Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Perdebatan


__ADS_3

"Hey jaga bicaramu!,kau pikir kau berhak menaikkan suaramu hah,apa kau mau menghancurkan pesta ini" Nadin yang merasa tidak enak diri karena orang-orang masih menatap memperhatikan mereka semua.


iya Tuhan, manusia seperti apa lagi yang harus aku hadapi sekarang..,aku benar-benar lelah..


"Hey!, kau yang jaga bicaramu!, saring kata-katamu!,sebelum kau berbicara denganku!" Ayana yang tidak ingin kalah dengan orang-orang sepertinya,ia juga bisa bersikap sadis kepada mereka semua.


kalian pikir!, aku tidak bisa bersikap seperti kalian hah,aku juga bisa lebih jahat dari kalian, tapi maaf!, aku tidak ingin mengotori diriku sendiri hanya untuk melayani orang seperti kalian..


"Owh.. mulai berani dia, mentang-mentang udah menjadi istri kedua, seenaknya kau menentang perkataanku hah?" Nadin yang juga semakin tersenyum sinis berbicara dengan Ayana.


"Dasar gak tahu malu!"Mita dan teman-teman lainnya.


semua orang menganggapku rendahan sekarang, mereka pikir mereka ini suci hah,


Walaupun Rey sibuk dengan Felly mengikuti acara pesta, Namun ia tetap menyempatkan waktunya untuk melihat keadaan Ayana dengan kedua bola matanya.


Sepertinya dia sudah mendapatkan banyak Teman, pandai juga dia bergaul.


Tuan Muda yang tidak tahu bagaimana suasana yang sedang di hadapi Ayana sekarang, mungkin dari kejauhan tampak akrab,namun pada kenyataannya Ayana Sendang menghadapi tekanan yang besar.


Ayana sudah sangat sakit hati mendengar perkataan mereka,ia sudah tidak tahan lagi hingga mengepalkan tangannya.


"Cukup!,apa kalian pikir,kalian ini suci hah!, memang apa masalah kalian dengan diriku ini!,aku belum pernah bertemu dengan kalian,apa lagi membuat masalah Kepada kalian,lalu apa hak kalian bersikap seperti ini kepadaku!"


"Semakin melunjak dia" Salah satu Teman Felly.


"Yah,jika aku ini memang Pelakor... lalu kenapa?,apa masalah kalian denganku hah?,jika Nona Felly saja tidak bermasalah, lalu apa masalah kalian denganku,apa kalian ini kekasih Tuan Muda, bukan kan?,lalu apa masalahnya?"


Ayana yang sudah terlanjur emosi, namun ia masih bisa tetap mengontrol emosinya.


"Masalahnya kau datang ke kehidupan temanku!,apa kau tahu, mungkin Felly tampak baik kepadamu, tapi bagaimana dengan hatinya,coba kau bayangkan!, seberapa sakitnya dia,dan kau menggunakan pelet apa untuk mendapatkan Tuan Muda hah?" Nadin


Semua teman-teman Felly tidak pernah tahu apa latar belakang dari pernikahan Tuan Muda dan Ayana, mereka hanya tahu kalau Tuan Muda tertarik kepada Ayana dan menikahinya, sedangkan Felly hanya bisa berkata yah dan mengiyakannya, begitulah sepengatahuan mereka.


Padahal yang menyuruh Tuan Muda untuk menikah lagi adalah Nona Felly sendiri, entah apa alasannya, dan apa maksud dari pernikahan ini, sehingga Felly memaksakan suaminya untuk menikah lagi.


pelet?,dia pikir aku tidak mempunyai iman sama sekali hah?, sehingga aku harus menggunakan pelet untuk mendapatkan Tuan Muda,cih.. sorry!, jangankan untuk menikah dengannya, jika saja aku harus memilih..maka aku tidak ingin bertemu dengannya di dunia ini..


"Maaf!, aku bukan orang suci!, tapi aku juga tidak akan mengotori diriku sendiri...hanya untuk mendapatkan Tuan Muda,seperti bermain pelet!,kau pikir aku mau menikah dengannya hah?, jujur saja, aku sama sekali tidak ingin bermimpi untuk menikah dengannya!, jika kau mau,maka ambillah!"Ayana yang juga semakin sengit menatap mereka semua.


"belagu ya kamu, pasti kau bermain pelet dan ingin mendapatkan hartanya kan?"Mita

__ADS_1


"Cukup!,apa sih maksud kalian?, kalian iri atau bagaimana hah?, untuk mendapatkan hartanya hah?, he'h...maaf aku bukan ular seperti kalian!,jika kalian menginginkan Tuan Muda...kenapa kalian semua tidak berlomba-lomba untuk mendapatkannya?,apa kalian takut dengan teman kalian itu?"


"ular kau, bilang apa ular?"Mita dan lainnya tampak ikut kesal mendengar perkataan Ayana.


Semua orang yang mendengar perkataan Ayana langsung kesal dan mengepalkan tangannya, sementara Ayana langsung saja melanjutkan perkataannya yang sudah ia tahan dan gregetan sejak tadi.


