
"Apa maksud perkataanmu Ayana, jelaskan!"
Rey yang kurang mengerti dan begitu penasaran tentang semuanya,ia bahkan beranjak berdiri dari tidurnya karena penasaran.
"Maaf Rey,aku...aku hanya...!"
Ayana menjadi gugup sendiri.
"Kau mengetahui semuanya, jelaskan!,apa maksudmu salah paham?,apa kau sedang membela mamah sekarang?,apa maksud dari salah paham itu, jelaskan Ayana..."
"Tidak.. tidak Rey bukan begitu, dengarkan aku... aku yang akan menjelaskan semuanya kepadamu!.."
Menyakinkan suaminya dan segara berbicara untuk menjelaskan semuanya.
"Rasa sakit apa yang mamah rasakan?, yang sakit itu diriku Ayana...,aku yang lebih sakit disini, setelah mamah meninggalkan ku dengan Ray,dia kembali ke rumah setelah kepergian papah berhari-hari dan membiarkan aku terpuruk sendirian di rumah beberapa hari, bukankah itu sangat tega..?"
"Dan satu hal lagi yang tidak pernah aku lupakan dari kejadian itu,yaitu kematian papah yang aku rasakan dan aku saksikan dengan mata kepala ku sendiri, itu begitu sakit... itu begitu sakit Ayana..."
Rey yang sudah meneteskan air matanya mengingat kenangan yang sangat pahit di masa lalunya.
"Jangan menangis sayang..aku mohon jangan menangis... bukan maksudku untuk membuka lukamu kembali, aku tidak berniat untuk itu... maafkan aku,aku bukannya tidak mengerti akan perasaan mu,tapi mengertilah dengarkan penjelasan ku Sayang...aku mohon dengarkan!"
Ayana memegang kedua pipi Rey dan menatapnya lekat dengan mata berkaca-kaca untuk meyakinkannya kembali.
"Jangan bersedih aku sangat tahu perasaanmu, dengarkanlah Rey... dengarkan penjelasan ku..!"
"kau tahu apa yang ada di pertengkaran kedua orang tuamu dulu?"
Ayana dengan penuh lemah lembut mengatakannya.
Rey menggelengkan kepalanya, menjawab jujur karena waktu itu ia memang tidak tahu apa-apa tentang apa yang di permasalahkan oleh keluarganya itu, kedua orang tuanya menutupi permasalahannya,
karena usianya masih sangat dini dan jika keduanya tahu ini dapat menggangu aktifitas dalam belajar.
Namun tak di sangka perpisahan keduanya waktu itu adalah perpisahan terakhir dengan papah Rey.
"Apa kau tahu masalahnya...?"
Masih menggelengkan kepalanya menatap istrinya yang sedang berbicara serius.
"Mamah meninggalkan papah dan begitu marah waktu itu setelah mengetahui adanya orang ketiga, perselingkuhan di antara hubungan kedua orang tuamu..!"
__ADS_1
"Apah?..."Rey begitu kaget mendengarnya.
"Dengarkan penjelasan ku dulu!, sebelum kau semakin salah paham Sayang...!"
"Maksudmu papah selingkuh waktu itu, dan ini berarti semua salah papah...?"
"Tunggu dulu sayang!, dengarkan!,jika tidak.. kau akan salah paham nanti!"
"Papah orang yang sangat baik dan dermawan, semua kalangan orang memujinya dan banyak yang menyukai akan kebaikannya bukan begitu?"
"Iyah...papah memang sangat baik!"Dengan mata tak bergeming berbicara serius menatap Ayana.
"Untuk itu musuh Papah itu banyak, karena kesuksesan papah yang begitu melonjak pesat membuat semua orang iri dan berlomba-lomba ingin menjatuhkan Papah mu Rey!"
"Terlebih sekretaris papah mu yang juga tertarik dengan kekayaan Papah yang menjadi seorang CEO,ia melakukan segala hal untuk berusaha mendapatkan Papah dengan cara licik!"
Reyhano benar-benar terdiam mendengar penjelasan Ayana.
"Dan, ada satu orang yang sangat iri dan ingin menjatuhkan harga diri Papah mu, untuk itu dia menjebak papah dengan permainan ini!"
"Permainan apa yang kau maksud,dan siapa orangnya?"
Rey yang terlihat sangat tertekan mendengarnya.
"Pamanmu,adik Papah mu sendiri,ia sangat iri karena jabatan yang di berikan Kakek kepada Papah, sehingga ia melakukan ini, sedangkan jabatannya di kantor waktu dulu adalah seorang menager, tentunya ia sangat iri dengan jabatan CEO yang Papah miliki, tentunya ini membuatnya iri dan melakukan semua ini!".
"Apah?.. Memang permainan apa yang ia mainkan?"
