Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Mencari pekerjaan


__ADS_3

Meninggalkan rumah kesayangannya, walaupun hatinya terasa tidak rela untuk pergi dan meninggalkan rumah kenangan bersama keluarganya, tapi ia tetap berusaha melangkahkan kakinya,untuk pergi meninggalkan tempat kenangan ini.


Harta yang ia punyai adalah sebuah kalung pemberian ibunda tercintanya yang masih melekat di lehernya,ia juga hanya mempunyai sedikit tabungan untuknya bertahan hidup dan mencari tempat tinggal seperti kontrakan.


Ia juga sangat membutuhkan pekerjaan sekarang, entah bagaiman dengan nasib kuliahnya?, apakah ia akan berlanjut dan keluar karena kekurangan biaya, atau tetap melanjutkan impiannya, begitu pikirannya saat ini sambil berjalan.


Menemukan sebuah kontrakan yang sempit dan kecil,tapi tentunya cukup untuknya bertahan hidup sendirian.


Ayana termasuk anak yang mandiri dan tidak suka menghambur hamburan uang, walaupun kehidupan berkecukupan kala itu,tapi ia masih berusaha menabung untuk berjaga-jaga seperti kejadian setelah ini, untuk saja ia masih memiliki tabungan untuk bertahan hidup.


"Ay,kamu di mana sekarang? aku lihat rumahmu sudah di sita,aku mohon Jawab jangan membuat kita berdua cemas"


Pesan Mia yang sedang duduk berdua di rumahnya memikirkan keadaan teman dekatnya tersebut.


"Aku pergi dari rumah dan menyewa kontrakan di daerah deket sini Mia"


jawab Ayana yang langsung membaca pesan tersebut.


"Kenapa kamu tinggal di kontrakan kenapa ga tinggal di rumah kita aja!"


Mia dan Siska yang kasihan dengan keadaan


Ayana sekarang.


"Tidak usah Mia, tenang saja aku akan baik-baik saja kok"Ayana


"iya sudah Ayana, tunjukkan di mana kontrakan mu sekarang! kita berdua akan segera ke sana" pesen Mia kembali


Mia dan Siska yang merasa gelisah dengan keadaan Ayana langsung pergi mengendarai mobilnya mencari kontrakan tempat dimana Ayana tinggal.


Menemukan lokasi tempat tinggal Ayana dan langsung buru-buru berlari menuju ke kontrakannya.


"Ayana..."


Panggilan Mia dan Siska yang sudah berkaca-kaca menatap teman dekatnya dari kejauhan


"Terimakasih telah datang ke mari"


Ayana yang langsung menghampiri dan memeluk mereka berdua,lalu menangis kembali karena sedih.


"Ayana bagaimana kau bisa hidup di tempat seperti ini,ayo pulanglah dan tinggal di rumahku"


Siska yang tidak tega melihat keadaan Ayana yang sekarang.


"iya Ayana, paling tidak, tinggal di rumahku!, jika kau tidak mau tinggal di rumah Siska?" Mia yang sangat peduli dan baik hati.


"Tidak Mia, Siska, tempat ini sudah lebih dari cukup bagiku, aku tidak ingin merepotkan kalian"

__ADS_1


Ayana yang tidak mau menjadi beban orang lain,ia juga ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia juga sanggup dan bisa melewati cobaan ini.


"tidak sama sekali Ayana,ayo tinggallah bersamaku,ibu dan ayahku juga bilang begitu, kau tinggallah bersamaku yah.."


Siska yang memegang erat tangan Ayana untuk menyakinkan nya.


"iya Ayana aku mohon, turuti permintaan kita" Mia yang ikut memegang tangannya juga


"maafkan aku Siska,Mia, jika harus tinggal di salah satu rumah kalian... tapi aku benar-benar tidak bisa, jika kalian mau membantuku maka bantulah aku mencari pekerjaan,aku sangat butuh pekerjaan sekarang"


Ayana yang langsung tersenyum kembali mencoba menegarkan diri dan meyakinkan teman-temannya.


"Benarkah kau yakin,kau akan mampu tinggal sendirian begini"


Siska yang merasa sedih


"aku akan baik-baik saja tenanglah"Ayana yang tersenyum lebar Kepada mereka semua menutupi kesedihannya.


"untuk masalah pekerjaan, sebentar aku akan tanyakan kepada kakakku"


Siska yang langsung menelfon kakaknya untuk mencari pekerjaan,siapa tahu di kantor kakaknya sedang membutuhkan karyawan baru untuk bekerja.


"Apa kak,ya sudah lah kalo begitu.." Siska yang langsung menutup panggilannya dengan muka kusamnya.


"bagaimana Sis,apa ada lowongan pekerjaan untuk Ayana?"


Siska menggelengkan kepalanya dan terdiam..


"benarkah,apa benar-benar tidak ada lowongan kerja hah" Mia yang memastikan kembali jawabannya.


"sebenarnya ada tetapi jadi cleaning servis tukang bersih-bersih di kantor, atau biasa kalo lelaki di bilang OB, tapi aku tidak akan rela jika kau harus bekerja seperti itu, aku akan Carikan pekerjaan yang lain untukmu, tenanglah Ayana"


Siska yang langsung meyakinkan Ayana bahwa dia akan mencarikan pekerjaan yang lebih baik untuknya.


