
Tuan muda langsung menuju ke tempat dimana istri pertamanya memberitahu dimana toko yang sedang ia kunjungi sekarang..
Memasuki sebuah toko pakaian dimana tempat barang-barang mahal dan ternama, yang terkenal di mana-mana dengan harga yang super waw dan melunjak itu.
"Sayang kamu kok lama banget si?, aku kan bingung dari tadi mau pilih baju yang mana?,ayo temani aku!" Felly yang langsung merangkul kembali tangan suaminya dan berjalan memilih.
Ayana yang masih mengikuti keduanya sambil membawakan barang-barangnya.
"Ayana apa kau tidak ingin membeli baju?,Jika mau belilah!, anggap saja ini kebaikanku yang akan berulang tahun "Felly.
"Tidak..."
Ayana menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Felly.
cih,baik?..apa kebaikanmu itu.. jika kau sedang berulang tahun saja hah...??.
kau pikir aku ingin semua ini, belilah sepuas mu!,aku tidak akan iri!, lagian aku sedang tidak berselera dengan semua ini..
Tuan muda yang mendengar pembicaraan keduanya hanya melirik sebentar ke arah Ayana..
kenapa dia bodoh sekali, bukanya Felly sedang bersikap baik padanya, kenapa dia malah menolak tawarannya, seharusnya dia mengiyakannya bukan..
Beberapa toko barang-barang sudah di kunjungi oleh Felly,baik toko sepatu,tas, baju, perhiasan maupun keperluan lainnya yang sudah ia beli dan sudah berada di genggaman tangan Ayana,
Bahkan setiap toko yang ia kunjungi tidak ada yang nihil sama sekali,ia pasti membeli salah satu barang yang ada di toko tersebut.
Rey langsung duduk di sebuah sofa yang terdapat di dalam toko baju, karena merasa lelah ia menyuruh Felly untuk memilih dan membayar baju belanjaannya sendiri bersama Ayana.
"hey kau kemarilah"
Tuan Muda yang langsung memanggil salah satu pegawai toko baju tersebut yang ada di dekatnya
"saya pa?" tanya pegawai toko yang lumayan bingung.
Tuan Muda langsung menganggukkan kepalanya, membuat pegawai toko langsung menghampirinya,
"iya pa?, ada yang bisa saya bantu?"
Pegawai dengan sopanya melayaninya
" sini kau lihat lah!"
Tuan muda menunjuk salah satu deret baju yang terpajang di toko,pegawai pun dengan seksama memperhatikan apa yang sedang ia suruh dan perintahkan-nya.
"kau lihat baju-baju satu deret yang berada di sebelah kiri itu?".
"iya pa baik,lalu?"
"Nanti saya akan beli semua baju-baju itu, setelah saya pergi dari sini,ini kartu nama saya, setelah aku pergi dari sini kau langsung kemas semuanya dengan rapi, dan ingat!, tapi setelah saya pergi dari sini,Anak buah saya yang akan mengurus dan mengambil semuanya nanti,kau mengerti?"
Pegawai terdiam terbelalak dengan perintahkan-nya.
Ini orang gila apa ya?,satu deret itu, semuanya akan dibeli hah?..., tapi kenapa harus nanti, bukankah sekalian saja mumpung *d*ia ada di sini,ya kan?...
"Hey,apa kau mengerti semua perkataanku?"
Tuan Muda yang melihat pegawai masih terdiam tidak menjawabnya.
"oh oke baik pa!, saya mengerti perintah Anda pa, sehabis anda pergi dari sini, saya akan mengemas satu deret yang ada di sebelah kiri itu kan pa".
__ADS_1
"bagus, pergilah,ini bonus untuk dirimu"
Tuan Muda yang berbaik hati langsung memberikan uang Tips kepada pegawai tersebut.
"waw banyak banget pa?" pegawai yang kaget dengan jumlah uang yang ia berikan.
Tuan Muda yang mendengar perkataannya langsung memberikan isyarat dengan menolehkan kepalanya,agar menyuruhnya segera pergi!.
"Oh, maaf pa baiklah, Terimakasih"
Pegawai sambil pergi meninggalkan Tuan Muda yang masih duduk di atas sofa.
Gila!, ini orang kaya banget apa yah?, mimpi apa aku semalam.., dapet tips lebih dari gaji-ku hari ini.
waw mantap-mantap,..
Mana ganteng banget lagi dia
Pegawai yang merasa sangat senang mendapatkan rezeki secara tiba-tiba dari Tuan Muda tampan yang baru ia temui itu, bahkan sambil menggelengkan kepalanya berulang-ulang.
Setelah urusannya selesai, Felly kembali menghampiri suaminya yang masih duduk di sofa.
"Sudah sayang,ayo kita pulang!,aku sudah cukup belanjanya"
Felly yang langsung duduk di sebelahnya dan merangkul tangannya kembali.
Tuan Muda yang melihat Ayana yang sedang berjalan membawakan barang banyak milik istri pertamanya, membuatnya merasa risau sendiri dan tidak tega.
"Sayang.."
"Hem.. kenapa sayang?".
"Panggilkan Danu untuk membantu membawakan barang-barang mu!"
Felly yang tidak terima dengan ucapan suaminya,ia selalu merasa bahwa Ayana sanggup membawanya.
"jangan menyuruh Ayana untuk membawa semuanya sayang?, bagaimana dengan sikap orang-orang ketika melihat sikap kita nanti,ini demi kehormatan ku,dia itu perempuan, jangan membuat diri kita di pandang jelek oleh orang-orang sayang!,kau mengerti?"
Tuan Muda yang langsung memberikan alasan yang logis kepada istri pertamanya, sebenarnya dia melakukan ini karena di hati kecilnya merasa tidak rela melihat Ayana yang terus bolak balik membawa barang.
