
Rayhano mengajak Audia ke rumahnya untuk membicarakan hari penting besok,
Dimana esok hari adalah hari mereka lamaran sekaligus Pernikahan.
Mendapati Danu yang duduk terdiam di atas sofa membuat Audia merasa begitu gelisah,Tapi Danu terlihat fokus menghadap ke layar leptop.
Terlebih Rayhano yang mengajaknya berjalan mendekatinya membuat perasaan Audia tidak tenang.
"Dimana Rey Dan?"
"Tuan Muda sedang di kamar, mungkin ia sedang bermain dengan Tuan kecil!"menjawab dan terus menatap ke layar leptopnya sambil mengetik cepat.
"Sayang duduklah di sini dulu!,aku akan menemui Rey sebentar!"Menyuruh calon istrinya untuk duduk dan meninggalkannya
"Oh baiklah!,"Semakin tegang namun ia mencoba untuk tetap tenang dan duduk di sofa dimana Danu ini duduk juga.
Tapi Danu terlihat biasa saja,ia tidak bergeming sama sekali dari layar leptop, sepertinya ia terlihat tidak terusik sama sekali, namun kita tidak tahu apa isi hatinya.
"Danu..."Panggil Audia pelan karena ia ingin sekali berbicara.
"Jika tidak ada hal penting tak usah di bicarakan!,aku sedang sibuk!"
"Tapi ini masalah penting!, tentang kita berdua!"Bicara Audia menghentikan aktivitas Danu yang sedang mengetik.
"Kita berdua tidak ada hubungan apapun!, lagian semuanya sudah jelas!, jadi itu tidak perlu di perjelas lagi!, semuanya sudah berakhir dua tahun yang lalu!,tak usah di bahas!,aku juga tidak memiliki perasaan lagi kepadamu!, semuanya sudah selesai,anggap saja kita baru bertemu!, dan tidak ada masa lalu di antara kita berdua!"Berbicara begitu tenang tanpa menatap Audia.
"Baiklah!, maafkan aku Danu!"Merasa bersalah karena telah meninggalkannya dan memutuskan hubungan begitu saja.
Danu menutup layar leptopnya dan beranjak pergi meninggalkannya yang sedang berbicara itu.
Danu terlihat tenang sekali,
apa dia sudah menemukan pengganti ku..
Melihat Danu yang biasa saja membatunya penasaran, namun bicara Danu yang seperti itu membuatnya merasa lebih tenang untuk menikah dengan orang lain.
*******
Hari ini adalah hari yang di nantikan semua orang, dimana hari ini adalah hari lamaran dan pernikahan Tuan Muda Rayhano.
Semuanya sedang bersiap-siap untuk menghadiri acara ini, khususnya keluarga mempelajari pria dan wanita yang sibuk merias diri mereka.
"Sayang!,kau terlihat cantik sekali!, melebihi seorang pengantin,!"
Melihat Ayana yang sudah berdadan cantik memakai gaunnya di hadapannya.
"Apaan si Rey,kau selalu membuatku merasa berlebih!"Ayana yang sudah merona dan tersipu malu menatap suaminya.
"Beneran!,kau adalah wanita yang paling cantik yang pernah aku temui luar dalam!"memeluk erat istrinya dari belakang.
Tampak baju couple yang mereka pakai termasuk Tuan kecil yang sudah terlihat sangat ganteng juga itu di gendong Ayana.
"Sudah jangan memujiku terus,ini!, gendong putramu!,aku mau keluar sebentar ambil makanan!"
****
Sebuah mobil mewahnya sudah terparkir di depan gerbang kost, Danu sedang menunggu Kinar dan menjemputnya menghadiri pesta pernikahan ini.
Tampak sebuah mobil sedan yang juga terparkir tepat di hadapan mobil Danu.
Seorang laki-laki Turun dari mobil dan menunggu di depan mobilnya, sementara seorang perempuan keluar dari dalam gerbang kost.
Danu terus memperhatikannya dari Dalam mobil, karena ia merasa mengenal perempuan yang memakai gaun itu.
"Wah ternyata Nada!, dimana Kinar?, apa belum selesai juga berdandan?, kira-kira seperti apa penampilannya? aku janji penasaran!"
Menggerutu sambil melihat kedua orang itu yang berangkat terlebih dahulu.
"Kenapa dia lama sekali?"
merasa gregetan dan turun dari mobil untuk menemui Kinar ke dalam.
Ia bertanya kepada penjaga kost dan meminta izin untuk masuk ke dalam.
