Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ngidam Kue Pulut


__ADS_3

Malam pun tiba, Ayana sudah membersihkan dirinya dan sedang menunggu kabar dari suaminya,...


Reyhano sedang menuju perjalanan pulang menuju rumah, pesan masuk dari Ayana meminta sesuatu kepadanya,


"Suamiku yang baik hati...,aku pengin makan kue pulut, tolong belikan!, boleh...?"


Dengan emoticon manja yang ia kirimkan kepada suaminya, membuat Rey terseyum saat melihatnya.


Ya... walaupun ia merasa sangat lelah hari ini, namun demi keinginan istrinya ia akan membelikannya langsung.


"Iya sayang!, akan aku belikan yang banyak!, apa kamu sudah makan malam?"Balas Rey kembali.


"Belum!,aku menunggu mu!"


"Putar balik Dan!,kita cari toko kue pulut!"


"Baiklah Tuan Muda!"


"Kenapa harus menunggu ku, bukankah ini terlalu malam?..., nanti kasian baby-nya,kamu tidak lapar apah?"


"Baby-nya hanya ingin makan bersama mu sayang...!"jawab Ayana singkat, namun membuat hati Reyhano berbunga-bunga.


Ada-ada Istriku ini, entah kenapa dia itu semakin menggemaskan setiap harinya...


"Dan, perintahkan salah satu supir yang lainnya untuk menjemput mamah di bandara besok pagi!"


"Siap!,baik Tuan Muda!"


Mamah Tuan Muda pulang,Ini pasti berkat Nona muda kan....


Sungguh tak ada yang sehebat dirimu Nona muda ....


*****


Waktu terus berputar begitu cepat, Ayana sedang menunggu suaminya di ruangan utama,ia merasa sangat lapar ingin sekali makan kue pulut.


Pancaran lampu mobil tampak bersinar terang, pertanda Reyhano telah sampai di lingkungan rumahnya.


Ayana langsung berjalan ke arah pintu untuk menyambut kepulangan suaminya.


Melihat Rey turun dari mobil membuatnya terlihat sangat senang.


Reyhano langsung menghampirinya, dengan wajah yang tampak kusam itu.


"Malam Sayang,apa harimu menyenangkan?"Tanya Ayana sambil tersenyum manis


"Malam juga sayang!"Rey tersenyum, namun raut wajahnya terlihat memikirkan sesuatu,atau lebih kesannya sepertinya sedang terjadi masalah sambil menatap Ayana lekat.


Maafkan aku sayang


"Mana kue pulutnya?"tanya Ayana langsung, karena ia tidak sabar untuk mencicipinya.


"Maaf,maafkan aku sayang..., semua toko yang aku kunjungi sudah tutup!,aku sudah berusaha mencari kemana-mana namun semuanya tutup, maafkan aku...!"Rey memegang kedua tangan Ayana dan terlihat sangat kecewa pada dirinya sendiri.


Waktu yang sudah terlalu malam tentunya wajar-wajar saja jika toko-toko kue sudah tutup, terlebih toko kue yang di cari Reyhano adalah toko kue basah, tentunya jam malam sudah pada tutup.


"Oohh gitu...,ya sudah ga papa..!"


Ayana hanya menelan ludahnya kembali tidak jadi makan kue pulut hari ini,


Namun di sisi lain Rey melihat wajah Ayana yang tampak kecewa.

__ADS_1


"Maafkan aku...apa kau marah?"Tanya Rey yang merasa tidak enak hati karena tidak bisa menuruti permintaan istrinya kali ini.


Melihat kedua majikannya yang sedang berbicara membuat Danu berjalan saja masuk ke dalam rumah untuk menaruh tas leptop Tuan Muda,ia tidak ingin menyapa keduanya,karena takut mengganggu majikannya yang sedang berbicara itu.


Andai saja Nona bilang sejak sore... pasti kita bisa membelikan kue pulut untuk mu Nona..


Danu juga merasa tidak tega melihat Nona mudanya yang terlihat menantikan makanan itu.


"Tidak...,aku marah kenapa Sayang?, kamu kan tidak punya kesalahan...,Ayo masuklah!, kamu pasti capek kan...!"


Menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam rumah.


Aku tahu Ayana, kau terlihat sangat kecewa,kamu pasti pengin sekali makan kue pulut kan..


"Maafkan aku!, seharusnya aku membawa kue pulut untukmu malam ini,...!"


"Aku mohon jangan meminta maaf, ini membuatku merasa tidak nyaman, tidak papa sayang.. mungkin besok-besok aku bisa makan kue pulut iya kan?"


Terseyum menggandeng tangan suaminya menuju ke kamar.


"Danu!"


"Iya Tuan Muda!


mereka bertiga berpapasan di pintu kamar.


"Kamu tak usah pulang ke Apartemen!,ini sudah malam!, tidurlah di sini, karena besok pagi kamu akan bertugas kan?"


