
Meninggalkan ruangan pesta, Ayana merasa sumpek jika ia terus-terusan berada di sana.
Mendapati meja pesta yang ada di luar ruangan, langsung duduk untuk menghirup udara segar dan menenangkan diri di sana.
"huh.. (menghela nafas) rasanya berada di sini itu...lebih enak dan dapat menangkan jiwa ku yah..."
Ayana menyenderkan kepalanya di kursi sambil memandangi langit yang penuh dengan keindahan cahaya bulan.
"Bulan....Terimakasih kau telah hadir menemaniku malam ini!,dan kau juga satu-satunya saksi yang mengetahui akan apa yang sedang aku rasakan saat ini..!" Ayana sambil tersenyum menatap bulan di langit dan memejamkan matanya sambil meneteskan air mata.
Pacaran cahaya bulan yang menerpa jatuh ke wajahnya,membuatnya terlihat cantik dan bersinar, tampak Danu yang terus memandangi Nona mudanya yang sedang memejamkan matanya mendongak ke atas setelah berbicara sendiri itu.
Anda terlihat cantik sekali Nona,...
Danu yang tersenyum menatap Nona mudanya.
Aku tahu apa yang sedang kau rasakan Nona, seandainya saja rasa cinta Tuan Muda kepadamu itu seimbang sama dengan perasaanya Kepada Nona Felly,aku pasti akan ikut senang melihatnya..
"Kau sedang Apa Danu?" Ayana yang tidak sengaja melihat kehadiran Danu yang terdiam berdiri tidak begitu jauh darinya.
"Maaf Nona muda,aku hanya sedang bertugas menjaga Anda di sini" Danu yang langsung menundukkan kepalanya.
lelaki yang baik, andai saja aku menikah dengan orang sepertimu... pasti aku akan sangat mencintaimu..
"Tidak usah Danu, aku tidak akan pergi kemanapun, pergilah!, berikan aku waktu untuk menenangkan diri, aku hanya ingin sendirian disini Danu!" Ayana yang terlihat memohon.
"Tapi Nona,ini semua perintah...."
"sebentar saja Danu!,aku tahu...!, aku akan segera kembali keruangan pesta nanti!, aku tidak akan berbohong kepadamu Danu,aku hanya ingin sendirian sebentar di sini..!"
"Iya sudah baiklah Nona!, Saya permisi Nona...!"Danu yang. mengerti apa yang diinginkan Nona mudanya itu,ia langsung masuk ke dalam kembali ke ruangan pesta.
*Danu...,Tampan sekali dia, buat apa aku terus memandang suami bajingan sepertinya setiap hari,
lebih baik aku akan terus menatap wajah Danu setiap hari, mungkin jika begitu... hatiku terasa sedikit lebih tenang*.
Acara inti sudah selesai,kini saatnya berpesta dan bersenang-senang.
"Danu kenapa kau meninggalkan Nona Ayana?" Bayu yang tampak kaget melihat kehadiran Danu yang masuk kembali ke ruang pesta
"Aku ketahuan kerena aku terus mengikutinya,Nona Ayana sendiri yang memintaku untuk pergi meninggalkannya"
"Tapi kan, kau harus tetap memantaunya Dan!"
"Iya Bay, tapi Nona Ayana memohon kepadaku karena ia ingin sendiri dan menenangkan diri!,aku benar-benar tidak tega melihatnya, jadi...aku meninggalkannya agar Nona muda bisa menenangkan dirinya"Danu yang ikut merasa sedih melihat Nona mudanya yang bersedih tadi.
"Permisi semua, selamat malam!, dan terimakasih atas kehadiran semuanya yang sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara pesta ini,saya ucapkan banyak terimakasih....bla..bla.. bla...." Sambutan yang di berikan Nona Felly Kepada para tamu panjang lebar sambil berdiri memeluk lengan suaminya itu.