Melihat Kinar yang kesusahan memakai sepatu membuatnya tersenyum dari kejauhan.
karena Kinar sendiri sangat jarang untuk memakai sepatu berhak tinggi.
sepertinya baju itu sangat cocok untuknya,
Melihat tubuh Kinar yang melekat sangat pas dengan gaun itu membuatnya tersenyum, namun sayang ia belum melihat bagaimana riasan di wajahnya.
"Sini biar aku pakaian!"menundukkan dan memakaikan sepatunya ke kaki Kinar.
Pa Danu,
bagaimana bisa dia masuk,
Tampak Danu juga terlihat sangat tampan kali ini, dengan kemeja putih dan balutan Jas berwarna hitam, membuat Kinar tak berhenti menatap rambut dan tubuhnya yang sedang memakaikan sepatu.
"Sepertinya kau jarang memakai sepatu seperti ini ya?"
Tanya Danu sepontan dan melihat penampilannya yang menyeluruh, membuatnya terdiam tidak berkedip.
Cantik juga, pintar juga dia berdadan.
Namun ada satu yang menjanggal dari pandangannya, tampak area dadanya yang terlihat mulus itu menimbul, membuat Kinar menutupinya dengan tangan.
"Sepertinya baju ini terlalu sempit untukku!"merasa malu sendiri.
"Maafkan aku!, mungkin kau juga tidak terbiasa memakai baju seperti ini!"
Mencopot Jaz-nya dan memakaikannya ke Kinar untuk menutupi tubuhnya yang terlihat mulus memakai gaun,
membuat Kinar terbelalak menatapnya,
Detak jantungnya tampak berdebar sangat kencang melihat tingkahnya.
Jaz-nya wangi sekali!, kenapa si dia bersikap seperti ini,aku kan jadi Baper!,
Andai saja aku dengannya pacaran beneran pasti aku sangat bahagia...
__ADS_1
"Ayo kita berangkat!"
Menuntun Kinar dengan lembut keluar dari kost-an untuk berangkat ke gedung Acara pernikahan Tuan Rayhano.
"Pa Danu!,kau yakin kau akan datang ke sana?"
"kenapa tidak!,ini pernikahan Tuan Muda!,aku harus datang dan menghadirinya!"
Terus menyetir dan fokus menatap jalan.
Bukannya dia masih mencintai Audia, seharusnya dia sakit hati bukan,
kenapa dia menghadiri acara ini....
Keduanya saling diam melanjutkan perjalanan.
Semua orang sudah berdatangan menghadiri acara pesta pernikahan ini, tampak aura wajah bahagia di seluruh tamu undangan pesta.
Banyak kalangan wanita-wanita cantik yang menghadiri pesta pernikahan ini, termasuk teman-teman dan para sahabat Tuan Muda.
Tampak Juga Ayana dan Tuan Reyhano yang sedang berfoto mesra keluarga kecilnya, meresa sedang memperbanyak kenangan-kenangan di masa-masa seperti ini.
Tampak Nada dan pacarnya yang sudah duduk di kursi tamu,
Bayu juga sudah hadir,ia sibuk sendiri sambil memainkan ponselnya di atas kursi, entah apa yang sedang ia lakukan dengan ponselnya karena ia terlihat begitu sibuk mengetik.
Danu dan Kinar juga sudah sampai di tempat acara pernikahan ini,lalu menghampiri Nada dan pacarnya yang sedang duduk.
"Tunggulah disini sebentar,aku ada urusan!,Nada titip Kinar sebentar yah!"
Dia mau kemana si?, kenapa terburu-buru,
Pikir Kinar penasaran.
"Siap pak Danu!, tenang saja!,aku tidak akan meninggalkannya!"sambil tersenyum menatap Danu yang pergi meninggalkan Kinar.
"Wah apa yang di pakai mu ini!,jas Danu?, romantis sekali?..."
"Sadarlah!,ini cuma pura-pura...!"Kinar yang tampak biasa saja, karena ia tahu ini semua cuman pura-pura.
Berjalan menuju ke arah belakang dimana pesta ini di adakan,entah ia ada urusan apa, yang jelas Danu sedang terburu-buru sambil memegangi ponselnya.
Pesta ini terlihat begitu mewah dan meriah, lampu warna warni yang terang berpijar kemana-mana menciptakan suasana yang begitu sempurna di acara ini.
Acara sudah di mulai, mempelai segera melakukan akad, Acara resepsi pernikahan juga di adakan hari ini juga, terlihat semua orang sedang beramai-ramai merayakan pesta ini.
Pak Danu kemana?,
kenapa dia lama sekali?....
Menengok kesana kemari, mencari Danu yang belum terlihat batang hidungnya.
Tak lama juga Danu muncul dan menghampiri Kinar yang sedang mencarinya itu.
