putra kita pasti ingin segera berada di rumah, lihatlah dia sangat lucu dan tampan,sama seperti papahnya!"
Rey terlihat begitu bahagia dengan kehadiran sang buah hati, bahkan wajahnya tak lepas dari senyumannya yang indah itu yang sedang menggendong putranya.
Semua barang-barang Ayana sudah di kemas dan di pindahkan ke bagasi mobil oleh Danu,
Mamah yang juga senantiasa membantu mengemasi barang-barang Ayana.
"Rey, biarkan mamah yang menggendongnya, gantian mamah saja!,kamu pasti cepek!, sebaiknya kamu tuntun Ayana menuju ke mobil!"
"Iyah Mah baiklah!"memberikan gendongannya kepada ibunya dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Mukanya sangat mirip denganmu Ayana,dia terlihat lucu sekali!"Pujian mamah, sambil mengelus pipi cucunya.
"Tidak mah, bukannya dia tampan sepertiku?, tidak mungkin kan mirip mamahnya?"
Reyhano menyangkal dan merasa tidak terima.
"Kebanyakan lelaki itu mirip mamahnya sayang?"
jawab mamah singkat sambil menggendong Rey junior keluar.
"Benarkan?, bagaimana bisa seperti itu?"
Reyhano merasa heran, sambil menatap ibunya yang keluar dari ruangan rawat ini.
"sudahlah!, mamah hanya bercanda,dia memang tampan sepertimu?"
Ayana terseyum menatap suaminya yang sudah terseyum juga.
"Terimakasih sayang!"mengelus pipinya.
"Ayo kita pulang ke rumah sekarang!,kamu perlu banyak Istirahat kan?"
Menuntun istrinya dengan sangat pelan mengikuti langkah istrinya yang masih merasakan kesakitan itu.
"Pelan-pelan sayang!, berhati-hatilah!"
Semuanya masuk ke dalam mobil dan mempersiapkan diri untuk pulang ke rumah, Danu langsung bergegas menyalahkan mesin mobilnya setelah semua orang sudah berada di dalam mobil,
Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.
Orang-orang rumah tampak merasa senang dengan kepulangan majikannya itu,
Menatap Nona Ayana dari kejauhan yang tampak bahagia dengan rangkulan Tuan Reyhano pun sudah membuat mereka ikut merasa bahagia.
Syukurlah aku merasa sangat senang dengan semua ini, akhirnya Tuan Muda dapat tersenyum lebar seperti dulu lagi...
Danu juga merasa senang, dengan semua kenyataan indah ini yang menyelimuti keluarga besar Majikanya ini dengan kehadiran sang buah hati.
"Pelan-pelan sayang!, hati-hati!"
Rey yang terlalu berlebihan dalam bersikap, melihat Ayana yang berjalan menaiki tangga membuatnya geram dan gelisah.
"Tenanglah aku tidak papa sayang!,aku bisa kok...!"Ayana pelan-pelan menaikkan tangga rumah untuk naik ke lantai atas.
Tapi tidak dengan perasaan Rey, melihat istrinya yang begitu pelan berjalan menaiki tangga membuatnya geram.
"Tidak...tidak!, kelamaan!, Ayo...ssrrt..!"Menggendong Ayana untuk naik ke lantai atas dengannya.
"Rey... apa-apaan si?,aku bisa kok...!"
__ADS_1
"Hust...diam!, bukanya di gendong itu lebih enak!"Rey menatap Ayana penuh dengan senyuman bahagianya.
"Apaan sih,lebay!"pipi Ayana yang tampak memerah sambil tersenyum menatap suaminya yang sedang menggendongnya menuju ke lantai atas.
Mereka berdua langsung menuju ke kamar, Mamah juga sudah ada di dalam kamar menemani Rey junior,
"Ayana, Rey,mamah mau kembali ke kamar dulu yah!,mau mandi!"
"Iya mah baiklah!"Rey menjawab dengan senyuman Menghampiri sang buah hati.
"Thanks you mah!"
Ayana sambil berjalan mendekati ranjang.
"Iyah sayang!"
Ibu langsung pergi meninggalkan ruangan kamar.
"Sayang!"Panggil Rey pelan.
"Hmm.."Jawab Ayana menatap suaminya.
Tak berhenti menatap putranya yang terdiam di atas ranjang karena tidur.
"lihatlah dia menggemaskan sekali!, mirip seperti aku bukan..!"dengan terseyum mengatakannya.
"Tidak!,kata mamah ia mirip denganku,kamu juga tidak menggemaskan!,tapi menyebalkan!"
Menjawab penuh dengan senyuman meledak menghadap suaminya.
"Apa kau bilang?,aku menyebalkan?, benarkah?,kau yakin...?,aku ini menyebalkan?"
Mendekatkan wajahnya ke wajah Ayana.