"Dan sepertinya kau sangat membenciku sejak tadi?,aku heran denganmu!, apa kau menyukai suami Nona Felly.?" Ayana dengan pintarnya menyudutkan orang,


Ayana Memang pintar dalam segala hal, membuat Nadin tergelak ia tidak mampu menjawab pertanyaan Ayana, karena memang sejak dulu,Nadin sangat tertarik kepada Tuan Muda,


Ia sangat mencintai Tuan Muda, namun apa dayanya karena Tuan Muda sudah terlanjur jatuh cinta dulu kepada Felly Teman dekatnya, hingga membuatnya mundur dan menahan perasaannya untuk Tuan Muda,


Namun sebenarnya perasaan Nadin sampai sekarang masih tetap sama,ia masih tetap cemburu, dan ia masih merasa iri dengan hubungan Felly dan Rey, ditambah lagi adanya kedua wanita yang mendampinginya.. namun salah satunya bukanlah dirinya hingga membuatnya merasa semakin cemburu dan kesal.


"Jaga ucapan mu!, beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku!,mana mungkin diriku ini mencintai suami orang hah?" Nadin yang sudah semakin kesal.


"berarti sama denganku!, aku juga bukanlah wanita pelet yang kau bicarakan itu, jadi berhentilah berbicara semena-mena terhadapku, berhentilah memfitnah orang!,kau mengerti!"


Ayana yang beranjak berdiri dari duduknya karena sudah merasa tidak betah lama-lama di tempat suram ini,ia juga merasa sangat emosional.


"Tunggu, benarkah kau bukan wanita pelat?" Nadin yang belum menyerah juga.


"Kau Tuli hah?"


"Oke baiklah, duduklah!.. minumlah jus ini sebelum kau pergi meninggalkanku!,baru aku percaya kalau kau bukan wanita pelet!"


Perintah Nadin yang aneh, tiba-tiba saja ia menawarkan minuman jus yang ada di tangannya.


"Memang apa hakmu, sampai kau menyuruhku untuk minum jus hah?"


"Lakukan!, mumpung aku sedang baik!,Aku hanya menyuruhmu untuk membuktikan kalau kau bukan wanita pelet!,apa salahnya meminum jus, pasti kau merasa harus kan, setelah berdebat denganku?"Nadin yang masih saja menatap sinis Ayana.


Wanita gila, maunya apa si ini orang...


"kalau aku tidak mau, memang kenapa?"


"Wanita pecundang, minum jus saja tidak berani!".


"Apah kau bilang pecundang?,kau pikir aku wanita seperti itu hah,aku akan buktikan!, apa susahnya meminum jus ini!,dan ingat aku bukan wanita pecundang seperti yang kau kira!"


Ayana langsung segera mengambil gelasnya dengan penuh amarah meminumnya hingga habis,..

__ADS_1


Dasar wanita bodoh..


Nadin tersenyum tipis, menatap tajam Ayana sambil menaikan alisnya, merasa menang.


Aku pasti akan stress bila mengahadapi orang-orang seperti ini setiap hari..


Ayana langsung menaruh gelasnya di hadapan Nadin dan pergi begitu saja meninggalkan mereka semua.


Apa serendah itu kah diriku hah, iyah aku akui.. aku ini benar-benar wanita menjijikan, perebut suami orang, kotor, sampah, atau pun Najis..


terserah kalian saja mau menyebutku apa, aku udah muak dengan semua ini...aku muak...


Ayana langsung berjalan melewati tengah-tengah acara pesta untuk kembali ke kamarnya,ia sangatlah sedih dan tertekan hingga tak mampu untuk menahan air matanya sejak tadi,kali ini ia membiarkan air matanya berderai jatuh begitu saja di pipinya.


Namun ia baru berjalan sedikit saja,tidak begitu jauh dari tempat menegangkan tadi, matanya sudah tidak jelas dan me-rabun,..


Bahkan bayangan jalan di depannya pun sudah semakin tak terlihat dan buram.


"Ada apa dengan mataku?, kenapa mataku menjadi tidak bisa melihat begini,aku kenapa,ada apa dengan mataku, kenapa kepalaku menjadi pusing begini,aku kenapa?.."


Ayana berbicara pelan sendiri sambil berhentikan melangkah kakinya,mencoba memejamkan mata dan membuka tutup matanya berulang ulang untuk berusaha melihat.


Ia bahkan memegangi kepalanya yang terasa pusing secara tiba-tiba, sampai tidak sanggup berjalan lagi, brakk...menundukkan tubuhnya ke lantai karena tidak sanggup untuk berdiri,


hingga membuat orang-orang yang melihatnya, kaget dan panik,


"Nona..?"


Panggilan keras dari salah satu tamu yang melihat keadaan Nona muda yang sudah terjatuh duduk di atas lantai bersama gaun cantiknya itu,


dan kebetulan orang itu adalah Manager kantor, sudah pasti ia mengenali Ayana, yang mengenalinya sebagai Nona baru.


Panggilan keras tersebut membuat orang-orang di pesta mengalihkan pandangan ke arah Ayana, Terutama Tuan Muda sendiri yang mendengar panggilan keras itu dan langsung melihat ke arah Ayana yang sudah duduk tersipu di lantai sambil memegangi kepalanya.


"Ayana.." Tuan Muda yang merasa gelisah melihat keadaan istrinya.


****


"Nadin,apa kau yang melakukannya?,aku kira kau hanya memberinya minum secara cuma-cuma tadi!" Mita yang tau akan efek dari minuman tersebut.


"Iyah tentu saja,ini akibatnya dia berani melawanku,Rey pasti akan marah-marah melihat keadaannya yang gila nanti,aku tahu itu,karena Rey sangat membenci hal seperti ini"

__ADS_1


__ADS_2