"Kenapa kau sendirian?, dimana Nada?"Tanya Danu yang melihat Kinar duduk sendirian.
"Dia pergi ke toilet!"
"Baiklah!"menggapai tanganya dan mengikuti langkah Danu yang mengajaknya jalan-jalan.
Bayu yang melihat pemandangan ini dari kejauhan membuatnya terbelalak, melihat Kinar dan Danu yang berjalan berdua sambil bergandengan tangan.
"Cih,apa mataku salah melihat?"mengucek matanya mencoba untuk menyadari apa yang ia lihat.
"Wah..wah..ini tidak beres!, berani sekali dia mendahuluiku untuk memiliki pasangan, seharusnya dia ajak-ajak dong"merasa kesal dan menghampiri keduanya.
"Apa hubungan kalian berdua?"menghentikan langkah Danu dan Kinar yang sedang berjalan santai itu, bahkan Bayu sudah menghalangi jalan keduanya.
"Kau mau tahu?,aku dan Kinar pacaran kenapa?"merangkul bahu Kinar selayaknya seorang pasangan.
"Sejak kapan kalian berhubungan?,aku benar-benar tidak percaya ini!..., kenapa kau tidak bilang kepadaku?"
"Cih, memang harus bilang dan izin kepadamu begitu!"
Bayu mendekat dan berbisik kepada Danu.
"Baiklah!, kalau begitu aku juga akan mencari pasangan hari ini juga!" mengedipkan matanya dan pergi meninggalkan keduanya sambil tersenyum.
"Terserah kau saja!, sudah sepantasnya kau mencari!"Berbalik terseyum dan berjalan tanpa melepaskan rangkulannya kepada Kinar.
Aku tidak bisa seperti ini terus,aku benar-benar baper jadinya...
Memandang tangan Danu yang terus merangkulnya sambil berjalan.
"kau mau makan Ice cream?"Tanya Danu lembut.
"Tidak!, aku tidak ingin!"Menggelengkan kepalanya.
Bisakah kau melepaskan rangkulan mu,kau benar-benar membuatku terbawa perasaan,
"baiklah kita cari makanan yang lain!"masih mengajaknya terus berjalan dan berkeliling pesta untuk menikmati semua ini.
"Danu..!"salah satu panggilan seorang wanita yang melintas di telinga keduanya membuat langkah keduanya berhenti.
Melihat para wanita yang sedang memandangnya dan tersenyum-senyum genit menatapnya, mebuatnya mengerutkan dahinya, bahkan terlihat para wanita itu mendekat ke arah Danu.
"Danu!,aku boleh meminta foto!,aku nge-fans banget sama kamu!, please!,satu kali saja foto bersamamu,iya..iya... please!"Terlihat wanita itu yang memohon manja membuat Kinar menyikir dari para wanita yang mendekati Danu.
"Iya Danu, aku juga mau foto satu kali saja!, foto denganmu!"wanita lain yang menimpali
"Aku juga Dong!" yang lainnya lagi
"Aku juga yah!, please!"
Melihat Kinar yang pergi menjauh darinya membuatnya tidak tenang dengan para wanita ini yang sedang ribut-ribut meminta foto.
"Sudah... sudah Cukup!, kalian Tahu dia siapa?"
menunjuk ke arah Bayu yang tampan itu,ia terlihat sedang duduk santai memainkan ponselnya,
untuk mengalihkan para wanita ini yang berkerumun mengintari-nya, mencoba mengarahkannya ke arah Bayu.
__ADS_1
"Dia itu adalah majikanku!,dia lebih kaya dariku!,dia juga sedang jomblo!,dia juga sedang mencari pasangan yang tepat untuk menjadi pendampingnya!"
"Wah benarkah?,dia majikan mu!, lebih kaya darimu?"Para wanita itu tidak percaya.
Cih para wanita matre...
"Iyah beneran!, Bayu!"
Teriak Danu agar Bayu menghadap ke arahnya sekaligus para wanita itu.
Bayu pun kaget dan menghadap ke arah Danu dengan raut wajah bingung penuh dengan tanda tanya.
"Wah...dia juga sangat tampan!,aku juga mau!"
Para wanita itu justru berlari ke arah Bayu, membuat Danu segera kabur untuk menyusul Kinar.
"Wah.. wah..ada apa ini?"
melihat para wanita yang mendekat ke arahnya membuat Bayu semakin bingung dan mencoba kabur, Tapi para wanita itu justru semakin penasaran dan mengejar Bayu yang berjalan meninggalkan tempat.
"Pak Anda tampan sekali!"pujian para wanita itu
"Tidak waras!"mencoba untuk menghindari para wanita yang terus berjalan mengikutinya.
