Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Tuan Muda pergi.


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 5 pagi,Rey sudah terbangun dari tidurnya..


Ia terdiam Menatap Ayana yang masih tertidur pulas di pelukannya, senyuman cerah di wajahnya pun langsung terlihat merekah di pagi hari.


ketika tidur pun... dia terlihat cantik...


Rey membelai rambutnya dan mencium keningnya sesekali, sambil tersenyum meninggalkannya menuju ke kamar mandi.


****


Tuan Muda mendekat ke salah satu pelayannya yang sedang membersihkan ruangan,


Ia tampak Rapi dan terburu-buru, pakaiannya pun sangat licin dan rapi,


"Bi...saya akan pergi ke luar kota!,beri tahu Istriku setelah ia bangun nanti,dan segera siapkan sarapan untuknya!"


"Oh iya... baiklah Tuan Muda!"


Pelayan sambil menganggukkan kepalanya sopan.


"Mari Tuan Muda saya sudah siapkan mobilnya!"


Danu yang menaiki lantai dua menemui Tuan mudanya dan segera mengambil barang-barangnya untuk segera di masukkan ke dalam mobil.


"baiklah kita berangkat sekarang Dan!"


"Siap Tuan Muda!"


Keduanya langsung memasuki mobil dan berangkat ke tempat Tujuan.


Di dalam perjalanan tampak Tuan Muda yang sedang terdiam dan tersenyum sendiri sambil menyanggahkan tanganya.


Aku tidak pernah menyangka dia se-imut itu semalam....


kenapa aku merasa senang sekali si hari ini...


Dia benar-benar membuatku puas..


Danu yang melihatnya dari kaca sepion mobilnya hanya bisa berpikiran dan bertanya-tanya tanpa suara.


Ada apa dengan Tuan Muda...apa yang sedang ia pikirkan?... Kenapa ia terlihat bahagia sekali pagi ini...


Tak lama ponsel berdering memecah keheningan di dalam mobil yang sedang di kendarai itu.


"Halo sayang, selamat pagi!.. aku sangat merindukanmu!"suara Felly yang terdengar nyaring dari dalam ponsel Rey..


"Hemm..aku juga sayang!, Tumben sepagi ini kau menelfon ku! apa uangmu habis?"


Tanya Rey yang sudah biasa memanjakan istrinya itu.


"Tidak sayang,aku hanya merindukanmu, apa kabarmu baik?"


"Iya tentu saja, aku selalu baik sayang, bagaimana dengan kabarmu?kau merasa senang di sana?"


"Iya tentu saja sayang aku merasa sangat senang..."


Panjang lebar mereka berdua berbicara, Felly menceritakan bagaimana kebahagiaannya di sana dan Tuan Muda pun terus meladeni dan melayaninya dengan baik.

__ADS_1


****


Terik matahari mulai memancar masuk ke dalam celah-celah rumah dan terpancar ke setiap sudut ruangan kamar Ayana,


Ayana yang merasa tidurnya sudah kenyang langsung terbangun dari tidurnya...


melihat keadaan suaminya yang tidak ada di sampingnya mebuatnya mencari-cari menengok ke sana kemari.


"Apa dia pindah kamarnya semalam?"..Ayam berdiri dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk mencari suaminya.


"Tidak ada juga.....dia benar-benar kembali ke kamarnya hah ..dasar menyebalkan!"


"Eh.. apa yang aku katakan?.. seharusnya aku senang dia kembali ke kamarnya kan!, kenapa aku jadi merasa kesal begini... jangan bodoh Ayana!"


menggerutu sendiri sambil menyesali perasaanya.


Ayana langsung keluar dari dalam kamarnya untuk menghirup udara segar di balkon sambil menjemur badan, sehabis itu baru ia berpikiran untuk mandi.


"Pagi Nona!"Sapa pelayan yang sedang mengepel ruangan.


"Pagi Bi!"Ayana menganggukkan kepala dengan senyuman manisnya.


"Mamah dimana Bi?"


Ayana merindukan mama mertuanya yang belum bertemu denganya sejak kemarin.


"Nyonya masih di luar kota Non..., mungkin dua hari lagi baru balik!,Oh iya Non...nanti setelah Nona mandi langsung di suruh sarapan kata Tuan Muda!'


"Tuan Muda?..,apa dia sudah bangun?"


"Sudah Non bahkan sudah berangkat dua jam yang lalu..!"


"berangkat ke mana Bi?"


Ayana merasa kaget,karena bahkan dirinya saja baru bangun.


"Keluar kota Non!"


"Keluar kota?, brarti jauh!, apa dia tidak akan pulang hari ini?"