"Iya.. Iya kau memang menyebalkan!, menyebalkan sekali!, sungguh menyebalkan... aku tidak berbohong...!"Beringsut menghindari langkah suaminya.
"Kau yakin?"Bertanya sengit sambil mencibirkan bibirnya, memojokkan Istrinya di atas ranjang.
"Aku akan membuatmu merasa kalau aku ini lebih menyebalkan dari yang sebelumnya!, muach...!"mencium bibirnya sesekali,lalu mencibir menatap Ayana.
Ayana semakin memerah pipinya melihat tingkah Rey yang begitu menggemaskan.
"Apaan si?, minggir!, entar ada mamah..!"
Ayana mencoba menghindari suaminya yang akan menciumnya kembali.
"Biarin!,aku tidak perduli!"
Keras kepalanya selalu ia tunjukkan,ia terus beralih ke bibir Ayana.
"Reyhano...!"menutupi bibirnya dengan tangan.
"Apaan si?,kau sedang menghindari ku sekarang!"
Mengalihkan tanganya yang terus menghalanginya itu.
"Ooee...oe..."Suara Rey junior mulai terdengar kecil dan memberhentikan aktifitas keduanya yang akan berciuman bibir.
"Tuh kan dia bangun!,kamu si berisik!"
Ayana yang menatap putranya yang sudah berkutik dari tidurnya.
"hehe..., dia itu pintar sekali, aku bahkan tidak boleh menggangu ibunya..."
Terseyum sambil menggelengkan kepalanya, menghampiri sang buah hati, lalu menggendongnya perlahan.
Rey junior semakin berkutik terbangun dari tidurnya, matanya terlihat terbuka sedikit, sungguh menggemaskan jika ia sedang berkedip-kedip mencoba menatap dunia.
Mata mungil yang ia miliki belum sepenuhnya bisa melihat,ia memejamkan matanya kembali dan mulai menangis kencang di gendongan sang Ayah.
"Ooee...oe...oe"
__ADS_1
"Ussh...ussh....ussh, kenapa sayang?"mencoba menenangkannya dengan lembut
"Mungkin dia lapar!,aku akan menyusuinya,ini sudah lebih dari dua jam, tunggu sebentar Rey!"
Ayana memposisikan tubuhnya dengan bantal untuk bersandar, melakukan ritual terlebih dahulu untuk mencairkan ASI yang berasa begitu mengencang di dadanya.
"Sini Rey!"
"Baiklah!"memberikan gendongannya kepada Ayana.
Bayi itu masih menangis,
Ayana berusaha membuka kancing bajunya untuk memberikan ASI kepada Rey junior, setelah itu baby terdiam dan menyedot ASI dengan sangat kuat,
"Dia kelihatan haus sekali,Muach..."mencium pipi putra kecilnya dengan penuh kasih sayang.
"Dia wangi sekali, sepertinya kau sangat haus ya sayang?, muach..."mencium pipi putranya kembali dan membuatnya berhenti menyedot ASI.
"Kau menggangunya!, lihat!, dia tidak mau menyedot, bahkan ia terlihat marah kepadamu!"
Ayana terseyum melihat tingkah suaminya yang sudah mengerutkan dahinya.
"Benarkan?, memang seorang bayi bisa marah?"
"Bercanda sayang!"Ayana menggelengkan kepalanya melihat Rey yang terlalu serius menanggapinya.
"Mungkin ia sedang mendengarkan suaramu Rey..!"
Reyhano mendekati Ayana dan duduk di sampingnya yang sedang menyusui itu.
"Sayang?"duduk mendekati Ayana.
"Hemm...?"
" kira-kira nama yang pantas untuknya siapa?"
Tanya Rey sambil membelai rambut Ayana yang sedang menyusui itu.
"E'...menurutmu siapa?"
Tanya Ayana balik karena dari kemaren-kemeren ia juga bingung mau memberi nama putranya siapa.
"Aku ingin namanya berinisial R juga sama sepertiku!, gimana?"
"Iya boleh!,tapi siapa?"
"Entahlah aku masih bingung memikirkannya,jika ia putri aku akan menamainya Reyhana!"masih memainkan rambut istrinya.
"Reyhana?, kenapa jika Reyhana?"Ayana penasaran
"Reyhana bukankah itu nama yang bagus, gabungan dari Reyhano-Ayana!"
"hmm... Bagus juga, lalu My baby boy mau kita namai siapa?"
"Hm... kira-kira siapa?"
Ayana dan Reyhano mencoba memikirkan mama yang bagus untuk putra pertamanya.
Note;
Hi Readers, thank you Very Much yang baca kembali ke season 2,
Dukung terus karyaku yah!
Jangan lupa juga Like' dan komentarnya aku tunggu yah,
Sama satu lagi,
Kasih sarannya dong,nama yang pas buat Rey junior!
Thanks you,..🤗😘
__ADS_1