
Pelacakan dan pencariannya di perketat lagi, terakhir kalinya Felly duduk di tempat biasa dimana ia selalu duduk di sebuah Caffe.
Polisi dan Danu langsung mendatangi tempat ini,ia langsung memberikan foto Felly dan bukti pencarian polisi kepada manager Caffe yang bekerja di situ.
Masih menelusuri beberapa tempat di mana Felly sering nongkrong dan ia kunjungi waktu dulu,
Danu dan beberapa polisi itu langsung memberikan stempel dan bukti pencarian tentang Felly sama seperti tempat-tempat yang lain, semoga dengan cara ini ia cepat menemukan dimana Felly berada.
Lihat saja Felly aku pasti akan segera menemukan mu secepatnya,
kau harus masuk ke tempat yang pantas atas kasus tabrak lari dan kasus kebohongan yang telah kau berikan selama ini...
Melanjutkan pencariannya kembali dan masih berusaha untuk berkerja sama dengan tempat-tempat lain yang akan ia kunjungi untuk melaporkan keberadaan Felly nantinya, jika ia benar-benar hadir dan mengunjungi tempat-tempat yang sudah bekerja sama dengan tim Danu beserta polisi maka ini akan semakin mempermudah untuk menangkapnya.
Felly masih menatap langit-langit kamar miliknya,ia begitu bosan dan jenuh berada di Apartemen sendirian, Apartemen yang menyuruhnya biasa saja, tidak mewah seperti milik Reyhano.
Melihat kondisi apartemen yang begitu berantakan membuatnya tidak betah dan ingin sekali marah-marah.
"Cih...mau sampai kapan hidupku sangat membosankan seperti ini?"memandang barang-barang yang berantakan di dalam kamar.
Karena ia begitu pemalas dan gengsi membuatnya malas untuk melakukan pekerjaan rumahan.
"tidak seperti biasanya aku pergi kesana kemari dan berbelanja kemampuan yang aku mau?,dan lihat ini... kehidupanku yang menyebalkan!, aku tidak bisa hidup bebas seperti dulu lagi!, bahkan uang yang aku miliki semakin menipis,apa yang harus aku lakukan sekarang?,aku benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan Reyhano,aku benar-benar butuh uang untuk bersenang-senang!...Arrghh...sial"
Merasa pusing sendiri meremas-remas seprai dan memegangi kepalanya yang terasa pusing membutuhkan uang yang banyak untuk bersenang-senang seperti kehidupannya yang dulu lagi.
Kehidupan seperti ini tidak pernah ia alami sebelumnya,ia selalu berkecukupan bahkan bisa di bilang selama hidupnya itu ia selalu merasa lebih,
apapun yang ia inginkan pasti akan terkabulkan, baik dari orang tuanya yang begitu memanjakannya, dan kebaikan Reyhano terhadap istrinya dulu yang tidak pernah perhitungan tentang apapun,
Namun kebaikan dan perhatian Reyhano mebuatnya mudah untuk di manfaatkan dan di bohongi begitu saja oleh Felly.
Sebenarnya Reyhano sendiri sangat mencintai Felly dengan rasa dan perasaanya yang begitu mendalam.
Ia mendengar Felly mandul pun, ia tidak akan meningkatkan istrinya ini, bahkan ia sempat menolak untuk menikah lagi dengan perempuan lain, Reyhano juga terus berusaha menolak tawaran Felly yang menyuruhnya untuk menikah lagi, namun hanya karena ingin mempunyai keturunan ia akhirnya mau menikah dengan perempuan lain yang sangat baik bernama Ayana.
****
"Kenapa kau terdiam seperti ini?,apa yang sedang kau pikirkan lagi?"
Ayana mendekat kearah suaminya yang masih terdiam di atas ranjang.
__ADS_1
"Aku hanya menyesal telah bersikap seperti ini kepada mamah!, mamah begitu baik aku benar-benar merasa bersalah Ayana...!"
Ayana terseyum,
"Tidak ada penyesalan di kebaikan Rey, semua penyesalan itu pastinya adalah keburukan dan kesalahan seseorang!, ingatlah tidak ada yang sempurna di dunia ini .., semua orang pasti memiliki kesalahan masing-masing, dan salah itu wajar karena kita manusia bukan sang pencipta,jika kau menyesalinya maka ini akan lebih baik, bersikaplah tenang dan tunjukkan juga rasa sayangmu kepada mamah mulai sekarang!"
"Muach....,aku benar-benar tidak tahu terbuat dari apa dirimu dan hatimu ini?"