Ayana yang sudah mendengar suara sambutan dari Nona Felly, langsung masuk ke dalam untuk mengikuti acara pesta.
Ternyata acara pestanya terlihat semakin meriah, semua orang bersorak-sorak dan bertepuk tangan, lantunan lagu pun bergantian di nyanyikan oleh penyanyi terkenal dan tentunya bertalenta,
__ADS_1
Semua orang terlihat menikmati pesta,ada yang ikut bernyanyi ada juga yang bersulang bersama-sama menikmati minuman dan hidangan.
"Lihat Nona kedua!, ternyata ia juga..tidak kalah cantik dari Nona Felly yah, Tapi Kenapa hubungan keduanya terlihat aneh,aku bahkan tidak pernah melihat keromantisan dia antara keduanya di kantor?"
Salah satu karyawan yang sudah senior yang sedikit tergelitik dengan penampilan Nona kedua dan berbicara dengan teman-teman kantornya.
"Iyah....aku juga begitu, andai saja dia bukan istri Tuan Muda, pasti aku sudah merenggutnya di genggamanku malam ini, hahaha..."
Semua orang-orang itu tertawa sinis sambil melihati Nona mudanya yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan pesta.
"Sayang kenapa kamu duduk di sini terus?, ikuti mereka!, bergabunglah untuk merayakan pestanya!" Mamah yang datang menghampirinya secara tiba-tiba, duduk di depannya dan menemaninya di meja hidangan pesta.
penampilan Mamah juga terlihat sangat cantik dan memukau, Namun dari raut wajahnya terlihat biasa saja dengan acara pesta ini.
"Tidak mah, aku tidak kenal dengan mereka semua, lagian aku sedang males bergerak mah, Kenapa Mamah juga malah duduk di sini, tidak mengikuti pestanya?"
"Aku hanya menghormatinya sebagai menantuku Ayana, dia sedang berulang tahun,Kehadiran Mamah hanya sebagai pemanis hubungan di sini,jika Mamah tidak menghadiri pestanya...maka Rey akan tambah membenci Mamah"
Mau sampai kapan hubungan mereka akan terus seperti ini?, kasihan mamah, ternyata hidup mamah terasa lebih menyediakan dari hidupku ini...
"Felly happy birthday!, semoga sehat selalu dan bahagia ya!"
Teman-teman Felly yang datang memberikan ucapan selamat satu persatu sambil berjabat tangan dengannya.
"Felly teruslah seperti ini dan tentunya terus awet muda dan semakin cantik yah!"
"Felly panjang umur!, Terkabulkan atas semua do'a yang kau inginkan malam ini"
Kebahagiaan Felly di malam ini tampak terpancar terang, wajahnya begitu berseri-seri,
Semua orang menikmati hidangan pesta, Tuan Muda terus berada di rangkulan tangan Felly, menemui para tamu dan berbincang-bincang akrab dengan mereka semua.
Sementara Ibu Tuan Muda sendiri, Hanya mengikuti acara sebentar,ia langsung kembali ke lantai atas meninggalkan pesta.
Ayana yang masih duduk di bangku hanya memainkan ponselnya,ia bahkan tidak tertarik ataupun berselera dengan makanan-makanan yang ada di meja itu, tidak ada yang menarik dari pesta ini, yang ada hanya rasa lelah yang sedang ia rasakan sekarang.
Felly yang melihat Ayana terdiam duduk di bangku, langsung menghampirinya meninggalkan suaminya yang masih berbicara dengan yang lain, sambil membawa teman-temannya mendekati Ayana.
"Ayana nikmatilah pestanya!,kau jangan terlihat terdiam seperti ini tidak berwibawa!, tujukan kau adalah istri kedua suamiku, jangan membuatku malu di hadapan banyak orang" Bisikan Felly pelan di telinga Ayana
Ayana yang mendengarnya langsung menganggukan kepalanya.
