
"Apa Tuan Muda mau langsung mandi?,akan saya siapkan airnya dengan segera?,mau di kamarku atau di kamar anda Tuan Muda?..."
Ayana bersikap layaknya seorang istri kepada Rayhano,
Sungguh tingkah Ayana ini membuat Ray terbelalak dan menatapnya kebingungan.
hah...apa yang ia katakan?, bagaimana bisa dia menawariku seperti itu...,apa dia kira aku ini suaminya....
apa ia benar-benar mengira kalau aku ini Reyhano...
he'h sungguh menyenangkan sekali dia ini... bagaimana bisa wanita ini sangat patuh dengan Rey...
apa yang membuatnya sepatuh itu..
"Aku...?" Tanya Ray pelan sambil menaikkan alisnya dan sedikit tersenyum.
Ayana langsung menganggukkan kepalanya.
"Oh... kalau gitu nanti saja...,aku juga akan mandi di kamarku sendiri!" Ray sambil tersenyum senang.
kenapa Aneh sekali sikapnya?, bukankah dia tidak pernah berbicara selembut ini sebelumnya?..
Ayana yang merasa Aneh.
dia benar-benar istri kedua Rey hah...?,Cantik juga dia...
dari mana dia menemukan wanita secantik ini...
"Apa kakimu masih sakit?"Ray bertanya menatap Ayana lekat sambil memecahkan keheningan yang tercipta di ruangan itu.
"Su..sudah.. sudah...,kakiku baik-baik saja Tuan Muda,e..saya permisi Tuan Muda!"
Ayana yang terburu-buru masuk ke dalam kamarnya meninggalkan sofa.
kenapa dia menatapku seperti itu terus..
kenapa perasaanku jadi begini si.., kenapa dia tiba-tiba baik sekali padaku...apa dia salah minum obat...
Ayana, benar-benar merasa bingung dengan tingkahnya,
hingga membuatnya ingin sekali masuk ke dalam kamar untuk menenangkan dirinya,
karena jantungnya semakin berdegup kencang ketika bertatapan dengan Tuan mudanya.
Sebenarnya aku penasaran... kenapa dia terlihat takut sekali padaku, maksudku pada Rey...aku yakin dia mengira aku ini Rey..
Ray terus memandangi Ayana yang masuk ke dalam kamarnya sambil mencibirkan bibirnya.
"he'h.. sebaiknya aku telfon Reyhano...
kira-kira apa yang sedang ia lakukan"
"aku benar-benar merindukannya,sudah lama juga aku tidak berdebat dengannya...,
Entahlah... apa sikapnya akan selalu seperti ini"
Ponsel langsung berdering milik Reyhano, panggilan masuk dari Rayhano.
Rey yang sedang sibuk mengetik menghadap ke layar leptopnya tanpa menghiraukan ponselnya yang berbunyi itu,sepertinya ia benar-benar sangat sibuk hari ini.
Kedua kalinya panggilan masuk membuat Rey benar-benar tidak tahan mendengarnya,ia langsung menjawab tanpa melihat layar ponselnya.
__ADS_1
"Halo!, Siapa ini?" Rey masih mengetik keyboard leptopnya, berbicara datar seperti biasanya.
"Siapa ini hah..?, hey.. sungguh? .. kau... benar-benar tidak menganggapku sebagai saudara hah..?"
"Ray..!"
"Iya tentu saja aku Ray!,kau dimana?... apa kau tidak ingin pulang menyambutku?"
"He'h..menyambut mu?...apa pentingnya menyambut mu!"Rey dengan sinisnya berbicara dan masih fokus ke arah leptopnya.
"Mau sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini kepadaku?, dasar keras kepala? hatimu sungguh keras ya Rey!"
"Diam!, tak usah banyak bicara!, bicara saja jika penting,jika tidak matikan telfonnya!".
"Aku tidak mengerti terbuat dari apa hatimu itu,mau sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini,kau benar-benar tidak bisa melupakan kejadian itu juga hah..?,apa kau terus bersikap seperti ini juga pada mamah?,mau sampai kapan Rey,mau sampai kapan?"
Rey hanya mendengarkan ocehan Rayhano kali ini, sembari mengetik.
"Kau sudah selesai berbicara?"
"Aku berbicara panjang lebar kau hanya menjawab seperti ini,apa kau tidak akan pulang menyambutku hari ini"
"Tidak,kau puas!"
"Oke baiklah...,ya.. walaupun tidak ada yang menyambut kepulangan ku hari ini...,tapi aku sangat bersyukur!... disambut wanita cantik yang sangat baik yang ada di rumah ini.. hahaha...aku senang sekali!"
Wanita cantik,apa dia tertarik dengan Ayana..
"Ray... beraninya kau!, jangan sentuh wanita itu!"
Rey langsung menutup layar leptopnya karena merasa begitu kesal setelah mendengar ocehan saudara kembarnya.
"Tak usah memujinya.., dan jangan menyentuhnya!"