"Sepertinya Nona.., permisi Nona...saya mau melanjutkan perkejaan saya!"


"Iya iya makasih Bi!"


Ayana masih mematung di tengah-tengah ruangan keluarga..


kenapa aku merasa aneh begini si..., seharusnya aku sangat senang dan berbahagia kan tidak ada kehadiran-nya di sini...


Entah kenapa mendengar perkataan para pelayan tadi membuatnya kesepian dan melanjutkan langkahnya ke balkon depan dengan wajah yang terdiam lesu.


hey bodoh bahagia ayo.. bahagia!...seharusnya dia pergi kau senang kan.... Ayana..


Perasaan tidak bisa di bohongi Ayana,kau sendiri saja tidak bisa mencegahnya.


Mengutuki dirinya sendiri di balkon rumahnya sambil memandangi pemandangan sekitar,


tak lama kemudian Karena Ayana sudah merasa bosan langsung masuk ke dalam kamarnya kembali,

__ADS_1


****


Karena proyek besar-besaran yang harus di tanda tangani oleh Reyhano sehingga membuatnya harus pergi keluar kota,


Bukan hanya itu saja, ada sedikit masalah mengenai jalannya proyek ini, hingga membuatnya turun tangan sendiri.


Ia juga harus memenangkan tender proyek besar ini dimana seperti biasanya perusahaannya selalu berada di tingkat teratas dan terhebat.


Hasil proyek besar ini tentunya menghasilkan uang Miliaran bahkan mungkin Triliunan,di mana bisnis penjualan dengan ratusan bangunan ruko yang sudah berada di tempat elite harus segera terselesaikan dan di buka..


Pembangunan Moll juga sudah 50 % tentunya masih banyak perjalanan yang harus di lalui,


Proyek ini lebih besar dari proyek sebelumnya,luas tanah yang ia beli saja mencapai 1000 Ha, tentunya sangat luas dan besar, dengan Adanya proyek ini,kota akan terlihat semakin maju pesat.


Terdiam di sebuah ruangan dimana Rey sudah melaksanakan meeting dan pembahasan detail tentang proyek ini,


Ia sedang menghilangkan rasa lelahnya karet perjalanan jauh dan langsung saja mengadakan rapat pertemuan,


membuat ia menyandarkan kepalanya di kursi putar yang sedang ia duduki, Sedangkan Danu dan Bayu juga sedang duduk di sofa menghilangkan rasa lelahnya.


"Kira-kira dia sedang apa di rumah?"


Tanya Rey sepontan hingga membuat keduanya bingung.


"Maksudnya Nona Ayana Tuan Muda?"Bayu


"Bukan!, Bibi pelayan,iya iya siapa lagi..!"Rey yang merasa gregetan.


lah siapa tahu Nona Felly Tuan Muda,apa anda sudah melupakannya... sehingga yang di pikirkan cuma Nona Ayana...


Bayu dan Danu langsung tersenyum mendengar ucapan Rey.


"Anda merindukannya Tuan Muda?, kenapa tidak di ajak saja tadi pagi!"Bayu sambil tersenyum mengatakannya.


"Tidak...!,siapa juga yang merindukannya..,aku..aku hanya penasaran apa saja yang ia lakukan selama aku pergi.."


Ini baru sehari Tuan muda, bagaimana nanti kalau perjanjian pranikah anda udah selesai selama dua tahun... apa anda akan tetap merelakannya pergi..?.. aku jadi tidak yakin dengan itu...


"Cek saja rekaman Cctv-nya Tuan Muda!,jika anda benar-benar Rindu padanya!"Bayu.


"Sudah ku bilang jangan berbicara sembarangan!"


Dengan tatapan tajam sambil mengambil iPad-nya untuk melihat istrinya di rumah.


"kenapa kalian berdua tersenyum seperti itu?,apa kalian sedang meledekku?"..


Rey yang melihat Danu dan Bayu sedang tersenyum senang.


"Oh..Ki..kita hanya ingin tersenyum Tuan Muda!"


"Tidak Mungkin, katakan apa yang sedang kalian berdua pikirkan?"


memikirkan anda yang sepertinya sedang jatuh cinta,namun gengsi untuk mengatakannya.


"Dia tidak ada di kamarnya?, kemana dia?..apa dia pergi bebas kemana-mana?". Rey yang tampak gelisah sambil mengecek rekaman Cctv yang lain.


Lihat kan Nona baru pergi dari kamar saja sudah panik..

__ADS_1


Bayu dan Danu yang hanya berani tersenyum melihat tingkah Tuan mudanya yang terlihat gelisah.


__ADS_2