Apa yang Danu katakan kepada mereka semua si,
sehingga para wanita ini mengikutiku terus..
Merasa geram dan bingung kemana ia pergi,ia juga merasa stress dengan para wanita ini.
Melihat Kinar yang terdiam berdiri menatap pemandangan membuatnya menghentikan langkahnya, menatapnya dari belakang.
Aku mencintainya,tapi... apa dayaku untuk bisa mendapatkannya,
sedangkan semua ini cuma pura-pura,
lihatlah para wanita itu, terlihat sangat cantik-cantik dan menggoda,
Menintikkan air mata dan terdiam menatap sekitarnya, tapi ia berusaha untuk menangkan dirinya.
"Apa yang kau lakukan disini?"Tanya Danu tiba-tiba membuatnya kaget dan mengusap air matanya begitu cepat.
"Tidak papa!,aku hanya ingin menghirup udara segar!"
menatap ke arah Danu dan terseyum palsu, namun matanya yang basah tidak bisa membohongi Danu.
"katakan apa yang sedang kau pikirkan?,apa kau cemburu?"Tanya Danu langsung ke inti.
"Cemburu dengan siapa?"
"Dengan para wanita tadi kepada ku?"
"kenapa kau bertanya seperti itu?, memang aku siapa mu?"Terus menyangkal dan menghindari tatapanya.
"Apa kau menyukaiku?"Entah apa yang di pikiran Danu, bagaimana bisa dia bertanya seperti itu secara tiba-tiba dan blak-blakan.
"Apa dayaku untuk menyukai mu..?"
menyembunyikan wajahnya yang sudah meneteskan air matanya,
ia benar-benar tidak bisa menahannya, pacaran pura-puranya ini benar-benar membuatnya terbawa perasaan.
"kalau begitu menghadap lah ke arahku sekarang!"menyuruhnya untuk menatapnya yang memalingkan wajahnya.
"Untuk apa?"Tanya Kinar pelan.
"Menghadap lah!"
Kinar berusaha menenangkan dirinya dan mengusap air matanya yang menetes itu,
lalu menghadap ke arah Danu dengan diam dan menunduk.
Danu langsung berjongkok dan menatap wajahnya yang menunduk itu.
"Maukah kau menikah denganku?"menunjukan sebuah kotak perhiasan kepada Kinar, membuatnya terdiam karena kaget.
"Kau berpura-pura lagi?"menitikkan air mata mendengar perkataan Danu yang begitu mengagetkannya.
"Tidak!,aku serius!,aku ingin kau menikah denganku!, karena aku sudah mendengar semua ocehan mu di taman waktu itu!,kau mencintaiku bukan?"
"lalu bagaimana dengan ini?"masih bingung untuk menjawab.
Kinar segera mengambil kotak Cincin yang ada di tasnya yang ia simpan sejak ia bertemu di taman dengannya.
"Ini tidak pantas di simpan!,buang saja!,ini hanyalah masa lalu bagiku!"melemparkannya begitu saja.
"Kau mau menikah denganku?"Tanya Danu sekali lagi sambil memegang kedua tangannya.
Kinar semakin terdiam menintikkan air matanya,
Ia langsung menganggukan kepalanya mengiyakan lamaran Danu secara tiba-tiba dan semakin menangis karena begitu terharu dengan semuanya.
"Jangan menangis!,kau terlalu cantik untuk menangis!"memeluk Kinar yang menangis.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku terlebih dahulu?"
"karena aku ingin mengenalmu lebih dekat!"
"hiks... hiks.."semakin menangis bahagia dengan kejutan ini.
Tak di sangka,hari ini adalah hari yang paling bahagia dimana Kinar di lamar oleh Danu secara tiba-tiba, karena Danu sendiri sudah tahu kalau Kinar itu mencintainya.
Sementara di dalam ruangan pesta, terdapat suasana yang begitu indah dan bahagia,di lapisi oleh senyuman-senyuman bahagia semua orang termasuk kedua pengantin itu.
"Sayang!, tersenyumlah!,aku akan mencium mu di hadapan semua orang sambil di potret di tempat pelaminan ini!, sebagai kenang-kenangan yang paling indah nantinya!"
Mengajak istrinya untuk berfoto dan terseyum,Rey benar-benar mencium Ayana di hadapan semua orang di tempat pengantin ini berdiri,sambil menggendong Tuan kecil yang sangat imut itu untuk kenang-kenangan terindah di dalam hidupnya.
Sementara Bayu sedang berusaha membebaskan dirinya dari kejaran para wanita itu.
TAMAT,
__ADS_1