"Oh iya juga ya sayang.., baiklah aku akan menelfon Danu sekarang, agar dia segera datang kemari"
Felly langsung menghubungi Danu,..
Beberapa menit setelah itu,Danu segera datang dan langsung membantu Nona barunya membawaku barang-barang nona pertama.
Felly dan Tuan Muda langsung keluar dari ruangan toko terlebih dahulu,..
"Sini Nona biar saya saja yang membawa semuanya!" Danu yang juga merasa tidak tega melihat Ayana yang sedang kesusahan membawa barang
"Jangan semuanya Danu, lebihkan untuk ku!, aku juga ingin membawa barang, aku merasa tidak enak jika berjalan tanpa membawa apapun"
Ayana yang tetap ingin membawa barangnya, walaupun hanya salah satu dari barang tersebut,dari pada ia harus berjalan dengan tangan kosong, ia merasa kaku dan tidak enak diri jika berjalan tidak membawa apapun.
Gila!,apa ini barang-barang nona Felly semua?...
lalu dimana barang-barang nona baru?,apa dia tidak membeli apapun hah?, tega sekali
Tuan muda...
__ADS_1
Danu yang menggerutu sambil memperhatikan Nona barunya yang terus berjalan di depannya menuju ke lobby.
Semua masuk ke dalam mobil,kini saatnya istirahat pulang ke rumah, karena hari yang juga sudah semakin malam, membuat mereka semua merasa semakin lelah,
terlebih lagi Ayana yang sejak pagi bekerja tanpa berhenti melayani mereka berdua..
Setelah sampai di rumah, Ayana langsung masuk mengikuti mereka berdua ke dalam kamarnya,..
menaruh barang-barang dan merapikannya.
Felly yang sibuk mengurus dirinya sendiri dan langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu saja untuk membersihkan dirinya,
tanpa memikirkan untuk melayani suaminya terlebih dahulu, karena ia selalu merasa bahwa sudah ada Ayana yang akan mengurusnya.
Tuan Muda duduk di sofa terdiam sambil memegangi keningnya...
Ayana yang melihat suaminya sudah duduk di atas sofa,langsung duduk seperti biasanya mencopot sepasang sepatu yang masih di kenakan di kaki suaminya itu
Menundukkan kepalanya, fokus melakukan pekerjaannya, tanpa menatap diri suaminya adalah hal biasa yang sudah ia lakukan sekarang di setiap harinya.
Kenapa dia bisa melakukannya?...,dia memang melayaniku,tapi kenapa?,.. kenapa dia bisa melakukan pekerjaan tanpa menatapku sama sekali..?
memang aku ini kurang Tampan apa?
Tuan Muda yang sejak tadi memperhatikannya pun merasa kesal, ia pun melihat bintik-kan keringat yang bermunculan di kening istrinya,
ia langsung mengambil sebuah karet rambut yang berada di samping meja sofa-nya,
mendekatkan dirinya ke arah Ayana dan langsung mengikat rambutnya begitu saja tanpa berbicara sama sekali.
Ayana yang kaget terbelalak sambil menatapnya...
Tuan muda pun merasa tidak senang dengan gaya duduk Ayana yang terlihat sangat merendah di hadapannya,ia juga tiba-tiba merasa tidak rela,kaki Ayana yang mulus putih bersih itu harus menyentuh lantai.
"Tuan Muda apa yang anda lakukan?"
Ayana yang langsung merasa grogi melihat tingkah suaminya yang mencoba mengikat rambutnya yang terurai begitu saja.
"berdiri, jangan duduk seperti ini!,apa kau sedang menyembahku sekarang?" Suara sengit tuan muda yang langsung ia lontarkan begitu saja dari mulutnya.
Disisi lain kadang sikap tuan muda terasa aneh di mata Ayana, kadang tiba-tiba dia bersikap baik kepadanya dan terkadang dia juga bersikap sangat buruk kepadanya.
Apa yang sedang ia lakukan si?, kenapa dia langsung mengikat rambutku secara tiba-tiba dan menyuruh berdiri dari tempat dudukku?, bukankah biasanya ia hanya terdiam melihatku seperti ini..
Ayana yang langsung mencoba jongkok menuruti perkataannya, lalu melanjutkan mencopot sepasang kaos kakinya yang masih berada di kakinya, dengan diam ia melakukannya tanpa berani mengucapkan sepatah katapun lagi, terlebih ketika ia sudah melihat suaminya yang duduk kembali dan fokus ke arah ponsel.
Setelah itu Ayana langsung berdiri dan akan menaruh sepatunya tersebut ke dalam rak, tapi dengan sesaat tangan Tuan muda langsung memberhentikan langkahnya, memegang tangannya erat dan membuat Ayana menoleh menatapnya.
"Taro" perintah Tuan muda begitu saja.
"Tapi saya akan.."
"Taro,kau tidak mendengar perkataanku?"
Tuan muda yang langsung menunjukkan ekspresi wajah seriusnya.
"iya baiklah" Ayana yang langsung bersabar menghela nafasnya dengan pelan dan menaruh sepatunya ke lantai dengan perlahan.
"kembalilah ke kamarmu!"
__ADS_1
perintah Rey secara tiba-tiba, dan langsung berdiri mengambil sepatunya sendiri dan masuk ke dalam ruangan gantinya...
Ayana yang masih terdiam bingung, karena ia rasa pekerjaannya belum juga selesai, tapi tanpa pikir panjang lagi, ia juga sudah merasa tidak betah di dalam kamarnya langsung keluar begitu saja kembali ke kamarnya untuk segera beristirahat.