
Ayana belum berbicara juga, menatap suaminya yang berkaca-kaca membuatnya tidak tega.
"Tunggulah sebentar...!,aku akan mengambil sendok makan!"
Lagi-lagi ia mengalihkan pembicaraan kembali.
"Ayana...!,aku tidak akan makan sebelum kau menjawab pertanyaan ku,apa kau sedang hamil?"
Rey tidak akan berhenti bertanya sebelum istrinya bilang yang sejujurnya kalau ia ini benar-benar sedang hamil.
"Sudah aku bilang...kau harus makan!aku akan mengambilkan sendok makan untukmu!"
"Aku benar-benar tidak akan makan!, sebelum kau menjawab pertanyaan ku!"
Rey berbicara begitu serius menatap Ayana.
"Kau tidak mau makan...?,lalu bagaimana kau bisa sembuh dan menjadi seorang Ayah?..."
Setelah berkata seperti itu Ayana langsung keluar untuk mengambil sendok makan,
Menjadi seorang Ayah?...aku akan menjadi seorang Ayah...?,apa itu artinya dia menerima ku...
Sementara Rey terbelalak mendengar perkataannya,Ia meneteskan air matanya karena ia mengerti apa maksud perkataan Ayana tadi, perkataan yang singkat itu begitu membuat hatinya bersemi dan bersinar.
Aku tidak bisa melihatmu bersedih Rey,jika kau bersedih rasanya aku juga ikut sedih...,
Sambil menutup pintu kamar dan segera mengambil sendok makan lalu kembali lagi ke kamarnya.
Rey masih duduk di tempat, ia memandang istrinya dengan kedua matanya yang sayu itu.
"Makanlah, habis itu minum obat!"
Ayana masih berusaha bersikap datar dan memberikan mangkok itu ke tanganya.
Reyhano hanya menatap makanan itu, tangannya masih di lumuri dengan alat infus,ia pun juga masih merasa sangat lemas, namun apa dayanya, ia juga tahu suasana hati istrinya belum membaik sekarang ini.
Dengan tangan yang penuh gemetaran Rey mengangkat sesuap bubur yang sudah ia taruh di sendok-nya,
tampak ia yang terlihat kesusahan, namun Ayana masih membiarkannya dan fokus ke arah ponsel.
"Cepatlah Danu, Tuan Muda mau minum obat!"pesan Ayana untuk Danu yang masih berada di jalan.
Melihat suaminya yang kesusahan membuatnya tidak tega dan mengambil mangkuk itu dari genggamannya.
"Makanlah!...."Ayana sudah menjulurkan satu sendok makan ke mulutnya.
Tentu saja Rey tidak menolak, ia langsung membuka mulutnya dan memakan satu sendok bubur itu sambil menatap istrinya.
__ADS_1
"Ayana...."
Rey langsung memeluk istrinya yang duduk tepat di depannya ini, membuat Ayana kaget.
"Maafkan aku... maafkan kesalahanku Ayana...,aku mencintaimu... maafkan aku sayang.... maafkan aku...!"
Aku bisa melihat kesedihan di matanya,aku juga melihat kejujuran di matanya,dia terlihat begitu tulus meminta maaf kepadaku....ini juga bukan sepenuhnya kesalahannya kan...
Marah berlarut-larut pun tidak ada guna jika semuanya sudah terjadi,
aku sudah memaafkanmu Rey...
Tangan Ayana yang semula terdiam kaku kini berbalik memeluk punggung suaminya.
"Sudahlah lupakan!,aku sudah melupakan semuanya..., anggap saja ini tidak pernah terjadi,jika kau benar-benar mencintaiku maka berusahalah... agar aku bisa balik mencintaimu...!"
Aku memang sudah mencintaimu Rey, tapi aku hanya ingin melihat seberapa besar cinta mu kepadaku...
Mendengar ucapan istrinya membuat Rey langsung melepaskan pelukannya karena begitu senang.
"Kau...kau memaafkan ku Ayana?,kau memaafkan ku kan?"Rey yang semakin berkaca-kaca.
Ayana menganggukkan kepalanya menjawab perkataanya,Rey yang melihatnya menganggukan kepala merasa sangat lega dan terharu sampai menangis memeluk Ayana kembali.
"Terimakasih Ayana... Terimakasih,Aku sangat mencintaimu Ayana.... aku sangat mencintaimu...!"
Rey, begitu lama memeluk erat Ayana sampai membuat Ayana juga merasa terharu, bahkan sudah meneteskan air mata di pelukannya itu.
