
Pagi tiba, sayup-sayup angin kehidupan mulai terdengar dimana-mana,
Kinar baru saja terbangun merasa bingung dengan keberadaan dirinya yang tiduran di lantai dengan selimutnya itu.
Apa yang aku lakukan disini....
Sambil menatap sekeliling pemandangan yang dihimpit oleh meja dan sofa, tentunya ini sangatlah tidak nyaman untuk tidur,ia merasa sangat bingung,
Kemudian ia berdiri dari tidurnya dan mendapati Danu yang sedang duduk menikmati secangkir teh yang ada di sampingnya,ia fokus ke layar leptop sambil memainkannya.
"Pa... Danu..."Semakin kaget lagi mendapati Danu yang sudah berpenampilan rapi dengan kemejanya.
"Seperti inikah gadis!,jam segini baru bangun!"
Sindir Danu halus tanpa berpaling dari layar leptopnya,ia terlihat sangat sibuk sekali.
Iyah si... bagaimana aku bisa kesiangan si..., dimana Nada?... kenapa dia tidak membangunkan ku...?..
"Ini bukan salahku,ini salah pa Danu,pa Danu sudah duduk di sini sejak tadi kan?, kenapa anda sendiri tidak membangunkan ku...!"
"Cih...malah menyalahkan ku ..,kau pikir aku ini suami mu hah?, bangun sendiri saja tidak bisa... bagaimana mengurus suami mu nanti?"
Orang ini benar-benar menyebalkan... kenapa ngelibatin masalah suami segala,
sok ganteng dia..., pagi-pagi dan bikin darah tinggi saja...
"Siapa yang berharap anda itu suamiku!, sudahlah... saya malas berbicara dengan Anda!"
Kinar pergi meninggalkan leptop yang masih terdiam di area,ia merasa sangat kesal pergi meninggalkan meja sambil membawa selimut yang masih melingkar di tubuhnya.
"Hey pemalas tunggu sebentar!"
Sial,berani sekali dia memanggilku pemalas..
"Apa pa?.. anda berani memanggilku pemalas?"Sahut Kinar dengan kesal.
"Kenapa?... kau tidak terima?, bangun tidurmu saja siang?"
"Kan baru kali ini pa...!"
"Cukup!, aku tidak percaya!, kembalikan selimutku ke kamarku sekarang!,oh iya... bila perlu cuci dulu!, pasti semua liur mu sudah menempel di selimutku kan?...."
Selimut?.. selimut ini miliknya?...
Terbelalak menatap Danu,
"Selimut ini milik Anda?"
"Iya Tentu saja, selimut siapa lagi!"
Aku kira Nada yang memberikan selimut untukku...
"Pa Danu!, setidaknya jika anda tidak ikhlas jangan berikan selimut jelek ini kepadaku!,...andai aku tahu ini selimut anda, aku tidak akan mau memakai selimut ini...!"
__ADS_1
"Benarkah?...Tapi sepertinya kau tampak nyaman memakai selimut ku?''
Iya sih selimut mu saja sangat wangi,aku benar-benar merasa nyaman dengan selimut ini,ini terasa begitu hang...
Cih... aku benci pikiranku...
"ohh... tentu saja tidak!,jika aku tahu ini selimut mu...aku juga tidak akan memakinya,tapi terimakasih!...akan aku cuci... dasar menyebalkan!"
Kinar begitu sangat kesal dan mencopot selimut itu dari dirinya.
"Oh... iya satu lagi!, jangan di laundry yah, kucek pakai tangan..!"
"Pa Danu...!"
Plakkk...
"Aw..."Suara Danu yang sudah di timpuk sandal rumah oleh Kinar.
Kinar langsung berlari masuk ke dalam kamar,
Cih berani sekali dia menimpuk ku, benar-benar menggemaskan....aku tidak pernah melihat ada wanita seberani ini kepadaku...
"Haha... rasain!"
Kinar tertawa sendiri sambil menutup pintu.
"Ada apa si...?"Tanya Nada yang sedang menyisir rambutnya.
"Biasalah pa Danu yang menyebalkan itu!, pagi-pagi dah bikin darah tinggi!, lagian kamu si... kenapa gak bangunin aku?"
"Ti.. tidur?, bersama pa Danu?,di depan?... kau sudah gila?, bukanya pa Danu tidur di kamar?"
"Tidak!,dia tidur di sofa, mungkin dia menemanimu tidur di depan...,Cie Kinar...!"
"Apaan sih...!"
perasaan Kinar menjadi berdebar dan sedikit tersenyum mendengar perkataan Nada, tapi tetap saja dia merasa kesal.
