
Melihat kedua majikannya yang sudah keluar dari ruangan kamar hotelnya,Danu dan kedua anak buahnya memberi sapaan dan hormat seperti biasanya.
"Mau saya antar Tuan Muda?"
Tanya Danu sopan, sebelum ia pergi, ia juga harus memastikan apa yang harus ia lakukan setelah ini.
"Tidak usah!, kembalilah ke kantor dan temui Bayu, dia sangat sibuk hari ini,jadi temui dia dan Bantu dia!"
"Baiklah Tuan Muda!"menganggukan kepalanya mengiyakan perkataanya
Tuan Muda terlihat sekali kalau Ia sudah sangat jatuh cinta kepada Nona Ayana, lantas bagaimana jadinya dengan nona Felly nanti..
Melihat tangan Tuan Muda yang melingkar di pinggang Nona Ayana, sebenarnya Rey sendiri sedang menjaga Jaz-nya agar tak terlepas dari pinggang Ayana.
Tangannya masih terus melingkar di pinggang Ayana, ia menuntun Ayana keluar dari gedung hotel.
"Suamiku.. tapi...tidak harus seperti ini kan?,malu di lihatin banyak orang!"
Ayana yang melihat pandangan orang-orang di mana-mana yang sedang menatapnya.
"Kenapa harus malu,bukankah kita suami istri!"
Rey yang terus berjalan santai tanpa memperdulikan orang-orang yang memperhatikan mereka berdua.
keras kepala..
Ia masih tetap sama...
"Masuklah!"Rey membukakan pintu mobil untuk Ayana
Ayana terdiam,ia langsung masuk ke dalam mobil tanpa menjawab perkataan suaminya.
Aku akan berusaha....sampai kau jatuh cinta kepadaku...
Batin Rey sambil menutup pintu mobil,
Rasa cintanya sudah semakin membara mungkin,
Beberapa waktu lalu ia memang bisa menahan rasa cintanya, namun tidak dengan kali ini,ia merasa tidak bisa menahannya lagi.
Sebenarnya aku masih tidak percaya jika dia benar-benar mencintaiku, tapi benar nih?... dia mau ngajak aku jalan-jalan?, aneh sekali rasanya...
Ayana terdiam memandang suaminya yang akan masuk ke dalam mobil.
"Pakailah sabuk pengaman mu!,apa mau aku pakaikan?" Rey, melihat Ayana yang terus memegangi seal belt-nya.
"e... tidak usah!" Ayana buru-buru memakainya.
Melajukan kendaraannya, segera keluar dari parkiran hotel untuk membawa Ayana pergi keluar.
Entah kemana ia akan membawa istrinya pergi jalan-jalan,
yang jelas Rey sedang berusaha untuk merebut hati Ayana kali ini.
keduanya saling terdiam di dalam mobil,Ayana juga masih terlihat kaku berdampingan dengan suaminya itu,
ya.. walaupun suaminya sudah mengakui rasa cintanya kepadanya,namun tetap saja ia merasa aneh dan canggung.
__ADS_1
Laju mobil tertuju ke sebuah parkiran restoran mewah, sepertinya sebelum mengajak Ayana jalan-jalan Rey mengajak Ayana untuk makan terlebih dahulu.
"Kita makan dulu,kau belum makan kan?"
Rey menggandeng tangan Ayana masuk ke dalam restoran.
"Pelayan!"
Salah satu pelayan langsung bergegas menghampiri Tuan Rey yang sedang menunggunya di depan kasir restoran.
"Iya Tuan Muda!"
"Siapkan satu tempat untukku!, VIP!,kau mengerti?"
"Baik Tuan Muda, ikuti saya!"
Perintah pelayan yang melangkahkan kakinya menuju ke salah satu ruangan dan naik ke lantai atas khusus untuk Tuan mudanya makan bersama Ayana.
"Silahkan Tuan Muda disini tempat duduk anda dan Nona, Tunggu sebentar Nona,Tuan,akan saya persiapkan semuanya!"
persiapkan semuanya apa kau sendiri sudah tahu apa pesanannya?..
Ayana, hanya mampu mengiyakan dan mendengarkan semuanya, suaminya ini benar-benar seorang raja dimana-mana.
Mau sampai kapan dia akan terdiam dan tidak mau berbicara kepadaku...
"Kau benar-benar baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja Tuan Muda,anda mengajakku jalan-jalan apa posisi kantor tidak sibuk?"
Ayana yang mencoba menghilangkan suara hening yang tercipta di dalam restoran ini.
dia belum menjawab pertanyaan ku,tapi dia sudah memanggil lagi..
