
Melihat Istrinya yang terbaring di atas ranjang membuatnya benar-benar merasa sedih.
Tiba-tiba Rey merasa menjadi lelaki lemah tak berdaya tidak seperti biasanya, matanya mulai berkaca-kaca melihat istrinya yang pingsan di atas ranjang.
Ia mulai mendekat ke arah ranjang,sedetik demi sedetik wajah istrinya yang sangat ia rindukan itu mulai bersinar jelas di pandangannya.
Dengan langkah yang sangat berat ia mulai menghampiri istrinya,.
Ayana apa kau baik-baik saja?,aku sangat merindukanmu....,kau tidak papa kan...
Tanya Rey di dalam hati sambil duduk di sebelahnya dan mulai membelai kepala istrinya dengan lembut dan kasih sayang.
Aku tahu kau sangat marah kepadaku..., tapi setidaknya pulang lah... jangan menjauh dariku seperti ini...aku benar-benar tidak bisa Ayana..
Rey,merasa sangat sedih sambil mencium kening istrinya, tak terasa satu butir air mata sudah jatuh sendiri di pipinya.
"Suhu badannya sangat panas,kau baik-baik saja kan sayang?..."
Rey yang merasa begitu bersalah,ia langsung memeras kompressan air dingin yang ada di dekat ranjang istrinya ini.
Mengompres istrinya kembali dengan tanganya sendiri, Tuan Muda benar-benar sangat gelisah dan khawatir, walaupun Kevin bilang Ayana baik-baik saja, namun hatinya tetap saja tidak tenang melihat kondisi istrinya begini.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau sedang hamil Ayana?..., seharusnya kau bilang kepadaku yang sejujurnya,maka aku tidak akan membiarkan mu pergi kemaren...!"
"Ini semua salahku, bukan salahmu..., seharusnya aku lebih memperhatikan mu sejak Awal!"
Rey mulai memandang perut istrinya, mengetahui istrinya yang sedang hamil benar-benar membuatnya bahagia,Tapi sebagian besar hatinya sedang merasa takut jika istrinya ini sangat membencinya nanti.
Reyhano Juga takut jika Ayana akan meminta pisah darinya setelah rasa sakitnya sudah mereda nanti.., pikiran-pikiran Tuan Muda yang buruk membuatnya menggila dan bersedih.
Ia langsung mengelus perut istrinya pelan-pelan, walaupun belum terlalu terlihat, tapi ia merasakan getaran di dalam hatinya setelah menyentuh perut Ayana itu.
merasakan sebagai seorang Ayah yang sangat bersalah dan bodoh ini,
"Maafkan papah Nak, jangan benci papah yah, papah sangat mencintai mamah, tapi mamah sangat marah sekarang, karena cara papah salah untuk mendapatkan mamah, papah telah berbohong selama ini...jadi maafkan papah yah....., maafkan papah..."
__ADS_1
berbicara menatap perut Ayana dengan rasa yang begitu bersalah,ia juga begitu merasa sangat bodoh sekarang ini sambil mengutuki dirinya, dan mencium perut istrinya dengan lembut dan sayang.
Rey langsung duduk di bangku yang ada di samping ranjangnya ini, ia begitu berharap istrinya segera pulih dan sehat seperti biasanya.
Menggenggam tangan Ayana dengan lembut dan mengelusnya, menatap tiada henti istrinya yang masih memejamkan mata itu.
Bahkan Ia terus berdo'a di dalam hatinya mengharapkan istrinya agar segera sembuh.
Ia kembali duduk di samping Ayana, mengelus kepalanya dan tak lupa mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Aku sangat mencintaimu Ayana...aku sangat mencintaimu...aku sangat mencintaimu Ayana!"
bicara Rey pelan di samping Istrinya ini,ia tidak berhenti mengelus rambut Ayana dengan penuh kelembutan menanti kesadarannya.
Ia begitu sangat bimbingan, jika istrinya terbangun,ia juga merasa kalau ia yang akan di usir dari kamar ini,
Namun kesehatannya sekarang lebih penting dari apapun, jadi ia akan tetap menunggu dan terima resikonya sampai Ayana sadar kembali.