"Hah...aku tidak menyentuhnya!..,dia sendiri yang menghampiriku,dia istrimu bukan?,aku bingung dengan hubungan kalian...apa dia mengira kalau aku ini suaminya, bagaimana bisa dia bersikap baik sekali padaku..!"
Rey masih mendengar ocehan kembarannya sambil mencengkram seprei ranjangnya.
"Dan...kau tahu apa yang ia tawarkan?... mandi di kamarku atau kamarmu?,...haha...lucu sekali bukan..aku benar-benar ingin sekali tertawa...dan aku ingin sekali menjawab di kamarnya..."
"Ray..!"
Rey yang sudah marah dan langsung membanting ponselnya ke lantai dan panggilan pun terputus.
****
Tuan Muda terdiam duduk di atas sofa kamar hotelnya sambil memikirkan sesuatu.
"Panggil kan Bayu kemari!"Rey yang sudah terlihat tidak tenang dan berbicara masam.
"Siap,baik Tuan Muda!"
Danu langsung pergi menjalankan tugasnya.
Sebenarnya Tuan Muda kenapa, sepertinya dia terlihat kesal sekali malam ini...
Sesaat kemudian ia datang kembali bersama Bayu sesuai perintah Tuan mudanya.
"Malam Tuan Muda, apa ada masalah?"
Bayu dan Danu langsung duduk di sofa berhadapan dengan Tuan mudanya.
__ADS_1
"Aku akan pulang malam ini!"
"pu.. pulang?..."Bayu yang kaget mendengarnya, begitu juga Danu ia juga merasa lelah dan letih melewati perjalanan jauh seharian.
"Ta.. tapi Tuan Muda, ini kan sudah malam!,"
"Aku tidak perduli!,jadi semua pekerja akan aku alihkan kepadamu!,"
" Hah...kepadaku?.., maksudnya apanya Tuan Muda... perkejaan tentang proyek ini?..." Bayu yang langsung menggarukan kepalanya merasa bingung dan sedikit tidak terima.
"Iya tentu saja!, jadwal mu besok pagi jam 9 bertemu dengan agensi properti penjualan, intinya kau sudah tahu kan apa yang harus kau lakukan?"
"Kalau masalah itu...saya udah tahu Tuan Muda, tapi masalahnya..aku takut..."
" Takut apah?..Aku percaya padamu!,kau pasti bisa melakukannya!"
Cih aku saja belum selesai berbicara.
"Anda beneran mau pulang Tuan Muda?"
Danu yang tidak percaya, karena Tuan Muda sendiri juga masih ada jadwal acara pertemuan dengan klien lamanya besok.
"Kau pikir aku bercanda,aku akan pulang sekarang juga!"
"Apa ada masalah penting Tuan Muda?"Bayu yang sedikit penasaran.
"Tentu saja!, bagaimana bisa aku membiarkan istriku melayani orang lain!,dan apa kau tahu... Ray begitu senang dengan Ayana!, bagaimana aku bisa membiarkan mereka berduaan di rumah... sedangkan Ray pasti akan selalu melakukan hal-hal yang tidak aku sukai dan membuatku marah!".
cih mau sampai kapan dua kembaran ini akan selalu bertikai..
"Dan kau Danu!,aku membutuhkan pesawat pribadi!.. sekarang!, tanpa terkecuali!"
"Iya iya baik Tuan Muda!"
Danu langsung keluar ruangan menjalankan perintah Tuan mudanya, melihat majikannya yang terlihat kesal itu membuat perintahkan-nya harus segera di jalankan ,
jika tidak, mungkin badai besar bisa saja terjadi pada dirinya.
*****
aku masih penasaran... sebenarnya bagaimana si hubungan Rey dengan istri keduanya...
sepertinya jarak antar keduanya terlihat jauh, buktinya panggilannya saja Tuan Muda apa Rey hanya menjadikannya pelayan..?
Ray menggerutu sambil menyiapkan peralatan mandinya..
"sepertinya... enak kali yah ... kalau aku punya istri, pasti ada yang melayaniku setiap hari!, tidak seperti ini, apa-apa harus aku kerjakan sendiri!"
Rey yang tiba-tiba merasa kesal dengan dirinya sendiri, siapa suruh ia tidak menikah-menikah.
sebenarnya karirnya sendiri sudah sukses, banyak penggemar di mana-mana, namun entah apa yang sedang ia tunggu sehingga ia belum menikah juga.
kenapa Tuan Muda belum kemari juga, apa dia benar-benar mandi di kamarnya,
apa dia bisa menyiapkan keperluan mandinya sendiri..
Ayana yang terdiam di atas ranjang sambil memegang ponselnya.
"eh... buat apa aku memikirkannya!,dan kenapa kau malah menunggu Ayana ..sebaiknya kau tidur saja... bodoh!"
mengutuki dirinya sendiri sambil menarik selimutnya dan membaringkan badannya di atas ranjang, sepertinya Ayana sudah ngantuk berat.
__ADS_1