
Ayana masih terdiam di pelukan suaminya,hanya Isak tangisnya yang terdengar di ruangan kamar.
Kebetulan Ayana hari ini sangatlah lelah,baik lelah tubuhnya maupun pikirannya,ia bahkan belum sadar dari mabuknya, mungkin pelukan Tuan Muda yang hangat membuat jiwanya seketika tenang,
kenapa aku ikut sedih melihatnya begini?,aku benar-benar merasa khawatir jika ia berbuat sampai senekat ini...
Keduanya bertemu pandangan, Ayana yang sudah terdiam langsung memulai kembali tingkah anehnya setelah menatap wajah suaminya itu,
Entah karena perasaannya yang tertekan dan terpendamnya selama ini membuat tingkah mabuknya sensitif saat melihat wajah suaminya sendiri.
"Lepaskan!,aku tidak ingin disentuh mu!, pergi.. pergi... pergi...!"Ayana yang menyudutkan diri menjauh darinya dengan badan yang gemetaran sambil menatap wajah suaminya.
Kenapa dia seperti ini lagi?,aku kira dia sudah tenang tadi, sebenarnya seberapa banyak minum keras yang ia minum si....
Rey benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi tingkah istrinya ini, tapi Tuan Muda tetap berusaha mendekati Ayana perlahan.
"Jangan mendekat!, Jangan mendekatiku!,aku tidak mau!aku tidak mau!... kau jangan mendekatiku pergi!.. pergi!.. pergi....!hiks..hiks..hiks..." Ayana menangis kembali setelah menatap wajah suaminya.
"Ayana..?, Ayana?..dengarkan aku!, Tenanglah!... Ayana... Tenanglah!"Tuan Muda memegang bahunya kembali dan berusaha untuk menenangkan istrinya.
"Aku benci dirimu!...aku benci!..kau lelaki jahat yang pernah aku temui.. kenapa?.. kenapa aku harus bertemu dengan dirimu di dunia ini?, kenapa?.. lebih baik aku mati bukan?... iya lebih baik aku mati saja...aku benar-benar tidak tahan jika aku harus hidup bersamamu seperti ini!.. hehehe...aku..mau mati saja... bagaimana kalau aku mati saja?.."Ayana berbicara melantur sambil memegang kerah baju kemeja dan menatap suaminya.
Apa yang telah aku lakukan?apa aku benar-benar membuat hidupnya hancur??
"Ayana sadar!, Sadar Ayana!" Tuan muda semakin menatapnya lekat
Ternyata mabuk itu bikin seseorang tidak waras
"Apah?.., hehehe...kenapa kau menyuruhku untuk sadar Tuan Muda?, memang aku ini sedang tidak waras,aku waras, aku sangat waras Tuan Muda, Tapi kenapa kau menatapku seperti itu?...dan mengapa... ruangan ini terasa sangat panas?,aku benar-benar sangat gerah..." Ayana yang berdiri sempoyongan sambil membuka kancing baju gaun pestanya.
" hey..hey...apa yang akan kau lakukan?"Wajah Tuan Muda yang tampak memerah melihat tingkah istrinya yang benar-benar menggila ini,
"kau tidak mengerti juga?, apa yang aku katakan hah?,aku merasa panas! kenapa ruangan ini sangatlah panas!..." bahkan Ayana sudah berbicara bernada tinggi kepada suaminya dan benar-benar akan melepas bajunya di hadapan suaminya.
Ternyata jika dia mabuk, dia terlihat lebih galak dariku sekarang...
"Kau benar-benar tidak waras yah?,kau sedang menggodaku sekarang?" Tuan Muda yang langsung menelan ludahnya melihat tingkah istrinya yang menggemaskan ini.
Ayana yang merasakan hawa yang sangat panas di tubuhnya, membuatnya terus berusaha membuka bajunya.
__ADS_1
Gila...dia benar-benar menggodaku sekarang...
Parasnya yang cantik, rambut panjangnya yang terurai walaupun sedikit berantakan,
namun polesan make up yang menempel di wajahnya tampak mewarnai dan bersinar,
Pantulan sinar lampu membuatnya semakin bersinar,apa lagi tingkahnya yang sedang menggila itu tepat di hadapan tuan muda sendiri, Tentunya membuat Tuan Muda benar-benar tergoda.
Tidak aku tidak boleh tergoda,dia ini benar-benar yah, pestanya belum selesai dia malah menggodaku begini...
"sudah cukup!, pakai bajumu dengan benar!"Tuan Muda yang berusaha menaikkan bajunya kembali, karena area dada Ayana yang sudah terlihat.
"Apa yang anda lakukan?, aku ini merasa panas..."Ayana yang tetap melawan suaminya untuk menurunkan bajunya kembali.
"Kau ini benar-benar tidak waras yah?, Jangan melakukan hal seperti ini di hadapanku sekarang, pakai bajumu dengan benar!"Tuan Muda yang tampak kesal menatap wajah Ayana dan berusaha membenarkan bajunya kembali.
