
Tak terasa mobil sudah berada di gerbang pintu masuk Hotel.
Setelah memarkirkan mobilnya,keduanya langsung masuk ke dalam gedung Hotel menuju ke kamar.
Rey menuntun Ayana sampai ke atas ranjang,
"Tidurlah kau harus istirahat!"
Pinta Rey sambil membuka kemejanya untuk membersihkan diri di kamar mandi.
kenapa dia membuka baju disini apa dia akan bermalam di sini lagi....
"Anda mau pulang?"Tanya Ayana penasaran.
"Tidak,aku akan tidur disini menemanimu!,kau sedang sakit begini mana mungkin aku meninggalkan mu sendirian!"Rey menuju ke kamar mandi.
sementara Ayana masih lekat menatap pintu kamar mandi,
akhir-akhir ini dia memang terlihat begitu baik kepadaku,aku tidak tahu bagaimana sikapnya nanti setelah mengetahui kehamilanku....
Apa akan lebih baik dari ini..?
Namun kenapa hatiku masih bimbang dan rasanya aku belum percaya kalau dia itu mencintaiku...
****
"Danu bagaimana kabar adikku?" Tanya Ray yang sedang duduk di ruangan kerjanya, semetara Danu duduk berhadapan dengannya.
"Tuan Rey baik-baik saja Tuan Muda,Tapi sepertinya Nona Ayana sakit dan masuk ke rumah sakit tadi.
"Apah..?,masuk ke rumah sakit?,Tapi Ayana baik-baik saja kan?" Nampak wajah Ray yang kaget.
"Sepertinya Nona baik-baik saja Tuan Muda, karena Tuan Muda sendiri tidak mengabariku lagi!"
"Syukurlah aku harap dia baik-baik saja!, Rey... tidak pulang kan?"
"Tidak Tuan Muda, untuk beberapa hari ini Tuan Muda akan bermalam dengan Nona Ayana!"
"Iyah sudah baiklah!, kerja yang bagus Danu!, dan satu lagi aku titip Adikku!..,jaga dia baik-baik!, Terutama Ayana... aku yakin dia yang mampu meluluhkan hati adikku,untuk itu aku akan serahkan semuanya kepadamu!, karena aku akan kembali ke luar negeri besok pagi!..."
"kembali ke luar negeri Tuan Muda?, kenapa cepat sekali?"
"Aku ada pertemuan dengan agensi di luar negeri, sekalian mau jenguk Mamah,aku juga rindu dengannya!"
"Iya sudah baiklah kalau gitu hati-hati Tuan Muda!"
"Iya sudah kau boleh pergi Istirahat!,ini sudah terlalu malam".
Menganggukkan kepalanya memberi hormat sambil meninggalkan ruangan untuk kembali ke kamarnya Istirahat,
kadang kala Danu memang menginap di rumah Tuan mudanya, kadang kala juga ia pulang ke Apartemen tergantung suasana hatinya ataupun waktu jam kerjanya.
*****
"Cklekk..."Tanda pintu kamar mandi terbuka,itu artinya Rey sudah selesai membersihkan diri.
__ADS_1
Ia langsung menghampiri istrinya yang sedang tertidur di ranjang, memakaikan selimut untuk istrinya yang sudah memejamkan mata itu.
"Muach..."kecupan hangat langsung mendarat di keningnya berserta belaian tanganya yang lembut memandangnya lekat.
"Cepat sembuh... jangan sakit!,aku tidak suka..!"
Tentu saja,Ayana yang hanya pura-pura tidur terdiam di dalam hatinya merasa sentuhan yang di berikan suaminya itu.
kenapa aku semakin percaya kalau dia benar-benar mencintaiku..
Rey langsung membaringkan tubuhnya di samping Ayana, Ayana langsung membuka matanya merasakan suaminya yang sudah terbaring di sampingnya.
"Hey...kau bangun?,apa aku menggangu mu...?"Tanya Rey pelan menghadap ke arah Ayana.
Ayana menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Rey.
kenapa dia terus tidur di sini bagaimana dengan Felly...
"Iya sudah tidurlah!,apa kau merasa sesuatu di perutmu...?"Tanya Rey sambil mengelus perut Ayana pelan, membuat Ayana mengingat tentang kehamilannya lagi.
Apa dia merasa kalau ada sesuatu di perutku..
"Tidak....aku tidak merasakan apapun!"Sahut Ayana pelan sebenarnya ia sedang merasakan bahwa jantungnya berdegup begitu kencang.
