
Setengah hari sudah berlalu, Ayana dan Rey masih berada di dalam kamarnya.
Tuan Muda benar-benar mengajak Ayana tidur seharian hari ini, bahkan bergerak pun tidak,ia terlihat tertidur pulas di pelukan Ayana.
Manusia gila ya... sudah hampir menjelang sore dia tetap tidak bangun juga...aku sangat lapar sekali...
Apa sedang sakit pun... dia akan sejahat ini padaku...
"kau mau kemana??" Tuan muda yang melihat Ayana akan turun dari ranjang,
"A..a...aku lapar Tuan Muda".
"Diamlah di sini!,Danu akan segera membawakan makanan untukmu!"
Cih.. dia pikir aku suka di layani seperti ratu hah... dasar manja...
"Sebentar saja Tuan Muda, lebih baik aku ambil sendiri makanannya!"
Tuan Muda yang sedang tidur langsung berdiri mendekati Ayana yang memohon,
kenapa dia mendekatiku....mau ngapain si dia...
Ayana semakin menyengkrut melihatnya mendekat ke arahnya.
"kenapa kau sangat berbeda.....kau tidak suka di layani...?"
Rey menyudutkan Ayana hingga ia tersandar ke pinggiran ranjang.
Ayana hanya menggelengkan kepala,ia tidak berani menatap suaminya yang sudah mendekat itu.
"Kau tidak menyukaiku...?"Tanya Rey pelan sambil menatap lekat Ayana.
orang ini kenapa si... kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti ini....
Ayana tidak menjawab,bahkan pertanyaan seperti ini bagaikan mimpi baginya,ia masih mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Aku sedang bertanya kepadamu!,apa kau tidak mendengar ku?"
Tuan muda langsung beraksi mencium bibir Ayana yang masih mengalihkan pandangannya ke arah lain, membuat Ayana terbelalak karena kaget.
Hal yang paling di benci Tuan Muda adalah jika ia sampai di cuekin ataupun tidak di layani.
******* bibir Ayana perlahan,
sepertinya Tuan muda melakukannya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang kali ini,...
"Apa aku harus melakukan ini supaya kau mau memandangku, kenapa kau suka sekali tidak menjawab pertanyaan ku?..."
keduanya saling terdiam bertatapan sejenak.
Ayana benar-benar bingung dengan sikapnya, bahkan ia harus menjawab seperti apa sekarang.
"Aku bertanya kepadamu?,kau tidak mencintaiku..?"
pertanyaan apa ini..
"Kau tidak mencintaiku...?"
"Siapa aku... untuk berani mencintaimu Tuan Muda!"
jawaban seperti ini yang terpikir di benak Ayana dan keluar dari mulutnya begitu saja.
"Jangan memanggilku Tuan Muda!"
"hah..."Ayana yang menjadi bingung.
maunya apa si..ini orang?..
"Apa tidak ada panggilan lain untukku?,selain Tuan Muda?"
Tuan muda berbicara serius menatap Ayana.
__ADS_1
Mau aku panggil apa?, Serigala... yang ada kau akan mengamuk bukan...
Ayana masih terdiam menggelengkan kepalanya,
"kalau begitu panggil aku selayaknya suamimu!"
"Apah..?...e.. maksudku..aku harus memanggilmu apah?.."
"Panggil aku sayang sekarang juga!"
"Sa...sa sayang?" Ayana yang merasa jijik mendengarnya.
"kenapa?.. kau tidak mau memanggilku sayang?,coba panggil aku sayang sekarang!"
Ayana merasa sangat enggan untuk memanggilnya sayang,ini terasa begitu aneh baginya,ia masih terdiam menatap wajah suaminya.
"Ayana...kau tidak mendengar ku?, panggil aku sayang!,... katakan!, katakan sekarang juga!"
"Ta.. tapi kan.."
Tuan muda yang semakin menatapnya tajam.
"Iya.. iya sayang...!"
hi menjijikan sekali..
"Apah..?,aku tidak dengar?.. katakan yang keras!"
"Iy... Iyah Iyah sa... sayang!"
"kalau begitu tatap aku, perhatian wajahku baik-bai!,kau harus bisa membedakan mana yang aku mana yang bukan!"
Apa si maksud perkataannya,
kenapa tidak masuk akal sekali...
dia benar-benar salah minum obat yah, kenapa akhir-akhir ini dia menjadi Aneh begini si...
Tuan Muda yang tergoda dengan bibir mungil Ayana langsung saja menciumnya kembali, memeluk pinggangnya dengan erat, sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Tak perduli hari siang,sore atau malam yang penting hasratnya terpenuhi sekarang,Ia benar-benar ingin menyentuh Ayana,ia tergoda dengan sikap Ayana yang penurut dan lembut itu.
Tangganya yang semula memeluk erat pinggangnya mulai menjalar kemana-mana, menjelajahi area yang paling ia sukai sambil memainkannya,
Tuan Muda... apa anda sudah tidak waras dan tidak mengingat waktu....aku lapar...malah tindakan seperti ini yang kau berikan kepadaku... sungguh menjijikan...
lepaskan...aku mohon lepaskan aku...