"Baik Tuan Muda, dengan senang hati!"


"Apa besok kamu mau berangkat pagi?"


"Tidak sayang, Danu yang berkerja pagi, besok aku akan berangkat siang ke kantor!"


"Oh gitu, kirain!'


"kau sudah makan?"


"belum!..,aku menunggumu!"


"Kamu pasti sebenarnya menunggu kue pulut kan?"


"Sebenarnya iya,tapi lebih menunggu kepulangan mu Rey..!"


"Sini duduklah!"


Rey menarik tangan Ayana dan menyuruhnya duduk di pangkuannya.


Ayana langsung duduk di pangkuannya, tangan Rey sudah melingkar di pinggangnya dan mengelus-elus perutnya yang semakin membesar itu.


"maafkan aku, telah membuat kesalahan hari ini, seharusnya aku membawa kue pulut untukmu..."Menyenderkan kepalanya di bahunya dan tampak sangat kecewa.


"Tidak sayang,aku mohon berhentilah meminta maaf,ini benar-benar membuatku tidak nyaman...!"


"Iya iya baiklah!,kau sangat lapar kan?, kenapa tidak makan dulu?"


"Sudah aku bilang aku menunggumu Tuan Muda..!"


"Muach..., jangan memanggilku Tuan Muda, itu membuatku sedih!"Mencium pipi Ayana dengan lembut.


"Iya..iya maaf,aku hanya bercanda!"

__ADS_1


"Kau terlihat sangat lelah hari ini?,keadaan kantor baik-baik saja kan?"


Tanya balik Ayana untuk menghibur suaminya yang tampak kecewa itu.


"Kantor baik-baik saja!, Hanya ada pengikatan pengelola penjualan properti hari ini, jadi semua lembur sampai malam!"


"Wah syukurlah!, sukses selalu suamiku, semangatlah dalam bekerja, maafkan aku... aku tidak bisa membantu mu !"


"Tentu saja Ayana, demi kamu dan anak-anak kita, tugasmu hanya menjadi istriku yang baik,bukan untuk bekerja.. muach.. jadi jangan meminta maaf... muach!"


Rey sudah mencium bibir Ayana, membuat Ayana membalas ciumannya dengan lembut .


Rey langsung terseyum bahagia, Ayana benar-benar menjadi pemenang hatinya, hanya ia satu-satunya orang yang menciptakan kedamaian dan ketenangan di dalam jiwa Reyhano.


"Kau sangat cantik, tidak ada yang lain, tidak ada yang secantik dirimu Ayana,baik luar maupun dalam, hatimu tercipta dari apa si, kenapa kau sangat lembut dan terus membuatku meleleh...!"


Rey memeluk istrinya erat dan hangat.


Aku akan berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu Rey,aku janji


"krryukk... krryukk..."Suara sesuatu yang memecahkan keheningan antara keduanya yang sedang berpelukan erat itu.


"Ey..., perutmu berbunyi?,apa kau sangat lapar!"


Ayana menganggukkan kepalanya dan tersenyum malu menatap suaminya.


"Iya aku sangat lapar,...maaf!"Ayana tampak malu memandang suaminya sendiri.


"Iya ampun Ayana... kenapa kau tidak bilang sejak tadi,Ayo kita makan dulu,aku tidak ingin kau kenapa-kenapa...!"


Rey melepaskan pelukannya dan berdiri menggandeng tangan Ayana untuk keluar menuju ke meja makan.


Terdapat banyak menu di situ, tinggal pilih mana yang menurutnya berselera.


"Ayana kamu mau makan apa?"


"Aku ingin makan makanan yang kau ambil saja!"


"yang ini... baiklah!,aku yang akan menyuapi mu yah!,kau duduk manis lah di sayang, sebenar aku akan ambil minum!"


Ya ampun Rey, kau benar-benar membuatku merasa semakin menyayangi mu saja..


Terimakasih ya Tuhan, telah memberikan ku suami yang sebaik ini sekarang...


jaga dia,lindungi apapun yang dapat melukainya baik hati maupun fisik,


demi diriku ya Tuhan...demi rasa cintaku...


aku hanya percaya kepadamu...


dan aku serahkan semua kepadamu... berikan jalan yang terbaik untukku dan suamiku..


Aamiin,


Rey berusaha memberikan kasih sayang sepenuhnya terhadap Ayana untuk menghapus luka yang pernah ia berikan dulu,


Se-lelah apapun dia pulang dari kantor,ia akan berusaha melayani istrinya yang sedang hamil ini.


karena rasa semangat dan rasa bahagianya adalah dimana ia bersanding dengan Ayana.


Terlebih Ayana yang sedang mengandung Anaknya membuatnya semakin cinta dan semakin Sayang terhadap Ayana.

__ADS_1


__ADS_2