
mau apa si dia...dia ini benar-benar mengajakku nonton film beneran yah...
kenapa tanganya tidak mau lepas dari pinggangku..
"bagaimana kalau ini?, sepertinya filmnya lebih seru?"
Rey yang sudah menunjuk sebuah cover Film yang terlihat menyeramkan sambil tersenyum sinis mencibirkan bibirnya.
beginikah hadiahnya?....sikap baik apaanya Ayana,dia itu sama saja..., hanya ingin menyiksamu... lihat kan, dia benar-benar mengajakmu menonton film horor..
Ayana yang terdiam sambil mencengkram erat sprei ranjang karena merasa kesal sekaligus merinding.
Sedangkan Tuan Muda langsung memulai Filmnya,melepaskan pelukannya dan lalu fokus ke layar ponsel,
Lihat kan...menyebalkan sekali dia,dia fokus ke layar ponsel dan aku di suruh menonton begitu.... tidak akan...aku tidak mau...
Ayana yang justru memejamkan matanya dan tidak ingin menonton filmnya.
Rey sesekali memperhatikannya dari samping langsung tersenyum melihatnya yang sedang menutup mata.
haha..dia pasti takut, rasakan!... udah baik-baik aku menawari film romantis eh.. dia malah menolak!.. ya sudah kayanya kalau nonton film horor lebih seru jika dengannya...
"Apa kau kedinginan?"
Mendengar suaranya... Ayana langsung membuka matanya lebar.
lagi-lagi Ayana menggelengkan kepalanya, mencoba menguasai dirinya.
oke baiklah jika ini maunya..
Intinya Reyhano hari ini ingin melepaskan lelahnya, pulang ke rumah lebih awal dan entah kenapa pikirannya ingin sekali bermain-main dengan Ayana.
"Matikan lampunya!"
gila yah.., sudah nontonnya Film horor, disuruh matiin lampu segala... bagaimana ini...apa dia mau membunuhku di tengah gelap..
Ayana masih terdiam mematung, entah apa yang ia pikirkan.
"Hey,apa kau Tuli?....matikan lampunya sekarang!"
Bisik Rey di telinga Ayana, walaupun suaranya pelan namun terdengar mematikan di telinga Ayana.
"Iya-iya iya baiklah Tuan Muda!"
Waktu terus berjalan film semakin memutar menceritakan tentang seisinya jalur cerita horor itu.
Membuat Ayana mengalihkan pandangan menghindari layar Tv.
"Apa kau suka Filmnya?,ini seperti di bioskop kan?.."
Tuan Muda yang terus memperhatikan tingkah aneh Ayana karena menurut Rey, sepertinya Ayana terlihat ketakutan.
Bioskop!, lebih baik nonton di bioskop beneran Karena lebih banyak orang.,dari pada menonton di bioskop bohongan dengan dirimu ini..
"oh.. iya tentu saja Tuan Muda!"
Ayana dengan gemetaran menjawabnya sambil tersenyum, walaupun posisi lampu mati namun raut wajah pias Ayana tetap terlihat oleh sorotan lampu kecil yang ada di meja samping ranjangnya..
"Oke baiklah!"
berani sekali dia berbohong kepadaku
justru dengan jawaban Ayana itu membuat Rey semakin senang dan mengeraskan volume suaranya,
Karena sebenarnya ia tahu dari tingkah Ayana yang berulang-ulang memejamkan matanya setiap kali adegan horor datang karena pastinya dia itu takut.
Namun Tuan Muda sendiri tidak menikmati Film itu, melainkan ia sedang tertawa sendiri menonton Ayana yang terlihat gelisah karena Takut.
Aku harus bagaimana ini...kenapa filmnya semakin mengerikan,jika aku menutup mata pun suaranya masih terdengar mengerikan...
Manusia gila ya dia ini... mengajakku menonton film seperti ini...
"Apa kau takut?"
Rey sudah menggeser tubuhnya mendekatinya.