"Apaan sih... jangan cie..cie!..., lihat saja orang menyebalkan itu, setelah meminjamkan selimutnya kepadaku, dengan seenaknya dia menyuruhku untuk mencucinya sendiri!,kan.. bukanya itu menyebalkan hah?... disuruh kucek pakai tangan lagi!...ih... ngeselin!"
"haha... benarkah?, lumayan si, mungkin ia hanya bercanda Kin,...!"jawab Nada tertawa lirih.
Jangan terlalu benci Kinar entah cinta loh..., siapa tahu dia jodohmu....
"Bodo amat aku laundry!,kau mau kemana?, kenapa rapi sekali...?"
Melihat penampilan Nada yang sudah sangat rapi dan modis dengan kemejanya,
"Biasa,Aku mau bertemu Alan!,aku sangat merindukannya....,aku mau cari angin sebentar ngilangin rasa jenuh,!"
"Iya terus aku sendirian dong?"Tampak wajah Kinar yang sudah sangat kusut
"Tenang saja ada pa Danu kan!,bay!......"
__ADS_1
Nada keluar dari ruangan kamarnya sambil membawa tasnya, kebetulan ia sendiri sudah izin kepada Nona mudanya.
"Cih,Pa Danu terus...dasar lebay semuanya...!"
Kinar yang merasa hampa langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*******
Rey sudah terbangun dari tidurnya ia masih terdiam di atas ranjang, menatap wajah istrinya yang masih terpejam menikmati tidurnya,
menyibakkan rambutnya yang menutupi kecantikan wajah naturalnya, mengelus pipinya dengan lembut seraya berkata,...
"Bangunlah sayang..., maafkan aku!,karena aku... pasti kau sangat kecapean mengurusku yang sakit ini.....!"
Suara Rey yang begitu lembut terdengar di telinga Ayana,Ia kira ia sedang bermimpi, namun usapan tanganya yang lembut begitu berasa,
ini bukanlah mimpi, sebenarnya Ayana sudah terbangun tapi ia masih memejamkan matanya karena merasa sangat ngantuk.
"Kau sangat cantik,baik, manis lagi..., aku benar-benar merasa senang kau berada di sampingku sekarang,aku benar-benar menyesal Ayana....karena telah berbohong kepadamu Ayana,aku sangat menyesal..., maafkan aku... tetaplah di sisiku!...aku berjanji aku akan menjadi suami yang baik untukmu!, maafkan aku sayang...!"
Masih mengelus-elus pipi istrinya dengan lembut penuh dengan kasih sayang,
Mau sampai kapan kau akan terus meminta maaf Rey?...aku tahu, aku sudah merasakannya sekarang
bahkan.. kau memang beneran mencintaiku....aku benar-benar merasa nyaman dengan sikapmu yang seperti ini,...aku juga mencintaimu Rey,
Tapi.... tunggulah di saat yang tepat aku pasti akan membalas cintamu Rey...
Beralih ke perutnya, mengelusnya perlahan juga,...
Ayana masih memejamkan matanya membiarkan suaminya berulah dan mendengarkan ungkapan hatinya itu, dengan begini ia menjadi lebih tenang dan nyaman.
"Iya Tuhan terimakasih telah memberikanku kabar gembira ini.., selama enam tahun aku menantikan seorang anak, hanya kerena atas dasar kebohongan,aku menunggunya sampai-sampai aku terjerumus ke jalan yang salah ini, ampunilah aku..., ampunilah aku... jaga istriku dengan baik, jangan jangan jauhkan aku darinya ya Tuhan...aku mencintainya!"
Rey menggeserkan tubuhnya dan mencium kening Ayana,..
Ayana membuka matanya sewaktu Rey mencium keningnya, melihat mata istrinya yang sudah terbuka membuatnya kaget,
"Kau sudah bangun?....apa kau masih ngantuk?"Tanya Rey pelan.
Rasa ngantuk ku benar-benar menghilang Rey, karena tingkah laku mu tadi...
Ayana menggelengkan kepalanya, lalu menatap suaminya dengan nanar.
"Bagaimana keadaanmu?,apa kau sudah membaik?"Tanya Ayana pelan juga.
Mendengar pertanyaan istrinya membuat Rey semakin senang,ia langsung tersenyum setelah merasakan kepedulian istrinya ini.
"Aku pasti akan sembuh jika kau terus berada di sampingku Ayana,muach..."
Ciuman kening mendarat lagi!
"Selamat Pagi Ayana!"
__ADS_1
Ayana hanya terdiam merasakan sentuhan Rey sejak tadi,ia merasa begitu nyaman sekaligus berdebar kencang.