Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Sarapan Bersama


__ADS_3

Ketika Ray dan Ayana masih berdiri Saling bertatapan,


Rey datang dari arah tangga bergandengan tangan mesra dengan Felly.


Tatapan Rey yang melihat keduanya saling bertatapan terlihat masam, namun ia tetap terdiam.


"he'h... kenapa kau terlihat tegang sekali, ambilah!"


Ray yang mengalah memberikan buku itu kepada Ayana sambil tersenyum senang melihat Ayana yang begitu tegang.


"Kakak..!"Sapa Felly dari tangga.


"Felly kau sudah pulang?,..."


"Sudah kak... barusan!" Felly masih merangkul tangan Rey dengan penuh manja.


Bagaimana Rey bisa bersikap mesra di hadapan Ayana sama Felly...apa dia tidak pernah memikirkan perasaan Ayana....


kenapa Ray merasa geram sendiri yah, setelah melihat sikap adiknya yang seperti ini, padahal ia baru melihatnya pertama kali.


Bahkan Ayana sendiri setiap hari melihat pemandangan seperti ini Ray, bayangkan! bagaimana perasaannya..!..


"Iya sudah bagaimana kalau kita sarapan bersama!, kalian semua belum sarapan kan?,Dan Ayana... kau mau kemana?, mari kita sarapan!"


Ray sengaja menahan tangan Ayana di hadapan Rey yang mau pergi itu.


Berani sekali dia memegang tangan istriku di hadapanku...


Rey merasa kesal melihat sikap kakaknya, namun sikap Felly biasa saja,dia tidak memperdulikan sikap Keduanya.


"Tapi.." Ayana yang berusaha melepaskan pegangan tangannya, namun Ray malah mempererat genggamannya.


Ini orang kenapa sih..


"Sudahlah Ayo, aku sudah lama tidak makan bersama!, rasanya aku sangat rindu".


Aku tidak pernah percaya dia mencintaiku... jangan percaya Ayana....dia pasti salah minum obat saat mengatakannya...


bahkan dia tidak memperdulikan mu berpegangan tangan dengan orang lain..


Ayana yang melihat Rey biasa saja dan malah melanjutkan langkahnya menuju ke ruang makan tanpa melepas rangkulan mesranya itu.


Puluhan menu sudah tertata rapi di meja makan, tinggal memilih makanan sesuai seleranya masing-masing.


Pastinya Felly duduk berdampingan dengan Rey.


Sedangkan Ayana duduk berhadapan dengan Suaminya itu, berada di barisan sebelahnya.


Sedangkan Ray yang tertua di rumah ini,duduk di ujung dimana tempat ia menggantikan posisi Tuan Besar.


Sebenarnya Mamah itu kemana?, kenapa belum pulang juga..


Ayana yang merasa rindu dengan ibu mertuanya yang tak kunjung pulang,ia pun merasa kesepian saat makan di meja makan tanpa kehadiran mamah mertuanya.

__ADS_1


"Sayang kamu mau makan apa hari ini?"


Tanya Felly dengan penuh kelembutan menatap suaminya dan masih merangkul lengannya.


"Apa saja!"


Rey yang terus melirik Ayana yang belum juga memandangnya sejak tadi,Ia sedang berharap sedikit saja Ayana itu melirik atau memandangnya sekilas.


Rey bagaimana Ayana mau melirik mu yang selalu bermesraan di hadapannya!,kau yang selalu egois dan tidak pernah memikirkan perasannya.


Mungkin bagi Ayana lebih baik melirik kembaran mu yang terlihat lebih seperti manusia tapi wajahnya sama sepertimu.. mungkin itu terasa lebih adem,


"Ayo makanlah!, kenapa semuanya masih terdiam?"


Ray terus memperhatikan sikap Rey yang terus memandangi Ayana sejak tadi.


Ia begitu penasaran dengan hubungan keduanya,ia merasa bahwa adiknya itu sangat mencintai Ayana.


Aku semakin penasaran sebenarnya.. bagaimana sih hubungan keduanya...?.


Ray memulai terlebih dahulu untuk mengambil nasi di piringnya, kemudian di lanjutkan oleh Felly dan Rey setelah itu barulah Ayana yang mengambil nasinya ke atas piring.


Felly yang baru saja pulang dari luar negeri setelah sekian lama langsung melayani suaminya sepenuh hati.


Sedangkan Ayana sibuk memilih menu makanan untuk dirinya.


Saat ia mendapati makanan yang menurutnya berselera ia langsung mencoba mengambil dan kebetulan berpapasan dengan tangan Ray yang akan mengambil lauk itu juga.