Jika ia sadar nanti,maka ia akan terima jika nasibnya nanti akan di usir oleh istrinya.
Tiba-tiba suara Ayana terdengar di telinganya begitu saja, tentunya hal ini membuatnya sangat kaget dan berdebar, namun setelah ia memandang istrinya, istrinya masih sama terdiam dan memejamkan matanya, mungkin sepertinya Ayana nglindur saat ini.
"Ayana?,kau sudah sadar?"Tanya langsung Rey dan memandang istrinya dengan wajah penuh ketegangan.
Terpaan angin malam mulai menemani sunyi-nya suasana di ruang itu.
Tak ada sahutan dari Ayana, melainkan suara isak-kan tangis kecil yang mulai terdengar di telinganya.
Kedua mata Ayana yang terpejam itu sudah mengeluarkan butiran-butiran air mata.
"Ayana...Ayana.... Ayana!"
Panggilan Rey pelan sambil menatap istrinya dengan penuh tanda tanya.
Entah karena badannya yang terlalu panas tinggi atau bagaimana?, sehingga membuatnya bersikap aneh seperti ini, yang jelas ia hanya melihat air mata di pelipis matanya yang berderai seketika.
__ADS_1
Dia ini sudah sadar atau belum?,apa dia sedang bermimpi....?.
Rey sambil mengusap air mata istrinya itu,
"hiks..hiks..."
suara isak-kan tangisnya juga seketika muncul lagi, membuat Rey begitu bingung dan gelisah.
Rey menjadi merasa sedih kembali,ia berusaha mendengarkan apa yang keluar dari mulut Ayana ini,
"Kenapa kau melakukan ini di saat aku mulai mencintaimu?...,kau benar-benar membuatku terluka Tuan Muda...."
Tuan Muda menatap istrinya dengan nanar, ia begitu sedih mendengar suara istrinya tadi, namun sepertinya Ayana tidak bangun dari tidurnya.
Ia malah semakin terdiam dan isak-kan tangis kecilnya pun menghilang.
Maafkan aku...aku benar-benar minta maaf Ayana...,tak seharusnya aku melakukan hal ini kepadamu...
Mata Rey kembali berkaca-kaca, menatap istrinya dengan penuh rasa bersalah.
Ia terus membelai kepala istrinya dengan lembut, membiarkannya tidur nyenyak di sampingnya kali ini.
Sekitar setengah jam berlalu,melihat Ayana yang sudah tenang kini saatnya ia keluar dari kamarnya.
Rey pun mencoba berdiri pelan-pelan untuk meninggalkan ranjang, namun pergerakan langkahnya membuat Ayana terganggu dan sedikit terusik dari tidurnya.
Kemudian Ayana memiringkan badan,ia tertidur menghadap tepat di dada bidang suaminya, kemudian tangannya pun menjadi melingkar layaknya ia memeluk bantal guling,ini membuat Tuan Muda sendiri kembali terdiam dan tidak bergerak, bahkan niat ia yang akan pergi meninggalkan kamar jadi terhalang oleh tingkah tidur Ayana ini.
Bertahanlah sebentar Reyhano, mungkin istrimu merasa lebih nyenyak jika ia tidak bersamamu,jika bukan kemauan-nya... setidaknya mungkin ini kemauan baby-nya.
Mungkin bau wangi tubuhmu menghangatkan dan membuat Anda merasa lebih nyaman,ya... walaupun ia sedang tidak sadar kali ini,namun bisa jadi hawa yang kau timbulkan benar-benar membuatnya nyaman.
Rey terdiam dengan sabar di situ,ia bahkan tidak berhenti mengelus dan membelainya, mengganti kompressan istrinya berulang-ulang dengan air dingin.
Aku ingin sekali memelukmu Ayana...tapi aku takut kau akan bangun nanti...aku juga takut kau akan mengusirku nanti, setidaknya biarkan aku di sini menemani mu lebih lama...
__ADS_1
Rey hanya bisa menatap dengan tatapan penuh harap,ia ingin sekali memeluk istrinya erat kali ini, namun ia masih menahan rasa sabarnya untuk yang kesekian kalinya menunggu Ayana sampai memaafkannya nanti.