__ADS_1
jangan mendekatiku.. jangan mendekatiku... aku tidak ingin bersentuhan denganmu...aku mohon...
dia ini benar-benar sengaja atau gimana si..?. berani sekali dia tidak menjawab pertanyaan ku....
Tuan Muda yang masih melihat Ayana terdiam menonton langsung memposisikan tanganya di suatu tempat yang ia sukai.
lihat saja aku akan akan bermain-main denganmu sepuasnya malam ini..
apa yang dia lakukan..
Tangan Rey sudah mulai masuk ke pinggangnya kembali dan mulai mengelus-elus lembut perut Ayana.
membuat Ayana terbelalak semakin merinding merasakan sentuhan darinya yang terasa geli.
"Maaf Tuan Muda aku..aku..aku mau.."
Ayana yang mencoba menahan tangan Tuan Muda yang sedang berulah itu.
"Mau apah..?,Mau aku ganti filmnya?"
Tuan Muda yang sedikit tertawa melihat wajah Ayana yang terlihat panik melihat tingkah Rey yang mulai bermain-main itu.
"Tidak Tuan Muda!.., aku..aku hanya ingin.. ingin ke kamar mandi sebentar!"
"Alasan!, kau hanya takut dengan filmnya atau sedang menghindari ku hah?..."
Tahu aja dia...lalu bagaimana caranya aku bisa menghindarinya...
"Apa mau aku ganti filmnya,kau lebih suka film romantis bukan?, jangan bilang tidak!, sebelum kau menyesal..!"
Ayana terus menggelengkan kepalanya tidak bisa berkata-kata dan mencoba menahan tangan Rey yang terus berulah menjalar kemana-mana.
"oke baiklah!,kalau kau tidak mau!, ambilkan aku gelas minuman yang ada di depan meja TV!.. sekarang!,aku haus!"
Rey memberhentikan tingkahnya dan duduk bersandar di atas ranjangnya karena merasa haus.
Ayana segera berdiri, melangkahkan kakinya dengan gemetar menuju ke meja Tv,
Penampilannya malam ini begitu menarik dan mempesona bagi Tuan Muda,ia merasa gemas sendiri dengan Ayana.
Momen yang sangat pas, saat Ayana sudah berada di depan layar Tv mengambil gelas minum dan tepat menatap layar televisi,
"aaaa..... brakk.. cetarr.."
penampakan hantu yang tidak ingin di lihat Ayana muncul begitu saja dan membuatnya berteriak dan melempar gelas minumannya karena kaget.
Ia langsung berlari naik ke atas ranjang dan tanpa sadar langsung memeluk suaminya karena merasa sangat takut dan kaget.
kenapa aku merasa senang sekali yah...dia memelukku begini....
mana dia menggemaskan sekali penampilannya malam ini..
Tuan Muda yang sebenarnya tersenyum di dalam hatinya.
"Ehem..ehem.."Tuan Muda langsung berdehem dan menyadarkan Ayana yang masih memeluknya erat.
Eh....gila ya.. bagaimana bisa aku memeluk dadanya yang telanjang ini..aku pasti sudah gila...
Ayana melepas pelukannya dengan segera dan langsung menjauh dari Tuan mudanya.
"e'...maaf!,aku..aku... aku tidak sengaja Tuan Muda"
berbicara terbata tanpa menatap wajah suaminya dan menunduk.
matilah aku... apa yang harus aku lakukan.. kenapa aku memeluknya erat tadi....
" Alasan!,bilang saja kalau sebenarnya kau ingin sekali memluku sejak tadi!
cih PD sekali anda ini yah...
"Tidak Tuan Muda, aku tidak bohong.. aku benar-benar tidak sengaja!"
"Apa kau suka mencium aroma tubuhku..?"
Rey semakin mendekat ke arah Ayana dan membuat Ayana tambah menyengkrut takut,
__ADS_1
eh eh...dia mau ngapain.
Rey yang hanya ingin mengambil remote yang ada di belakang Ayana.
"Aku tanya sekali lagi!,apa kau takut film horor?"