"Iyah?"
"Mau sampai kapan kau akan memanggilku Tuan Muda"
Aku lupa, Karena mungkin aku juga sudah terbiasa kali yah...
"Aku lebih suka memanggilmu itu!"
Tega sekali dia bilang begitu...,mau sampai kapan dia akan menganggapku majikannya..
Ayo Ayana sekarang giliran mu bersikap sesuka hatimu kepada manusia serigala ini, supaya dia merasakan bagaimana rasanya di saat kamu di semena-mena-kan dulu.
"Baiklah,aku akan menunggumu sampai kau benar-benar menerimaku..!"
Terserah kau saja
Tak lama kemudian para pelayan datang mengantarkan makanan ke meja makan, menu makanan yang sangat banyak dan tentunya termahal di restoran itu.
"Makanlah Ayana!... jika kau tidak mau makan, maka aku yang akan menyuapi mu!"melihat Ayana yang masih terdiam memandang makanan.
"iya baiklah"Jawab Ayana pelan.
Pelayan terlihat datang kembali dengan membawa minuman yang ada di nampannya,
__ADS_1
"Brakkk.... Cetarr.."
"ha ..."Ayana yang langsung berdiri karena kaget.
"Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar?"
Rey yang sudah marah berbicara dengan nada tingginya kepada salah satu pelayan yang sudah menumpahkan minuman ke baju Ayana.
"Maaf.. maafkan aku Nona!,saya benar-benar tidak sengaja, kakiku.. terkilir!, Maaf Nona.. maaf...maaf..!"
Pelayan, tampak gemetaran merasa takut dengan kemarahan Tuan Muda yang sudah terlihat marah itu,sambil mengusap baju Nona mudanya dengan tisu untuk membersihkannya.
"Beraninya kau menyentuh baju istriku!"Rey yang semakin marah.
"Sudah.. sudah..aku..aku.. tidak papa, tidak papa..mba...mba.. gak papah"
Ayana, langsung menangkan pelayan restoran yang mengusap-usap bajunya.
"Apa kau tidak bisa bekerja dengan benar?"Rey yang sangat marah dan mengulangi kata-katanya kembali.
"Maafkan saya Tuan Muda.... saya tidak sengaja...saya benar-benar tidak sengaja!..."
"Lihat karena ulahmu!"Tuan Muda yang benar-benar marah.
"Tu.... Sayang... Sayang,aku tidak papa, jangan marahi dia!,ini semua kecelakaan"
"Tidak bisa Ayana, lihat dirimu sekarang"Tuan Muda yang mendekati Ayana dan mencoba membersihkan bajunya dengan Tisu.
"Sayang aku mohon!" melihat tatapan Ayana saja sudah mulai luluh hatinya.
"Tapikan!"Rey.
"Sayang!"
Membuat Rey langsung terdiam melihat tingkah istrinya.
"Maafkan saya Nona... maafkan saya Tuan Muda,aku minta maaf,aku benar-benar tidak sengaja.."Pelayan yang benar-benar meminta maaf dan begitu memohon.
"Tidak papa mba... pergilah,aku tidak papa..,lain kali bekerjalah dengan baik... pergilah!,aku tidak papah..!"
Ayana yang begitu baik sambil tersenyum dan menepuk bahu pelayan itu pelan.
Rey terdiam,
Kenapa dia berbeda sekali dengan Felly, waktu itu kejadian seperti ini juga menimpa Felly.....tapi tidak seperti dia yang bersikap tenang begini...
Rey mengingat tentang Felly,Ia begitu marah ketika ketumpahan jus saat berkencan dengannya, bahkan ia begitu marah sampai menyuruh pihak restoran untuk memecatnya sekarang juga.
Tidak ada kata ampun bagi Felly, begitulah yang teringat di benak Rey waktu itu.
"Kau tidak papah..?"Rey bertanya kembali dan mengusap bajunya.
"Sudahlah jangan di permasalahkan!,ini hanya kecelakaan kecil, semua orang pasti punya kesalahan dan kecerobohan!"Ayana yang mulai merapikan bajunya kembali.
"Apa kau mau ke toilet?, biar aku temani?"Tanya Rey pelan sambil memandang istrinya yang masih mengusap-usap bajunya.
"Tidak usah,ini hanya basah sedikit,tidak terlalu kotor!"
__ADS_1
Kenapa Panggilan sayangnya hilang lagi, dia benar-benar menggunakannya hanya untuk menenangkan ku hah... menyebalkan sekali..
Tuan Muda yang terlihat kesal sendiri,dan melanjutkan makan-nya kembali.