"Kau mau ini?ambillah dulu!" Ray dengan senantiasa menawarkannya terlebih dahulu untuk Ayana.


" e..kakak...saja lebih dulu!" Ayana yang menatap Ray dan tersenyum manis mempersilahkan kakaknya untuk mengambilnya lebih dulu.


manis sekali dia tersenyum kepada kakakku..,dia tidak pernah tersenyum seperti itu kepadaku..


Sepertinya yang biasa selera makannya hilang di meja makan itu adalah Ayana,


namun sepertinya kali ini berbalik posisi ke pada suaminya, yang sejak tadi bermuka masam menatap keduanya yang saling tersenyum dan menyapa ramah dengan penuh tatapan itu.


"Kak bagaimana acara besok?,apa sudah di persiapkan dengan baik?"


Felly yang mencoba memecahkan keheningan di meja makan.


"Tentu saja Felly, jangan lupa datang tepat waktu,aku menanti kehadiran kalian!"


Rey sepertinya sedang sibuk mengunyah hingga tidak mendengar perkataan Istri pertamanya dan kakaknya.


Ia sedang fokus ke satu sisi Kepada wanita yang sedang berada di depannya itu yang sejak tadi tidak mau memandangnya sama sekali.


"Ini acara besar yang baru aku buka!,aku tidak pernah menyangka jika pembukaan acara ini terjadi di bulan ini,aku kira rencana dan perkiraannya masih lama,Namu nasib baik melonjak di bulan ini karena karya baru Fel!"


"Wah benarkah,aku ikut senang mendengarnya kak!,akhirnya impian kakak terpenuhi bulan ini, semoga saja kakak makin sukses yah!"


"iya semoga saja, Aamiin Felly!, terimakasih atas do'anya!."

__ADS_1


"oh iya... kakak kan sudah sukses!, karir kakak juga udah bagus,lalu kapan kakak akan memberikan ku kakak ipar?"


Felly yang iseng-iseng bertanya dari pada terdiam di meja makan.


"he'h...kakak Ipar?,e... mungkin sekitar dua tahun lagi!"


Jawaban Ray yang asal-asalan itu, membuat Rey tersedak dan memberhentikan kunyahan-nya.


"uhuk ..uhuk..uhuk.."Rey


"Sayang pelan-pelan!"Felly yang memberikan segelas minuman kepada suaminya yang sedang tersedak itu.


Sementara Ayana hanya menatap suaminya sebentar sambil menaikkan alisnya merasa aneh.


Apa maksudnya dua tahun lagi?,dia benar-benar menunggu aku melepaskan Ayana hah... benar-benar gila...


apa dia pulang hanya ingin membuat keributan denganku saja...


Rey yang sepertinya sedang mengepalkan tangannya di bawah meja makannya.


Ada apa dengan Rey..apa dia terpancing dengan perkataanku...


padahal aku hanya asal-asalan mengatakannya,


aku juga belum tahu pasti... kapan aku akan menikah...


"Kau tidak papa Rey?"Tanya Ray basa-basi dan sedikit tersenyum melihat saudara kembarnya yang bermuka masam itu.


Rey hanya melirik sinis kakaknya yang bertanya itu.


Membuat Ray semakin mencibirkan bibirnya merasa senang dengan tingkah Rey yang aneh itu.


"Aku kira yang dari tadi berbicara itu aku dengan Felly!,tapi kenapa kamu yang tersedak?,apa makannya terlalu pedas?"


Ray yang sebenarnya tahu apa yang ada di pikiran Rey,namun ia pura bertanya layaknya orang yang cuek dan tidak tahu,


sambil mencicipi makanan yang baru saja dinamakan adiknya dan membuatnya tersedak itu.


"Ini enak dan tidak terlalu pedas, manisnya juga pas!, kenapa kau bisa tersedak?"


Ray langsung melanjutkan makannya dan mengunyahnya dengan penuh selera di hadapan adiknya, sungguh kembaran yang menyebalkan bukan!.


Selalu membuat ulah dan membuat kesal adiknya ini adalah bagian dari hobinya.


kepada Adiku imut sekali ketika sedang kesal,aku bisa membaca dari raut wajahnya..


aku harap Adiku akan segera berubah,dan tidak selalu membantu seperti ini..


Ray masih tersenyum sambil melirik wajah adiknya yang masih sinis menatapnya,ia begitu menikmati makanannya sekarang.


Sementara Ayana terus melanjutkan makannya tanpa menganggap Kehadiran semua orang yang berada di meja makan,


Ia berusaha bersikap kalau ia sedang makan sendirian dan menikmati makanan.

__ADS_1


__ADS_2