Reyhano merasa semakin sesak mendengar penjelasan Ayana.
"Ia memberikan minuman pemabuk di gelas saat pesta kantor,ia membuat Papah tidak sadar diri dan terperangkap bersama sekertaris gila itu di sebuah kamar hotel, pamanmu bekerja sama dengan sekertaris Papah mu, sekertaris itu sengaja bertelanjang bulat dan tidur bersama Papah mu di hotel,dia juga sengaja tiduran dan memeluk Papah, lalu memberikan foto-foto itu kepada ibumu Rey hanya untuk menghancurkan keluargamu..!"
"Apah?..."Rey yang sudah berderai air mata dan menggenggam tanganya erat merasa tidak terima dengan semua ini.
"Paman ku sendiri yang menjebak papah ini sungguh keterlaluan.. hiks.. hiks.."
Rey sudah terisak dari tangisannya, membuat Ayana semakin tidak tega dan berusaha mengusap pipinya yang basah itu.
"Coba bayangkan! bagaimana perasaan ibumu waktu itu?,dia pasti sangat tertekan dan marah Rey, sehingga dia meninggalkan mu dan Papah bersama Ray begitu saja, sedangkan tangan Ayahmu menahan tanganmu bukan?,dan tangan Mamah sendiri sedang memegang tangan Ray ya.. kan?, untuk itu dia hanya pergi membawa Ray karena terlanjur emosi,..."
"Mamah..."Panggilan Rey pelan dan terdengar sangat terpukul.
__ADS_1
"Mamah juga menceritakan semua ini kepadaku dengan sangat terpukul dan menangis Rey"
"Dan kau tahu Rey..., Mamah juga sangat kehilangan Papah setelah mengetahui kebenaran ini,ia begitu terpukul dan sangat sedih mendengar kepergian Papah waktu itu dan mencoba menemui mu kembali karena mendengar kabar ini, namun kau sangat marah, bahkan kau tidak mendengar bicaranya ataupun penjelasannya mamah sampai sekarang ini, ya kan?"
Penjelasan Ayana yang begitu jelas dan lembut membuat Rey semakin sadar akan semuanya, bahkan ia diam saja karena sedang menangis menahan apa yang ia rasakan setelah mengetahuinya.
"Ma.. Mamah.. Mamah..hiks... hiks"
Rey tak sanggup berkata-kata setelah mendengar semua ini, bahkan ia tidak berhenti menangis
Ayana yang menjelaskan panjang lebar juga berderai air mata melihat suaminya yang terlihat sangat sedih.
"Jadi sekarang kau tahu, tidak ada yang bersalah dia antara keluargamu,baik Papah maupun Mamah,ini semua atas dasar salah paham dan jebakan Rey,ini semua sudah takdir,aku yakin Papah sudah tenang di alam sana, dia pasti sudah di terima di Allah,dia adalah orang yang baik Rey,aku percaya itu..!"
Ayana memeluk suaminya erat yang sedang menangis itu.
"Tenanglah.. tenanglah sayang!aku mohon jangan menangis!"
"Berarti selama ini...aku...aku benar-benar salah karena telah membenci mamah,aku benar-benar tidak tahu Ayana,aku tidak tahu semua ini, Kenapa mamah tidak memberitahuku tentang semua ini...!"
"karena kau keras kepala,kau bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan Mamah, ataupun mendengarkan bicaranya walupun hanya sekali saja, ya kan?"
"Iya.. iya aku tahu.. ini semua salahku Ayana..aku terlalu berlebihan akan semuanya,aku memang keras kepala!"
"Jangan menyalahkan dirimu sayang!,kau tidak bersalah!, semua ini adalah takdir,ini juga pelajaran buat kita semua...!"
"Iya Ayana...aku terlalu bodoh tentang ini, bahkan aku tidak pernah memikirkan perasaan Mamah,aku terlalu memikirkan perasaanku maafkan aku... maafkan aku Ayana...hiks.. hiks..."
Reyhano benar-benar menangis tersedu-sedu,ia merasa sangat bersalah terhadap ibunya sekarang.
Ini semua gara-gara paman dan sekertaris gila itu..
di mana mereka sekarang...
aku benar-benar ingin menghajar mereka..
"Tenanglah... tenangkan dirimu, semua ini sudah terjadi, Maafkan aku sayang... telah membuat mu menangis...kali ini!"
Ayana masih memeluk erat suaminya dan ikut menangis tak kuasa menahan rasa sedih.
"jika kau tidak percaya tanyakan kepada Danu sendiri, Ayah Danu pasti sudah menceritakan semuanya kepada Danu, karena dia adalah orang terdekat Papah waktu itu...!"
__ADS_1
Mengelus rambut suaminya dan berusaha memberikan ketenangan untuk Reyhano.