Tanpa pikir panjang lagi Ayana langsung mengiyakan perkataanya dengan menganggukkan kepalanya,dari pada ia harus merasakan ketakutannya sendiri.
"Kau lebih suka film romantis kan?"
Tidak ada jawaban dari Ayana dia terdiam melihat ke arah lain.
"Aku sedang berbicara denganmu!.., Jangan membuatku emosi!,Apa sebaiknya kita menonton film romantis?..,"
Apah menonton film romantis denganmu.. haha... aneh..
"Oh.. begini saja!,dari pada kita menonton film romantis yang gak jelas itu!, mending kita bermain romantis bagaimana?"
Tuan Muda yang sudah menyerkit mencibirkan bibirnya menarik tangan Ayana untuk mendekatkan tubuhnya.
bermain romantis,apa si maksudnya?,..
Ayana yang sudah gemetaran, Menatap suaminya.
"Tenang saja bukan sungguhan!,kita hanya bermain-main saja!"
Rey langsung memeluk erat pinggang istrinya dan menindih tubuhnya di atas ranjang.
"Tu..Tuan Muda.."
Ayana merasa sangat takut dan jantungnya berdebar semakin kencang, ketika Tuan Muda benar-benar berada di atas tubuhnya.
"Kenapa kau terlihat ketakutan!, bukankah aku sudah bilang aku akan bermain romantis denganmu!, tenang saja hanya bermain-main!.. bukan sungguhan..!"
Rey langsung memulai permainannya,mencium bibir Ayana seketika, menbuat Ayana terdiam kaku melayaninya di atas ranjang.
********** dengan penuh rasa lembut dan menikmati..
Apa maksudnya ini...dia bilang bermain-main, tapi dia benar-benar menciumku kan..... ini bukanlah bermain-main, jelas-jelas kau melakukannya dengan sungguhan...
Ayana yang terlihat bingung apa maksud semua ini..,
Tuan Muda ******* bibir Ayana tanpa ampun, bahkan ia benar-benar membuat Ayana sesak nafas dan tersengal..
Bermain-main dia bilang.. lepaskan aku jika anda benar-benar bermain-main...
lepaskan aku Tuan Muda....
Anda benar-benar akan membunuhku yah..
Ayana yang sebenarnya ingin sekali berteriak, sambil mencengkram seprei ranjangnya merasa sedikit kesal.
Rey sedang gila malam ini,jadi Ayana nikmati saja apa yang di lakukan Rey kepadamu,lagi pula kau istrinya bukan, sudah sepantasnya kau mendapatkannya.
Mungkin mulut Reyhano bilang bermain-main,tapi tidak tahu apa isi hatinya, sepertinya ia juga ingin bercinta denganmu malam ini..
Langsung menelusuri tiap lekuk leher Ayana, mencium sesuka hatinya, tanpa memikirkan perasaan wanita yang sedang terdiam kaku meladeninya.
Tangannya mulai berulah dan tak beraturan menjalar kemana-mana, menjelajahi area tubuh sensitif Ayana dan membuat Ayana semakin menyengkrut karena merasa geli...
permainan apa ini... permainan apa yang ia lakukan kepadaku...,
beginikah yang kau maksud permainan Tuan muda..
dan kau sungguh melakukannya kepadaku Tuan Muda..ini bukanlah permainan..
lepaskan aku... lepaskan aku...aku mohon..
Ayana yang mulai sedikit melawan karena merasa tidak nyaman dan terus memejamkan matanya.
Sedangkan Tuan Muda tidak berkutik dari posisinya, justru semakin ia melawan semakin Tuan Muda mendesaknya, semakin Ayana bergerak semakin mebuatnya terhimpit oleh dada bidangnya.
Rey dan Ayana menghabiskan malam bersama penuh cinta dan permainannya yang romantis itu,
Walaupun yang merasa cinta Sepertinya hanya Rey seorang, sedangkan Ayana entah apa yang ia rasakan.
__ADS_1