"Jangan menatapku seperti itu!,aku tidak suka!,dan ini bajuku kan?...,aku tidak ingin memakainya!, kenapa kau terus memaksaku untuk memakainya si..." Ayana yang terus melawan Tuan Muda dan menurunkan bajunya kembali.
"Kau ini benar-benar yah,apa aku harus melakukannya secara paksa hah?"
Tuan Muda yang sudah semakin gregetan dan langsung menyudutkan Ayana ke tembok, memenuhi keinginan hasratnya terlebih dahulu,mencium bibirnya dan menahan tubuhnya
Sedangkan satu tangannya lagi bekerja untuk menaikkan baju istrinya kembali.
Ayana hanya terbelalak merasakan sentuhan Tuan Muda dan terdiam menatap rambut suaminya yang terlihat di depan matanya itu,ia belum tersadar namun ia tatap merasakan sentuhan dari suaminya.
kepala Ayana yang kembali pusing...
dan ia langsung mencoba memejamkan matanya berulang-ulang, hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri dan jatuh di bahu Tuan mudanya.
Ada apa dengannya?,apa dia pingsan kembali?..
Belaian tangan Tuan Muda membuatnya Tenang dan tertidur di pelukannya,
Aku yakin dia tidak akan berani melakukan hal ini, Sebenarnya siapa yang tega melakukan hal ini padanya..?,
Rey yang memandang wajah istrinya yang sudah terdiam memejamkan mata,
Aku tidak pernah tahu kenapa perasaanku menjadi begini setiap kali memandangnya?, kenapa aku ikut merasa sedih dan bersalah kepadanya...
__ADS_1
Tuan Muda sambil mengusap air matanya yang masih membasahi pipinya,ia berusaha menggendong Ayana dan menaikkannya ke atas ranjang.
Memandangnya kembali, membelai kepalanya dengan lembut dan langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut,lalu menyimpan gunting tersebut ke suatu tempat.
Mengambil ponselnya dan keluar dari ruangan kamar,ia berjalan untuk kembali ke tempat pesta, memberhentikan langkahnya, menengok ke arah pintu kamar kembali dan terdiam.
Kenapa aku jadi tidak tega meninggalkannya sendirian di kamar..
Meneruskan langkahnya menuju ke tempat pesta ulang tahun.
Felly yang melihat keadaan Ayana tadi, langsung berjalan menghampiri semua teman-temannya yang masih duduk di tempat.
"Ayana kenapa?,apa kalian melakukan sesuatu padanya?"Felly langsung duduk tepat di kursi dimana Ayana duduk tadi.
Semua teman-temannya terdiam tidak ada yang berani menjawabnya, bahkan Nadin juga masih terdiam menatap minuman yang ada di mejanya.
"kenapa kalian terdiam?, apa tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ku?" Felly yang masih berbicara santai, tapi jika hal ini adalah perbuatan teman-temannya maka ia pasti akan merasa sangat kesal.
"Jawab aku sebelum aku marah!"Ancaman Felly yang langsung keluar dari mulutnya.
"Iyah aku yang membuatnya begitu!,aku hanya membantumu Felly!,aku tidak suka jika kau di duakan oleh Tuan Muda,dan dia itu saingan mu bukan?"Nadin yang selalu bersikap baik di hadapan Felly.
"Oke baiklah! aku akan memaafkanmu sekarang!, tapi ingat!, jangan melakukan hal seperti ini lagi pada Ayana, karena dia bukan saingan ku, melainkan berlian yang aku punyai sekarang!"
"Apah.. berlian?,apa maksud mu dari kata berlian itu?"Nadin yang merasa bingung mendengar kata Teman dekatnya itu.
"Iya Felly apa kau tidak cemburu dengannya?, makanya kita membantumu!"
"oh..intinya dia itu sangat berharga bagiku,dan terimakasih kau telah membantuku, Tapi Tugas kalian semua hanya perlu menghormatinya,dan pernikahan ini juga aku sendiri yang memintanya, jadi jangan menghabiskan waktu kalian hanya untuk membencinya!"
Felly langsung pergi meninggalkan semua teman-temannya yang masih duduk di tempatnya,.
karena ia sendiri sudah melihat kehadiran Tuan Muda yang sedang berjalan mendekati kembali ruangan pesta kembali
"Bagaimana sayang apa dia baik-baik saja?,apa yang terjadi padanya? apa dia mabuk?," Felly yang datang mendekat dan langsung memeluk lengan suaminya
"iya dia baik-baik saja sayang!,aku hanya heran, siapa yang melakukan hal ini padanya?"Rey dengan raut wajah seriusnya menatap sekeliling ruangan.
"Maaf!, maafkan aku sayang!, Teman-temanku tidak sengaja melakukan hal ini kepada Ayana"Felly yang langsung berwajah manis dan memohon maaf kepada suaminya.
__ADS_1
"Jangan minta maaf sayang! ini bukan salahmu!,Ayo sebaiknya kita lanjutkan pesta kita, lupakan saja hal ini" Tuan Muda yang langsung menggandeng tangan Felly dan masuk kerumunan pesta untuk menikmati pestanya kembali.