Tunjukkan rasa cintanya untukku ya Tuhan, semoga dia benar-benar mencintaiku dengan tulus dan kasih sayang,...
jangan pisahkan aku darinya jika dia benar-benar jodohku dan yang terbaik untukku nantinya...
"Makanlah!,kau harus sembuh!"
Ayana yang menyuruhnya makan kembali dan melepaskan pelukannya,ia belum berani untuk membalas perkataan cintanya, namun Rey sendiri sudah merasa lega mendengar perkataan maaf dari istrinya ini.
Ayana mulai menyuapinya kembali dan sudah memegang satu sendok bubur itu.
"Ayana..."Panggilan pelan kembali keluar lagi dari mulut suaminya itu.
"Iyah..."Ayana dengan suara yang sedikit lebih halus lagi seperti biasanya.
"Bolehkah aku menyentuh perutmu sebentar saja...!"
Rey merasa sangat ingin mengelus perut istrinya yang sedang mengandung anaknya itu.
"Apa boleh... sebentar saja?"
__ADS_1
Tanya Rey kembali, ia terlihat begitu berharap,
kemudian Ayana pun menganggukkan kepalanya karena tidak tega melihat binaran matanya.
Tangan Rey langsung mengelus perut Ayana dengan lembut dan begitu sangat halus,
Jaga dirimu baik-baik Nak, papah sangat menanti kehadiranmu....,bantu papah yah, untuk mengobati rasa luka yang ada di dalam hati mamah....
Papah sangat mencintai mamah, begitu juga dirimu I love you sayang...
Ayana terdiam merasakan sentuhan lembut yang di berikan suaminya ini, sentuhan Rey terasa begitu hangat di rasakan olehnya sekarang,
Entah kenapa Ayana ikut merasa sedih melihatnya berkaca-kaca sambil mengelus-elus perutnya.
Aku bisa melihat air mata kebahagiaan dari matanya....,
ia pasti sangat menginginkan mempunyai seorang anak,
tapi Felly malah membohongi suaminya dengan memberikan surat keterangan palsu,
ini benar-benar keterlaluan,
dan aku baru sadar rasa sakit Tuan Muda pasti lebih sakit dari pada yang aku rasakan sekarang ini...
Rey langsung memegang tangan Ayana, menatapnya lekat dan mulai membuka suaranya kembali.
"Kau tahu?... aku sangat bahagia kau hamil, lebih bahagia lagi kau tidak mengugurkan kandungan mu Ayana,aku sangat takut kehilanganmu.... karena ambisi ku yang telah berbohong besar kepadamu jadi aku sangat takut kehilanganmu!..., tapi Ayana percayalah!aku sangat mencintaimu... melebihi hidupku sekarang ini!,"
"jika kau tidak percaya maka aku yang akan membuat mu percaya...,dan jika kau belum mencintaiku juga,maka aku yang akan berusaha terus agar kamu mencintaiku suatu saat nanti...,aku tidak akan menyerah sebelum kau belajar untuk mencintaiku...!,jagalah kamu dan kandungan mu yah!, sehat selalu...!,Apa gunanya aku kaya Ayana...,jika aku tidak memiliki keturunan!,lalu untuk siapa harta dan kekayaan setelah aku mati nanti!...."
Ayana begitu tidak tega mendengar perkataannya ini,namun ia hanya berani terseyum di dalam hatinya.
Kau tahu Rey, sebenarnya aku juga sudah mencintaimu sejak lama...,
tapi aku juga sudah berusaha menahan perasaan ku selama ini,tapi entah kenapa itu sangat sulit bagiku ..
karena aku sadar dan tahu posisiku yang dulu.. dimana aku hanyalah istri ke-dua mu...
Tapi jujur saja, sekuat apapun aku menahannya,aku tidak bisa Rey...
karena aku juga mencintaimu sampai saat ini...
"Sudah!, makalah!,kau harus makan sekarang!"Ayana yang butuh penenangan dirinya dan menyuruh Rey untuk makan kembali.
"Tapi kau akan pulang bersamaku kan Ayana,kau akan tetap berada di sampingku kan....?"
"Aku akan pulang bersamamu jika kau sudah sembuh dan memakan semua bubur ini!"
__ADS_1
Rey langsung menuruti perkataan Ayana, ia memakan sesuap demi suapan yang Ayana berikan, hatinya begitu terasa adem sekarang ini.
Ternyata benar apa kata Rey, Ayana seperti air yang mampu menyuburkan hati Tuan Muda yang telah layu itu.