"Iya sudah tidurlah, ini sudah malam... muach..."ciuman kening mendarat lagi di keningnya.
kemudian Rey langsung memeluk erat istrinya di dada bidangnya untuk tidur.
kenapa aku merasa nyaman sekali setiap kali dia memelukku begini....
Entah kenapa tiba-tiba Ayana terseyum di dalam hatinya, terlebih mengingat suasana saat di alun-alun kota tadi,ini benar-benar membuatnya tersenyum senang melihat tingkahnya yang sok bisa itu.
"Hey kau belum tidur, kenapa kau malah memainkan kancing bajuku?"
"Deg"Tanya Rey yang menyadarkan Ayana yang sejak tadi memainkan kancing bajunya itu.
Gila yah...aku sampai lupa, kalau aku ini sedang memainkan kancing bajunya dia...
"Aa... aku..aku hanya...."
"Sudahlah... jangan menggodaku!,ini sudah malam,ayo cepat tidur!"Rey kembali memeluk Ayana erat.
siapa juga yang menggodamu..
Ayana mencoba memejamkan matanya untuk tidur dan membenamkan wajahnya di dada bidangnya.
Tidurlah Ayana tidur... kau butuh istirahat...
Rey, terus membelai kepalanya dengan lembut dan penuh perasaan.
Sudah hampir satu jam berlalu, namun Rey belum bisa tidur juga,ia sudah berusaha memejamkan matanya, namun tetap saja ia tidak bisa tidur.
Kenapa aku tidak bisa tidur begini si....
Rey mencoba bangun kembali,Ia langsung duduk di kursi dan meja kerja yang ada di dalam kamar hotelnya.
__ADS_1
Mengecek data-data kantor yang ada di dalam leptopnya.
Terdapat banyak email yang belum di buka oleh Rey, baik email dari karyawan perusahaannya maupun email dari manager hotelnya, yang meminta data-data pengembangan hotel bulan lalu.
Menager memintanya untuk di cek dan di revisi bersama gabungan data pengembangan hotel bulan ini,agar pengeluaran dan pendapatan setiap bulannya bisa di target berapa persen peningkatan perbulannya.
Rey yang membuka pesan tersebut langsung mencari data-data dan dokumen pengembangan hotel yang ada di lemari besarnya ini.
Terdapat banyak dokumen disana, hingga membuat Rey bingung dan harus menyalakan lampu kamarnya kembali agar segera menemukan data-data bulan lalu.
Dimana dekomen itu, kenapa berantakan gini si....
Rey terus mencari dokumen bulan lalu, mencoba membuka satu persatu dokumen,
Aku harap Ayana tidak bangun,
Melirik istrinya yang sedang tertidur pulas sambil membuka dokumen yang sedang ia pegang, dan bukan itu juga dokumennya.
Lalu ia mengambil salah satu dokumen lagi dan tidak sengaja menjatuhkan sebuah amplop putih berlogo rumah sakit ternama,asal amplop itu berasal dari Dokumen lima bulan yang lalu.
"Surat keterangan Dokter?, bukankah ini punya Felly, kenapa ada di sini bukanya seharusnya ada di rumah, bukankah aku sudah menyimpannya di lemari laci"
Rey yang menjadi penasaran karena dia menemukan sebuah amplop yang sama persis seperti yang ada di lemari kamarnya di rumah.
Rey penasaran dan mencoba membukanya pelan-pelan,...
Tertera jelas di dalamnya hasil pemeriksaan medis tantang rahim Felly,
Nama: Fellycia Anastasya
Tenis kelamin: perempuan
Tinggi badan:-
Berat badan:-
Golongan Darah:-
Bahwa telah melakukan pemeriksaan kandungan, dengan ini menyatakan bahwa beliau:
1.Siklus Menstruasi lancar
2.Menstruasi tidak terlalu sakit
3.Berat badan Ideal
4.keputihan normal
5.Memiliki pola makan hidup sehat
Untuk itu kondisi tubuh dan Rahimnya Sehat dan Subur serta Normal pada umumnya,
Tertera jelas di situ dan bertanda tangan atas nama Dokter yang menangani dan memeriksa Felly.
Felly!,
__ADS_1
apa yang dia lakukan, beraninya dia melakukan hal ini kepadaku..
Rey yang sudah mengepalkan tangan dan terlihat sangat marah, bahkan matanya sudah memerah menggenang air menahan kemarahan yang sedang di tahan setelah mengetahui ini semua.