"Tidak papa,aku butuh pekerjaan sekarang, aku mohon Siska aku mau jadi cleaning servis kok, intinya aku mau pekerjaan itu, yang penting kan aku memiliki pekerjaan dan penghasilan sekarang"Ayana yang memohon


"Tapi Ay,kamu jangan bekerja begini,aku pasti akan mencarikan pekerjaan yang bagus dan cocok untukmu"Siska


"iya Ay,kamu harus mempersiapkan diri untuk bekerja, apa kau yakin kau akan bekerja sebagai cleaning servis, jangan kegabah cari pekerjaan yang lebih pantas untukmu"Mia yang ikut mendukung Siska.


"Aku tidak perduli,yang penting aku memiliki pekerjaan sekarang, lagian pekerjaan itu pekerjaan yang baik dan mulia bukan?,aku mau Mia, Siska, please aku mohon!"


Ayana yang terus meyakinkan mereka berdua agar menuruti permintaannya.


"Tapi Ay jika kau bekerja di kantor itu, bagaimana dengan kuliahmu?"Siska


"Mungkin sementara waktu aku harus berhenti kuliah, aku akan fokus bekerja dan mencari uang untuk berkuliah nantinya"Ayana.

__ADS_1


Ayana Kenapa hidupmu jadi begini si..


Siska yang meneteskan air mata kembali mendengar ucapan Ayana,Mia pun merasa sedih dan tidak mampu menerima semua ini.


keputusan Ayana yang memohon kepada Siska untuk memberinya pekerjaan tersebut, akhirnya di setujui oleh Siska dan Mia,


Siska langsung menelfon kakaknya kembali untuk memberitahu kepada kakaknya kalau Temanya Ayana ingin bekerja sebagai cleaning servis.


Pagi esok pun tiba kini saatnya Ayana bersiap siap bekerja untuk pertama kalinya di kantor tempat kerja Kakaknya Siska.


Menyemprot sedikit parfum ke bajunya yang ia kenakan, mengikat rambut panjangnya yang terurai jatuh ke punggung dengan ikat rambut berwarna merah miliknya.


Ayana langsung memesan ojek online dan menuju ke rumah Siska untuk berangkat kerja dengan kakaknya.


Gedung tinggi yang berbeda di tengah-tengah kota, terpancar cahaya teriknya matahari yang berkilau menunjukkan nama perusahaan tersebut, yang tertulis besar di tengah-tengah gedung yaitu Febbri Cho Company City, merupakan salah satu perusahaan besar yang memiliki banyak cabang di negaranya.


Sesampainya di gedung kantor Ayana terus mengikuti kakaknya Siska untuk masuk ke ruangan kerjanya bersama pegawai kantor yang sudah senior.


Memasuki ruangan yang dipenuhi dengan candaan orang-orang berseragam sama, melihat kedatangan Ayana semuanya terdiam dan mendengarkan perintah Atasannya.


Atasan memberi arahan dan menyuruh para karyawan terdahulu untuk memberi tahu dan mengajarkan apa saja pekerjaan yang harus di kerjakan oleh Ayana.


Ayana pun langsung tersenyum malu kepada mereka semua dan memperkenalkan dirinya kepada pekerja-pekerja yang sudah terdahulu.


"Hey, selamat datang di sini perkenalkan aku Nada,nama kamu siapa?"


Nada merupakan salah satu cleaning servis senior yang sudah bekerja terdahulu dan ia adalah orang kepercayaan kantor bahkan ia dianggap sebagian ketua cleaning servis di kantor ini.


Dia sangat baik dan peduli kepada setiap orang,ia tidak pernah berhati besar walaupun ia adalah orang kepercayaan kantor.


"Aku Ayana,mohon bimbingannya ya kak senior"


Ayana mengatakan dengan pelan dan nada sangat sopan.


"Tentu saja Ayana, aku pasti akan memberi tahu semua pekerjaanmu di sini, tenanglah,tapi satu hal jangan panggil aku kak panggil saja aku Nada, biar kita lebih akrab, kita boleh berteman kan?"


"Iya kak, tentu saja..eh maksudku Nada"


Ayana yang masih grogi dan tegang karena baru pertama kalinya bekerja di sebuah kantor.


Kehadiran Nada di kantor barunya benar-benar membuat hati Ayana senang,ia juga membuat hati Ayana tenang dan menghapus ketegangannya saat berada di kantor pertama kerjanya itu,


Berkenalan dengan banyak orang, bercanda tawa dan membicarakan tentang isi pikiran mereka masing-masing, Ternyata teman-teman cleaning servis-nya sangat baik dan ramah, jadi mereka semua mudah untuk saling akrab.


Mengikuti arah para senior dan melakukan pekerjaan dengan rajin dan sehati-hati mungkin,Ayana berharap ia bisa bekerja dengan baik dan mengumpulkan banyak uang untuk melanjutkan kuliahnya.


Tak terasa waktu sudah hampir malam, semua pekerja pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat, begitu juga Ayana yang merasakan pegal-pegal karena kecapean dan belum terbiasa dalam melakukan pekerjaan ini, namun hari ini ia melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan hati-hati kerena mengikuti arahan senior.

__ADS_1


__ADS_2