Merasa kagum dengan istrinya dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
Ayana hanya tersenyum,ia langsung duduk menyandar di pinggir ranjang sambil memegangi pinggangnya.
"Kau kelelahan sayang?"Tanya Rey yang melihat tangan Ayana memegangi pinggangnya.
"Tidak aku hanya merasa pegel sedikit!"
"mau aku urut?,aku rasa kau terlihat sangat lelah, terlebih perutmu yang semakin membesar ini!"
Mengelus perutnya dengan sangat lembut penuh dengan kasih sayang.
Ayana menaikkan alisnya menatap suaminya yang berbicara begitu lembut.
"Aku tidak yakin kau bisa mengurut sayang?"menggelengkan kepalanya sendiri, meragukan suaminya.
Tangan itu langsung menyelinap ke pinggang istrinya dan memberikan pijatan lembut dan sentuhan hangat di sana.
"Rey apa yang kau lakukan?"
Ayana merasa kaget dan terseyum merasakan tingkah Rey yang begitu lembut saat memijat.
"Bagaimana pijatan ku?, sudah seperti tukang urut belum?"
"hemm... kurang?"Ayana menjawab jujur sambil tersenyum.
"Tapi setidaknya lebih enakan kan?"Tanya Rey sambil mengelus pinggangnya dengan lembut.
"Apa kau merasa berat?, seperti apa rasanya jika ada yang hidup di dalam perutmu?"
Tanya Reyhano menatap perut Ayana yang terbaring di bekapannya itu.
"Hem..tak usah bertanya yang aneh-aneh Sayang!, hanya seorang ibu yang selalu merasakan hal ini,kau tidak perlu khawatir!, rasa seorang ibu yang sedang hamil itu memang lelah...! tapi berlapis bahagia yang begitu besar itu sudah menutupi rasa lelahnya, terlebih lagi saat menantikan kelahirannya itu adalah harapan besar bagi seorang ibu!"
__ADS_1
"Tapi putraku ini begitu lincah!, lihatlah dia terus bergerak-gerak kesana-kemari!"memperhatikan terus perut istrinya yang bergerak-gerak
"Hem...kau yakin anak mu putra bukan putri?"Tanya Ayana menatap suaminya yang terus mengusap-usap perutnya begitu bahagia.
"Aku memang sangat berharap anak pertamaku ini laki-laki seperti hasil USG!,tapi perempuan juga tidak papa!, yang penting dia cantik seperti mu...!"berbicara dengan senyuman begitu bahagia.
"Cih... apaan sih!"Ayana yang menjadi terseyum setiap kali mendengar perkataan suaminya ini.
"Sayang!"
"Hemm?"masih fokus ke arah perut.
"Apa hari besok kau sangat sibuk?"
"Em.. tidak!,kau menginginkan sesuatu?"
"Aku hanya ingin berbelanja peralatan bayi dan aku juga ingin aku yang memilih baju-baju sendiri untuk putraku yang pertama..!"
"Tuh kan putra?"
"Hmm.. maksudku anakku yang pertama,tapi maunya denganmu!"
"Tentu saja!, apa si yang tidak buat kamu!,aku akan menemanimu berbelanja besok, tapi kau yakin kau tidak mual-mual saat di mobil nanti?,kau mual-mual sih tidak papa, aku hanya tidak tega melihatmu mual-mual,aku merasa khawatir jadinya!"
"Tidak!, jika aku merasa mual,aku kan tinggal memelukmu dan mencium bau badanmu itu, dah itu saja sudah hilang maul ku!"
"Oh.. tentu saja aku bersedia, apalagi kau berada di pelukanku seharian,aku pasti akan merasa sangat senang!"
"Apaan sih?,seneng banget!"Ayana menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang begitu senang sambil memeluknya.
"Tentu saja,kau tahu dia itu kesayangan ku! lihat saja tingkahnya, ngidamnya saja pelukan dari bapaknya, kan menyenangkan bukan?"
"Cih..kau yang senang aku yang..!"
"yang lebih senang ya kan?, mendapatkan pelukan hangat dariku...!"memeluk istrinya erat.
"Ih.. tidak,kau yang sangat senang, lepaskan!,kau..kau.. bau!, belum mandi!"pipi Ayana yang terlihat begitu merona.
"Idih bau-bau gini!,suka kan bau badanku yang wangi ini?"
"Idih jangan bilang wangi,bau asam tau nggak!"Tertawa menghindari tatapan suaminya yang terlihat masam itu.
__ADS_1
"Sayang...kau ini kesayangan ku.. muach.. muach..."Rey merasa begitu saya terhadap Ayana.