Ayana yang berusaha menolak keras sentuhnya dan terus menggelengkan kepala sambil melayaninya, membuat Tuan Muda tersadar seketika,
lalu melepaskan aksinya yang sejak tadi ******* bibir Ayana tanpa ampun dan tangannya yang berulah itu.
Gila yah,aku benar-benar tidak bisa menahan hasrat ku sekarang....
Tuan Muda yang tersadar langsung berdiri meninggalkan Ayana yang masih terdiam di atas ranjang menuju ke kamar mandi.
Jangan membuatku gila karena cinta... jika aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri... lalu bagaimana aku melepaskannya setelah dua tahun pernikahan nanti....
Aku harus bagaimana apa yang harus aku lakukan..
Sedangkan Ayana sedang merasa kesal sambil mengusap-usap bibirnya yang basah itu, mencoba membenarkan bajunya yang sudah berantakan kemana-mana,
kancing penyangga miliknya juga sudah terlepas begitu saja.
Sial, aku harus melepas bajuku sekarang,dia benar-benar membuat nafsu makan ku hilang kan....aku benar-benar kesal kenapa sentuhnya masih begitu berasa di tubuhku....
Ayana dengan kesal melepas bajunya sendiri untuk membenarkan dirinya kembali,
Melihat Tuan muda yang sedang berdiri mematung memperhatikannya dari kejauhan membuatnya langsung terbelalak dan bergegas menutupi kepemilikannya.
sial... sejak kapan dia berdiri di situ?..aku kira dia akan lama di kamar mandi...
__ADS_1
Melihat Tuan muda yang mendekat membuatnya semakin takut dan tambah menyengkrut, menutupi dirinya dengan selimut berusaha menyelamatkan diri.
"Sini...aku pakaian!"
Suara pelan Tuan mudanya yang sudah duduk persis di depannya.
Ayana masih tidak percaya dan terus menutupi dirinya dengan selimut yang telanjang dada itu, sambil memandang sinis suaminya.
"Jangan membuatku marah selagi aku baik!"
baik apaan...
Mendengar ucapan itu, membuat Ayana langsung bergegas melepaskan pelindungnya,Rey benar-benar memakaikan pakaian yang seharusnya di pakai istrinya dengan sangat lembut dan hati-hati,
mengancing-nya dengan benar dan memakaikan bajunya kembali.
"Ayo bangunlah!, kita makan sekarang juga!"
Rey yang sudah mengulurkan tangannya mengajaknya makan.
makan... setelah nafsuku hilang kau baru mengajakku makan.... dasar menyebalkan...
Mau tidak mau Ayana harus menuruti perkataannya dan langsung berdiri menghampirinya.
"Kau...aku sudah mengulurkan tanganku!, dan berani sekali kau...."
"Iya maaf Tuan Muda...e.. maksudku sayang!"
Ayana yang langsung menggenggam tangannya karena tahu ia akan marah-marah jika di cuekin.
Cih lidahku saja menolak untuk m manggilnya sayang....
Tunggu apa sakitnya sudah sembuh.., kenapa dia terlihat segar sekali sekarang..?
Tuan muda langsung keluar kamar dan semakin menggenggam erat tangan Ayana agar tidak terlepas dari genggamannya.
Sejak kapan dia mengajakku bergandengan tangan seperti ini,aku yakin dia salah minum obat semalam... bisa-bisanya dia menyuruhku memanggilnya sayang..dia pasti sudah tidak waras...
Keduanya langsung berjalan menuju ke meja makan,
mendapati bibi pelayan yang sedang beres-beres di meja makan langsung saja di suruh bertugas oleh tuan mudanya.
"Bi.. siapkan makanan sekarang!,aku lapar!"
Bibi pelayan yang melihat keduanya bergandengan tangan merasa aneh namun bersikap santai seperti biasanya.
"Tunggu sebentar Tuan muda,akan saya ambilkan makanannya sekarang juga!".
Keduanya langsung duduk berdampingan,dan bibi pelayan bergegas mengambilkan makanan untuk keduanya.
Dimana Ray, Ayana harus tahu dengan segera... jika aku ini memiliki kembaran,
jika tidak!,dia akan selalu salah tingkah menanggapi yang mana suaminya dan yang mana yang bukan..
"Silahkan Nona, Tuan Muda, selamat menikmati!"
"Iya makasih Bi!"
Ayana yang selalu menghargai pekerjaan orang lain,ia tidak bisa bersikap cuek seperti Tuan mudanya yang hanya terdiam mendengar perkataan pelayan.
"Kakakku dimana Bi?" Tuan Muda yang sangat penasaran karena tidak melihat kehadiran kembarannya.
"Tuan Muda sedang berada di tanam, sepertinya ia sedang melakukan pemotretan Tuan Muda!
"Baiklah..!"
kakak... seperti apa kakaknya,apa kakaknya benar-benar ada di sini..
he'h.. aku sangat penasaran bagaimana kakaknya,apa galak juga sepertinya..
Atau malah lebih menyeramkan darinya?..
__ADS_1
Ayana yang terdiam setelah mendengar perkataan suaminya, rasanya dia begitu penasaran, namun sebaiknya ia pendam dulu rasa penasarannya kali ini sambil menelan ludahnya.