"Hey semua...!,perkenalkan... ini adalah istri kedua suamiku,dia Ayana..., yang pernah aku ceritakan waktu itu kepada kalian.." Felly yang memperkenalkan Ayana dengan sikap baiknya dihadapan teman-temannya.
Semua temannya langsung merespon dan berjabat tangan dengan Ayana untuk berkenalan.
"Hay Ayana..!, aku Nadin teman dekat Felly"Nadin
"Hey Ayana aku Mita teman dekatnya juga"Mita
"iyah aku Ayana,senang bertemu kalian semua" Ayana dengan santunnya berkenalan.
__ADS_1
Dan masih banyak lagi teman Felly yang ikut berkenalan dan mendekatkan diri kepada Ayana.
"Iya sudah aku tinggal dulu yah!,aku juga harus menemui para tamu yang lain, kalian mengobrol saja dulu disini bersama Ayana, karena aku ada urusan yang lain!..."
Felly yang langsung pergi meninggalkan semua temannya bersama Ayana.
"iya Felly, baiklah!, Nikmati pestamu..!"Nadin
Felly tersenyum meninggalkan mereka semua untuk menemui suaminya kembali.
Suasana Asing datang begitu saja, Tatapan teman-teman Felly yang tadinya Adem langsung berubah drastis menjadi sinis dan menatap tajam Ayana.
kenapa perasaanku tidak enak, kenapa mereka semua tiba-tiba menatapku seperti ini..
Ayana yang tetap duduk terdiam, seolah-olah ia tidak perduli dengan tatapan mereka semua.
"Apa kita boleh duduk?"Nadin yang dari tadi menatap Ayana paling tajam.
"Oh iya silahkan!, duduklah..!"Ayana dengan sopanya mempersilahkan.
Suasana sunyi sementara,..
Hingga akhirnya Nadin membuka mulutnya.
"Sebenarnya aku sangat jijik dengan seorang Pelakor, bukan hanya jijik tapi benci, bahkan untuk melihatnya pun aku tidak sudi.."
Nadin yang langsung berbicara tanpa sebab, tapi ia berbicara menatap tajam ke arah Ayana.
Apa maksud perkataannya, kenapa dia menatapku seperti itu,apa dia pikir aku ini Pelakor hah...
"Iya aku juga begitu, aku sangat benci dengan Pelakor, entah dimana otaknya hingga ia memilih untuk menikah dengan seorang lelaki yang sudah beristri.." Mita yang ikut berbicara menyambung perkataan Nadin
"kalo Pelakor begini enaknya di apain yah?" Temanya yang lain.
"Apa maksud perkataan kalian?" Ayana yang merasa risih dengan perkataan mereka semua
"he'h, seperti tidak ada yang merasa juga di sini" Minta
"Hey Ayana aku berbicara baik-baik padamu, kenapa kamu mau menikah dengan Rey, suami dari teman baikku,lalu apa bedanya kau dengan Pelakor, menikahi suami orang!...",Nadin yang terlihat begitu benci kepada Ayana.
Pelakor,aku ini perempuan baik-baik dasar brengsek beraninya dia mengataiku Pelakor...
Ayana yang sudah merasa semakin sakit hati
"Tutup mulut anda!, saya bukan Pelakor seperti yang kalian kira" Ayana yang mulai emosi dengan perkataan mereka semua.
"Apah bukan Pelakor?, masih membela diri kamu yah!, seharusnya kau tahu diri sebagai seorang perempuan, bagaimana perasaan Felly menerima semua keadaan ini.." Nadin
"iyah!,apa kau tidak memiliki perasaan hah?, mentang-mentang Felly bersikap baik kepadamu,jadi kau akan sok-sokan bersikap layaknya seperti Nona muda hah?" Mita
"Kalian ini bicara apa si?, siapa yang Pelakor, kalian pikir aku ingin menikah dengan lelaki sepertinya hah!"
__ADS_1
Ayana yang tampak meninggikan suaranya hingga membuatnya semua orang yang ada di pesta menatapnya.